Langkah Untuk Mengatasi Masalah Suka Menunda Pekerjaan - Banyak orang yang merasa kurang bersemangat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan akhirnya lebih memilih untuk menunda pekerjaan.
Langkah Untuk Mengatasi Masalah Suka Menunda Pekerjaan
Langkah Untuk Mengatasi Masalah Suka Menunda Pekerjaan

Menunda pekerjaan tidak memberikan manfaat apapun dan malah akan membuat pekerjaan serta tugas semakin bertumpuk dan sulit diselesaikan.

Ditambah lagi dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, media sosial dan Youtube bisa menjadi salah satu hal yang lebih didahulukan daripada pekerjaan yang penting.

Jangan sia-siakan kehidupan Anda dengan menunda pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Lakukan 3 langlah berikut ini untuk mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan dan tugas.

3 Langkah Untuk Mengatasi Masalah Suka Menunda Pekerjaan

1. Pergi Berjalan

Anda yang tidak mengetahui manfaatnya pasti akan berpikir bahwa berjalan-jalan hanya akan membuang waktu dan membosankan.

Padahal tidak sama sekali, Anda bisa mulai berdiri dan berjalan untuk menyegarkan pikiran sebelum memulai aktivitas dan pekerjaan.

Berjalan yang dilakukan tidak sama dengan tidur, sebab aktivitas ini akan mengurangi rasa malas yang ada di dalam diri Anda.

Sisihkan waktu sekitar 15 menit sampai 1 jam penuh hanya untuk meninggalkan rumah dan berjaan sebentar saja.

Berjalan-jalan sebentar bisa menyegarkan pikiran Anda dan ini lebih baik dilakukan daripada bermalasan di dalam rumah saja.

Setelah selesai berjalan-jalan, maka Anda bisa kembali ke rumah dengan pikiran jernih untuk segera melakukan pekerjaan dan tugas yang penting.

2. Membuat Daftar Alasan Mengapa Harus Melakukan Tugas

Jika Anda tidak memiliki waktu untuk sekedar berjalan-jalan di luar rumah, maka cara selanjutnya yang bisa dilakukan adalah membuat sebuah daftar alasan tentang mengapa Anda perlu melakukan tugas tersebut.

Daftar alasan tersebut akan mengurangi keinginan Anda untuk menunda pekerjaan dan tugas yang penting untuk diselesaikan.

Sehingga Anda bisa fokus pada tanggung jawab yang dimiliki.

Anda bisa menggunakan daftar alasan tersebut sebagai motivasi untuk menangani tugas dan membuat pikiran jauh lebih fokus dari sebelumnya.

3. Memberikan Hadiah Pada Diri Sendiri

Cara efektif selanjutnya yang bisa diterapkan untuk mengatasi kebiasaan suka menunda pekerjaan adalah memberikan hadiah dan penghargaan kepada diri sendiri.

Misalnya saja, manjakan diri Anda dengan camilan saat sedang bekerja, atau membeli sesuatu hal yang baru setelah pekerjaan selesai dikerjakan, atau hadiah lain yang membuat Anda bahagia.

Meskipun terlihat sangat sederhana, hal-hal kecil seperti contoh di atas bisa dengan mudah mendorong motivasi dan mengurangi kebiasaan Anda menunda pekerjaan.

Daripada Anda menunda pekerjaan dan bermalas-malasan lebih baik Anda memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keterampilan.

Bisa dengan mendengarkan podcast dari seorang ahli, mengikuti seminar, membaca buku, atau mengikuti pelatihan dan pendidikan di  bidang yang diminati.

Agar rasa malas tidak menyelimuti, Anda bisa mencari pelatihan dan pendidikan yang disukai dan memiliki metode pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Hal yang paling penting dari itu semua adalah pastikan lembaga pendidikan tersebut memiliki guru dan mentor yang berkualitas.

Suku bunga yang jauh lebih rendah daripada suku bunga yang ditawarkan oleh lembaga keuangan yang lain.

Tidak hanya itu saja, masa pembayaran pinjaman tersebut juga bisa dilakukan dalam jangka waktu sampai dengan 12 bulan ke depan.

Cara seperti ini tentu saja jauh lebih ringan daripada harus membayar biaya pendidikan secara langsung di muka.

Hal yang tidak kalah penting adalah setiap beban dan bunga yang timbul akan diinformasikan secara transparan dan tidak ada yang disembunyikan.

Sehingga tidak akan ada bunga yang bertambah atau jumlah cicilan yang berubah selama masa pembayaran.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: