Cara Mudah Orang Tua Menuntun Anak Sukses Mengelola Uang - Mendidik remaja tentang pengelolaan uang bisa menjadi tantangan tersendiri. Lagi pula, tugas orang tua dalam hal ini mutlak harus dilakukan dengan baik. Orang tua bisa mengajari anak dengan baik mana kala mereka mulai cukup mengerti tentang perencanaan keuangan. Pelajaran penting ini bisa dimulai dari usia remaja atau pada masa SMA. Di luar itu, ada banyak hal yang Anda khawatirkan saat mereka akan beranjak dewasa. Anda merasa khawatir tentang pergaulan anak, gaya hidup, kondisi jiwa yang tak stabil, dan sebagainya yang cenderung negatif.
Cara Mudah Orang Tua Menuntun Anak Sukses Mengelola Uang
Cara Mudah Orang Tua Menuntun Anak Sukses Mengelola Uang

Kadang kala, membahas masalah keuangan dengan anak remaja terasa sulit. Pada usia ini, remaja biasanya cenderung enggan dengan hal-hal yang rumit. Di sisi lain, orang tua biasanya sibuk dan tidak sempat berdiskusi tentang hal ini kepada anaknya. Sebenarnya, cara yang mudah dilakukan adalah pemberian tugas yang berhubungan dengan pengaplikasian urusan keuangan dalam keseharian mereka.

Di sinilah orang tua bisa dengan mudah memberikan materi keuangan ke anak. Kreativitas orang tua dibutuhkan dalam hal ini agar anak tak merasa terbebani. Untuk lebih jelasnya, uraian di bawah ini akan menerangkan bagaimana mengajarkannya kepada anak secara praktis.

1. Ajari Anak Anda Membuat Anggaran dalam Rencana yang Sederhana


Pada dasarnya, prinsip perencanaan keuangan sebenarnya sangat sederhana. Dalam hal materi untuk anak remaja, uang saku bisa diasumsikan sebagai pendapatan mereka. Yang nantinya dikurangi dengan pengeluarannya. Nah, lebihnya atau plusnya lah yang akan dijadikan tabungan. Sebaliknya, kalau tak ada lebihnya atau justru minus, itulah yang dinamakan utang. Simpelnya, cara ini tinggal dipraktikkan saja.

Anggap saja uang saku mereka 1 juta untuk sebulan. Rata-rata pengeluaran remaja ditujukan untuk ongkos transportasi, makan/jajan di kantin, dan kumpul bareng (hangout). Di luar itu, kalau anak berpacaran, biasanya mereka akan mengajak pasangannya makan di food court, menonton film di bioskop, atau menghadiri acara pentas seni (pensi). Jika anak suka sekali mengikuti tren gaya hidup, mereka akan belanja ponsel terbaru yang trendi atau beli pakaian yang lagi tren (clothing) atau menonton konser musik idola mereka.

Orang tua harus memastikan anak mereka bisa menabung seperti konteks uraian di atas. Jika saat ini anak Anda masih belum menguasai perencanaan uang yang sederhana ini, tak menutup kemungkinan mereka cenderung menjadi orang yang boros atau kesulitan mengelola keuangan. Dan yang diterangkan dalam uraian ini masih tahap sederhana. Belum ditambah urusan mengelola tabungan, investasi, dan mengelola risiko.

Anak remaja sebaiknya dihindarkan dari pemakaian kartu kredit. Namun, apabila hal tersebut sulit dihindari, batasi penggunaannya dalam bentuk kartu tambahan. Ajari mereka membuat anggaran dan membatasi pengeluaran belanja dengan menggunakan kartu kredit.

2. Seimbangkan Pengeluaran dengan Uang Saku yang Dimiliki

Sebagai orang tua, ajari anak remaja Anda untuk belajar mendisiplinkan diri dalam menjaga keseimbangan pengeluaran dan uang saku yang dimiliki. Beritahu mereka bahwa ada baiknya uang dipergunakan untuk hal-hal yang penting. Dengan kata lain, utamakanlah kebutuhan daripada keinginan.

Kondisi ini akan mengarahkan anak untuk belajar hemat. Jika keinginan dia banyak dan uang saku tak cukup, solusi yang bisa Anda tawarkan adalah pencarian uang saku tambahan dengan usaha sendiri. Satu hal perlu diingat, jangan sampai usaha mereka tersebut mengganggu waktu sekolah mereka.

Kenaliah karakter anak remaja yang umumnya sering ikut-ikutan teman-temannya. Nalar mereka masih kalah dengan emosinya. Akibatnya, sifat ini jika tak diatasi, dapat menguras uang saku mereka.

3. Ajari Anak Disiplin dalam Memenuhi Kewajibannya


Menanamkan pemahaman tentang menghargai proses dan kerja keras serta pengenalan manfaat dari perencanaan keuangan demi masa depan sangat penting untuk diajarkan kepada anak. Ajaklah mereka untuk memiliki rekening tabungan di bank. Di sinilah orang tua membimbing mereka untuk menyimpan dan mengelola pengeluaran sendiri. Peran orang tua dalam hal ini tidaklah banyak. Hal ini dimaksudkan agar anak lebih bertanggung jawab pada keuangannya sendiri.

Jika mereka mempunyai tagihan, seperti biaya sekolah, pengeluaran pulsa, bayar uang sewa/kost, dan sebagainya, usahakanlah agar anak untuk disiplin membayarnya. Karakter ini akan terbawa sampai anak dewasa nanti. Kalau dia punya utang, tuntunlah mereka untuk segera melunasinya.

Sebaiknya, Anda juga ikut melibatkan mereka dalam transaksi keuangan. Misalnya, mereka ingin menabung untuk membeli barang yang mereka favoritkan. Sesekali tambahkan uang insentif atas jerih payahnya menyisihkan uang. Hal ini bagus untuk dilakukan sebagai upaya mengajari anak untuk memaknai apa itu kerja keras. Dengan begitu, mereka bisa lebih termotivasi untuk meningkatkan jumlah nominal uang yang ditabung.

4. Jadilah Teladan bagi Anak dan Apresiasi Hal Positif yang Dilakukan Anak

Karakter anak tak jauh dari orang tuanya. Sebab kebanyakan anak mengikuti pola yang sudah diberikan orang tua mereka. Sebagai orang tua, berikanlah contoh kepada anak bagaimana mengatur uang dan berbelanja dengan pintar. Ingat, anak akan meniru apa yang dilakukan selain yang diomongkan orang tuanya.

Orang tua tidak bisa sekadar bicara dan menyuruh anak untuk mengelola uangnya jika orang tua sendiri boros menggunakan uang. Orang tua dapat mengajak anak untuk memanfaatkan produk diskon misalnya atau sistem belanja bulanan biar mereka makin pintar membuat anggaran. Hal ini akan memudahkan mereka untuk mengelola uang masuk dan uang keluar.

Tanpa orang tua sadari, anak juga perlu mendapat penghargaan. Anda tidak perlu memberikan hadiah besar atau mahal kepada anak. Atau juga tidak perlu langsung membelikan apa yang anak remaja inginkan. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan mengajarkan anak remaja untuk menabung selama beberapa waktu. Kemudian anak menambahkan sisanya untuk membelikan apa yang diinginkannya. Hal ini akan memudahkan mereka dalam mengelola dan mencapai target prestasi yang Anda inginkan.

5. Ajarilah Mereka untuk Mempersiapkan Tabungan untuk Kuliahnya Nanti


Ini penting untuk diperhatikan orang tua. Banyak anak remaja tahunnya hanya bagaimana caranya bisa diterima di perguruan tinggi impian. Mereka perlu diajarkan juga tentang biaya yang dibutuhkan. Terangkan kepada anak Anda betapa pentingnya untuk mulai bertanggung jawab atas biaya kuliah di perguruan tinggi. Sekalipun nantinya Anda yang akan menyiapkan dana tersebut.

Bantu mereka untuk menyisihkan uang dan merencanakan persiapan biaya kuliah mereka sendiri. Syukur-syukur kalau yang telah mereka siapkan tersebut bisa membiayai perkuliahan mereka. Anda sebagai orang tua ada baiknya mengantisipasi perubahan sifat dan sikap anak yang dipengaruhi hal-hal di sekitarnya.

Sebagaimana yang Anda ketahui, pada usia-usia beranjak ke bangku kuliah, anak-anak biasanya mengejar kesenangan. Entah itu dengan jalan-jalan ke sejumlah tempat wisata atau mencoba makanan dan minuman yang lagi ramai dibicarakan. Di sinilah orang tua memberikan pemahaman supaya anak menyadari bahwa yang mereka lakukan tersebut jangan sampai membuat mereka lepas kontrol.

Keberhasilan Anak Tergantung Besarnya Usaha Orang Tua

Dengan menerapkan beberapa tips dan cara mengatur uang yang dipaparkan di atas, semoga anak remaja Anda menjadi bijak dalam menggunakan uang. Anak pun tentunya dapat membanggakan Anda sebagai orang tua. Semuanya kembali besar kecilnya usaha yang Anda lakukan demi keberhasilan anak dalam merencanakan pengelolaan keuangannya.


Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: