4 Hal Sepele ini Bisa Membuat Rumah Tangga ‘Ambruk’ - Dalam rumah tangga, menyatukan dua kepala yang memiliki pemikiran masing-masing tidaklah mudah. Sehingga terkadang hal yang sifatnya sederhana dan sepele bisa memicu masalah yang bisa mempengaruhi masa depan rumah tangga.
4 Hal Sepele ini Bisa Membuat Rumah Tangga ‘Ambruk
4 Hal Sepele ini Bisa Membuat Rumah Tangga ‘Ambruk

Ketika menjadi pengantin baru, semua terasa seolah tidak ada satu pun yang bisa mengganggu hubungan suci ini. Ke mana-mana selalu bersama dan dunia seolah milik berdua.

Namanya juga sedang kasmaran, rasa sayangnya seolah-olah tidak bisa dilawan. Ke mana-mana ingin selalu berdua. Mau ke mall, makan, dan sebagainya inginnya selalu berdua. Untuk waktu ke kamar ganti baju di mall tidak berdua juga. Bisa-bisa kena nyinyir orang-orang di sekitar.

Bukan hanya aktivitas sepele di atas saja yang selalu ingin dilakukan bersama-sama dalam berumah tangga, soal keuangan pun sepertinya turut wajib dilakukan berdua. Namun justru soal keuangan ini yang kerap menimbulkan masalah dan membuat rumah tangga tidak harmonis.

Pengeluaran bulanan yang tidak terkendali biasanya dari kebiasaan sebelum menikah biasanya menjadi biang keladi hubungan dan keuangan keluarga kecil yang baru dibina ini berantakan. Oleh sebab itu tips keuangan untuk pengantin baru ini sangatlah penting. Dan itu jadi salah satu syarat penting menjalin hubungan berumah tangga.

Bila keduanya tidak ada yang tahu dasar pengaturan keuangan keluarga tapi memaksa menikah, maka bersiaplah menghadapi badai yang berujung pada kata 'bubar' hanya karena masalah keuangan.

Sebelum mengalami semua “mimpi buruk” itu, alangkah lebih baik bila Anda memahami tips keuangan bagi pengantin baru sebagai berikut:

1. Biasakan Saling Terbuka

Jangan mau enaknya saja dan yang tidak enak diabaikan begitu saja. Bisa-bisa menjadi ‘bom’ waktu yang siap meledak kapan pun. Seandainya memiliki bisnis dan sedang mengalami kesulitan, maka jangan segan untuk cerita pada pasangan. Tujuannya, biar sama-sama menghemat pengeluaran dan tidak terjadi pembengkakan.

Sebaliknya, bila ada rezeki, juga jangan diam-diam saja. Beritahukan kepada pasangan Anda. Sehingga bisa menentukan bersama untuk apa saja. Pilihan bijaknya tentu untuk ditabung atau guna menambah modal usaha. Atau, malah mau dihabiskan saja karena sudah ada pos tersendiri untuk ditabung. Asalkan semua sudah dibicarakan sebelumnya, sehingga tidak ada masalah di kemudian hari.

Misal juga, bila Anda dan pasangan ingin menyatukan rekening, itu juga bisa dan sah-sah saja. Atau sepakat masing-masing saja. Dipisah, antara buat Anda sendiri, punya pasangan dan untuk kebutuhan rumah tangga. Jika demikian, semua akan berjalan baik-baik saja asalkan Anda dan pasangan sudah sepakat sebelumnya.

2. Biasakan Melakukan Manajemen Keuangan


Ibarat punya kapal yang bagus, besar, dan kuat, tapi nahkodanya tak mumpuni, besar kemungkinan kapal itu tidak akan mencapai tujuan. Kiasan ini juga berlaku pada sebuah rumah tangga. Tanpa adanya seorang yang mampu mengendalikan manajemen keuangan, maka target finansial juga akan sulit dicapai dan tujuan berumah tangga bisa jauh dari harapan.

Oleh sebab itu, tentukan siapa yang akan mengatur keuangan keluarga. Dialah yang akan membuat bujet dan memasikan sesuai dengan kondisi keuangan. Lebih baik, hanya ada satu orang saja yang berwenang, misalnya istri, dan suami bisa sebagai pengawasnya.

Bila si manajer salah langkah, pengawas lah yang akan turun tangan. Ini bukan berarti pengawas selalu ikut campur. Pengawas tugasnya adalah mengawasi, bukan ikut-ikutan mengurus.

3. Ke Mana Tujuan Keuangan?


Semua sudah siap, namun tujuan tidak ada. Lalu bagaimana? Sampai kapan pun Anda tidak akan mencapai tujuan itu. Tentukan target jangka pendek dan panjang keuangan keluarga. Ini penting, agar semua tahu ke mana arah tujuan keuangan Anda.

Misalnya, target jangka pendek mau membeli rumah atau kendaraan. Mau secara kredit atau tunai? Sedangkan target janga panjang yaitu menyiapkan biaya kelahiran hingga pendidikan anak. Apapun tujuannya, pastikan itu semua sudah dibicarakan berdua. Tak lupa, pastikan Anda dan pasangan menjalani komitmen bersama.

4. Masukkan Ego ke Dalam Laci


Istilah satir ini setidaknya juga menjadi faktor yang mempengaruhi harmonis tidaknya ruh tangga. Sebab perselisihan yang tak kunjung berakhir kerap berawal dari komunikasi cara komunikasi yang salah.

Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Saling mengungkapkan pendapat sah-sah saja, tapi mencapai kata mufakat yang merupakan jalan tengah merupakan hal utama. Dalam berumah tangga, sudah tidak berlaku lagi menonjokan ego asing-masing.

Komunikasi penting agar semuanya tidak menjadi sesuatu yang salah paham. Setiap ada masalah, komunikasikan agar menemukan solusi bersama. Terlebih lagi soal keuangan, wajib dikomunikasikan bersama.

Bahagia Arungi Bartera Rumah Tangga Hingga Akhir Hayat

Ketika ikrar terucap mengaruhi bahtera rumah tangga sehidup semati, menyatukan dua kepal yang berbeda tidaklah mudah. Meski demikian, bukan hal mustahil menjalaninya dengan adem ayem (baca: tenang tentram dan sejuk). Tentu bukan tanpa cara untuk menerapkannya hidup berumah tangga yang harmonis.

Menjadi pengantin baru, menjalani keuangan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Maka sudah menjadi keharusan akan pentingnya kemampuan mengelola rumah tangga dengan baik. Tanpa memperhatikan keempat hal tersebut di atas, bisa jadi mengalami masalah-masalah kecil yang timbul dan berakibat fatal.

Tentu, upaya ini harus dilakukan bersama-sama. Akan sulit bila yang menjalaninya hanya satu pihak saja. Karenda pada dasarnya pengertian menjadi dasar berumah tangga. Jangan remehkan hal-hal kecil mengawali hidup baru Anda bila tidak ingin rumah tangga ‘ambruk’.

Jika Anda dan pasangan sudah sama-sama memahami pentingnya mengelola keuangan bersama ini, maka akan mudah menjalani biduk rumah tangga. Selamat membina keluarga kecil yang bahagia hingga akhir hayat!

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: