Bisnis kuliner menjadi salah satu bidang usaha yang banyak diburu masyarakat. Bagaimana tidak?Seperti yang diketahui, kuliner kini bukan hanya menjadi kebutuhan pokok, melainkan menjadi bagian penting dalam gaya hidup. Masyarakat banyak berburu kuliner untuk dicicipi, dibuatkan ulasannya, juga dibagikan ke media sosial gambar atau videonya.

Beberapa contoh makanan yang banyak diburu saat ini adalah telur gulung, sate taichan, segala sesuatu yang berbau telur asin, ayam geprek dengan sambal super pedas, dan masih banyak lagi.

Ya, bisnis kuliner pun banyak membuat pebisnis pemula memutar otak mereka demi menciptakan inovasi yang kreatif.

Nah, bagi Anda pebisnis pemula yang ingin berkecimpung di bidang kuliner, ini dia tahap-tahap yang harus Anda pelajari demi memulai bisnis kuliner.

Pebisnis Pemula Wajib Tahu! Ini 9 Tahap Memulai Bisnis Kuliner

1. Tentukan segmentasi pasar

Dalam berbisnis, Anda wajib tahu siapa pasar Anda. Anda juga perlu mengetahui apa yang dibutuhkan pembeli, bagaimana karakter dan perilaku mereka, dan seterusnya.

Mari lihat perbandingan dua contoh di bawah ini.

Anda ingin menjual ayam bakar. Tentu saja pasarnya sangat luas, bukan? Nah, Anda harus memikirkan cara bagaimana supaya pasar mau membeli ayam bakar Anda. Untuk hal ini, dapat dikatakan bahwa Anda memiliki pasar yang sangat luas.

Anda ingin menjual makanan khas India. Anda harus tahu, kira-kira siapa yang suka makanan khas India, tentukan pula bagaimana caranya supaya konsumen bisa tahu soal makanan yang Anda jual. Bisa dikatakan bahwa pasarnya lebih tersegmentasi.

2. Berkreasilah agar apa yang Anda jual berbeda dari yang lain

Setiap bisnis harus memiliki Unique Selling Proposition (USP) atau faktor yang membuat produk berbeda dari kompetitor lainnya.

Sebagai contoh, bisnis Anda sudah dijalani turun-temurun, memiliki 20 macam sambal dengan tingkat kepedasan yang berbeda-beda, koki Anda diimpor langsung dari India, dan seterusnya.

3. Pertimbangkan lokasi bisnis Anda

Lokasi bisnis juga menjadi salah satu pertimbangan penting, sebab lokasi yang strategis akan membuat restoran atau kedai Anda banyak dicari konsumen. Yang perlu diperhatikan, pastikan tempat tersebut mudah diakses, juga mudah ditemui di mesin pencari Google.

Namun, untuk saat ini, lokasi tidak terlalu menjadi masalah. Pasalnya, teknologi pesan antar kian memudahkan konsumen untuk mendapatkan makanan yang mereka inginkan. Jadi, masyarakat tidak perlu repot-repot keluar rumah.

4. Bangun relasi dengan pelanggan Anda

Tanpa pelanggan, bisnis tidak akan berjalan sukses. Mengapa? Sebab bisnis kuliner yang Anda buat memang ditujukan kepada para pelanggan, bukan? Nah, maka dari itu, Anda sebagai pebisnis pemula, ciptakanlah hubungan dua arah dengan para pelanggan agar terbangun relasi yang baik.

Misalnya, berinteraksi langsung saat pelanggan membayar di meja kasir, menjual tempat dengan memberikan rasa nyaman sehingga pelanggan betah nongkrong berlama-lama, menawarkan refill minum gratis, dan seterusnya.

5. Ketahui sumber pemasukan bisnis

Poin yang satu ini juga tidak kalah penting, sebab mencari keuntungan adalah salah satu tujuan Anda membuat bisnis, kan? Maka dari itu, Anda harus menentukan apa saja sumber pemasukan Anda.

Sebagai contoh, Anda menjual ayam saus madu. Nah, Anda bisa membuat paket plus nasi dan minum yang mana harganya lebih murah. Atau, Anda bisa membuat menu-menu spesial yang hanya ada pada periode tertentu. Pastikan pula Anda menggunakan strategi marketing yang baik supaya produk laku terjual.

6. Ajukan izin usaha

Bisnis kuliner Anda akan dianggap legal di Indonesia jika memiliki izin. Ketahui dulu struktur bisnis Anda, kemudian Anda bisa mengajukan dan mengikuti semua prosedur perizinan usahanya.

7. Rencanakan aktivitas bisnis Anda

Strategic management: menetapkan tujuan organisasi, merencanakan dan mengembangkan kebijakan, juga mengalokasikan sumber daya untuk mencapai tujuan.
Operational management: fokus pada proses produksi barang dan jasa, memastikan bisnsi berjalan efisien dan efektif.

Marketing management: fokus pada pemasaran agar perusahaan bisa berkembang dan mendapatkan keuntungan.
Financial management: segala sesuatu yang berkaitan dengan keuangan, mulai dari perencanaan hingga penyimpanan dana
Human resources management: menjalin hubungan dengan sumber daya supaya bisa mencapai tujuan bersama

8. Tentukan siapa vendor yang menjadi partner Anda

Katakanlah Anda akan menjual ayam geprek. Nah, Anda nantinya akan berhubungan dengan vendor gas, air minum, atau bahan baku lainnya. Carilah vendor terbaik dan utamakan kualitas yang sepadan dengan harganya.

Jangan asal cari murah sebab pelanggan Anda pasti lebih mementingkan rasa dan kualitas dari makanan yang dijual. Anda tidak mau kan, pelanggan nantinya malah mengeluh kalau bahan baku tidak segar, rasanya tidak konsisten, dan sebagainya?

Karenanya, pilihlah partner bisnis kulier yang sudah terpercaya dan terjamin.

9. Ketahui tentang biaya yang dikeluarkan

Selain mengetahui soal sumber pemasukan, Anda juga mesti tahu soal pengeluaran Anda. Misalnya, Anda menawarkan refill minum gratis. Dalam artian, supaya tetap dapat untung, Anda bisa menambah keuntungan pada menu-menu makanan yang dijual.

Atau, Anda membuka resto dimsum all you can eat yang mana harganya relatif terjangkau. Supaya tetap dapat keuntungan, Anda bisa memberikan batas waktu pengunjung per meja, misalkan satu jam.

Lebih dari itu, pelanggan bisa terkena biaya tambahan. Atau bisa juga, pelanggan baru boleh memesan kembali, apabila makanan yang tersaji di meja sudah habis.

Biaya lainnya yang akan Anda keluarkan untuk bisnis kuliner ialah biaya operasional, pemasaran, riset menu, dan seterusnya.

Nah, itulah dia 9 tahap memulai bisnis kuliner yang wajib diketahui para pebisnis pemula. Bagaimana, sudah siap menjalani bisnis menggiurkan ini?

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: