Kamu seorang pengusaha? Sudah berkeluarga juga? Pasti sering deh mengalami kesulitan dalam manajemen waktu.Kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga di tengah tuntutan kerja yang gak ada habis-habisnya emang wajar terjadi. Padahal keluargamu sangat menunggu kepulanganmu.


Tapi kadang kamu pulang terlalu larut sehingga mereka telah terlelap, atau bahkan kamu yang terlalu letih sampai-sampai gak ada energi untuk berbincang dengan mereka. Kalau lama-lama begini terus, keharmonisan keluargamu berpotensi luntur.

Hal yang dialami seperti di atas ini telah dialami oleh pengusaha John Rampton. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah metode yang ampuh untuk meminimalisir masalah tersebut.

Dengan menggunakan metode manajemen waktu yang ia nilai sebagai ‘productivity hack’ berusia 100 tahun. Metode manajemen waktu ini membuatnya menghabiskan sedikit waktu di kantor dan memperbanyak waktu bersama keluarga, tanpa merugikan pekerjaan.

Baca juga: Meski Murah, Masker Wajah Ini Bisa Bikin Kulitmu Tambah Cerah Loh!

Metode Ivy Lee

Seorang ayah tengah bekerja dan bersama dengan anaknya (Ilustrasi by Shutterstock).
Metode Ivy Lee inilah rahasia Rampton yang juga merupakan CEO startup Due bisa membagi waktu dengan keluarga tanpa mengorbankan pekerjaan. Apa yang dia lakukan?

Setiap malam ia membuat daftar prioritas pekerjaan diurutkan dari yang paling penting, gak lebih dari 6 kegiatan setiap harinya. Waktu yang dibutuhkan buat bikin list ini juga jangan lama-lama, cukup 15 menit saja setiap malam, kalau kelamaan, nanti malah mengganggu waktu tidur kamu. 

Dengan daftar ini kamu bisa manajemen waktu dengan sangat optimal dalam menjalani hari-hari. Ketika pagi datang,  kamu hanya perlu fokus untuk menyelesaikan list yang sudah kamu buat satu per satu di satu waktu, dari yang terpenting hingga yang gak penting-penting amat.

Kalau bisa diselesaikan hari itu juga maka sebuah penghargaan buat kamu, tapi kalau belum selesai, santai aja, kamu bisa kok menambahkannya ke enam daftar prioritas di hari berikutnya.

“Dengan merencanakan hari kamu malam sebelumnya, kamu mengurangi keletihan dalam mengambil keputusan dan menyimpan energi kamu untuk pekerjaan yang paling berarti. Ketika kamu bangun, kamu tahu persis apa yang pengin dikerjakan sepanjang hari daripada buang-buang waktu dan energi yang berharga untuk membuat keputusan di pagi hari,” kata Rampton.


Metode ini telah bekerja selama 100 tahun, bagaimana bisa?

Manajemen waktu yang baik bisa menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga (Shutterstock).
Dikutip dari Businessinsider, metode manajemen waktu seperti ini telah diterapkan selama sekitar 100 tahun. Tahun 1918, Ivy Lee bekerja sebagai seorang konsultan, ia kemudian bekerja untuk Charles M. Schwab, seorang pemilik usaha korporasi baja di Amerika Serikat yang menginginkan peningkatan kinerja di perusahaannya. Lee pun menawarkan metodenya ini dan Schwab mengaku cukup puas.

Metode manajemen waktu ini diyakini mampu menghilangkan keraguan dan meminimalisir kemungkinan kamu buat buang-buang waktu pagi harinya. Jadinya pagi harimu bisa lebih produktif deh.

Bagaimana cara menerapkannya?

Kehidupan dan pekerjaan harus berjalan seimbang (Shutterstock).
Sejauh ini metode Ivy Lee sangat ampuh diterapkan oleh John Rampton yang merupakan CEO startup di Amerika Serikat. Bagaimana caranya ia menjalani tugas sehari-hari sebagai CEO yang super padat tanpa mengurangi waktu bersama keluarga?

1. Buat skala prioritas besok hari

Setiap malam sebelum  tidur, luangkan waktumu sekitar 15 menit untuk membuat daftar hal-hal apa yang mau kamu lakukan besok. Gak perlu banyak-banyak, kamu cukup bikin 6 kegiatan saja dan jangan lupa, diurutkan dari yang paling penting hingga yang gak terlalu penting.

Hal ini bikin kamu lebih teratur dalam menjalani hari-hari dan tidak ada waktu yang terbuang sia-sia untuk berpikir. Tapi beda lagi ya kalau ada pekerjaan yang sifatnya mendadak dan penting, ya mau gak mau kamu harus mengorbankan beberapa kegiatan yang ada di list kamu. Jika ada yang belum selesai dilaksanakan, Pindahkan ke daftar prioritas besoknya.

2. Bangun lebih pagi

Bangun lebih pagi memiliki banyak keuntungan buat kamu. Kamu jadi punya banyak waktu yang bisa kamu manfaatkan untuk olahraga atau memasak sarapanmu sendiri.

Kalau bangun pagi kamu juga jadi lebih sehat karena menghirup udara segar yang masih belum terpapar polusi.

3. Prioritaskan dan beri waktu untuk pekerjaanmu

Mulailah mengerjakan daftar prioritas yang udah kamu buat malam harinya, dan beri target waktu masing-masing pekerjaan.

Jangan lupa kamu juga perlu istirahat lho, ambil istirahat sejenak untuk ngopi setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan. Kalau kamu istirahat kan kamu bakalan fresh menyambut tugas berikutnya!

4. Sinkronkan pekerjaan kamu dengan rutinitas keluarga

Kalau yang satu ini mungkin sulit deh diterapkan sama pegawai-pegawai kantoran, tapi kalau kamu seorang CEO atau pengusaha sepertinya kamu harus belajar cara ini.

Ini salah satu poin terpenting untuk memberikan waktumu yang ada untuk keluarga di tengah kesibukan pekerjaan.

Misalnya, mencocokkan jadwal les piano anak dengan waktu kerjamu. Kalau anakmu ada les piano pada pukul 17.00 WIB dan selesai pukul 18.00 WIB, coba usahakan kamu menjemputnya dan pulang bersama ke rumah. 

Les piano mungkin tidak setiap hari ya, cara menyiasatinya, kamu hanya perlu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan ringan di saat jadwal anak kamu les. Jadi, kamu bisa pulang lebih awal deh!

Menjadi CEO atau pengusaha memang membutuhkan manajemen waktu yang sangat baik ya apalagi kalau kamu sudah berkeluarga.

Pikiranmu akan terbagi menjadi dua, kerjaan atau keluarga. Dengan tips-tips yang dibagikan oleh John Rampton di atas kamu pasti bisa kok memiliki manajemen waktu yang pas tanpa mengorbankan salah satu di antaranya! Semoga bermanfaat!
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: