Tidak akan pernah ada satu cara dasar yang dapat ditetapkan untuk melakukan pendekatan kepada calon konsumen.

Mengapa demikian? Hal ini biasanya disebabkan karena setiap konsumen memiliki keunikannya masing-masing, sehingga perlu dilakukan pendekatan dengan metode yang berbeda.

Jika Anda adalah seorang penjual dan kemudian Anda berusaha mensama ratakan seluruh calon konsumen, maka Anda sedang melakukan sebuah kesalahan besar.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, seorang penjual harus memiliki metode pendekatan yang berbeda-beda bergantung kepada siapa calon konsumennya.

Dengan mempelajari karakter konsumen yang ada, Anda akan dapat memaksimalkan hasil akhir yang ingin didapatkan dari calon konsumen. Hasil akhir berupa keputusan pembelian yang dibuat oleh calon konsumen tersebut.

Untuk membahasnya lebih dalam, berikut adalah 5 karakter konsumen dilihat melalui sudut pandang penjual:

5 Karakter Konsumen yang Wajib Anda Ketahui Agar Dapat Meningkatkan Penjualan

1. Konsumen Potensial

Tipe konsumen potensial ini harus menjadi prioritas dari target pasar Anda. Secara teknis, konsumen potensial belum menjadi konsumen Anda, akan tetapi sangat berpotensi untuk menjadi konsumen.

Pastikan Anda memberikan pelayanan dan informasi yang lengkap dan terbaik kepada tipe konsumen potensial.

Tipe-tipe ini biasanya telah menunjukan ketertarikannya terhadap produk atau jasa yang Anda jual, baik melalui pengisian form contact, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada marketing channel yang Anda miliki, atau setidaknya telah mengunjungi website Anda dan melakukan subscribe.

Untuk konsumen potensial ini, Anda dapat melakukan sedikit pancingan untuk sesegera mungkin membuatnya mengambil keputusan untuk membeli.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan diskon kepada mereka. Tentunya, memberikan diskon kepada konsumen potensial akan menjadi metode yang sangat efektif.

Akan tetapi, pastikan Anda juga telah menunjukan nilai dari produk atau servis yang Anda jual secara jelas kepada para konsumen potensial sebelum memberikan diskon.

Anda harus lebih menekankan kepada hal-hal yang menarik perhatian mereka, dan pastikan bahwa apa yang mereka cari bisa didapatkan melalui produk Anda.

2. Konsumen Baru

Kali ini, Anda akan berhadapan dengan orang-orang yang baru saja membeli produk Anda.

Konsumen baru biasanya akan memasuki fase beradaptasi saat mencoba melakukan pembelian pertamanya, sehingga Anda perlu memastikan bahwa fase beradaptasi ini berjalan dengan lancar.

Meskipun Anda telah berhasil membuat mereka membeli produk Anda, akan tetapi Anda tidak dapat meninggalkan mereka begitu saja.

Anda harus memastikan setiap konsumen baru merasa nyaman dan merasa senang dalam menggunakan produk atau jasa yang Anda jual.

Untuk memastikan konsumen baru merasa nyaman dan senang, Anda perlu memberikan arahan kepada konsumen baru tersebut.

Biasanya proses memberi arahan dilakukan dengan memberikan penjelasan lengkap mengenai produk dan cara penggunaannya ataupun sistem kerjanya.

Disamping itu, setelah memberikan penjelasan yang jelas maka Anda juga perlu untuk memberikan kontak yang dapat dihubungi. Nomor kontak yang Anda berikan akan memudahkan konsumen baru saat mereka mengalami masalah dengan produk yang baru dibeli.

3. Konsumen Impulsif

Tipe dari konsumen ini adalah tipe konsumen yang dapat membuat keputusan dengan cepat, bergantung apabila kondisi yang terjadi sangat tepat.

Anda tidak perlu melakukan hal persuasif berlebihan dalam meyakinkan tipe konnsumen yang bersifat impulsif. Apa yang dibutuhkan konsumen yang bertipe impulsif adalah kemudahan yang diberikan.

Semakin mudah langkah-langkah yang diberikan untuk dapat membeli produk atau servis Anda, maka semakin besar kesempatan konsumen impulsif akan memutuskan untuk membeli.

Contoh: Jika Anda menawarkan jasa pengiriman barang, maka kemudahan yang Anda tawarkan seperti kemudahan melakukan tracking barang yang dikirim, atau kemudahan dalam pick-up barang akan menjadi salah satu hal penting yang akan mendorong konsumen impulsif untuk memutuskan pembelian.

Jadi, untuk mendapatkan konnsumen impulsif ini Anda harus memastikan bahwa semua proses yang terjad sudah bersifat automatis dan mudah untuk digunakan. Hal ini akan membuat Anda satu langkah lebih maju diantara para kompetitor.

Ditambah lagi, jika Anda mendapatkan pertanyaan dari para konsumen yang bersifat impulsif maka berikan respond yang cepat dan singkat namun jelas.

4. Konsumen Diskon

Konsumen tipe ini adalah seorang konsumen yang telah meliat nilai yang Anda tawarkan dari produk atau servis, akan tetapi tetap enggan untuk membelinya pada harga yang ada.

Untuk mengatasi konsumen tipe ini, usaha mempersuasif mereka mungkin akan menjadi sia-sia. Hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan memberikan beberapa diskon atau penawaran kepada mereka.

Namun, disaat diskon yang Anda berikan telah habis, Anda mungkin akan kesulitan untuk menjaganya menjadi pelanggan.

Konsumen jenis ini biasanya akan pergi begitu diskon yang diberikan suda habis dan tidak berlaku. Maka dari itu,  untuk meningkatkan peluang Anda dalam menjaga konsumen tipe ini sebagai pelanggan, Anda perlu menunjukkan kepadanya bahwa dia tidak hanya mendapatkan produk dengan harga diskon, namun juga mendapat customer service yang luar biasa dengan pembeliannya.

Pastikan untuk memberikan nilai tambah pada produk yang akan membuat konsumen berpikir dua kali sebelum beralih ke perusahaan lain.

5. Konsumen Loyal

Anda pastinya berharap bahwa semua konsumen yang dimiliki memiliki sifat loyal kepada produk atau servis Anda.

Konsumen loyal biasanya akan tetap kembali kepada Anda, dan bahkan dapat mejadi brand ambassador bagi Anda dengan kemungkinan word of mouth marketing yang terjadi.

Konsumen loyal akan merekomendasikan produk atau servis Anda kepada teman maupu keluarganya. Sebab itu, konsumen tipe ini memiliki pengaruh yang luar biasa kepada bisnis Anda.

Selalu berikan semua yang terbaik bagi mereka secara produk maupun after sales service, dan lihat hasil yang akan diberikan.

Nah, itulah 5 karakter konsumen yang ada jika dilihat dari perspektif penjual. Untuk memaksimalkan penjualan, Anda harus memperlakukan setiap tipe konsumen dengan berbeda sesuai dengan kebutuhan dan sifat masing-masing konsumen.

Untuk memberikan pelayanan kepada konsumen, mungkin akan mengharuskan Anda untuk mengeluarkan beberapa budget ekstra untuk itu sehingga arus kas harus diatur dengan baik dalam hal ini.

Dalam hal ini, mungkin dalam posisi ini Anda akan membutuhkan lebih banyak modal guna pengembangan bisnis menjadi lebih berkembang.

Dalam mendapatkan pinjaman bisnis, saat ini ada beberapa pilihan yang dapat memberikan Anda peminjaman modal usaha yang salah satunya melalui P2P Lending.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: