Beberapa dekade yang lalu, melamar sebuah pekerjaan dan memiliki gaji tetap merupakan impian banyak orang. Sampai sekarang pun masih. Bedanya, kini baik orang muda dan orang tua cenderung untuk memulai usaha mereka sendiri. Menjadi pengusaha merupakan trend baru yang marak, baik di perkotaan maupun di pedesaan meski banyak yang tidak cermat memperhitungkan modal usaha.

Banyak ide usaha yang bisa didapatkan dari berbagai buku yang dijual di toko buku dan didapatkan di perpustakaan umum. Banyak didapati pula pelatihan dan seminar wirausaha. Ide bisa didapatkan dengan mudah. Berbeda dengan pengalaman, banyak pengusaha baru yang masih minim pengalaman. Namun, semangat yang tinggi membuat mereka berani memulai usaha sedikit demi sedikit. Tapi ada satu penghambat yang membuat pengusaha mengurungkan niat mereka. Apakah itu?


Modal usaha adalah salah satu hal yang membuat tidak sedikit calon pengusaha yang tak jadi menindaklanjuti impian mereka membuat suatu usaha yang telah mereka idam-idamkan. Banyak yang selalu berpikir bahwa modal usaha berupa uang haruslah besar. Bila tidak, usaha mereka menjadi tak lancar.

Padahal banyak ide usaha yang bisa dijalankan tanpa harus mensyaratkan modal uang yang besar. Namun bila memang calon pengusaha ingin mengetahui seberapa besar modal uang yang dibutuhkan, kita bisa melihat pos-pos apa saja yang biasanya membutuhkan uang.

Membayar Gaji Karyawan

Tergantung dengan jenis usaha yang digeluti, besar kecil jumlah karyawan menentukan besarnya pengeluaran bulanan. Wajar karena biasanya karyawan dibayar setiap bulan sekali. Bila jenis usahanya seperti rumah makan, hitung saja ada berapa jumlah karyawan yang diperlukan untuk posisi pelayan, koki, pembersih, dan kasir. Sebagian pengusaha ada yang mengalokasikan dana untuk menggaji dirinya sendiri.

Membayar Sewa Tempat Usaha

Tak semua usaha memerlukan tempat usaha seperti usaha band pengiring pernikahan. Alat musik dan speaker cukup disimpan di rumah sendiri. Sangat berbeda bila usahanya seperti tempat penitipan anak, kursus komputer, atau bengkel. Tempat usaha mutlak diperlukan. Bengkel mobil tentu saja harus berada di tepi jalan yang ramai lalu-lintasnya. Sedangkan tempat penitipan anak bisa menyewa rumah yang cukup lapang dan berada di daerah perumahan. Jadi bisa dibandingkan, mahal dan murahnya sewa tempat berdasar jenis usaha. Beruntung memang bila pengusaha sudah memiliki tempat usaha tanpa harus menyewa ke orang lain. Sebagai tambahan, sewa tempat usaha juga sudah harus memasukkan biaya langganan listrik, air, dan internet.

Membeli Peralatan Usaha

Untuk menjalankan usaha dengan sempurna, peralatan yang tepat sangat menentukan. Bila membuka kafe, sangat perlu membeli mesin penyeduhan kopi yang berkualitas. Mesin yang baik, dan dioperasikan dengan baik, akan menghasilkan kopi yang beraroma, kental, dan lezat. Makin banyak pengunjung kafe yang menggemari kopi dari kafe tersebut, makin banyak pula penghasilan dari alat tersebut.

Membeli Perlengkapan Usaha

Perlengkapan berbeda dengan peralatan. Bila peralatan dipakai dan dirawat dengan baik, pengusaha tak perlu sering-sering membeli peralatan yang baru. Sedangkan perlengkapan, mau tak mau harus disediakan. Bagi yang membuka usaha salon, perlengkapan yang akan selalu digunakan dan habis adalah sampo, tisu wajah, sabun cuci tangan, dan sabun cuci untuk membersihkan peralatan perawatan rambut.

Biaya Lain-Lainnya

Selain biaya-biaya di atas, ada biaya lain yang cukup penting. Seperti biaya registrasi usaha, biaya iklan, biaya untuk membayar pajak usaha, biaya transportasi, dan biaya perbaikan peralatan. Tergantung jenis usahanya, biaya lain-lain bisa jadi besar. Jangan disepelekan karena biaya apapun itu merupakan sebuah pengeluaran yang akan memakan uang modal usaha.

Sebelum memulai usaha ada baiknya bila semua pos biaya yang disebutkan di atas bisa diketahui, didaftar, dan dihitung. Jangan sampai meleset karena biaya yang tak terduga bisa membuat kondisi keuangan tak menentu. Bila perlu, sediakan cadangan dana untuk biaya yang tak terduga tersebut. Bila tak terpakai, kembalikan alokasi dana tersebut untuk investasi peralatan baru atau karyawan baru.

Lalu bagaimana memperoleh dana yang bisa mencukupi usaha? Calon pengusaha bisa menggunakan tabungan, meminjam orang lain, atau meminjam bank. Mendapatkan modal usaha tak terlalu sulit. Yang terpenting adalah bagaimana menggunakan uang modal secara bijak sehingga usaha bisa berkembang dengan pesat dan menghasilkan uang.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: