Bawa bisnis Anda menuju level selanjutnya. Hal ini bisa dimulai dengan mengekspansi bisnis ke luar Pulau Jawa, ke luar Indonesia, hingga ke luar negeri!

Jika sudah merambah ke dunia internasional, tak dimungkiri bahwa Anda juga perlu mengirim barang ke luar negeri.

Namun, sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya Anda memerhatikan 3 hal penting di bawah supaya kegiatan mengirim barang ke luar negeri bisa lancar. Dengan demikian, barang yang dipesan konsumen bisa sampai di tempat tujuan tepat waktu.

3 Hal Penting Sebelum Mengirim Barang Ke Luar Negeri

1. Buatlah strategi pengiriman internasional

Untuk memulainya, Anda perlu memerhatikan beberapa hal berikut yang dapat membantu Anda menentukan strategi terbaik dalam pengiriman barang secara internasional.

Sebagai contoh, Anda bisa mengirim barang ke negara-negara tetangga yang paling dekat dengan lokasi bisnis Anda. Katakanlah Anda tinggal di Indonesia. Nah, Anda bisa memasarkan dan mengirim produk ke Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Kemudian, telusuri dari mana permintaan produk Anda paling banyak berasal sehingga Anda bisa mengetahui negara mana saja sih, yang pernah mengunjungi toko online Anda.

Apabila ada negara tertentu yang menyumbangkan traffic tinggi ke toko online Anda, bisa dikatakan bahwa negara tersebut memang memiliki ketertarikan terhadap produk yang Anda jual.

Kemudian, pilihlah produk-produk yang memang unggul di dunia internasional. Tingkatkan juga kualitas produk agar bertahan lama.

2. Cari tahu soal regulasi dan peraturan negara tujuan

Setelah mengetahui negara mana saja yang sangat potensial untuk dijadikan tempat pemasaran produk, kenali lebih dalam soal regulasi dan peraturan negara-negara tersebut. Ketahuilah, ada negara yang melarang pengiriman barang tertentu atau ada juga yang membatasi jumlahnya.

Karenanya, rajin-rajinlah mencari informasi terkait hal tersebut di internet. Bisa juga, tanyakan kepada rekan-rekan bisnis Anda di negara tujuan.

Nah, ketika sudah mengetahui soal regulasi pengiriman barang ke luar negeri, pastikanlah bahwa pengiriman tersebut lancar hingga barang sampai ke tangan konsumen.

3. Tentukan biaya pengiriman internasional

Masih banyak pebisnis yang bingung, bagaimana ya, menentukan biaya pengiriman internasional ini? Mudahnya begini, misalnya harga barang yang ada jual senilai Rp500 ribu.

Kemudian, biaya-biaya lain yang dikenakan charge adalah biaya packaging, biaya pengiriman, pajak, biaya penanganan, dan seterusnya.

Soal ini, Anda juga harus mempelajarinya lebih dalam. Jangan sampai biaya yang Anda tetapkan terlalu murah atau terlalu mahal. Banyak-banyak berkonsultasilah dengan advisor, penasihat bisnis, atau mentor bisnis yang Anda percaya.

Penting diingat, Anda harus transparan sehingga konsumen bisa memperoleh informasi yang tepat dan akurat secara keseluruhan.

Jangan sembunyikan biaya-biaya lain yang akan ditagih belakangan karena hal tersebut hanya akan mengurangi tingkat kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda.

Saatnya mengirim barang Anda!

3 Hal Penting Sebelum Mengirim Barang Ke Luar Negeri

Kunci sukses kala melakukan pengiriman internasional adalah mengetahui apa produknya, bagaimana Anda mengirim barang, ke mana tujuan pengiriman, serta berapa biaya yang dikenakan.

Perlu diingat, Anda juga harus berani mencoba teknik dan pendekatan baru kala mengirimkan barang ke luar negeri.

Ada baiknya Anda mengatur ulang strategi yang dijalankan apabila ada perubahan regulasi atau perubahan yang mencakup kebiasaan konsumen dalam membeli barang.

Apalagi, industri ini sangat dinamis dan Anda juga perlu melakukan pendekatan terhadap konsumen agar bisnis Anda makin lancar dan pelanggan Anda makin setia.

Nah, mengirim barang ke luar negeri kadang memaksa Anda untuk mengeluarkan modal lebih dari biasanya. Namun, kondisi keuangan bisnis seringnya  belum siap, terutama bagi Anda yang tidak mengalokasikan dana darurat untuk bisnis sejak awal.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: