7 Tips Jitu Cara Atur Uang Bagi Si Boros - Mengelola keuangan dengan efektif merupakan hal yang wajib untuk dilakukan oleh semua orang, terutama yang telah memiliki penghasilan sendiri. Anda mungkin telah mulai melakukan hal ini sejak bertahun-tahun yang lalu, di mana Anda menerapkan sejumlah kebijakan di dalam pengelolaan keuangan Anda dengan satu tujuan, yakni agar bisa mengendalikan keuangan tersebut dengan sebaik mungkin.
7 Tips Jitu Cara Atur Uang Bagi Si Boros
7 Tips Jitu Cara Atur Uang Bagi Si Boros 

Pada dasarnya, sebagian besar dari kita selalu mengalami kegagalan dalam mengelola keuangan. Meski telah melakukan berbagai cara dan metode untuk mengendalikan keuangan tersebut, seringkali sejumlah alasan juga menjadi penyebab tidak tepatnya cara tersebut untuk keuangan yang Anda miliki.

Hal ini tentu akan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan juga pola hidup yang diterapkan selama ini, di mana seringkali tidak menyadari bahwa beberapa hal tersebut justru membuat Anda selalu mengalami masalah di dalam keuangan.

Pemborosan tanpa Perhitungan


Seberapa sering Anda makan di luar, berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk sekedar menikmati secangkir kopi di kafe, seberapa sering berbelanja dan berapa banyak pula uang belanja bulanan yang dikeluarkan setiap bulannya?

Jika dilihat satu persatu atau bahkan dilihat ketika membayarkan sejumlah pengeluaran tersebut setiap kali melakukannya, maka ini mungkin bukan jumlah luar biasa yang harus dikhawatirkan. Masih wajar dan cukup masuk akal, barangkali hal inilah yang akan selalu dikatakan pada diri sendiri.

Namun jika semua pengeluaran di atas dijumlahkan dalam sebulan, maka bisa jadi akan kaget dan sedikit tercengang ketika mendapati bahwa sebagian besar gaji Anda ternyata habis untuk berbagai kebutuhan yang bersifat konsumtif dan bukan kebutuhan pokok. Dengan kata lain, telah melakukan banyak sekali pemborosan untuk berbagai pengeluaran yang tidak wajib atau bahkan tidak begitu .

Hal seperti ini tentu sangat berbahaya bagi keuangan, di mana Anda mungkin saja akan berhadapan dengan sejumlah masalah keuangan di masa yang akan datang. Bukan hanya itu saja, bahkan sangat mungkin hanya akan hidup dengan menggunakan siklus gaji ke gaji setiap bulannya, tanpa ada pencapaian yang berarti di dalam keuangan. Atau bahkan yang paling buruk mungkin saja Anda alami, di mana berhadapan dengan sejumlah utang dan tagihan yang nilainya bisa membuat gaji setahun habis hanya untuk menutupi semuanya.

Bayangkan bagaimana kebiasaan boros bisa saja menjadi masalah besar di masa yang akan datang, jika tidak ditangani dengan tepat dan di mulai dari sekarang. Hindari dan tinggalkan kebiasaan boros dengan cara yang tepat, agar keuangan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Simak beberapa cara mengatur keuangan berikut ini untuk menghindari pemborosan di dalam keuangan:

1. Susun Anggaran Keuangan


Apapun tindakan yang akan dilakukan di dalam keuangan, maka sangat penting untuk memiliki sebuah anggaran keuangan terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk melakukannya. Susunlah sebuah anggaran keuangan yang tepat dan efektif, di mana semua pos yang terdapat di dalamnya benar-benar seimbang dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi keuangan (gaji) yang dimiliki.

Jangan memaksakan sejumlah anggaran pengeluaran yang berlebihan, sehingga Anda justru memangkas berbagai pos lain yang tak kalah pentingnya di dalam keuangan. Akan sangat tepat jika membuat anggaran keuangan yang ketat, agar bisa menekan jumlah pengeluaran dengan seefektif mungkin.

2. Jalankan Anggaran dan Kendalikan Keuangan dengan Cerdas

Anggaran bukanlah sebuah rencana semata, di mana Anda membuatnya dengan sangat menarik, namun menyimpannya tanpa pernah menjalankannya sama sekali di dalam keuangan. Anda harus berani dan bertindak untuk segera menjalankan anggaran tersebut di dalam keuangan, termasuk dengan sejumlah kebijakan yang memang dibutuhkan untuk mengendalikan keuangan dengan tepat.

Gunakan cara dan juga berbagai perubahan yang dibutuhkan, sehingga anggaran tersebut memang benar-benar bisa berjalan baik dan memberikan dampak positif di dalam keuangan.

3. Pantau dan Lakukan Evaluasi


Seberapa hebatpun Anda dalam menyusun anggaran keuangan, selalu ada kemungkinan akan mengalami kegagalan ketika menjalankannya. Untuk itu, lakukan tindakan antisipasi dengan tepat, yakni dengan cara segera melakukan evaluasi. Hal ini akan mencegah terjadinya kegagalan total, sebab Anda bisa mencermati kembali anggaran dan memperhitungkan ulang pos mana saja yang benar-benar harus ada dan sangat dibutuhkan serta pos mana saja yang memang harus dihilangkan / dikurangi.

Kegiatan ini bisa lebih mudah dilakukan, jika memang memiliki catatan yang jelas terkait dengan semua pengeluaran yang Anda lakukan, termasuk berbagai bukti transaksi (seperti: bon, struk, tagihan kartu kredit). Lihat dan hitung kembali semua bukti pengeluaran tersebut, sehingga bisa melihat di bagian mana saja anggaran mengalami “kebocoran” dan pemborosan. Segera hentikan berbagai kegiatan / pengeluaran yang tidak efektif dan bersifat konsumtif di dalam keuangan.

4. Menabung dengan Cara yang Menyenangkan

Anda belum memiliki tabungan, namun selalu membelanjakan uang untuk berbagai kebutuhan yang konsumtif. Hal ini merupakan sebuah kesalahan yang cukup fatal di dalam keuangan, maka segeralah menghentikan kebiasaan boros ini.

Menabung bukanlah sebuah pekerjaan yang sulit, namun pada kenyataannya ada banyak sekali orang yang tidak melakukan kegiatan ini di dalam keuangan mereka dengan berbagai alasan. Mulailah menabung sejak saat ini, di mana Anda bisa melakukan hal ini dengan cara menyenangkan dan tentunya membuat Anda tertarik dan mudah untuk melakukannya. Ada banyak cara yang dapat dipilih, seperti: menabung dalam jumlah (pecahan nominal) tertentu, menabung dengan menggunakan rekening bank yang tidak memiliki kartu ATM, menabung dalam bentuk emas agar tidak bisa ditarik tunai, menabung dalam wadah tertentu yang menarik perhatian. Apapun metode menabung yang dipilih dan jalankan dengan teratur, hal ini akan membantu menghindari pemborosan.

5. Kendalikan Nafsu Belanja

Berbelanja selalu menjadi hal yang menyenangkan dan membuat Anda melakukan pemborosan. Untuk itu, mulailah mengendalikan nafsu belanja, terutama untuk berbagai barang yang tidak benar-benar dibutuhkan. Jangan mudah tergoda dengan penawaran menarik, diskon, atau bahkan bazar yang selalu menjadi godaan besar bagi hampir semua orang. Bijaklah dalam berbelanja, sehingga bisa menabung lebih banyak uang dan menghentikan pemborosan.

6. Mulai Melakukan Investasi

Memulai kegiatan investasi menjadi salah satu langkah tepat yang bisa dilakukan untuk mencegah pemborosan. Anda bisa segera berinvestasi, agar sejumlah pendapatan tidak selalu habis untuk berbagai pengeluaran yang bersifat pemborosan. Saat ini, investasi bisa dilakukan dengan mudah, bahkan dengan sejumlah dana yang terbilang tidak terlalu besar.

Pilih jenis investasi yang dianggap paling tepat, misalnya: tabungan emas, reksadana, atau yang lainnya. Segera investasikan sejumlah pendapatan Anda sesaat setelah gaji cair, sehingga Anda tidak menggunakannya untuk berbagai keperluan yang tidak begitu penting.

7. Bawa Uang Secukupnya Saja

Anda akan selalu melakukan pemborosan ketika memang memiliki atau bahkan menciptakan kesempatan untuk melakukan hal tersebut. Mulai berhenti saat ini dengan cara membatasi uang keluar. Hindari untuk membawa uang dalam jumlah besar ketika bepergian, bahkan ketika berbelanja sekalipun. Bawalah uang secukupnya, sehingga Anda tidak selalu memiliki kesempatan untuk menghabiskannya.

Anggaran Baru yang Menyenangkan

Untuk mengatasi sifat boros, Anda bisa memulai berbagai kebiasaan baru yang menyenangkan dan mudah untuk dilakukan. Susun sebuah anggaran yang efektif dan mulailah menjalankannya dengan berbagai kebiasaan menyenangkan, sehingga sifat boros bisa berubah menjadi lebih hemat dalam mengelola keuangan.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: