Apakah Anda sadari bahwa pelayan akan selalu bertanya “Apakah Anda ingin menambah kentang gorengnya juga?” disaat Anda membeli makanan di restoran cepat saji yang ada?

Pastinya Anda sudah sangat familiar dengan hal ini, karena seringnya dilakukan dalam hal apapun. Hal itulah yang dapat dinamakan sebagai upselling.

Namun, sesungguhnya jika Anda melihatnya secara cermat, upselling pastinya terdapat dimana-mana. Di tempat makanan cepat saji, teknik upselling dilakukan dalam bentuk kaset lagu maupun kentang goreng.

Di toko-toko high-end, upselling dilakukan dalam bentuk sepasang kaus kaki untuk melengkapi sepatu yang dibeli.

Ada alasan mengapa hampir setiap bisnis menggunakan metode upselling. Seringkali alasannya akan berhubungan erat dengan keuntungan dan kerugian.

Sementara itu, melihat upselling, Anda juga akan melakukan downselling, yang tidak sering Anda lihat, tapi tetap bisa memberi banyak uang.

Jadi mari kita lihat upselling, downselling dan bagaimana mereka bekerja di bisnis online dan offline. Cukup mengherankan, terkadang hal ini seringkali sangat mirip, karena tidak peduli apa yang Anda jual, filosofinya tetap sama.

Ketika pelanggan Anda dalam mood membeli, Anda ingin menawarkan sesuatu yang mungkin mereka minati. Karena itulah saat dimana mereka kemungkinan besar akan membeli.

Kemudian apa yang Anda tawarkan mungkin berubah tergantung pada apa yang Anda uji dan bisnis apa yang Anda hadapi, namun berikut adalah beberapa contoh dan aturan praktis saat melakukannya:

5 Cara Mudah Melakukan Teknik Upselling dan Downselling Untuk Meningkatkan Keuntungan

Jaga Agar Teknik Upselling yang Anda Lakukan Terkait Erat Dengan Produk yang Sedang Ditawarkan (atau Tawarkan Lebih Banyak Produk Dengan Harga Diskon)
Apakah Anda menjual produk fisik, layanan, informasi atau kombinasi tertentu, agar tawaran teknik upselling Anda terkait erat dengan penawaran harga asli yang akan selalu menghasilkan lebih banyak penjualan.

Contoh bagus tentang ini adalah sebuah TV. Anda mungkin sering melihat sebuah toko menjual sebuah barang bertuliskan “penawaran terbatas hanya sampai tanggal 12 September.”

Melakukan hal ini akan membuat orang membeli secara cepat jika mereka memang menginginkannya.

Dengan menuliskan diskon dan penawaran terbatas adalah salah satu tindakan teknik upselling yang dapat Anda coba.

Uji Harga Dari Beberapa Produk, Baik Produk Murah Maupun Mahal
Jangan berasumsi bahwa Anda akan menghasilkan uang paling banyak dari teknik upselling yang dilakukan melalui produk dengan harga yang lebih mahal.

Ada alasan bahwa perusahaan sepatu menawarkan kaus kaki dan toko kelontong menawarkan permen. Hal ini relatif murah dan memiliki tingkat pengambilan yang tinggi.

Jika Anda menjual produk atau layanan, dan bisa mendapatkan keuntungan dari produk dengan harga murah, hal ini pastilah layak untuk diuji.

Uji Downselling

Ada beberapa cara untuk melakukan downselling. Yang pertama adalah menawarkan barang dengan harga berbeda dan lebih rendah setelah pelanggan Anda menolak penjualan pertama.

Yang kedua adalah menawarkan barang yang sama dengan harga yang sedikit lebih rendah dengan bonus.

Kedua metode tersebut akan bekerja, dan keduanya layak untuk diuji. Jika Anda menggunakan metode kedua, bonus terbaik adalah bonus yang dapat Anda berikan secara digital. Pikirkan kursus gratis, whitepaper atau PDF.

Pertimbangkan Layanan “Pemecah Masalah yang Dilakukan Untuk Anda”

Sering kali, orang-orang akan mendatangi Anda untuk mendapatkan bantuan dengan masalah tertentu, dan ketika Anda memberikan saran, mereka akan bertanya, “Bisakah Anda melakukannya untuk saya.”

Jika Anda memiliki solusi siap pakai yang berhasil, Anda bisa menghasilkan banyak uang tambahan dengan tawaran upselling seperti ini.

Pelanggan kemungkinan besar akan membeli dari bisnis Anda, karena mereka menganggap bahwa Anda dapat menyelesaikan masalah yang dimilikinya.

Jangan Takut Dengan Penawaran Mahal

Downselling dapat dilakukan dan tetap menghasilkan keuntungan bagi bisnis, akan tetapi terkadang tawaran high-end yang lebih mahal bisa bekerja sama baiknya.

Hal ini akan sangat bergantung pada audiens dan pasar Anda. Sekarang, harus ada nilai dalam teknik upselling ini, dan Anda harus melayani klien yang mampu membelinya.

Misalnya, Anda adalah seorang konsultan pernikahan yang akan menawarkan layanan sarung tangan premium khusus kepada klien kelas atas Anda.

Orang yang punya uang akan bersedia membayar kemewahan. Namun seringkali Anda takut untuk mengucapkannya karena harganya mungkin akan menjadi sangat mahal.

Dalam hal ini, Anda harus tetap menawarkannya tanpa takut karena kualitas akan selalu mempengaruhi harga.

Jika yang Anda tawarkan memang memiliki kualitas yang baik, maka jangan takut untuk menjualnya dengan harga mahal.

Untuk meningkatkan profit bisnis Anda lebih lagi, cobalah untuk mempraktikan tips dalam melakukan upselling dan downselling.

Dengan melakukan tips di atas pastinya akan membuat bisnis Anda menghasilkan profit yang lebih besar lagi. Bahkan, Anda mungkin akan membutuhkan modal yang lebih besar lagi untuk memperluas pertumbuhan bisnis Anda.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: