Ceritanya nih, kemarin saya dan para ibu tetangga satu compound, ngumpul bareng, ngopi dan ramah tamah secara udah lama juga kami gak buat acara ngumpul kayak gini. Seperti biasanya, Ibu yang dateng membawa anak anak mereka juga, termasuk saya, datang dengan membawa 2 jagoan saya. Itupun sudah cukup membuat saya repot, karena gak enak juga yaaa, dirumah orang, saya gak mau, anak saya membuat ribut. Jadilah di acara itu, saya kadang sibuk sendiri, men-disiplinkan Aaron dan Dave, ' aduhhh..'Nak.....jangan pegang itu, jangan lari lari, jangan berantem, duduk manis, please '


Dan ternyata yang repot mendisiplinkan anak di acara tersebut bukan cuma saya ajah, beberapa Ibu, juga kedengaran suaranya  heboh saling mendispilinkan anak masing masing,pokoknya ramelah.

Tapi tidak dengan Ibu satu ini, dia tetangga saya juga, gak deket sih, usia kami tak beda jauh, Dia dari Canada, anaknya 5 orang, dan laki laki semua. Yang sulung usianya sepantaran putri saya, dan yang bungsu masih 2 tahunan. Nah... Sepanjang acara, tetangga saya yang ini, terlihat rileks sekali malah sempat sempatnya maen hape, dan membantu membuatkan kami kopi, widihhhhh.....padahal ke-lima putranya, dia bawa semua, dan memang saat saya perhatikan, anak anaknya gak ada yang membuat ribut alias paling manis. Duduk diam ber-lima, sambil ngemil. Yang besar momong yang kecil, begitu keliatannya.

' Sister, anak anaknya pada anteng gitu,keren banget anaknya, kok bisa diem dan pada manis manis gitu, gimana cara mendisiplinkan mereka, bagi bagi rahasianya dong'

Begitulah kira kira pertanyaan yang ditujukan ke tetangga dengan 5 putra itu, yang dijawab sangat santai olehnya : 'gampanggggg.... cara mendisiplinkan anak paling jitu : buat ajah mereka takut dengan kita ( Ayah dan Ibu) dijamin sekali pelototan atau satu hardikan, mereka gak akan berani macem macem dan membuat ribut, anak dibawa kemana juga bakalan anteng dah...'

'Eh....membuat takut gimana?' tanya saya

' Yaa, buat takutlah, dengan cara dimarahin kek, dicubit kek, dibentak kek, diancem kek, begitu....lama lama mereka jadi takut kan ke kita ( Ayah dan Ibu),dan karena takut itu anak juga jadi respect! ke kita, orangtuanya' jelasnya masih dengan nada santai.

Saya terdiam,

Dan mengulang ulang sendiri dalam hati perkataan tetangga saya itu, segampang itukah, dan apa katanya tadi, cara disiplin anak paling jitu? buat takutlah, dengan cara dimarahin kek, dicubit kek, dibentak kek, diancem kek.

Ingatan sayapun langsung  terbawa kepada kejadian beberapa waktu lalu,

Waktu itu, 2 jagoan saya ribut sekali, namanya anak laki laki, mereka kadang berantem, rebutan, pokoknya ributlah, dan gak berenti juga, padahal saya sudah meminta mereka untuk lebih tenang sedikit, 'quite please, boys' satu peringatan, dua peringatan, dan tiga peringatan, tak didengar, hingga akhirnya "QUITE" suara sayapun menggema keras, sampai saya sendiri juga kaget dengernya.

Buru buru saya hampiri dua jagoan saya yang langsung meneng kelakep, terdiam, yang satu duduk meringkuk di kursi, yang paling kecil duduk dipojok ruangan, keduanya menangis. Ketakutan!

Ya ampun, hati saya terasa diremas, apa yang sudah saya lakukan?.....saya peluk kedua jagoan saya itu dan bisa ditebak kejadian selanjutnya, saya ikutan menangis bersama mereka,  maafkan Mommy yaaa sayang....stok sabar Mommy kalian ini memang gak pernah cukup, andai sabar bisa dibeli.....

Kejadian itu, selanjutnya menjadi peringatan buat saya, jangan lagi lagi, saya sampai membuat anak saya ketakutan, dengan saya ataupun dengan Ayahnya. Rumah dan orang tua adalah tempat anak anak saya pulang dengan segala sayang dan rasa nyamannya, lahh...apa jadinya, jika tempat anak anak saya pulang, justru tempat yang bisa membuat mereka ketakutan.

Anak harus hormat atau harus takut kepada orangtuanya?

Tentu saja,

Sebagai orang tua, kita ingin anak untuk hormat kepada orangtua, disiplin, patuh, dan mendengarkan kita sebagai orang tua mereka, jangan melawan, berperilaku baik dan sopan,tak membuat repot dan malu saat kita ajak keluar rumah misalnya. Begitu kan?

Tapi yang menjadi masalah adalah, banyak orang tua yang kadang tak tau bagaimana caranya membuat anak disiplin, dengan alasan untuk mendisiplinkan, anak harus menerima bentakan, hukuman fisik, bahkan ancaman yang membuat anak ketakutan.

Perhatian orangtua!

Mereka -- anak yang takut kepada orangtuanya--justru tak akan menjadi anak yang bisa menghormati orangtuanya, siapa yang bisa hormat kepada orang yang kita takuti bukan?

'Fear atau ketakutan anak, hanya akan bertahan sebentar saja, Fear is only efective when you--parents--can maintain it!

Saat anak masih kecil, mungkin anak mudah dibuat disiplin dengan cara membuat mereka takut kepada Ayah atau kepada Ibu, tapi saat anak beranjak besar, bisa jadi mereka gak akan takut lagi kan.

Contohnya Ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak, saat anak masih kecil, mereka memang menurut dan takut kepada sang ibu, tapi saat mereka beranjak besar, kemarahan, omelan, dan cerewetnya ibu untuk menakutin anak, banyak yang sudah tak berguna lagi, anak kehilangan rasa takut mereka. Udah biasa denger Mommy ngomel, gak takut lagi!!!

Jadi, merunut judul artikel dan pendapat yang bilang : membuat anak takut kepada orang tua adalah cara disiplin paling jitu?

Tidak, saya sendiri tidak sependapat,

Karena bukannya lebih baik, dari pada kita sebagai orang tua menggunakan Fear sebagai modal mendisiplinkan anak dan membuat anak menghormati kita sebagai ornagtua, ada baiknya kita ganti Fear dengan Love saja.

Cinta dan kasih sayang, pengertian, komunikasi yang selalu terjaga antara anak dan orangtua, dengan modal itu semua, modal yang tanpa fear tentunya, bisa dipastikan, yang akan terbangun adalah pribadi anak yang hormat alias Respect kepada orangtuanya.


Ingat ajah, Fear atau takut kepada orangtua cuma akan menjadikan anak trauma. Dan juga sifat takutnya yang cuma sementara.

SUMBER GOOGLE
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: