Abad 21 saat ini ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi, khususnya sosial media. Dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahuhn 2015, 79 juta orang termasuk ke dalam pengguna aktif sosial media.

Angka tersebut naik dari yang sebelumnya cuma 60 juta orang pada tahun 2013. Banyak orang menggunakan sosial media untuk sekedar jejaring sosial semata untuk kepentingan pribadi.

Namun, sadarkah Anda bahwa ternyata sosial media juga bisa menjadi alat yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan bisnis.

Sangat disayangkan jika sosial media kemudian hanya dimanfaatkan sebagai jejaring sosial biasa. Cobalah untuk memanfaatkan sosial media dengan cerdas guna mengembangkan bisnis Anda juga.

Akan tetapi, tak jarang terkadang beberapa pelaku bisnis menggunakan sosial media dengan tidak bijak tanpa memperhatikan beberapa etika berbisnis yang ada.

Untuk itu, berikut adalah beberapa etika dalam berbisnis melalui sosial media yang sebaiknya dihindari agar konsumen Anda tidak menghilang dalam sekejap:

5 Kesalahan yang Melanggar Etika Berbisnis

1. Bom SMS (Pesan Singkat)

Pernahkah Anda mendapatkan suatu pesan singkat yang berisi penawaran akan suatu produk? Pastinya pernah, atau bahkan sering kan?

Saat ini, metode pengiriman pesan singkat secara masal seringkali dilakukan oleh pelaku bisnis. Akan tetapi, apakah Anda pernah memperhatikan lebih dalam akan hasil yang didapat?

Mengirimkan pesan singkat secara mengacak dalam suatu waktu mungkin dapat menjadi salah satu cara yang bisa dicoba, hanya saja pastikan pesan singkat tidak dikirim secara terus menerus.

Apabila hal ini dilakukan secara terus menerus, Anda harus bersiap untuk kehilangan calon pelanggan yang merasa terganggu akibat pesan singkat yang dikirim. Jadi, pastikan untuk melakukan ini dengan timeline waktu yang baik.

2. Melakukan Tindakan Spamming

Di beberapa sosial media, khususnya Instagram Anda pasti sangat sering melihat beberapa pebisnis meninggalkan komentar dibeberapa akun yang ada, khususnya akun artis. “Kami menjual produk a,b,c.

Silahkan cek akun kami,” “Kunjungi akun @ABC untuk mendapatkan produk yang berkualitas.” Pernahkah Anda melihat komentar ini? Atau bahkan, Anda pernah melakukannya guna berusaha mendapatkan perhatian calon pelanggan?

Jika jawabannya adalah iya, maka Anda harus segera menghentikannya. Tindakan seperti ini mungkin seringkali dilakukan dengan harapan mendapatkan calon konsumen, namun kenyataannya Anda malah berisiko kehilangan kredibilitas dari bisnis Anda karena melakukan spamming. Tentunya untuk perkembangan bisnis menjadi lebih baik, mari hindari tindakan ini secara pasti.

3. Melakukan Tag Secara Acak

Selain spamming dalam bentuk komentar, seringkali para pelaku bisnis juga melakukan hal seperti men-tag calon konsumen secara acak.

Baca Juga: Mau Membuat Feedback Negatif Menjadi Profit? Baca Tips Berikut!

Melakukan tag memang membuat orang yang Anda tag menjadi melihat apa yang Anda jual. Namun, bukannya membeli mereka mungkin bisa saja menjadi merasa terganggu dan yang terjadi sebaliknya, yaitu mereka menghilangkan Anda dari daftar teman di sosial medianya.

Tidak ingin-kan kehilangan calon pelanggan karena tindakan ini? Jika Anda ingin agar post Anda dilihat oleh calon konsumen, cobalah untuk menggunakan cara lain seperti fb ads, instagram ads, atau metode lainnya dibandingkan dengan cara ini.

4. Menggunakan Foto Produk Orang Lain

Membeli suatu barang secara online, namun kemudian barang berbeda saat sampai di tangan Anda? Bagaimana perasaan Anda saat mendapatkan barang tersebut?

Biasanya hal ini seringkali terjadi karena para pelaku bisnis menggunakan foto produk orang lain untuk diposting di sosial medianya.

Akibatnya, barang yang sampai kepada pelanggan pastinya akan berbeda. Hindari melakukan hal ini jika Anda tidak ingin kehilangan pelanggan secara sekejap.

Pahamilah bahwa kelangsungan suatu bisnis dipengaruhi oleh banyaknya pelanggan yang melakukan pembelian lebih dari sekali.

Pastinya, Anda tidak ingin kan pelanggan Anda hanya membeli satu kali kemudian tidak pernah membeli lagi?

Selalu utamakan kejujuran saat berbisnis, khususnya untuk urusan kualitas jika memang ingin bisnis Anda terus bertumbuh semakin besar.

5. Tidak Aktif dan Tidak Kreatif

Salah satu syarat bisnis Anda untuk berkembang adalah kreatifitas dan aktifitas yang dimiliki. Sebuah bisnis akan berkembang jika selalu ada inovasi yang dilakukan di dalamnya.

Contoh: perusahaan sebesar McDonald tetap terus melakukan inovasi menu setiap beberapa waktu. Mulai dari produk es krim yang dibuat menyesuaika tema film yang sedang tren seperti ice cream banana (sesuai dengan tren film despicable me).

Cobalah untuk terus bersifat kreatif dan aktif dalam bisnis Anda. Jika dalam media sosial, Anda harus menciptakan konten-konten yang menarik dan tidak monoton. Hindari melakukan post penjualan secara terus menerus.

Nah, itulah 5 kesalahan yang bisa melanggar etika berbisnis. Pastikan Anda memperhatikan kelima poin tersebut jika tidak ingin kehilangan pelanggan dalam sekejap akibat kesalahan yang Anda lakukan tanpa disadari.

Beberapa alternatif dari cara-cara di atas mungkin akan membutuhkan sedikit modal tambahan untuk dilakukan, namun percayalah itu akan jauh lebih bermakna untuk pertumbuhan ke depannya.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: