Bisnis Untung Tapi Kas Tersendat? Manajemen Arus Kas Jawabannya - Bagi Anda yang menjalankan bisnis, tentu seringkali menemui berbagai tantangan dan kendala terkait pengembangan bisnis tersebut. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang untuk membawa sebuah bisnis pada kondisi yang stabil dengan sejumlah angka penjualan yang memadai.
Bisnis Untung Tapi Kas Tersendat
Bisnis Untung Tapi Kas Tersendat

Hal ini akan membuat Anda menerapkan sejumlah kebijakan di dalam bisnis tersebut, dengan tujuan untuk mendatangkan sejumlah keuntungan. Namun, meski penjualan dan keuntungan telah berjalan, seringkali tidak didukung dengan kas yang memadai. Lalu, di mana sebenarnya letak kesalahannya?

Target penjualan dan keuntungan telah tercapai bulan ini, tetapi sejumlah tagihan perusahaan bahkan tidak teratasi dengan baik. Sementara berbagai tagihan tersebut akan sangat berpengaruh pada kinerja perusahaan Anda, jika tagihan menunggak, maka kegiatan operasional perusahaan kemungkinan akan tersendat.

Hal seperti ini bisa saja terjadi, terutama jika Anda tidak memiliki sejumlah antisipasi yang matang dalam menghadapinya. Kejadian ini sering disebut dengan cash flow gap, di mana perusahaan tidak memiliki sejumlah kas yang memadai untuk membayar semua tagihan yang datang. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka besar kemungkinan cash flow gap akan selalu berulang dan menjadi masalah tetap di dalam perusahaan Anda.

Proyeksi Cash Flow dan Komponennya

Sebelum Anda selalu terjebak dalam masalah keuangan yang sama, maka tentu akan sangat tepat jika Anda mulai berupaya untuk mengatasi hal tersebut. membuat sebuah proyeksi cash flow adalah salah satu langkah yang tepat, di mana dengan hal ini Anda bisa melakukan prediksi cash flow tersebut dengan baik.

Proyeksi cash flow merupakan catatan mengenai jumlah uang yang masuk dan yang keluar di dalam perusahaan Anda selama kurun waktu (periode) tertentu. Hal ini akan menunjukkan perkiraan jumlah cash inflow, jumlah cash outflow, dan juga jumlah selisih yang terdapat di antara keduanya.

Dengan membuat proyeksi cash flow, maka Anda akan dapat memantau kapan saja perusahaan akan mengalami kelebihan cash dan kapan juga terjadi kekurangan cash di dalamnya. Informasi ini kemudian bisa Anda jadikan sebagai langkah pencegahan terjadinya cash flow gap, di mana Anda dapat mengalokasikan sejumlah kelebihan cash tersebut sebagai dana investasi atau tabungan, yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk menutupi kekurangan cash yang mungkin terjadi kapan saja.

Hal ini akan sangat berguna, sekalipun mungkin saja Anda akan membutuhkan pendanaan lainnya untuk mengatasi kekurangan cash di dalam perusahaan Anda. Pada dasarnya proyeksi cash flow akan disusun secara konsisten, dalam kurun 6 bulan hingga 1 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi solusi bagi masalah cash perusahaan yang mungkin terjadi setiap waktu.

Terdapat tiga komponen penting di dalam proyeksi cash flow, antara lain:

1. Proyeksi Cash Inflow

Cash inflow perusahaan dapat berasal dari beberapa macam sumber yang berbeda, antara lain: hasil penjualan produk, pendapatan dari investasi, pinjaman jangka pendek, dan pendapatan lainnya. Pada dasarnya komponen yang terbesar dari cash inflow perusahaan adalah penjualan produk, di mana hal ini memang menjadi pendapatan utama bagi perusahaan.

Jika melihat kenyataan ini, maka sangat penting bagi Anda untuk membuat proyeksi penjualan, melihat dan memperhitungkan jumlah permintaan pasar, melihat kondisi ekonomi yang sedang terjadi, serta berbagai tindakan lainnya.

Selain hal tersebut, Anda juga patut memperhitungkan dan mempertimbangkan sistem pembayaran yang Anda buat di dalam perusahaan. Bila perusahaan menerima sistem pembayaran cash untuk setiap produk yang terjual, maka tidak ada masalah dengan hal tersebut.

Namun jika ternyata perusahaan memberlakukan pembayaran secara kredit, maka sangat penting bagi Anda untuk membuat aturan serta kebijakan khusus terkait dengan hutang piutang yang akan timbul atas penjualan produk yang terjadi di dalam perusahaan. Dalam hal ini ada 2 rasio yang harus Anda pahami dan terapkan dengan tepat, yakni:

Average collection period
Ini merupakan waktu rata-rata yang akan dibutuhkan oleh perusahaan Anda untuk bisa menerima cash setelah transaksi penjualan terjadi.

Receivables turnover ratio
Rasio ini merupakan perhitungan seberapa efektifnya perusahaan Anda dalam melakukan penjualan kredit dan melakukan penagihan atas penjualan tersebut.

2. Proyeksi Cash Outflow

Cash outflow perusahaan dapat meliputi beberapa hal, seperti: berbagai pengeluaran rutin, pengeluaran mendadak / darurat, atau bahkan sejumlah pengeluaran yang bersifat investasi.

Jika pembayaran Anda lakukan dengan tunai, maka hanya akan dibutuhkan perhitungan yang sederhana saja. Namun jika pembayaran dilakukan dengan kredit, maka Anda akan membutuhkan rasio perhitungan tersendiri, yakni:

Payables Turnover Ratio

Rasio ini adalah perhitungan kecepatan perusahaan Anda dalam membayar sejumlah tagihan / hutang kepada pihak luar.

3. Cashflow Bottom Line

Cashflow bottom line merupakan selisih yang terdapat di antara cash inflow dengan cash outflow, di mana hal ini akan didapatkan setelah dilakukannya sebuah proyeksi cashflow di dalam sebuah perusahaan.

Di dalam sebuah perusahaan, selalu ada kemungkinan terjadinya cashflow bottom line. Jika hal ini terjadi di dalam perusahaan Anda, maka kemungkinan untuk terjadinya cash flow gap akan semakin besar, sehingga Anda perlu mengantisipasi hal tersebut dengan cepat dan tepat.

 Ada beberapa pilihan cara yang bisa Anda pilih untuk mengatasi hal tersebut, antara lain:

Meningkatkan angka penjualan produk. Hal ini bisa dilakukan dengan memaksimalkan kegiatan promosi atau berbagai kegiatan pemasaran lainnya.
Meningkatkan sales margin. Biasanya hal ini dilakukan dengan cara menekan biaya produksi dan juga biaya lainnya di dalam perusahaan.
Mempercepat terjadinya cash inflow. Berbagai tindakan bisa dilakukan untuk mendukung hal ini, misalnya: mengubah kebijakan pembayaran di dalam perusahaan, atau bahkan dengan membatasi angka penjualan kredit di dalam perusahaan dan menambah angka penjualan tunai.
Mencari hutang jangka pendek dari pihak bank.

Kelola Secara Keseluruhan

Dalam melakukan proyeksi cash flow di dalam sebuah perusahaan, Anda tentu akan membutuhkan keterlibatan semua komponen yang terdapat di dalamnya. Tidak perlu takut untuk melakukan perubahan dan perbaikan di dalam keuangan perusahaan, sebab ini akan berdampak baik bagi kesuksesan usaha itu sendiri. Tangani cash flow perusahaan secara keseluruhan, sehingga proyeksi cash flow yang Anda rencanakan dapat berjalan dengan baik dan tepat.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: