6 Cara Cerdas Hadapi Atasan yang Temperamental - Bergabung dan bekerja di sebuah perusahaan, sudah pasti akan membuat Anda harus berbaur dengan sejumlah karyawan lainnya. Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja tentu menjadi salah satu yang wajib dijaga dan dibangun sebaik mungkin. Selain itu, sebagai karyawan juga berkewajiban untuk selalu mengikuti aturan dan kebijakan perusahaan. Hal tersebut tentunya termasuk pada arahan yang diberikan langsung oleh atasan.
6 Cara Cerdas Hadapi Atasan yang Temperamental
6 Cara Cerdas Hadapi Atasan yang Temperamental

Nah, memiliki atasan yang berkarakter menyenangkan dan ramah, menjadi harapan setiap karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan. Namun, pada kenyatannya memiliki atasan yang sangat temperamental, hal ini akan membuat Anda mengalami tekanan bahkan bisa stres selama bekerja.

Dengan begitu, jangan sampai membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman yang membuat pekerjaan menjadi kacau. Berikut beberapa cara cerdas yang bisa dipraktikan saat menghadapi atasan yang memiliki sifat temperamental

1. Bersikaplah Baik dan Tetap Percaya Diri

Ketika berhadapan dengan atasan, ada saja karyawan yang selalu bersikap rendah diri atau bahkan merasa dirinya tidak selevel. Sebaiknya, tetaplah bersikap baik dan percaya diri ketika berhadapan dengan atasan dan jangan pernah bersikap tegang atau merasa minder. Hal ini sangat tidak perlu dilakukan, sebab bagaimanapun juga baik karyawan dan atasan masih bekerja di perusahaan dan memberikan kontribusi yang sama kepada perusahaan. Hanya saja memiliki porsi tanggung jawab yang berbeda.

2. Tanggapi dengan Tepat dan Efektif

Setiap atasan tentu akan memiliki karakter tersendiri, jadi sebisa mungkin hadapi hal ini dengan sangat tepat. Mungkin, sesekali atasan akan menyampaikan sesuatu dengan cara yang berlebihan, tidak efektif, dan terkesan berbelit-belit, sehingga waktu habis hanya sekedar mendengar celotehannya saja. Di lain waktu, mungkin saja atasan hanya menyampaikan informasi tidak detail, sehingga muncul kebingungan.

Tidak perlu stres dengan kondisi seperti ini, imbangi kembali dengan feedback yang lebih efektif. Misalnya, jika atasan menyampaikan sesuatu secara berlebihan, maka tidak ada salahnya mengatakan kalau Anda sudah mengerti maksud dan tujuannya. Apabila jika penjelasan yang diutarakan atasan terlalu singkat dan tidak jelas, mintalah dengan sopan untuk dijelaskan kembali secara menyeluruh. Lakukan hal ini dengan sikap yang baik dan tidak membuatnya tersinggung, sehingga pekerjaan tetap berjalan dengan lancar.

3. Tidak Ada Salahnya Menolak dengan Sopan

Ada tugas tambahan di luar tugas utama? Sementara tugas utama saja belum selesai? Jangan memaksakan diri untuk mengerjakan sejumlah tugas di luar tugas utama. Tunjukkanlah bahwa Anda merespon perintah atasan dengan baik, setidaknya dengan menoleh dan jika perlu menghampirinya ketika atasan berbicara. Sampaikan dengan sopan bahwa Anda masih memiliki sejumlah tugas utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sebelum memegang tugas atau tanggung jawab lainnya.

4. Bersikap Wajar dan Profesional

Tidak dekat dengan atasan hanya karena khawatir bila nantinya akan diberikan sejumlah tugas atau tanggung jawab yang besar. Tentu hal ini sangat berlebihan, mengingat Anda dan atasan harus memiliki hubungan kerja yang baik. Namun, terlalu memiliki kedekatan yang berlebihan juga bukanlah sikap yang baik, sebab ini bisa saja membuat suasana kerja menjadi tidak profesional.

Biasakanlah untuk bersikap sewajarnya, artinya tidak berlebihan dan tidak juga terlalu cuek atau tidak peduli. Tentukan batasan kedekatan ini dengan baik, sehingga memiliki jarak yang normal dan hubungan yang sehat dengan atasan.

5. Sampaikan Keluhan dengan Tepat

Anda bukan robot yang hanya bisa menuruti semua perintah atasan. Sesekali pasti ada saatnya tidak sependapat dengan atasan bahkan bisa saja muncul kekesalan yang terpendam, sehingga mengganjal di dalam hati yang bisa saja membuat konsetrasi kerja hilang.

Jangan hanya dipendam atau dibicarakan di belakang, hal ini tidak akan bisa memperbaiki situasi dan kondisi. Biasakan selalu sampaikan apa yang dianggap kurang dengan cara yang tepat, meskipun akan berisiko membuatnya sedikit merasa tidak nyaman. Namun, berjalannya waktu atasan akan memahami apa maksud dan tujuan yang sudah Anda utarakan sebelumnya.

6. Lihat Sisi Positifnya

Menuruti semua perintah dari atasan tentu bukanlah sebuah hal yang mudah, terutama jika atasan merupakan sosok yang tidak kenal lelah. Wajar bila rasa kesel sesekali akan timbul pada diri bila pekerjaan yang diberikan atasan lebih banyak dan memakan banyak waktu daripada biasanya.

Kesal boleh saja, namun dalam porsi yang tidak berlebihan. Lihatlah dengan positif, di mana atasan sedang menjadikan Anda pribadi yang lebih baik lagi dan tentunya memiliki kemampuan kerja yang mumpuni.

Tempatkan Diri Pada Posisi yang Tepat

Hampir semua orang akan setuju, jika dikatakan bahwa atasan yang temperamental tentu bukanlah sesuatu yang menyenangkan untuk selalu dihadapi di tempat kerja. Namun, semua tempat kerja akan dipenuhi oleh berbagai macam karakter dan juga kepribadian yang berbeda. Untuk itu, selalu tempatkan diri pada posisi yang tepat, sehingga hubungan kerja antara Anda dan atasan dapat berjalan dengan baik dan profesional.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: