Startup asal Kalimantan Barat, yakni Abang Desa memiliki visi membangun ekonomi desa dengan menghubungkan investor dan pelaku usaha di desa melalui internet.

Perkembangan teknologi yang pesat mendorong pelaku bisnis menjawab tantangan masa kini. Salah satunya adalah masalah pembiayaan atau pinjaman modal bagi pengusaha di desa seperti petani.


Dengan luas wilayah yang besar, Indonesia masih memiliki tantangan yang besar terkait pemerataan ekonomi.

Tak kalah pentingnya adalah pembiayaan pelaku usaha di desa-desa yang belum terjangkau oleh akses lembaga keuangan.

Dampaknya ekonomi pedesaan masih perlu ditingkatkan dengan mendorong pelaku usaha di desa naik kelas.

Caranya melalui marketplace pinjam meminjam dana atau peer to peer lending, yang menghubungkan pemilik dana dengan peminjam dana melalui internet.

“Abang desa ini kami dirikan sejak setahun yang lalu, tepatnya 17 agustus 2017. Abang desa merupakan singkatan nama ayo bangun desa, jadi disingkat abang desa. Kami startup fintech yang memediasi pertemuan antara investor dan pelaku usaha yang ada di desa,” ujar Founder Abang Desa, Adi Warna kepada Moneysmary.id, Rabu (24/10/2018).

Ide tersebut bermula dari keresahan akibat banyaknya pelaku usaha di pedesaan yang belum banyak terjangkau oleh lembaga keuangan untuk pengembangan bisnisnya.

Padahal, potensi ekonomi pedesaan sangat besar jika didukung dengan permodalan yang mudah.

“Kalau di kota buka pintu rumah kantor cabang bank mudah dijangkau, tapi pada kenyataannya dari data 60-70 persen pelaku usaha unbankable. Jika fenomena itu terjadi di kota bagaimana dengan saudara kita yang di desa-desa. Bahkan didaerah perbatasan yang kalau mau ke bank sangat sulit, harus jalan berjam-jam, nyebrang sungai, keluar masuk hutan,” ungkap Adi.

Kehadiran Abang Desa di Kalimantan Barat diharapkan menjawab segala permasalahan tersebut, singkatnya para pemiliki usaha mendapatkan permodalan yang mudah.


“Untuk saat ini memang kami fokus ke ekonomi desa. Karena kami anggap mereka prioritas yang harus segera kami bantu untuk pengembangan usaha. Musim tanam butuh bibit, tambah lahan, biaya produksi, harapannya investasi yang diberikan melalui kita bisa memiliki dampak,” kata Adi.

Hambatan Jarak dan Akses Internet
Internet banking BRI (Shutterstock)
Ilustrasi Internetan (Shutterstock)
Tapi tak mudah menjadi fasilitator antara pengusaha desa dengan pemilik modal, sebab literasi internet di wilayah desa masih sangat terbatas.

“Kami harus akui bahwa tidak mudah bahkan sangat kecil masyarakat desa menjangkau internet. Nah untuk itu kami bikin beberapa skema, salah satunya bagi mereka yang tidak dapat akses internet kami siapkan agen-agen di desa sasaran,” ungkapnya.

Menurutnya, agen ini akan memberikan fasilitas pengusaha desa untuk mendapatkan investor. Selain itu, agen ini juga memiliki fungsi lain yakni sebagai validasi dan verifikator.

“Agen akan mempercepat validasi sejatinya mereka yang paling tahu. Misalnya si bapak A benarkah punya kebun, benarkah berpengalaman, benar memang petani atau cuma buruh tani,” kata Adi.

Sebagai perantara antara pengusaha dan pemilik modal, tahap validasi tersebut memegang peranan penting. Sebab, sangat berkaitan dengan dana yang diinvestasikan dan risiko dari usaha atau bisnis yang dijalankan.

“Terkait risiko, bicara investasi tentu bicara risiko. Kami komitmen dan kami siapkan mitigasi risiko yang dihadapi. Mulai dari seleksi ketat, kunjungan berkala, dan dilihat progresnya, dan terakhir adalah asuransi,” jelas Adi.

Adi mengatakan, dengan menggunakan skema asuransi, maka secara langsung akan memberikan keamanan terhadap dana yang diinvestasikan.

“Misalnya investor, investasinya di desa dan ternak sapi, kemudian sapinya mati, jangan khawatir karena di back up asuransi minimal uang investasi masih aman,” kata Adi.

Hingga saat ini, berdasarkan data Abang Desa, dari sisi investor aktif telah tercatat mencapai 280 investor. Sedangkan dari pengusaha telah mencapai 26 pengusaha, dengan total pembiayaan mencapai Rp 1,2 miliar.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: