Salah satu tantangan paling sulit untuk memulai, menumbuhkan dan mempertahankan sebuah bisnis adalah dimana Anda sebagai CEO seringkali masuk terlalu dalam sehingga terkadang gambaran besar dari bisnis yang sedang dijalani menjadi terlupakan.

Mudah sekali untuk memfokuskan diri dalam memenuhi angka penjualan bulan ini, yang seringkali membuat Anda kehilangan fokus untuk mencapai tujuan jangka panjang Anda.

Biasanya Anda akan menghiraukan tujuan jangka panjang karena waktu Anda digunakan untuk mencapai tujuan jangka pendek.

Hal ini tentunya tidaklah salah, hanya saja terasa kurang bijak terlebih jika Anda menginginkan bisnis yang terus bertumbuh setiap tahunnya.

Apabila Anda menginginkan bisnis secara terus-menerus maka hindari 4 cara bermain aman berikut yang biasanya dilakukan oleh para pemilik bisnis:

4 Hal yang Harus Dihindari dalam Mengembangkan Bisnis

1. Memukul Rata Semua Tujuan

Mari kita mulai dengan cara yang paling dasar untuk mengetahui apakah Anda bermain terlalu aman atau tidak. Jika Anda mencapai semua tujuan secara konsisten setiap bulannya, maka Anda kemungkinan sedang bermain aman dalam bisnis.

Pikirkanlah seperti ini, apakah Anda lebih suka mencapai 100 persen sasaran yang memiliki tingkat pencapaian yang mudah, atau apakah Anda lebih suka mencapai 50-60 persen dari tujuan yang benar-benar besar untuk Anda?

Apakah tujuan yang dibuat sungguh mendorong Anda mengeluarkan seluruh kemampuan  dan potensi diri Anda?

Jangan pernah ragu untuk menetapkan tujuan yang terlalu besar karena semua hal sangat mungkin untuk dicapai.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan:

Mulailah dengan menyesuaikan sasaran mingguan atau bulanan Anda. Pindahkan garis finish sedikit lebih jauh setiap bulannya.

Lihat seberapa jauh Anda bisa memiliki peningkatan hanya dalam satu bulan. Pastikan untuk terus mendorong sampai titik gagal untuk melihat potensi sejati dari Anda saat ini. Kemudian mulailah melatih diri Anda untuk mendorong melampaui itu.

2. Tidak Mempekerjakan Pegawai

Anda tentunya sudah sering mendengar semua klise yang mengatakan bahwa aset Anda yang paling berharga adalah waktu. Kebanyakan pengusaha berpikir bahwa selama mereka bisa melakukan segala hal sendiri, maka ia akan melakukannya.

Anda juga mungkin sering berpikir bahwa tidak ada yang bisa melakukan sesuatu secepat dan seefisien mungkin – dan itu mungkin benar.

Akibatnya Anda adalah CEO perusahaan Anda – dan juga COO, CFO dan CTO. Ditambah lagi, Anda bahkan turut menjadi asisten eksekutif bagi diri sendiri.

Hal ini mungkin sangat efisien dan juga akan menghemat biaya dalam proses operasional bisnis, namun pernahkah terpikir berapa banyak waktu yang telah terbuang untuk melakukan hal tersebut?

Cobalah untuk menggunakan waktu dengan lebih bijaksana. Dibandingkan Anda harus melakukan semuanya sendiri, tentu akan lebih baik jika Anda dapat mendelegasikannya dan kemudian Anda dapat berfokus untuk mengerjakan hal yang lebih besar guna tujuan jangka panjang.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan:

Pekerjakan seseorang untuk mengambil tugas yang tidak penting dari daftar pekerjaan Anda saat ini.

Sewaktu Anda mendelegasikan lebih banyak, proses delegasi akan berlangsung lebih efektif dari waktu ke waktu.

Visi Anda juga akan menjadi semakin jelas sehingga Anda dapat melihat area mana yang paling banyak menghasilkan pertumbuhan bagi perusahaan Anda dan mana yang tidak.

Jika tidak berhubungan langsung dengan satu atau dua fungsi inti yang Anda lakukan sebagai pendiri saatnya untuk melepaskannya.

3. Tidak Menjadi Pemimpin Pemikiran

Di dunia digital sekarang ini, media sosial, blogging online, dan publikasi media online menjadi sumber aset utama bagi sebuah bisnis.

Daripada hanya mengandalkan ilmu dan kepintaran Anda sendiri, cobalah untuk melihat ide-ide lain yang ada di dunia digital.

Anda akan melihat gambaran ide-ide yang lebih luas baik dari para pendahulu, maupun kompetitor langsung dari bisnis Anda.

Intinya adalah, jangan hanya mengandalkan pemikiran sendiri, tapi cobalah terus berinovasi mengikuti perkembangan saat ini.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan:

Cobalah untuk terbuka terhadap dunia luar, dan berpikir secara out of the box. Ide yang ada dan telah digunakan tidaklah harus Anda contoh secara seksama.

Anda mungkin dapat memberikan inovasi dan menambahkan ide yang lebih baik untuk melengkapi ide yang sudah ada dan digunakan.

4. Cepat Merasa Berpuas Diri

Terus menantang diri sendiri adalah bagian integral dari pengembangan diri sebagai pengusaha. Jika Anda terlalu nyaman dan terlalu bebas stres, itu sebenarnya bisa menjadi hal yang buruk.

Tidak hanya itu berarti Anda tidak memiliki pertumbuhan, tapi juga bisa menyebabkan penurunan jika Anda terlalu berpuas diri dan mengalihkan fokus diri.

Hal ini biasa terjadi pada pengusaha yang telah mencapai titik keberhasilan tertentu, dan sekarang mereka takut untuk mengambil risiko apa yang telah mereka capai.

Beberapa menjadi puas dan lupa berapa banyak hiruk pikuk yang dibutuhkan untuk terus meraih lebih banyak untuk diri mereka sendiri.

Ini adalah pencapaian besar bahwa Anda telah mencapai tingkat keberhasilan tersebut, tapi jangan pernah melupakan potensi yang masih bisa diraih.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan:

Ambillah satu tujuan terbesar dan paling ambisius yang telah Anda tetapkan untuk bisnis Anda dan letakkan rencana langkah demi langkah yang akan Anda ambil untuk mencapainya.

Ketahuilah apa yang akan Anda biaya dalam hal penanaman modal, waktu, orang dan sumber daya. Buat komitmen pada rencana saat ini dengan menginvestasikan modal yang diperlukan untuk memulai prosesnya.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: