Termasuk yang manakah anak anda? tidak suka berada di rumah untuk bermain? ataukah sangat suka bermain di dalam rumah saja?

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan anak tidak betah berada di rumah. Bisa dari kesibukan, padatnya jadwal sekolah dan les, rumah yang tidak nyaman, sosok orangtua atau pengasuh atau anggota keluarga yang cuek, karakter anak yang lebih suka bermain di luar atau kondisi rumah yang tidak kondusif serta sebagainya.

Memang tidak bis adipungkiri, jika bermain di rumah bagi usia anak balita hingga 8 tahun akan lebih aman dan terjamin keselamatannya. Selain itu, bermain di rumah akan membuat orangtua lebih memiliki kesempatan untuk mengawasi dan mencegah terjadinya hal-hal buruk yang tidak diinginkan ketimbang bermain di luar rumah.

Lalu, bagaimana menerapkan 3 trik bikin anak betah bermain di rumah? Namun untuk diketahui juga, bahwa semuanya tergantung tingkatan usia anak. Pasalnya, saat menginjak usia remaja, anak sudah mulai mengenal lawan jenis, sudah disibukkan dengan kegiatan pencarian jati diri serta kebutuhan untuk eksistensi pergaulan dan lainnnya.

Agar tidak salah, inilah 3 trik bikin anak betah bermain di rumah, khususnya untuk kelompok anak usia 3 sampai dengan 8 tahun.

1. Biarkan anak menganggap seisi rumah adalah area tempat bermainnya


Jangan terlalu membatasi anak hanya boleh bermain di halaman rumah, di garasi rumah atau di kamarnya saja. Ini akan membuat anak merasa terkekang sehingga tak bebas merasakan suasana rumah yang ramah dan nyaman untuk dijadikan lahan bermain.Anda boleh menentukan satu lemari atau ruangan kecil untuk tempat si buah hati menyimpan segala jenis mainannya. Namun, jangan pernah melarang anak sekedar bermain di ruangan lainnya di bagian rumah yang Anda anggap paling aman bagi mereka, kecuali misalnya dapur.

Sebelum Anda memberlakukan peraturan tersebut, ada baiknya memberi pengertian pada anak tentang jenis permainan dan benda apa saja yang boleh dan aman untuk anak sentuh atau dekati. Harapannya, anak tidak akan merasa seperti sulit menemukan keceriaan saat berada di rumahnya sendiri.Sebagai contoh, Anda memberikan keleluasan ruang bermain seperti di ruang keluarga, ruang kamar tidur, ruang belajar, ruang kerja atau ruang tamu, halaman serta beranda rumah. Jangan lupa untuk mempersilahkan anak membawa mainannya sembari berada di ruang tersebut. Harapannya, cara ini bisa meminimalisasi risiko anak bermain di rumah dalam waktu lama yang tidak bisa Anda kontrol keamanannya.

Namun, penting diingat bahwa kelompok anak usia 3 hingga 8 tahun juga membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitar di luarnya seperti dengan tetangga sesuianya. Tujuannya, agar anak dapat mengenal serta mampu beradaptasi lebih mudah ketika bertemu kondisi yang tidak pernah ia temui di rumah.

2. Temani anak saat bermain di rumah


Salah satu penyebab anak tak betah bermain di rumah adalah karena ia merasa kesepian saat sedang bermain. Di usia menginjak 4 sampai 6 tahun, buah hati umumnya sudah mulai menyadari bahwa ia butuh teman bermain. Jangan biarkan anak merasa ia tidak diperhatikan atau direspon ketika sedang bermain. Kini, kebanyakan orangtua sengaja membiarkan anak bermain agar ia bisa santai bermain gadget atau sibuk dengan rutinitasnya sendiri.

Bila Anda termasuk ibu pekerja kantoran, beri pengertian pada pengasuh atau keluarga untuk senantias mendampingi anak saat bermain. Cara ini juga ampuh untuk Anda lakukan saat akhir pekan tiba. Anda bisa mengajak saudara atau teman seusianya untuk bermain di rumah. Mengajak teman sebayanya di sekitar rumah untuk bermain di rumah juga dapat melancarkan trik agar anak betah bermain di rumah. Tetap berikan pengawasan saat anak dan temannya bermain di rumah demi keamanan. Terapkan batasan jam waktu bermain, misalnya pukul 3 sampai 5 sore. Atau pukul 10 pagi hingga 12 siang saat akhir pekan.

3. Penuhi kebutuhan bermain anak seoptimal mungkin



Anda memang tak perlu menghadirkan ragam permainan canggih berteknologi layaknya di game center seperti di mal. Namun, salah satu penyebab anak tidak betah bermain di rumah adalah karena sedikitnya atau bahkan hampir tidak adanya jenis permainan anak yang ia miliki. Anda mungkin bisa secara perlahan membantu mengajarkan anak melengkapi permainannya. Tidak perlu yang terlalu mahal, yang penting anak mempunyai variasi pemilihan permainan yang seru dan kreatif seperti untuk ketangkasan otak, melatih sensor motorik sekaligus membuat anak merasa terhibur dan senang. Seperti pengalaman bermain si kecil Flynn yang sangat seru bermain dengan LaQ yang dimilikinya. Bukan sekedar maianan biasa, LaQ yang berasal dari asli dari Jepang ini akan membantu melatih kreatifitas dan daya sensor motorik anak. Sehingga tidak hanya asyik untuk dimainkan, LaQ bisa jadi pilihan yang tepat untuk membuat anak betah bermain di rumah.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: