Dapat Penawaran Eksklusif? Awas, Bisa Jadi itu 6 Jebakan Ini - Ada yang mengatakan, "jika ingin kaya, jadilah penjual yang hebat." Pernyataan tersebut memang tak bisa disangkal. Nah, kita sebagai bagian dari masyarakat juga harus berhati-hati. Pasalnya, penjual yang hebat pasti memiliki trik agar barang dagangannya laris manis. Tak jarang pula mereka bermain nakal dengan cara memberikan 'penawaran jebakan'. Jangan sampai kita menjadi sasaran empuk para penjual nakal tersebut. Kita juga harus bisa cermat menghadapi para penjual yang melayangkan trik menjualnya pada kita. Jangan sampai terbuai oleh tawaran maut penjual yang hebat sekalipun.
Dapat Penawaran Eksklusif
Dapat Penawaran Eksklusif

Saat ini, kita hampir tak bisa lepas dari iklan berbagai produk dan jasa yang muncul di setiap pandangan kita. Ketika jaman masih konvensional dahulu, pemasaran tradisional bisa datang dalam bentuk door to door, namun kini seiring dengan perkembangan teknologi internet, strategi dan cara pemasaran sudah kian canggih, yaitu dalam bentuk digital. Saat bangun di pagi hari pun kita tak bisa lepas dari iklan. Iklan tersebut mendatangi Anda melalui smartphone, televisi, radio dan memancing kita untuk menjadi lebih konsumtif.

Ada sebuah pernyataan lagi yang tak kalah populer yaitu "hemat pangkal kaya. Pertanyaannya adalah, bagaimana bisa berhemat jika kita tetap terus berbelanja? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami akan membantu Anda untuk bisa berhemat dengan memberikan tips cerdas menyiasati metode pemasaran dalam bentuk jebakan dari promosi iklan yang nyaris tiap saat kita saksikan. Mari langsung kita simak tips-tips nya.

1. Jebakan Diskon Fiktif

Saat Anda mendapatkan penawaran diskon bombastis, biasanya menjelang momen tertentu seperti lebaran, tahun baru, atau launching produk tertentu, umumnya penjualan tersebut selalu dibumbui dengan rangkaian paket diskon fantastis seperti diskon Up to 90 %, beli 2 dapat 3, Big Sale Promo Termurah, Cicilan Tanpa Bunga dan sebagainya. Diskon tersebut sebagian besar hanyalah “fiktif” alias akal-akalan pihak penjual dengan memainkan emosi pembeli dalam bentuk gimik marketing yang menarik.

Mengapa dikatakan fiktif? Coba saja Anda periksa harga wajar dari produk tersebut. Untuk mengetahuinya, silahkan browsing dan cari info di beberapa toko online, supplier dan sebagainya untuk membandingkan harga. Setelah Anda temukan harga dasar atau harga wajar dari produk tersebut, maka Anda akan terkejut berapa keuntungan yang didapat dengan memberikan program promo bombastis tersebut. Margin keuntungan bisa sama dengan tanpa promo, namun karena di balut dalam paket gimik marketing yang bombastis untuk menaikkan volume penjualan yang tinggi sehingga bisa membuat keuntungan pedagang berlipat ganda.

2. Jebakan Penawaran Eksklusif

Penawaran ini sering digunakan untuk menjual produk pakaian, makanan, dan properti. Anda mungkin pernah melihat promo “Tidak Buka Cabang di Tempat Lain”, “Beli Sekarang, harga naik pada bulan Februari 2016”, “Beli di Pameran ini, Diskon Biaya Administrasi dan Proses”,  dan beragam strategi promosi lainnya. Strategi ini cukup ampuh bagi orang yang memang sudah lama menginginkan produk tersebut, namun belum siap membeli dan akhirnya memaksakan diri membeli produk akibat jebakan harga murah tersebut. Benarkah demikian?

Cek saja harga pasar produk tersebut berapa. Jika itu produk makanan bukan kemasan, memang tidak bisa membandingkan secara tepat karena terkait selera, namun jika produk kemasan, tentu bisa dengan mudah membandingkannya, begitu pun dengan produk properti atau pakaian. Anda bisa cek harga kewajaran produk tersebut yang dijual dan menarik kesimpulan tentang penawaran eksklusif dan diskon yang ditawarkan apakah murni diskon atau sekedar “diskon-diskonan” untuk menjebak orang agar bertindak spekulatif membeli produk pada saat waktu yang belum tepat, bahkan banyak diantaranya yang rela sampai hutang kartu kredit.

3. Perangkap Rayuan Salesman

Penjual yang tangguh adalah mereka yang agresif dan gigih dalam mengejar pelanggan mereka. Dengan segala cara dan metode, mereka menyebarkan 'perangkap' kepada pelanggannya. Pembeli yang cerdas, tentu bisa mengatasi rayuan maut salesman dengan cermat. Perangkap ini biasanya membuat pelanggan membeli produk hanya untuk menyenangkan penjual atau agar penjual segera pergi dan tidak mengganggu lagi. Secara psikologis, pelanggan mudah terpengaruh untuk membeli jika mereka terkena rayuan dan perhatian dari penjual. Namanya juga penjual, mereka sudah terbiasa memainkan emosi pembeli agar membeli produk mereka dengan berbagai alasan apapun, yang penting produk terjual.

Jangan terkecoh. Dalam hal ini, kunci agar anda tidak terpengaruh adalah tetap fokus saat berkomunikasi dengan penjual. Jika tidak memiliki kebutuhan atau keinginan terhadap produk, tetap pada pendirian tersebut. Jangan mudah terbawa obrolan penjual yang ujung-ujungnya memengaruhi Anda untuk membeli produknya jika memang produk tersebut belum anda butuhkan.

4. Perangkap Aksesori Pelengkap Produk

Apakah anda pernah mengunjungi toko mebel? Jika pernah, barangkali anda pernah melihat produk seperti tempat tidur atau sofa yang dihiasi dengan sejumlah aksesori menarik untuk memikat pembeli. Si penjual akan berusaha meyakinkan pelanggan bagaimana properti mereka akan semakin terlihat menarik jika dihiasi aksesori dari toko mereka. Padahal belum tentu anda butuh properti dengan aksesoris tersebut. Inilah trik para penjual.

Jika anda jeli, aksesori memang berfungsi untuk meningkatkan daya tari produk yang terkadang harganya tidak termasuk dalam harga jual produk inti. Jika terperangkap, maka kita terdorong untuk melakukan pembelian tambahan walaupun sebenarnya tidak dibutuhkan.

Anda harus makin pintar menghadapi segala rayuan penjual. Mental yang kuat merupakan hal penting, karena setelah kita menyadari hal ini adalah perangkap penjualan, kita harus kembali fokus pada kebutuhan kita sebagai konsumen, dan yang penting jangan ulangi dalam pembelian lainnya. Sebelum berbelanja, sebaiknya membuat daftar dari segala sesuatu yang dibutuhkan sebelum memutuskan membeli sehingga anda fokus pada produk yang memang anda butuhkan.

5. Jebakan Penawaran Produk Asuransi

Menjual asuransi sama seperti menjual risiko yang belum tentu terjadi. Biasanya penawarannya dibumbui dengan sedikit menakut-nakuti calon nasabah. Walau yang disampaikan ada benarnya juga, namun anda harus jeli dengan produk yang ingin anda beli apakah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Karena tidak semua asuransi secara jujur memberikan manfaat bagi kita sebagai pemegang polis dan asuransi nakal ini biasanya dijual dengan cara memanfaatkan ketidaktahuan klien terhadap kejelasan layanan produk asuransinya.

Coba anda simak, biasanya ada dua perangkap asuransi yang perlu diwaspadai dalam hal ini. Pertama, perusahaan asuransi akan menjual polis yang tidak ada nilainya atau nilai pertanggungannya sangat kecil dengan harga premi yang sangat murah. Kedua, asuransi yang dijual tidak mencakup semua manfaat yang ditawarkan.

Jika anda mendapatkan penawaran seperti ini, lantas bagaimana kita menghindari perangkap penjualan asuransi tersebut? Hal yang harus anda lakukan pertama adalah merinci kebutuhan yang kita perlukan dari asuransi tersebut, termasuk anggaran yang kita miliki. Setelah itu, jika anda dihubungi oleh perusahaan asuransi, sebaiknya anda meminta mereka menjelaskan dengan detail tentang produk mereka, termasuk tujuan layanan dan keuntungannya. Jangan lupa untuk menanyakan risiko yang anda dapat jika terjadi masalah pada suatu saat.

6. Jebakan Penawaran Produk Investasi

Kata pakar investasi Warren Buffet, investasilah dan anda akan kaya dan jangan dibalik, anda baru berinvestasi saat anda kaya. Dalam upaya membangun kekayaan, kita mungkin tergoda dengan berbagai macam tawaran investasi yang dikemas dalam berbagai macam modus penawaran yang kian menarik. Kita perlu berhati-hati karena banyak sekali investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu yang singkat yang secara logika hal tersebut diluar kewajaran. Biasanya, investasi semacam itu ujung-ujungnya adalah investasi bodong yang memang ditawarkan kepada orang yang tidak berpengalaman atau punya pengetahuan minim tentang investasi dan akhirnya meledak menjadi kasus dibelakang hari.

Saat ini semua produk investasi wajib terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Agar terhindar dari investasi bodong, sebaiknya kita melakukan riset terhadap investasi yang ditawarkan. Kita juga perlu pelajari bagaimana pembagian keuntungannya dan risiko dari investasi tersebut.

Kelola Pengeluaran dengan Cermat

Nah, untuk menjadi kaya, bukan hanya menjadi penjual yang hebat saja, tetapi ada dua hal yang setidaknya kita bisa lakukan. Pertama, anda harus pintar menambah pemasukan atau penghasilan tetap. Kedua, anda juga harus cerdas dan jeli dalam mengelola pengeluaran karena hal ini tak kalah pentingnya. Meskipun penghasilan Anda sangat besar, jika pengeluaran Anda tidak sehat maka tidak bisa dikatakan bahwa Anda sudah sukses. Salah satu cara mengelola pengeluaran yang sehat adalah dengan menghindari jebakan pemasaran seperti yang telah dijelaskan di atas. Semoga bermanfaat.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: