Ketika Anda sudah bekerja di suatu perusahaan, mendapatkan gaji menjadi hal yang sangat ditunggu. Gaji atau upah yang diberikan setiap bulan, jumlahnya sudah diperhitungkan oleh perusahaan sesuai dengan jenjang pendidikan, standar perusahaan dan biaya hidup. Untuk nilai upah minimum provinsi (UMP) per tahun 2018, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi menetapkan nilai UMR (Upah Minimum Provinsi) terbaru dan mulai diberlakukan.
Gaji UMR Terkini yang Pekerja Wajib Tahu
Gaji UMR Terkini yang Pekerja Wajib Tahu
Secara umum, besaran nilai  UMR mengalami kenaikan di setiap provinsi. Sebagai contoh, di Jakarta kenaikan UMR menjadi Rp3.648.035  dari nilai sebelumnya Rp3.355.750 Artinya, UMR di Jakarta untuk tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 8,71% atau Rp292.285 dari UMR tahun 2017. Sebagai pekerja Anda tahu pentingnya mengetahui berapa UMR yang layak Anda dapatkan. Tujuannya, Anda lebih mengenali hak-hak Anda sebagai pekerja dan terhindar dari upah tak layak. Cermati apa itu UMR, nilai UMR terbaru dan komponen penting dalam perhitungan gaji UMR. Berikut ulasan lengkapnya.  

Pengertian UMR

UMR atau Upah Minimum Regional adalah suatu standar yang digunakan oleh para pengusaha dan pelaku industri dalam memberikan upah kepada pegawai, karyawan atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Adanya penerapan gaji UMR digunakan untuk melindungi hak para tenaga kerja dalam mendapatkan upah yang layak dan sesuai dengan beban kerja.
Berdasarkan Permenaker No. 1 Tahun 1999 tentang Upah Minimum, UMR terbagi menjadi dua yaitu UMR tingkat I yang berada di Provinsi dan UMR tingkat II di Kota/ Kabupaten. Namun dengan adanya Kepmenakertrans No. 226 Th 2000, UMR tingkat I telah dirubah namanya menjadi Upah Minimum Provinsi (UMP); dan UMR tingkat II diubah menjadi Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK).

Besaran UMR 2018

Provinsi
Jumlah UMR 2017
JUMLAH UMR 2018
DKI Jakarta
Rp 3.355.750
 Rp3.648.035
Papua
Rp 2.663.646
Rp 2.895.650
Sulawesi Utara
Rp 2.598.000
Rp2.824.286
Bangka Belitung
Rp 2.534.673
Rp2.755.443
Sulawesi Selatan
Rp 2.500.000
Rp2.647.767
Aceh
Rp 2.500.000
Rp2.717.750
Papua Barat
Rp 2.416.855
Rp2.667.000
Sumatera Selatan
Rp 2.388.000
Rp2.595.995
Kalimantan Utara
Rp 2.358.800
Rp2.559.903
Kepulauan Riau
Rp 2.358.454
Rp2.563.875
Kalimantan Timur
Rp 2.339.556
Rp2.543.331
Kalimantan Selatan
Rp 2.258.000
Rp2.454.671
Riau
Rp 2.266.722
Rp2.464.154
Kalimantan Tengah
Rp 2.222.986
Rp2.421.305
Jambi
Rp 2.063.000
Rp2.243.718
Gorontalo
Rp 2.030.000
Rp2.206.813
Sulawesi Barat
Rp 2.017.780
Rp2.193.530
Sulawesi Tenggara
Rp 2.002.625
Rp2.177.052.
Sumatera Utara
Rp 1.961.354
Rp2.132.188
Bali
Rp 1.956.727
Rp2.127.157
Maluku Utara
Rp 1.975.000
Belum terdaftar
Sumatera Barat
Rp 1.949.284
Rp2.119.067
Banten
Rp 1.931.180
Rp2.099.385
Maluku
Rp 1.925.000
Rp2.222.220
Lampung
Rp 1.908.447
Rp2.074.673
Kalimantan Barat
Rp 1.882.900
Rp2.046.900
Sulawesi Tengah
Rp 1.807.775
Rp 1.965.232
Bengkulu
Rp 1.730.000
Rp1.888.741
Nusa Tenggara Timur
Rp 1.650.000
Rp1.660.000
Nusa Tenggara Barat
Rp 1.631.245
Rp1.825.000
Jawa Barat
Rp 1.420.624
Rp1.544.360
Jawa Timur
Rp 1.388.000
Rp1.508.894
Jawa Tengah
Rp 1.367.000
Rp1.486.065
Yogyakarta
Rp 1.337.645
Rp1.454.154

Berdasarkan data nilai UMR tahun 2018 di atas, ibu kota Indonesia DKI Jakarta adalah daerah dengan nilai UMR tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Sedangkan kenaikan UMR paling tinggi adalah provinsi Papua yaitu sebesar 9,39%. Setiap kenaikan tersebut telah dilakukan berdasarkan proses perhitungan dan berdasarkan faktor-faktor pokok yang telah ditetapkan.

Pahami tentang UMR

1. UMR Bukan Upah Pokok

Umumnya, orang berpikir nilai UMR itu sama dengan nilai upah pokok. Faktanya, tidak sama. Penjelasannya, UMR adalah upah yang telah berisi gaji pokok dan tunjangan lainnya yang telah ditetapkan. Sementara itu, upah pokok adalah nilai dari gaji pokok saja. Gaji pokok sendiri adalah gaji yang jumlahnya diterapkan sesuai dengan peraturan dan kebijakan perusahaan. Upah pokok jumlahnya lebih kecil dari UMR karena belum termasuk nilai tunjangan.  Kenali dan pahami perbedaannya.

2. Penetapan UMR

Penetapan nilai UMR ditetapkan berdasarkan dari perhitungan oleh Dewan Pengupahan Daerah (DPD). DPD memiliki tim survei untuk turun ke lapangan guna melakukan survei untuk mencari tahu harga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan oleh pegawai, karyawan dan buruh. Survei dari sejumlah kota dalam provinsi tersebut menjadi perwakilan untuk pengolahan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) perorangan yang belum menikah/berkeluarga di setiap provinsi. Selanjutnya, dari hasil KHL, DPD mengusulkan upah minimum provinsi atau yang sering dikenal dengan istilah UMR, diajukan kepada Gubernur untuk disahkan.

3. Komponen UMR

Hal yang menjadi komponen dalam UMR berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah, adalah:
  • Upah Pokok: imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.
  • Tunjangan Tetap: suatu pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Istri; Tunjangan Anak; Tunjangan Perumahan; Tunjangan Kematian; Tunjangan Daerah dan lain-lain. Tunjangan Makan dan Tunjangan Transport dapat dimasukkan dalam komponen tunjangan tetap apabila pemberian tunjangan tersebut tidak dikaitkan dengan kehadiran, dan diterima secara tetap oleh pekerja menurut satuan waktu, harian atau bulanan.
  • Tunjangan Tidak Tetap: suatu pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pekerja, yang diberikan secara tidak tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Transport yang didasarkan pada kehadiran, Tunjangan makan dapat dimasukan ke dalam tunjangan tidak tetap apabila tunjangan tersebut diberikan atas dasar kehadiran (pemberian tunjangan bisa dalam bentuk uang atau fasilitas makan).

Hindari Kekeliruan Mengenai UMR

Hal yang perlu diketahui, ketika Anda menerima gaji (gaji pokok + tunjangan tetap + tunjangan tidak tetap) itu bukan lah upah minimum. Berdasarkan Undang-undang (UU) pasal 94 no.13 tahun 2003 tentang tenaga kerja bahwa komponen upah minimum hanya terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Tunjangan tidak tetap tidak termasuk dalam komponen upah minimum. Besarnya gaji pokok minimal sebesar 75% dari jumlah upah minimum.
Upah Minimum = Gaji Pokok (75% dari upah minimum) + Tunjangan Tetap (25% dari upah minimum)

Menjadi Pekerja Cerdas, Pahami UMR

Satu lagi hal yang perlu Anda ketahui, saat Anda menerima gaji bulanan yang biasanya sudah merupakan terdiri dari jumlah gaji pokok + tunjangan tetap + tunjangan tidak tetap. Gaji yang Anda terima itu bukan tergolong upah minimum. Sebab, menurut Undang-undang pasal 94 no.13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja, menyebutkan komponen upah minimum hanya terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Sedangkan, tunjangan tidak tetap tidak termasuk dalam komponen upah minimum.
Sebagai seorang pekerja dan calon pekerja, Anda perlu memahami nilai UMR terkini. Hal ini menjadi hal penting agar Anda mendapatkan upah yang layak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan terhindar dari upah dibawah standar.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: