Bisa kamu bayangkan jika kamu memiliki karyawan yang kamu anggap berkualitas bahkan kemudian bisa kamu andalkan namun secara tiba-tiba mereka mengundurkan diri.

Bukan karena pinjaman serbaguna yang mereka dapatkan dan lebih memilih menjadi pengusaha, melainkan kebanyakan adalah faktor internal yang terjadi antara bos dan karyawan.

Memang bisa saja karyawan memutuskan untuk menjadi pengusaha, namun hal itu adalah faktor luar yang sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Coba perhatikan beberapa penyebab berikut sehingga kamu akan melakukan yang sebaliknya.

7 Penyebab Karyawan Berkualitas Mengundurkan Diri

1. Beban Kerja Terlalu Banyak

Karyawan yang berkualitas memang bisa menyelesaikan tugas dengan baik serta dengan hasil yang baik. Dari sini, kemudian banyak atasan yang memberikan pekerjaan secara berlebihan tanpa mengetahui kemampuan karyawan tersebut.

Harapannya adalah tugas yang banyak bisa diselesaikan dengan hasil yang baik serta kualitas yang diinginkan.

Sebagai contoh, awalnya tugas yang diberikan setiap hari adalah 10 namun kemudian memberikannya 15 atau 20. Boleh saja hal itu dilakukan, tapi ketika melihat karyawan tersebut mulai turun produktivitasnya, maka imbangkan dengan kemampuannya.

2. Tidak Ada Reward

Seorang atasan sudah seharusnya mengenal kontribusi para karyawannya. Setiap kontribusi sudah seharusnya diberikan pujian dan ungkapan. Reward di sini bisa diartikan dengan banyak hal seperti kenaikan gaji, bonus, jalan-jalan, tiket gratis, tempat kerja lebih nyaman dan lain-lain.

Bahkan, ada juga karyawan yang hanya ingin pengakuan publik dengan cara diumumkan bahwa ia adalah karyawan terbaik bulan ini. Hal ini dapat memacu produktivitas serta merekatkan hubungan atasan dan karyawan.

3. Tidak Peduli

Seorang bos sudah seharusnya peduli dengan karyawan terbaik mereka. Peduli bisa dilakukan dengan beragam cara dari mulai menyapa, bertanya kabar, memberikan solusi masalah mereka sampai pada memegang komitmen yang sudah dijanjikan kepada karyawan.

Jika di awal kamu sudah memberikan komitmen namun kamu melanggarnya dengan tidak peduli lagi terhadap komitmen tersebut, maka karyawan berkualitas juga akan melakukan hal yang sama karena mereka merasa diremehkan.

Komitmen adalah wujud dari kepercayaan dan tanggungjawab. Komitmen bisa menaikkan kepercayaan serta meningkatkan produktivitas karyawan.

4. Memberikan Partner yang Salah

Karyawan berkualitas akan menghargai kerja keras dan sifat profesionalisme. Sehingga, ketika mereka disandingkan dengan partner yang tidak bisa menghargai sifat profesionalisme, mereka akan kesulitan untuk produktif.

Bahkan, tidak jarang jika mereka akan lebih suka dan senang untuk menyelesaikan tugasnya sendiri walau banyak jumlahnya daripada harus mengerjakannya dengan partner yang tidak bisa diajak kerjasama dan maju.

Jika kamu tetap memaksakan dengan partner tersebut dengan harapan partner bisa meningkat, maka sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan mereka.

5. Tidak Memberikan Ruang Passion

Bos biasanya lebih suka dengan kondisi karyawan yang nyaman walau tiap hari hanya itu-itu saja. Namun berbeda dengan karyawan berkualitas yang ingin mengejar passion dan peringkat sehingga produktivitasnya akan terus meningkat.

Ketika diberikan passion dimana mereka bisa mengejarnya, maka mereka akan terus meningkat. Berbeda jika mereka tidak memiliki ruang passion yang harus mereka kejar, mereka tidak akan semangat.

6. Kreativitas Mereka Tidak Dimanfaatkan

Karyawan berkualitas akan meningkatkan kreativitasnya untuk segala hal yang mereka lakukan. Jika kamu memanfaatkan kreativitas mereka dengan memberikan hal baru yang membuat mereka terus berkreasi, mereka akan lebih senang.

Namun, jika kamu hanya fokus pada lingkungan yang nyaman, maka kreativitas mereka akan terbengkalai sehingga mereka akan merasa cepat jenuh. Inilah yang harus dihindari karena setiap karyawan memiliki kreativitas masing-masing. Manfaatkanlah.

7. Tidak Memberikan Tantangan

Tantangan bisa dalam arti yang banyak. Bisa diberikan hal-hal baru atau bahkan bisa disandingkan dengan partner yang memiliki kualitas lebih dari mereka.

Dengan begitu, mereka akan merasa tertantang untuk terus maju dan berkembang menjadi yang terbaik dan mendapatkan posisi terbaik. Jika tidak ada tantangan, mereka akan merasa hambar, jenuh dan bosan.

Jadi, memiliki karyawan berkualitas memang harus disyukuri karena mereka akan memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Namun, kamu juga harus memiliki beberapa treatment seperti di atas sehingga jika pun kamu memulai usaha ini dengan pinjaman serbaguna, kamu akan melihat bagaimana sumbangsih karyawan berkualitas tersebut dalam mengembalikan modal serta mengembangkan sayap bisnis lebih lebar lagi.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: