7 Cara Tepat Mengundurkan Diri Dari Pekerjaan - Pernahkah terlintas di benak Anda untuk resign atau mengundurkan diri dari perusahaan, tempat Anda bekerja saat ini? Berpikir seperti itu sah-sah saja sebenarnya, apalagi jika Anda sudah cukup lama bekerja di perusahaan tersebut. Keinginan resign tentu ada alasannya, dan banyak hal yang mendasarinya.
7 Cara Tepat Mengundurkan Diri Dari Pekerjaan
7 Cara Tepat Mengundurkan Diri Dari Pekerjaan 

Untuk keluar dari perusahaan dan pekerjaan sekarang ini, Anda harus benar-benar mempertimbangkan dengan matang. Bukan karena emosi sesaat yang akan membuat Anda menyesal di kemudian hari. Jika tekad resign sudah bulat, mental sudah siap, bahkan telah mendapatkan pekerjaan pengganti, Anda harus meninggalkan perusahaan dengan cara yang tepat dan sopan, apapun alasan Anda keluar.

Walau bagaimanapun, Anda diterima dan masuk ke perusahaan tersebut dengan cara yang baik, maka pergi pun harus dengan cara yang baik pula. Jangan sampai meninggalkan kesan negatif di perusahaan lama demi keberlangsungan karier Anda ke depan. Dengan resign, hubungan pekerjaan dengan perusahaan memang sudah berakhir, tapi bukan berarti dengan orang-orang yang sudah Anda kenal, bahkan ada yang sudah Anda anggap sebagai sahabat ikut selesai.

Simak beberapa cara yang tepat untuk resign ke atasan atau bagian HRD Anda:

1. Jangan Mendadak


Mau resign pun harus ada etikanya. Berikan surat resign 1 minggu atau 3 hari sebelumnya. Aturannya, Anda baru bisa benar-benar keluar dari perusahaan 1 bulan atau one month notice setelah mengajukan resign (biasanya ada di surat kontrak saat pertama kali bergabung di perusahaan). Jadi tidak mendadak, dan perusahaan bisa mencari pengganti Anda secepatnya.

Kalau mengajukan pengunduran diri secara dadakan, maka akan membuat repot rekan kerja maupun atasan Anda. Perusahaan juga kesulitan mencari tenaga kerja pengganti Anda. Jadi hindari hal tersebut.

2. Sampaikan Langsung Kepada Atasan

Atasan Anda menjadi “orang terdekat” Anda di kantor, di mana aktivitas kerja Anda tentu akan selalu berhubungan dengannya. Kalian adalah satu tim yang akan saling mempengaruhi dalam pekerjaan. Jangan biarkan atasan Anda mendengar rencana resign Anda dari mulut orang lain.

Akan sangat tepat jika Anda menyampaikan langsung kepada atasan. Hal itu bukan hanya akan memberinya waktu untuk menyesuaikan dan mencari karyawan baru, tapi juga membuatnya merasa dihargai secara profesional.

3. Tetap Bekerja Dengan Baik dan Menjaga Etika

Meski Anda telah memiliki rencana resign, jangan sampai Anda kehilangan semangat untuk bekerja. Kesannya membuat Anda tidak profesional, merepotkan rekan kerja maupun atasan Anda. Apalagi kalau resign Anda sudah disetujui atasan, jangan malah makin malas-malasan.

Tetaplah bekerja sebaik mungkin di hari-hari terakhir Anda di perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda betul-betul orang yang berdedikasi tinggi meski akan meninggalkan perusahaan. Etika dalam bekerja pun dijaga sehingga Anda dapat memberikan kesan positif selama bekerja di perusahaan tersebut.

4. Kembalikan Alat-alat Kantor


Selama bekerja, Anda tentu menggunakan properti perusahaan. Saat ingin meninggalkan perusahaan, kembalikan seluruh alat-alat kantor yang digunakan dengan baik. Pastikan tidak ada yang terlupa satupun untuk menghindari masalah di kemudian hari.

5. Pamit Dengan Sopan

Rutinitas seseorang yang akan resign memang berpamitan, baik kepada atasan maupun seluruh rekan kerja. Jika atasan sudah disetujui atasan dan HRD, maka sampaikan hal ini pula kepada rekan kerja Anda secara langsung maupun lewat email.

Di hari terakhir resign, biasanya bersalaman sebagai tanda perpisahan. Anda bisa mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih atas kerja sama serta pertemanan selama ini. Jangan lupa pamit juga pada klien Anda, sehingga mereka tahu dan bisa melanjutkan berbagai urusan bisnis di perusahaan tersebut dengan orang yang kelak akan mengantikan Anda.

6. Tetap Menjaga Profesionalisme

Selama bekerja, Anda pasti mengetahui banyak hal tentang perusahaan. Meski keluar dari perusahaan lama dan bergabung dengan perusahaan baru, Anda harus tetap menjaga rahasia perusahaan lama. Jangan beberkan rahasia itu kepada pihak lain. Etika ini sesuai aturan kontrak kerja sebelumnya.

7. Jaga Hubungan dengan Atasan dan Rekan Kerja

Kerja boleh pindah, tapi pertemanan tetap jalan terus. Jadi sebaik mungkin jaga hubungan Anda dengan atasan maupun rekan kerja di perusahaan lama. Siapa tahu suatu saat ada kerja sama menguntungkan yang bisa dibangun dari hubungan pertemanan tersebut. Jadi jangan sampai putus silatrahmi ya.

Tinggalkan Kesan Positif

Resign kerap menjadi pilihan seseorang, salah satunya untuk mencari pengalaman baru, karier yang lebih oke, dan kenaikan pendapatan. Jika Anda berniat untuk keluar dari perusahaan, pastikan Anda melakukan hal ini dengan cara yang sopan dan profesional. Tinggalkanlah kesan positif di perusahaan tempat Anda bekerja, agar hubungan dengan perusahaan, atasan, maupun rekan kerja tetap terjaga dengan baik.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: