Cara Atur Uang bagi Anak Kos - Menjadi anak indekos (kos), ibaratnya memulai diri menjadi lebih mandiri, karena dihadapkan pada mengatur segala hal dan memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Namanya juga anak kos, mulai dari tempat tinggal, makan, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya, harus juga bisa dipenuhi sendiri.
Cara Atur Uang bagi Anak Kos
Cara Atur Uang bagi Anak Kos

Dari itu juga, maka tak jarang label anak kos itu menyedihkan karena dikenal selalu bermasalah dengan keuangannya. Terlebih lagi bila anak kos yang semua kebutuhannya masih bergantung pada kiriman orangtua. Hingga tengah bulan pun, jadi harap-harap cemas menunggu kebaikan hati orangtuanya.

Pun tidak berbeda jauh dengan anak kosan yang memang sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Ditambah lagi jika memang gajinya tak sebesar yang diharapkan. Menjelang akhir bulan pun terasa berat dan lama menunggu gaji turun.

Jadi, baik itu anak kos yang masih disubsidi orangtuanya maupun mereka yang sudah bekerja, tak jarang mengalami masa-masa kritis setiap bulannya. Artinya, kantong sering kebobolan dan kehabisan uang ketika kiriman bulanan atau gajian masih jauh dari jadwalnya.

Tidak masalah jika hal ini terjadi sesekali atau bahkan hanya 1-2 bulan pertama saja. Tapi, bagaimana jika hampir setiap bulan kamu mengalaminya? Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Kesalahan Mengelola Keuangan

Semua permasalahan anak kos itu tak lepas dari kesalahan dalam mengelola keuangan. Berbagai kebiasaan yang tanpa disadari sebenarnya adalah boros ini menjadi salah satu penyebab keuangan berantakan.

Sebagian besar, baik para mahasiswa maupun pekerja, kerap kehilangan kontrol saat membelanjakan uangnya, tanpa perhitungan yang terencana dan rinci. Jika hal ini terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin permasalahan keuangan akan terus menimpa setiap bulannya.

Kalau sudah begitu, bagi yang masih kuliah pun, bukan tidak mungkin akan mengganggu kuliah. Dan bagi pekerja, gali lubang tutup lubang akan menjadi rutinitas setiap bulannya. Kalau sudah begini, mandiri finansial pun akan sulit didapat.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan dengan baik dan tepat, sehingga uang bulanan kamu bisa mencukupi semua kebutuhan selama sebulan penuh menjadi anak kos. Simak beberapa cara dalam mengatur keuangan anak kos berikut ini:

1. Catat kebutuhan Bulanan dan Susun Anggaran dengan Rinci dan Teliti

Jangan muluk-muluk dalam mengelola keuangan, seolah-olah kamu bisa mengaturnya dengan fleksibel dan tanpa catatan serta perhitungan yang baik di dalam kepala saja. Pertanyaannya, seberapa kuat kepala kita mengingat dan merinci setiap angka-angka pengeluaran itu?

Setiap sen uang bulanan yang ada harus diatur sedemikian rupa sehingga menjadi penting bagi kamu untuk menyusunnya.

Jangan juga malas, catatlah semua kebutuhan belanja pokok kamu dan jangan lupa menyusunnya dengan bijak. Artinya, hanya berbagai kebutuhan yang sangat penting saja dan bukan hal-hal yang sebenarnya tidak begitu kamu butuhkan.

Lakukan hal ini dalam kondisi santai, agar kamu bisa teliti dan hati-hati dalam mengingat dan mencatat semua yang akan kamu butuhkan selama satu bulan ke depan. Ingat, hanya hal-hal yang sangat kamu butuhkan saja yang penting untuk diprioritaskan dalam catatan anggaran keuangan ini, bukan yang lain.

Hitung semua jumlah kebutuhan tersebut, agar kamu lebih mudah melihat jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk memenuhinya. Jangan lupa untuk menyesuaikan jumlah anggaran ini dengan jumlah uang yang kamu peroleh setiap bulannya. Sehingga kamu bisa memenuhi berbagai kebutuhan kamu dengan baik.

2. Lakukan Belanja Bulanan Sekaligus


Belanja rutin bulanan dilakukan secara kecil-kecil alias mencicil memang terasa ringan. Tapi sejatinya tidak demikian pada akhirnya. Justru yang ada bisa membuat anggaran belanja rutin kamu malah membengkak tanpa disadari.

Untuk itu, hindari bolak-balik berbelanja kebutuhan bulanan. Sebab ini bisa membuat kamu melakukan pemborosan. Lakukan kegiatan belanja bulanan sekaligus, dimana kamu membeli semua kebutuhan selama sebulan penuh hanya satu kali saja, misal peralatan mandi, makanan tahan lama, camilan, dan sebagainya.

Ini akan membantu kamu untuk lebih mudah dalam mengelola pengeluaran. Sebab kamu tidak akan berulang kali pergi ke supermarket dan berulang kali pula tergoda untuk belanja barang-barang lainnya yang mungkin sebenarnya tidak kamu butuhkan, istilahnya adalah lapar mata.

Jangan lupa membuat catatan belanja terlebih dahulu sebelum ke supermarket. Sehingga kamu bisa lebih mudah dan cepat dalam berbelanja. Hal ini juga bisa membantu kamu berhemat, sebab hanya barang-barang yang ada di daftar saja yang wajib dan akan dibeli nantinya.

Untuk menghindari pembengkakan uang belanja, wajib bagi kamu agar hanya membawa sejumlah uang belanja yang cukup atau pas dengan harga barang-barang yang akan kamu beli. Atau setidaknya lebih sedikit saja dari perhitungan pencatatan kamu untuk berjaga-jaga apabila harga-harga tersebut jauh berbeda dari perkiraan.

Untuk belanja barang yang tidak terlalu mendesak, artinya barang kebutuhan primer, kamu tidak perlu terburu-buru. Upayakan untuk selalu mendapatkan harga terbaik bagi kebutuhan kamu, seperti diskon, penawaran khusus, dan lainnya.

Ini akan membantu kamu berhemat. Sebab kamu bisa mendapatkan barang yang kamu butuhkan itu dengan harga yang lebih murah dari yang seharusnya.

Jika memang lebih menguntungkan, belanja secara daring (online) juga bisa kamu pertimbangkan. Saat ini, ada banyak situs belanja online yang menawarkan berbagai barang dengan harga yang bersaing (kompetitif), bahkan lebih murah dari seharusnya. Sehingga kamu bisa memiliki kesempatan yang luas untuk mendapatkan harga terbaik di pasaran.

3. Menabunglah Secara Teratur


Segera sisihkan sejumlah uang bulanan kamu sesaat setelah kiriman dari orangtua datang atau setelah uang gaji kamu turun. Alokasikan dana ini sebagai tabungan, sehingga kamu memiliki sejumlah simpanan yang bisa kamu gunakan di saat-saat kondisi keuangan sedang dalam keadaan darurat atau uang bulanan telat.

Jumlah tabungan ini bisa kamu tentukan sendiri sekian persen dari seluruh uang yang kamu terima, misal 5-10%. Pisahkan uang tabungan ini dalam rekening tersendiri, sehingga kamu tidak akan mencampuradukkan dengan uang kamu yang lain.

Atau, kamu juga bisa memasukkannya ke dalam celengan kamu, dan jangan lupa menyimpannya dengan baik agar tidak hilang.

4. Jangan Menunda Melakukan Pembayaran

Sangat tepat jika kamu selalu membayar semua tagihan seperti uang kos atau uang kuliah secara tepat waktu. Begitu orangtua mengirim uang atau kamu baru saja menerima gaji, maka segeralah membayarkannya untuk uang sewa kosan.

Bukan hanya mendidik rasa tanggung jawab dan disiplin, namun tindakan ini juga akan menghindarkan kamu dari sejumlah masalah yang mungkin terjadi di luar perhitungan, misal kamu kehilangan uang tersebut, atau bahkan lupa membayarkannya hingga terlambat dan menimbulkan masalah lainnya.

Intinya, jangan pernah menunda pembayaran yang utama ini. Sebab ini sangat berisiko untuk memunculkan masalah lainnya. Bagaimanapun juga, berlaku disiplin akan lebih berdampak positif ke depannya dan membiasakan kamu berlaku lebih baik dan teratur.

5. Masak Sendiri dan Bawa Bekal Makanan

Hilangkan kebiasaan manja dan dilayani saat tinggal di indekos. Menjadi anak kos, semuanya serba sendiri agar kebutuhan terpenuhi, termasuk untuk makan. Jika di rumah, mungkin saat lapar tinggal makan karena makanan sudah tersedia di meja makan.

Jadi anak kos, tak ada yang namanya pelayanan gratis. Kalau kamu pilih beli makan di luar atau pesan makanan secara online, yang ada justru akan menguras bujet bulanan kamu.

Untuk itu, kamu bisa memasak makanan kamu sendiri sesuai dengan selera, tidak perlu mahal, asalkan menyehatkan. Kamu hanya perlu membiasakan diri memasak untuk makan sehari-hari, karena ini lebih murah.

Jika kamu kuliah dalam waktu yang lama, atau bagi kamu yang bekerja ternyata perusahaan tidak menyediakan makan siang, maka tidak ada salahnya untuk membawa bekal makan siang ke kampus atau ke tempat kerja. Sehingga kamu tidak perlu membeli makan siang di luar dan mengeluarkan sejumlah uang.

6. Jangan Malu Bawa Air Minum Sendiri

Biasakan diri untuk selalu membawa air minum sendiri, agar kamu tidak perlu selalu membelinya di luar. Biar air mineral terbilang cukup murah, tapi sejatinya ini bisa dihemat untuk keperluan lebih penting lainnya.

Kamu hanya harus terbiasa dan rela membawa bekal air minum saja dari kosan, sehingga bisa meminumnya kapanpun kamu haus tanpa perlu menunggu atau menunda hingga kamu membeli air minum kemasan botol di toko atau minimarket terdekat.

7. Jangan Malas Cuci Pakaian Sendiri

Sudah banyak tempat laundry pakaian yang menawarkan harga murah dan menggiurkan untuk menggunakan jasanya. Eits, memang selintas terlihat murah, hanya sekitar Rp6.000-Rp7.000 per kg saja. Tapi tahukah kamu, bisa jadi jumlah pakaian yang kamu kenakan dalam seminggu itu lebih dari satu kilo, bahkan beberapa kilo.

Nah, katakanlah dalam 1 minggu pakaian kotor kamu mencapai 3 kg, berarti Rp6.000 x 3 = Rp18.000. Dalam sebulan bila 4 kali menggunakan jasa laundry, maka kamu butuh merogoh kocek sebesar Rp18.000 x 4 = Rp72.000.

Bisa dibayangkan, dengan uang Rp72.000 sebulan hanya untuk cuci baju di laundry, kalau untuk beli deterjen baju bisa banyak sekali, bukan? Dan sabun cuci baju itu bisa digunakan untuk beberapa bulan ke depan bila kamu bersedia mencuci baju sendiri. Hemat, kan?

Jadi, dengan begitu kamu bisa menekan pengeluaran sebaik mungkin. Kamu bisa mencuci pakaian setiap akhir pekan maupun saat libur lainnya. Toh, dengan mencuci baju sendiri sama saja dengan olahraga, bukan? Badan lebih sehat karena banyak bergerak.

8. Pangkas Biaya Internet dan Manfaatkan Wi-Fi Gratis


Jangan memboroskan uang bulanan kamu hanya untuk membeli paket internet yang besar setiap bulannya. Kamu bisa menghemat biaya ini dengan cara menggunakan fasilitas jaringan internet gratis (Wi-Fi/Wireless Networking) di fasilitas umum yang biasanya tersedia di kampus, di kantor, indekos, atau tempat lainnya.

Bagi kamu yang masih kuliah, selesaikan tugas-tugas kuliah di kampus, terutama untuk tugas yang membutuhkan koneksi internet. Bagi kamu yang sudah bekerja, selesaikan pekerjaan di kantor, sehingga tetap bisa dengan mudah menggunakan jaringan internet. Dengan begitu, kamu bisa menghemat biaya yang lumayan besar setiap bulannya.

9. Bawalah Uang Pas Saat Bepergian

Jangan pernah takut enggak bisa pulang ke kosan saat bepergian. Karena yang pasti kamu telah menyiapkan ongkos pulang-pergi saat keluar kosan, bukan? Nah, yang perlu dihindari adalah membawa uang berlebih dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Ini penting, sebab jika sulit mengontrol diri ketika berhadapan dengan berbagai barang yang menggoda, maka uang itu pun akan mudah dibelanjakan. Jadi sebaiknya kamu membawa sejumlah uang pas ketika akan bepergian.

Tentu ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan membawa uang dalam jumlah besar dan kamu kewalahan untuk menahan nafsu belanja yang selalu menggebu. Hindari juga untuk membawa serta kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) kamu, agar tidak mudah tergoda untuk menarik uang dan membelanjakannya.

Berhemat dan Selalu Disiplinlah agar Keuangan Aman

Jika kamu tinggal bersama orangtua, mungkin soal tempat tinggal dan makan tak begitu menjadi masalah. Namun, jika kamu sudah mulai belajar mandiri, mengatur segala sesuatunya sendiri, maka ada baiknya dengan cermat mengelola keuangan sebaik mungkin.

Mengatur keuangan bagi anak kos tentu bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Terutama jika kamu memiliki kebiasaan boros dalam membelanjakan uang bulanan. Biasakan hemat dan disiplin dalam mengatur keuangan, termasuk dengan menerapkan sejumlah kebiasaan baik ketika membelanjakannya. Ini akan membantu kamu lebih mudah menjalani harimu setiap bulannya.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: