Bukan rahasia lagi bahwa seorang pemasar yang sukses menggunakan teknik psikologi dalam menciptakan penjualannya.

Hal ini tentunya karena manusia dianggap sebagai makhluk yang sangat rasional dalam menimbang setiap pilihan yang dibuatnya secara logis.

Akan tetapi, beberapa penelitian telah mengkonfirmasi bahwa emosi berperan kuat dalam mempengaruhi keputusan pembelian.

Seperti yang ditulis Gerald Zaltman dalam bukunya, How Consumers Think, 95 persen keputusan pembelian terjadi di alam bawah sadar.

Salah satu faktor psikologis yang sangat berpengaruh adalah faktor penentuan harga. Penentuan harga berfungsi untuk menarik perhatian dan emosi dari calon pembeli.

Dalam hal ini jika Anda ingin meningkatkan harga produk, berikut adalah empat teknik psikologis dalam penentuan harga yang dapat memberi efek mencolok pada perilaku pembelian konsumen;

3 Teknik Psikologis yang Dapat Meningkatkan Harga Produk Anda

1. Efek Umpan: Perkenalkan Harga yang “Tidak Berguna”

“Efek umpan” adalah istilah yang tidak biasa dalam pemasaran. Di sini, melalui sebuah artikel di LinkedIn oleh pakar konversi Jeremy Smith, dicontohkan dengan harga popcorn yang biasa ditawarkan di bioskop.

Biasanya akan ada dua harga yang dimunculkan, yaitu popcorn sedang Rp 35ribu dan popcorn besar Rp 50 ribu. Kebanyakan orang akan memilih popcorn berukuran sedang dengan harga Rp 35 ribu.

Alasannya sederhana saja, Anda akan merasionalisasi bahwa Anda tidak benar-benar membutuhkan popcorn besar. Namun, keputusan pembelian dapat berubah saat opsi ketiga diperkenalkan, yaitu:


  • Popcorn kecil – Rp 25 ribu
  • Popcorn sedang – Rp 35 ribu
  • Popcorn besar – Rp 40 ribu
  • Mana yang terlihat lebih menarik sekarang? Dalam skenario kedua, kebanyakan orang memilih popcorn termahal.


Ketika orang-orang ini ditanya alasan pilihan mereka, mereka mengatakan bahwa perbedaan antara medium dan besar hanya Rp 5 ribu saja. Siapa yang tidak mau tawaran seperti itu?

Gregory Ciotti, dalam artikelnya di blog Kissmetrics, mengenai topik yang sama, menjelaskan apa yang sedang terjadi di sini.

Dia menulis: “Harga di tengah, sementara tampaknya ‘tidak berguna’  karena tidak memberikan nilai apapun, tetapi berguna untuk membuat pelanggan beralih dari ‘pencari barang murah’ ke ‘pencari nilai’.”

Dalam psikologi, tindakan yang dimainkan disebut bias kognitif. Itulah kecenderungan pikiran manusia dalam membuat keputusan pembelian.

Maka dari itu, untuk menerapkan efek ini pada harga produk Anda sendiri, Anda perlu mengidentifikasi produk yang penjualannya ingin Anda tingkatkan. Kemudian buat dua titik harga lagi dan terapkan efek umpan.

2. Bundling atau Penggabungan Beberapa Barang

Pernahkah Anda mendapatkan sebuah CD musik saat membeli paket makanan di KFC? Atau pernahkah Anda mendapatkan bonus aksesoris atau anti gores saat membeli handphone terbaru?

Kedua hal itu berarti perusahaan sedang melakukan penggabungan atau biasa disebut bundling. Teknik bundling membutuhkan beberapa pemikiran hati-hati dan pemikiran strategis, karena pelanggan akan melakukan pembelian yang lebih murah jika penggabungan dilakukan secara tidak benar.

Lalu bagaimana kuncinya untuk menentukan penggabungan yang tepat? Kuncinya adalah cobalah untuk menggabungkan barang tanpa mengurangi nilai. Pikirkan dengan jelas bundling apakah yang bisa menarik calon konsumen.

3. Berikan Konsumen “Kesepakatan” dengan Menggunakan Harga Referensi

Teknik ini mungkin menjadi teknik psikologis yang paling banyak diterapkan. Dasarnya adalah bahwa konsumen secara tidak sadar menghasilkan harga referensi yang dengannya mereka menilai harga Anda sama tinggi atau rendah.

Dengan memunculkan harga referensi, Anda bisa memicu persepsi harga yang lebih reseptif. Sebagai contoh, pernahkah Anda melihat ada  sebuah jeans dibandrol dengan harga Rp 200 ribu (bayangkan harga ini dicoret dan diikuti): Rp 150 ribu.

Dengan cara ini, harga lama Rp 200 ribu telah melekat di benak pembeli, jadi Rp 150 ribu terlihat seperti sesuatu yang sudah murah dan sangat menarik untuk dibeli.

Untuk menerapkan teknik ini pada harga produk Anda sendiri, tetapkan harga yang ingin Anda miliki di benak pembeli, dan posisikan sebagai harga pertama yang pembeli lihat atau dengar.

Nah, itulah tadi 3 teknik psikologis yang dapat meningkatkan harga produk Anda di mata calon konsumen. Dengan melakukan teknik psikologis dalam penentuan harga, maka dipastikan penjualan Anda akan meningkat dengan cepat.

Pastikan Anda memiliki ketersediaan barang yang cukup di saat permintaan yang ada mulai menanjak secara drastis, karena ketersediaan barang biasa turut menjadi faktor penting yang juga akan mempengaruhi keputusan pembelian.

Apabila kemudian dalam praktiknya Anda membutuhkan modal dalam proses penyediaan produk, jangan ragu untuk mengajukan pinjaman untuk itu.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: