Mau Berinvestasi Emas? Lakukan Ini untuk Tahu Mana Emas Asli atau Palsu - Bagi masyarakat Indonesia, emas menjadi salah satu aset yang sangat berharga dan terkadang menjadi patokan untuk menilai. Karena sifatnya yang berharga, tidak sedikit orang menggunakan emas sebagai hadiah kepada orang yang spesial, termasuk menjadi mahar pernikahan.
Mau Berinvestasi Emas
Mau Berinvestasi Emas

Untuk urusan berinvestasi emas dalam nilai yang besar, masih ada kekhawatiran masyarakat terhadap keaslian emas yang akan digunakan. Terlebih bagi yang masih pemula, pasti ada keraguan kalau emas yang dibeli palsu sehingga tidak percaya diri untuk mulai investasi.

Sebenarnya, susah-susah gampang membedakan antara emas palsu dan emas asli. Terlebih kalau belum pernah memiliki atau membeli emas sebelumnya. Bisa-bisa semua yang berwarna kuning keemasan dan mengkilap itu adalah emas asli.

Bagi para pemula yang hendak memulai investasi emas, cara yang paling aman membeli emas adalah dengan mendatangi gerai penjual emas resmi, seperti Gerai Logam Mulia Antam, Kantor Pos, dan Pegadaian. Emas yang dijual di gerai resmi ini dijamin asli dan disertai sertifikat sehingga aman untuk dijual kembali nantinya.

Meskipun ada gerai resmi menjual emas, tidak ada ruginya membelinya di sana jika tahu cara mengenali emas asli atau palsu dan membandingkan harga emas yang terbaik. Beberapa cara berikut ini dapat digunakan untuk memudahkan dalam membedakan emas asli atau palsu.

1. Fisik Penting Diperhatikan


Perbedaan emas palsu dan emas asli ini dapat dilihat dari ciri-ciri fisiknya. Kita dapat melihat tanda-tanda khusus yang umumnya ada di emas murni. Contohnya, adanya cap yang menandakan kadar emas. Biasanya menggunakan satuan fineness (1-999 atau 0.1-0.999). Namun, yang lazim dikenal di Indonesia menggunakan satuan karat dalam angka 10K, 18K, atau 24K.

2. Digosok, Apakah Berubah Warna?


Coba pegang dengan baik emas yang sedang diteliti. Lalu, gosok-gosok permukaan emas dengan telapak tangan atau telunjuk. Kalau menggosok permukaan tertentu seperti pinggiran atau bagian tepi, kita akan dapat memastikan keasliannya. Jika setelah digosok warnanya menjadi pudar atau tak seragam, emas ini terindikasi palsu. Sebaiknya, urungkan niat membelinya.

3. Menguji Keasliannya dengan Digigit


Sebenarnya, emas merupakan logam mulia yang lunak sehingga mudah untuk dibentuk. Nah, apabila si penjual menawarkan emas dengan kadar tinggi, kita bisa mengecek lunak tidak emas tersebut. Sebab semakin tinggi kadar karatnya maka emas akan semakin lunak.

Cara yang paling mudah adalah dengan menggigit permukaan emas tersebut. Apabila setelah digigit, terdapat bekas gigitan yang tertinggal maka itu bisa jadi itu adalah emas asli. Meskipun demikian, jangan terburu-buru membeli. Bisa jadi material yang menyusun emas palsu itu adalah timah. Sebab logam timah juga masuk golongan logam yang lunak.

4. Coba Dekatkan dengan Magnet


Emas merupakan logam yang bersifat nonmagnetis. Ini berarti apabila didekatkan magnet, emas tidak akan tertarik atau menempel. Perlu diingat, pengujian ini juga tidak berarti emas yang dimiliki terjamin asli karena banyak logam lain yang punya sifat nonmagnetis.

5. Goreskan Pada Keramik Atau Kertas


Bisa juga menggunakan keramik atau kertas untuk mengecek keaslian emas. Apabila emas yang digoreskan ke keramik atau kertas tidak meninggalkan bekas, itu tandanya emas tersebut asli. Tidak adanya goresan yang tertinggal bisa menjadi petunjuk bahwa emas ini asli. Namun, perlu diperhatikan bahwa cara yang digunakan ini berisiko merusak emas.

6. Cek Kepadatan Emas

Cara ini bisa dibilang hasilnya lebih mendekati benar dalam menentukan emas asli atau palsu. Emas merupakan logam dengan kepadatan yang sangat tinggi. Sangat jarang ditemui logam lain yang mampu menyaingi kepadatan emas.

Cara pengujiannya tergolong mudah. Pertama, isi air di gelas atau botol yang memiliki takaran ukuran mililiter. Kemudian masukkan emas dengan cara digantung dengan benang. Lalu, lihat perbedaan air antara sebelum dan sesudah emas dicelupkan.

Nah, untuk menentukan kepadatan, bisa menggunakan rumus perhitungan: Kepadatan = Massa/Volume. Apabila angka kepadatan mendekati 19 g/ml,  dapat disimpulkan cukup yakin itu emas asli. Angka kepadatan emas ini tergantung karat. Panduannya: emas 14K = 12,9-14,6 g/ml, 18K kuning = 15,2-15,9 g/ml, 18K putih = 14,7-16,9 g/ml, dan 22K = 17,7-17,8 g/ml.

7. Teteskan Asam


Metode ini biasa digunakan pedagang emas dan toko perhiasan untuk menguji keaslian emas. Apabila kita ingin melakukan sendiri, perlu hati-hati karena cairan asam nitrat merupakan cairan yang berbahaya bagi tubuh dan pernapasan. Cara yang digunakan cukup dengan meneteskan asam nitrat ke emas kemudian amati reaksinya.

Apabila berubah menjadi warna hijau, logam ini merupakan besi yang dilapisi emas. Namun, apabila berubah menjadi kuning, logam ini merupakan kuningan yang dilapisi emas. Sementara apabila berubah menjadi warna susu, logam ini adalah perak yang dilapisi emas. Sebaliknya apabila setelah ditetesi tidak berubah warna, logam tersebut merupakan emas asli.

8. Cek ke Pegadaian


Jika tidak mau ribet dengan cara-cara di atas, bawa saja ke Pegadaian dengan mendatangi petugas taksir emas. Petugas ini akan menentukan keaslian serta kadar emas yang dikandung. Petugas ini biasanya sudah terbiasa mengenali emas asli dan palsu. Jadi, apa yang dia bilang umumnya selalu tepat.

Namun, kalau kurang yakin dan tidak percaya dengan apa yang dinyatakan tukang taksir emas, kita dapat mengujinya dengan beberapa tes sebelumnya. Meskipun cek di Pegadaian ini ada biaya, setidaknya rasa khawatir tidak lagi menghinggapi kita.

Jangan Pernah Ambil Risiko dalam Membeli Emas

Sebagai saran, ketika sudah berencana matang untuk berinvestasi emas, jangan ambil risiko untuk membeli emas bukan pada penjual resmi logam mulia emas. Apabila pilihan yang mungkin adalah membeli emas di bukan toko resmi, gunakan cara-cara yang telah disebutkan sebelumnya. Tetap, untuk keamanan dan kenyamanan, mulailah membeli emas dari penjual resmi emas yang disertai dengan sertifikat.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: