Iklim bisnis saat ini bersifat sangat inovatif dan penuh dengan kemajuan.Sejak 2012, startups yang berada di Asia Tenggara secara konsisten memperoleh lebih banyak suntikan modal dibandingkan perusahaan besar yang ada.

Jika Anda membaca artikel ini, mungkin Anda sudah memikirkan untuk membangun startup atau usaha kecil sendiri.

Membangun bisnis dari nol memang merupakan sesuatu yang sangat menarik, dan jika produk atau layanan Anda dapat memenuhi kebutuhan pasar, Anda akan menjadi sangat sukses.

Tentu saja, proses membangun bisnis penuh dengan keringat, air mata, pemikiran kreatif, dan tanggung jawab operasional.

Terlepas dari semua hal yang telah disebutkan, satu hal yang pasti adalah Anda juga memerlukan pengetahuan yang cukup dalam membangun bisnis, karena jika tidak maka kemajuan bisnis akan melambat.

Sebelum melangkah lebih jauh cobalah evaluasi bisnis Anda saat ini. Berikut adalah 4 langkah evaluasi yang wajib dilakukan agar bisnis semakin bertumbuh:

4 Evaluasi Bisnis yang Wajib Dilakukan Agar Bisnis Berkembang

1. Apakah Produk Anda Memiliki Nilai Jual?

Kebanyakan orang ingin memberikan sesuatu yang unik dan mengubah permainan, tapi jangan terlalu khawatir saat menemukan perusahaan lain yang menawarkan produk atau layanan serupa.

Fokus untuk menciptakan nilai jual yang unik dan fitur yang tidak dimiliki pesaing. Dengan menawarkan lebih banyak manfaat, orang akan cenderung tertarik pada produk atau layanan Anda.

Lakukan evaluasi apakah produk atau jasa yang Anda tawarkan saat ini memiliki nilai jual yang tidak dimiliki oleh pesaing Anda?

Jika Anda belum memilikinya, cobalah untuk membuatnya dan tonjolkan itu kepada calon konsumen.

2. Apakah Ada Permintaan yang Cukup dari Pasar?

Betapapun menakjubkan produk atau layanan Anda, penawaran Anda akan gagal jika tidak ada pembeli. Tidak ada permintaan berarti tidak ada keuntungan.

Bagaimana cara Anda menciptakan pasar untuk produk atau jasa yang dijual? Masih terkait dengan poin pertama, produk atau layanan Anda perlu memiliki sentuhan Anda sendiri untuk membuatnya dapat dikenal oleh publik.

Lebih dari itu, jika Anda bisa memenuhi kebutuhan yang ada atau membuat konsumen lebih nyaman dengan menggunakan produk Anda, maka permintaan akan tercipta.

Dengan terciptanya permintaan, maka Anda telah berhasil membuat pasar sendiri. Kesimpulannya dalam hal ini berarti setelah Anda menentukan nilai jual, ciptakan kebutuhan di masyarakat dan muncul sebagai penyedia solusi di lapangan.

Contoh: Di saat trend penggunaan e-toll di seluruh gardu toll, para penyedia tong toll mulai bermunculan dengan menyediakan solusi untuk membantu para pengguna toll yang kesulitan saat membayar toll.

Solusi ini tentunya tidak muncul begitu saja, karena tren tong toll mulai besar di saat para netizen melihat “meme” yang dimunculkan di akun salah satu influencer media sosial. Terbukti kan bahwa solusi ini muncul dari tren hingga menciptakan kebutuhan?

3. Riset Pasar adalah Sebuah Keharusan

Tentukan kepada siapa Anda akan menjual produk. Berfokus pada target demografis yang jelas sangat membantu dalam pengembangan bisnis.

Maka dari itu, sudahkah Anda mengetahui dengan jelas siapa target konsumen Anda? Dengan mengetahuinya secara jelas, pemasaran dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Contoh: apabila target konsumen adalah generasi milenial dan generasi Z, maka Anda dapat memilih untuk melakukan pemasaran melalui iklan di media sosial. Hal ini pastinya akan lebih efektif dibandingkan Anda beriklan di majalah, koran atau media lain.

4. Waktunya Eksekusi!

Beberapa orang memiliki masalah yang berlawanan: mereka merasa nyaman memikirkan, meneliti dan menyusun rencana yang bagus tapi menjadi takut ketika saatnya untuk menjalankan gagasan mereka.

Kecemasan itu biasa terjadi dan menunjukkan seberapa besar arti bisnis bagi Anda. Tetapi jika Anda yakin dengan ide bisnis, konsep produk, dan lain-lain dan telah melakukan penelitian yang berkualitas, mengapa membiarkan rasa takut menghalangi Anda?

Jalankan setiap inovasi yang ingin dilakukan. Jangan pernah takut untuk terus melakukan perubahan jika Anda telah secara matang mempersiapkannya.

Nah, itulah 4 komponen evaluasi usaha untuk memastikan apakah yang dijalankan sudah sesuai dengan arah tujuan, atau hanya sekedar berjalan tanpa arah yang jelas. Pastikan Anda memiliki arahan, tujuan, dan inovasi yang terencana dalam praktiknya.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: