Salah satu kelebihan bekerja di startup adalah kesempatan untuk mendapatkan ekuitas perusahaan. Sudah banyak startup dan perusahaan teknologi yang memberikan ekuitas kepada bukan hanya kalangan manajemen namun juga pegawai. Sebelum Anda memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan di startup, ada baiknya untuk menyimak artikel berikut yang mengupas 7 hal yang wajib diketahui terkait dengan pemberian ekuitas perusahaan.

Pilih startup yang tepat

Langkah awal yang wajib Anda lakukan adalah mencari tahu latar belakang dan rencana jangka panjang startup untuk masa mendatang. Apakah itu terkait dengan siapa investor yang mendukung startup? Sudah berada pada tahap pendanaan apa startup tempat Anda bekerja? Apa visi dan misi startup untuk selanjutnya. Pastikan Anda telah mengetahui informasi tersebut sebelum memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan dan mendapatkan jatah ekuitas yang dijanjikan.

Exit strategy

Hal lain yang tidak kalah penting adalah apakah exit strategy dari startup. Pilihannya adalah apakah akan menjual perusahaan atau melakukan IPO dalam waktu 5 tahun ke depan. Dengan mengetahui rencana ini, Anda sebagai pegawai yang mendapatkan jatah ekuitas perusahaan bisa menentukan langkah selanjutnya terkait pilihan perusahaan.

Persentase ekuitas yang diterima

Penentuan berapa besar persentase ekuitas yang didapatkan akan menentukan berapa jumlah uang yang akan Anda dapatkan usai penjualan perusahaan atau IPO dilakukan oleh perusahaan. Untuk itu saat persentase ekuitas ditawarkan, tanyakan pula berapa besar total saham yang outstanding. Jumlah saham atau opsi Anda sendiri dibagi dengan total saham yang beredar adalah persentase saham Anda sendiri.
Pada umumnya startup yang didukung venture capital akan mendapatkan jatah ekuitas sebesar 10-20% saja dari total saham yang outstanding.

Pilihan tipe saham

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengetahui tipe saham seperti apa yang akan Anda dapatkan, apakah opsi saham biasa atau saham terbatas (restricted stock). Saham terbatas biasanya memerlukan persyaratan, vesting menjadi salah satu yang paling umum. Perhatikan dengan baik kedua pilihan tersebut sebelum Anda memutuskan pilihan yang tepat.

Berapa lama proses penerimaan saham diberikan (vesting)

Pastikan untuk bertanya tentang spesifikasi jadwal vesting perusahaan Anda untuk tahu persis berapa banyak Anda akan memiliki share tersebut dan waktu yang dijadwalkan. Vesting atau jadwal penerimaan saham berarti bahwa Anda akan mendapatkan ekuitas dalam jumlah parsial dari waktu ke waktu.
Misalnya, jika Anda mengatakan pada hari pertama Anda bahwa Anda diberikan 10 ribu saham dengan jadwal vesting, Anda belum memiliki ekuitas apapun pada hari itu. Anda akan mendapatkan jumlah penuh selama periode tertentu masa bekerja. Jadwal vesting pada umumnya adalah empat tahun dengan waktu satu tahun esktra. Setelah Anda telah bekerja di perusahaan selama setahun penuh, seperempat dari total ekuitas Anda akan menjadi milik Anda. Selanjutnya jumlah penerimaan adalah setiap bulan atau per kuartal.

Pajak

Ada aturan khusus yang mengatur kapan dan bagaimana kompensasi ekuitas pajak. Mintalah bantuan perusahaan dan konsultan pajak untuk mendapatkan informasi serta kejelasan tentang kewajiban pajak potensial kompensasi ekuitas Anda untuk menghindari hal-hal terkait dengan ketentuan pajak dan terhindar dari kemungkinan pelanggaran yang bisa terjadi.

Penjualan saham

Setelah penjadwalan penerimaan saham telah ditentukan hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah menentukan untuk segera menjual saham atau menyimpan saham tersebut sampai ada rencana exit dari perusahaan. Jika Anda memutuskan untuk menjual, pastikan perusahaan mengetahui dan menyetujui rencana Anda di bawah hukum yang berlaku.
Pastikan untuk membuat perjanjian tertulis kedua belah pihak untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: