Rumah yang Anda memiliki bermanfaat sebagai tempat tinggal, tempat membesarkan anak-anak, mengadakan pesta bersama keluarga, dan tempat bersantai di akhir pekan.

Hal yang menarik adalah banyak masyarakat beranggapan bahwa rumah termasuk dalam jenis investasi.

Benarkah demikian?

Alasan banyak masyarakat menganggap bahwa rumah termasuk dalam investasi karena saat mereka membeli rumah seharga Rp 300 Juta dan menjualnya 10 tahun ke depan, maka harganya akan naik menjadi Rp 500 Juta.

Contoh demikian membuat rumah menjadi seperti investasi yang memberikan tingkat pengembalian yang sangat baik.

Padahal keuntungan saat Anda menjual rumah belum dikurangi dengan pajak yang harus dibayarkan setiap tahun, bunga pinjaman saat mencicil rumah, biaya renovasi dan berbagai perbaikan yang ada selama ini.

Mulai Berhenti Berpikir Bahwa Rumah Adalah Investasi, Ini Alasannya!

1. Rumah Bisa Menjadi Investasi yang Baik

Contoh yang diberikan di atas menggambarkan bahwa Anda baru bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan saat menjual rumah tersebut kepada orang lain.

Masalahnya adalah menjual rumah bukanlah tugas yang mudah. Menjual rumah membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk memasarkannya kepada orang lain.

Ditambah lagi jika tidak berniat untuk menjual rumah tersebut, maka Anda tidak akan pernah bisa merealisasikan keuntungan.

Jika berniat untuk menjadikan rumah sebagai investasi, itu artinya properti tersebut harus bisa memberikan penghasilan yang berkelanjutan kepada Anda.

Misalnya saja Anda membeli rumah dan menyewakannya kepada orang lain agar bisa mendapatkan pendapatan sewa.

Cara seperti ini bisa menjadikan rumah sebagai sumber penghasilan karena bisa memberikan aliran pendapatan untuk Anda.

Jika Anda membeli rumah sebagai tempat tinggal keluarga, maka jangan pernah berpikir bahwa itu termasuk dalam investasi.

2. Memiliki Rumah Sangat Mahal


Saat ini harga perumahan sudah berada di angka ratusan juta untuk satu unit rumah dengan tipe 36.

Ditambah lagi jika rumah tersebut berada di lokasi yang strategis dan memiliki tanah yang lebih luas, maka harganya pasti jauh lebih mahal.

Selain biaya kepemilikan, Anda juga harus mengeluarkan berbagai biaya yang ada selama memiliki rumah tersebut.

Mulai dari pajak properti, biaya perbaikan, dan lain sebagainya. Alasan inilah yang membuat rumah sebagai pilihan investasi yang sangat mahal dan tidak semua orang bisa menjangkaunya.

Jika saat ini Anda belum memiliki modal yang besar untuk berinvestasi, maka membeli rumah bisa ditunda terlebih dahulu dan mengalihkan modal kepada produk investasi yang lebih terjangkau.

Melalui KoinWorks, Anda bisa berinvestasi dengan modal yang sangat terbatas dan tetap berpotensi memberikan imbal hasil kompetitif mencapai lebih dari 21,32% per tahun.

3. Memiliki Rumah Tidak Selalu Buruk


Meskipun rumah harus didapatkan dengan harga yang mahal, ditambah dengan berbagai biaya yang harus dikeluarkan untuk mempertahankan nilainya.

Memiliki rumah bukanlah hal yang buruk dan bukan termasuk pilihan yang salah untuk dilakukan.

Memiliki rumah memungkinkan Anda untuk memiliki tempat tinggal yang nyaman sebagai tempat berteduh dan tempat membesarkan anak-anak.

Anda juga bisa mendapatkan fleksibilitas untuk menyewakannya kepada orang lain agar bisa menjadi sumber penghasilan pasif.

Pembahasan di atas memberikan pemahaman yang baru kepada banyak orang tentang rumah dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang salah persepsi tentang rumah.

Seperti yang telah kami sampaikan di atas, jika memiliki niat untuk memulai investasi sebaiknya pilih produk yang lain dengan modal yang lebih terjangkau daripada rumah.

Misalnya saja dengan membeli saham, obligasi, reksadana, emas, sampai berinvestasi di KoinWorks.

Berbagai pilihan investasi di atas jauh lebih terjangkau dan tetap berpotensi memberikan imbal hasil yang sangat kompetitif mengalahkan laju inflasi tahunan.

Semoga pembahasan di atas bisa memberikan manfaat untuk Anda
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: