Indonesia memiliki beberapa keluarga kaya yang selama bertahun-tahun telah mendominasi lanskap bisnis dan investasi di negara ini. Perkembangan teknologi dan bisnis e-commerce yang pesat membuat para konglomerat tersebut melirik bidang ini dan berinvestasi di startup. Berikut adalah daftar konglomerat Indonesia beserta jejak investasi mereka di ranah teknologi seperti dilansir dari CB Insight (Selasa, 12/9).


Robert Budi Hartono

Pemilik perusahaan rokok Djarum Robert Budi Hartono berada di peringkat pertama di daftar Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia pada tahun 2016. Sementara itu keluarga Hartono berada di peringkat keenam dalam daftar keluarga terkaya se-Asia menurut Forbes di tahun yang sama. Pada saat itu, kekayaan bersih mereka ditaksir mencapai 18,6 miliar dolar AS.

Putra Robert, Martin Hartono adalah pendiri dan CEO dari GDP Ventura yang menjalankan Merah Putih. Merah Putih berperan sebagai inkubator yang kemudian berinvestasi di startup. Salah satu investasinya adalah di situs berita teknologi Indonesia DailySocial.

Salim Group

Grup Salim memiliki banyak perkebunan kelapa sawit dan konsesi penebangan kayu serta beberapa cabang bisnis, termasuk memproduksi mi instan. Pada 2016, Anthoni Salim berada di peringkat ketiga sebagai orang terkaya di Indonesia.

Investasi mereka di bidang teknologi antara lain Salim Group telah membeli 10% saham di Internet Rocket yang berbasis di Jerman. Di luar Asia Tenggara, Salim Group telah memasuki usaha patungan dengan Grup Lotte Korea untuk mendukung situs e-commerce B2C.

Sinar Mas Group

Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja menempati peringkat keempat di daftar Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia pada tahun 2016. Perusahaan ini mengelola bisnis di enam sektor industri yaitu pulp and paper, agribisnis dan makanan, layanan keuangan, pengembangan real estate, komunikasi dan teknologi, serta energi dan infrastruktur.

Investasi mereka di teknologi antara lain dengan mendirikan Sinar Mas Digital Ventures yang telah berinvestasi di 7 perusahaan di Asia Tenggara sampai saat ini. Mereka juga berinvestasi di Ardent Capital, perusahaan modal ventura di Thailand yang berusaha mengembangkan perusahaan pemula untuk mengatasi kesenjangan pasar dan membantu pengecer offline menjual secara online dan meningkatkan penawaran digital.

Mochtar Riady

Mochtar Riady memulai perusahaan real estate Indonesia Lippo Group pada tahun 1950 hingga pada tahun 2016 Forbes menempatkannya di peringkat 10 orang terkaya Indonesia kekayaan bersih 1,9 miliar dolar AS.

Anak laki-laki James Riady, John Riady, adalah satu dari tiga mitra pengelola Venturra Capital yang berinvestasi di startup teknologi berbasis pendidikan Ruangguru. Lippo Group juga meluncurkan situs e-commerce Matahari Mall yang telah mengumpulkan lebih dari 628 juta dolar AS hingga saat ini. Pada bulan Maret 2016, Lippo Group dan Singapore's Grab Taxi mengumumkan bahwa mereka telah membentuk kemitraan strategis yang juga mencakup peluncuran sistem pembayaran.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: