Cara Ampuh untuk Menghemat Uang Jajan Anak - Sebagai orang tua, Anda harus mulai mengajarkan kepada anak tentang pentingnya dasar-dasar perencanaan keuangan. Bisa dimulai dengan cara menabung dan mengelola uang jajan sejak dini. Anak mulai mengenal uang jajan biasanya dimulai dari tahap usia Sekolah Dasar. Pada tahap ini peran orang tua dalam meletakkan dasar pengelolaan sangat penting untuk tahap usia selanjutnya.
Cara Ampuh untuk Menghemat Uang Jajan Anak
Cara Ampuh untuk Menghemat Uang Jajan Anak

Jika diperhatikan, ternyata kebutuhan anak sekolah tidak jauh dari membeli makanan. Anak SD biasanya membeli makanan di kantin sekolah, baik itu dalam bentuk snack/makanan ringan ataupun untuk makanan berat seperti nasi, walaupun beberapa sekolah sudah menyediakan katering untuk makan siang anak-anak.

Selain kebutuhan untuk membeli jajan terdapat kebutuhan yang lain yaitu membeli buku. Berdasarkan sebuah survey  ternyata ada  empat pos pengeluaran yang biasa dilakukan oleh anak yaitu:

Uang Saku untuk Ditabung

Alokasi uang jajan anak untuk menabung tentu sangat baik karena dengan menabung, seorang anak tidak akan boros dan kelak bisa memiliki banyak uang yang bisa dipakai untuk persediaan apabila diperlukan, atau dipakai untuk membeli sesuatu yang memang sudah lama ia idam-idamkan. Kebiasaan ini yang harus terus dipupuk dan disebarkan kepada anak lain supaya ikut menabung juga, mengingat anak cenderung ikut temannya atau contoh dari orang tuanya.

Pengeluaran untuk Buku


Kebiasaan ini juga terbilang bagus dan harus terus ditingkatkan. Buku dan alat tulis biasanya beli sendiri sedangkan buku pelajaran disediakan oleh sekolah masuk dalam paket biaya sekolah.

Dengan mengetahui pos pengeluaran anak, maka orang tua juga harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memberikan Uang Jajan

1. Berikan Uang Saku sesuai dengan Tahapan Usia


Jika punya lebih dari satu anak, asas keadilan bukanlah uang saku yang sama besar namun sesuaikan dengan usia anak sehingga semakin banyak usia maka makin besar juga uang saku yang harus diberikan.

2. Pertimbangkan Jauh Dekatnya Jarak antara Sekolah dan Rumah


Jika anak harus naik angkutan umum, faktor jarak menentukan uang saku. Hal ini yang membedakan anak yang datang dan pergi sekolah bersama dengan orangtuanya dibandingkan dengan menggunakan transportasi umum.

3. Cek Aktivitas apa Saja yang Diikutinya


Uang saku anak yang ikut ekstrakurikuler tentu lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak ikut. Pertimbangannya adalah uang tersebut untuk beli makan diluar jam sekolah dan bisa juga untuk uang kegiatan ekstra tersebut.

4. Memberi Uang Saku sesuai dengan Rata-rata Teman-teman Seusianya


Hal ini bertujuan supaya anak bisa beraktivitas sesuai dengan kebiasaan umum pada anak seusianya. Setelah mengetahui pos pengeluaran dan pertimbangan dalam memberikan uang saku, tahap selanjutnya adalah orang tua harus bisa mengajarkan anak menghemat uang jajan dan menabung.

Cara Mudah Menghemat Pengeluaran untuk Uang Jajan


Dengan uang yang cukup anak cenderung mudah dalam mengambil keputusan. Namun anak seringkali tidak paham apakah keputusannya itu efektif atau boros. Berikut ini 6 cara mudah untuk mengajari buah hati kita tentang keuangan:

1. Ajari Anak dalam Membedakan antara Kebutuhan dan Keinginan


Anak cenderung ikut-ikutan teman atau membeli apa yang dia suka dan lihat. Oleh karena itu tanamkan pada buah hati untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Hal ini sangat penting dan akan menjadi pertimbangan mereka dalam membelanjakan uangnya di kemudian hari.

2. Ajari anak untuk Membuat Tujuan Finansial Secara Sederhana


Pelajaran tentang tujuan keuangan bisa dimulai dari permainan yang sederhana, misalnya permainan monopoli, halma, dan lain sebagainya. Ajari anak menabung untuk segala sesuatu yang mereka inginkan. Pelan namun pasti mereka akan lebih bertanggung jawab bagi diri mereka sendiri.

3. Mengenalkan Perbedaan antara Menabung dan Membelanjakan Uang Jajan


Sering mengajak anak ke bank adalah kebiasaan yang baik untuk mengenalkan anak tentang pentingnya menabung. Orang tua bisa menjelaskan perbedaan antara menabung di celengan dan di bank. Kelak mereka akan menyadari bahwa menabung sangat penting untuk dilakukan.

4. Ajari Anak Mengelola Keuangan dengan Uang Bulanan


Orang tua bisa mengajari anak untuk mengelola uang jajan mereka dengan sistem jatah uang bulanan. Jika anak terbiasa mendapatkan uang saku Rp5.000 perhari, cobalah memberi mereka Rp10.000 perharinya, dengan syarat yang Rp5.000 adalah untuk ditabung. Menabung Rp5.000 perhari dengan bunga 6% pertahun akan menjadi Rp10.400.000 dalam 5 tahun, dan Rp24.500.000 dalam 10 tahun! Sungguh pelajaran penting buat berhemat bagi anak.

Cara Mengajari Anak Mengelola Keuangan

1. Mengajak Anak  ke Bank untuk Membuka Rekening atas Nama Mereka Sendiri


Tidak ada yang lebih penting selain langsung praktik. Memulai kebiasaan menabung sejak dini adalah kunci dari semuanya. Pupuk kebiasaan anak menabung supaya menjadi karakter yang melandasi mereka dalam mengelola keuangan nantinya.

2. Ajari Anak Mencatat Jumlah Setiap Uang yang Ditabung atau Dibelanjakan


Tertib mengelola keuangan dengan selalu mencatat setiap uang yang ditabung atau dibelanjakan. Supaya mudah, cobalah pisahkan uang jajan anak dengan menggunakan 12 amplop kecil dan sebuah amplop besar.

Alokasikan 1 amplop untuk setiap bulan. Kemudian ajak anak Anda untuk selalu menyimpan nota pembelian dan memasukkannya dalam setiap amplop serta selalu biasakan mereka mencatat apa saja yang mereka belanjakan dengan uang mereka.

Anak Pintar Finansial

Ajari anak Anda cara mengelola keuangannya sendiri, biasakan diri mereka sejak dini untuk selalu sadar pentingnya memiliki tujuan finansial dengan mengatakan mereka akan lebih merasa puas jika mampu membeli barang atau mainan yang mereka inginkan dengan hasil menabung dari uang jajan mereka sendiri.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: