Jika Anda ditanya, merek smartphone apa yang murah namun memiliki kelebihan di banyak hal dari mulai memori, kualitas kamera, desain dan tentu kecanggihan sistemnya.

Jawabannya pasti adalah Xiaomi. Ya Xiaomi telah berhasil mencuri perhatian dunia dengan berbagai kelebihannya.

Meski baru, strategi investasi yang telah mereka lakukan telah membuat nama Xiaomi sebagai anak bawang yang patut diperhitungkan di pasar smartphone internasional. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil seperti berikut ini;

6 Hal yang Bisa Dipelajari Dari Kesuksesan Xiaomi

1. Strategi Hunger Marketing

Hal pertama yang bisa dipelajari dari kesuksesan Xiaomi adalah strategi hunger marketing. Hunger marketing bisa dikatakan sebagai cara sebuah perusahaan yang membawa produknya ke pasar dengan harga yang sangat menarik (murah) sehingga memikat pelanggan yang potensial, kemudian perusahaan tersebut akan membatasi pasokan produknya.

Strategi ini memang telah dilakukan oleh Xiaomi dan ternyata begitu sangat berhasil. Banyak pembeli potensial akhirnya melirik Xiaomi dari pada merk lain. Tentunya, strategi ini tidak lepas dari pro dan kontra.

Benar, saat industri smartphone terlihat lesu, menurut Vice President Lenovo Group, Wei Jianglei, hunger marketing tidak bisa dibenarkan karena ada beberapa hal diantaranya konsumen akan tetap lebih mementingkan kualitas dari pada harga yang murah namun kualitas rendah.

Namun, Xiaomi telah memperlihatkan sesuatu yang berbeda. Mereka tetap berkibar bahkan tidak dipungkiri bisa menjadi raja.

2. Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Xiaomi yang menerapkan strategi hunger marketing layaknya Apple, bukan saja telah mendobrak pasar ponsel internasional, hal ini yang membuat desain ponsel Xiaomi juga hampir mirip dengan Apple, nyatanya telah terlebih dahulu menguasai pasar ponsel di negaranya sendiri, China.

Ya, Xiamoi bahkan telah berhasil menyalip penjualan samsung di China. Urutan pertama adalah Xioami, disusul Samsung dan Huawei. Bahkan telah menguasai lebih dari 30% pasar ponsel di Cina walau baru pertama muncul.

3. Gaya Kepemimpinan Ala Steve Jobs

Jika Apple memiliki Steve Jobs maka Xiaomi memiliki Lei Jun sebagai CEOnya. Lei Jun dipandang memiliki karakter yang sama dengan Steve Jobs. Wajar saja jika dikatakan, Lei Jun sebagai Steve Jobs-nya Cina.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal bahkan bisa dikatakan produk Xiaomi juga banyak yang mirip dengan produk Apple. Tentunya, pimpinan yang tepat juga akan memberikan dampak yang luar biasa bagi penjualan.

Layaknya Apple, Xiaomi memang telah banyak meniru Apple dan ini sudah dikenal bahwa Cina suka meniru. Tapi Xiaomi memiliki cara tersendiri.

4. Punya Fans Fanatik

Dikatakan bahwa Xiaomi tidak memiliki fans fanatik. Benar saja, fans Xiamo di Cina sangat banyak sekali. Member mereka ada labih dari 30 juta orang dengan sekitar 400 ribu postingan terbaru setiap harinya.

Bahkan pada saat Xiaomi mau meluncurkan produk baru, para fans sudah siap mengantri hingga sangat membludak. Pihak kemanan juga sempat menertibkan tetapi tidak bisa. Saat peluncuran tersebut, jurnalis juga tidak kebagian tempat dan harus berada di luar.

5. Memiliki Orang Yang Tepat

Xiaomi katanya telah membajak bos Android, Hugo Barra. Barra adalah mantan Vice President Google yang tentunya pernah menjadi seorang bos Android. Dengan begitu, produk yang dihasilkan pun sangat luar biasa bagi pasar.

Selain itu alumni perusahaan Microsoft juga telah direkrutnya. Kehadiran orang-orang yang tepat memang telah menjadikan Xiaomi memiliki berbagai keunggulan. Lei Jun mengatakan kehadiran Hugo Barra juga akan mempercepat ambisi global Xiaomi.

6. Harga Murah Sesuai Kemauan Konsumen

Dari lima perusahaan ponsel paling top di Cina, Xiaomi masuk di urutan atas. Apple adalah satu-satunya brand yang masuk ke daftar lima perusahaan ponsel top di China namun dengan harga yang masih mahal. 3 lainnya adalah Lenovo, Huawei dan Samsung.

Namun, Xiaomi memiliki keunikan tersendiri sehingga menempati urutan yang paling difavoritkan. Di Indonesia sendiri, Xiaomi memang telah menarik perhatian banyak pelanggan utamanya kelas menengah yang merasa puas dengan produknya.

Tentunya, masih banyak kelebihan lain yang bisa dipelajari dari sistem pemasaran dan produksi yang dilakukan Xiaomi. Salah satu strategi investasi lainnya adalah tidak membuat promosi di media layaknya perusahaan lain.

Xiaomi hanya menggunakan strategi dari mulut ke mulut dan biarkan para konsumen yang melakukan pemasaran untuk mereka seperti membuat review, promosi ke teman dan lain-lain.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: