Dear Millenial, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Gonta Ganti Ponsel - Gen Y atau sering disebut kaum millenial tumbuh bersama kecanggihan teknologi yang terus berkembang pesat. Gaya hidup generasi usia 20-30 tahun ini serba online karena dimanjakan dengan layanan internet dan dukungan perangkat ponsel pintar (smartphone). Istilahnya sih, kalau enggak online, enggak gaul.
Dear Millenial, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Gonta Ganti Ponsel
Dear Millenial, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Gonta Ganti Ponsel 

Ciri generasi millenial ingin selalu tampil eksis kapanpun dan di manapun. Jepret foto, edit, lalu mengunggahnya di media sosial. Semua itu bisa dilakukan dengan ponsel pintar. Tak heran bila ponsel pintar saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar setiap orang, termasuk kids zaman now.

Setiap hari hampir saja ada produk ponsel pintar teranyar yang meluncur ke pasar. Kalau sudah begini, bawaannya ‘lapar mata’. Hasrat ganti ponsel tak terbendung lagi. Tapi sayangnya, banyak anak muda sekarang ini beli ponsel cuma karena ikut-ikutan tren, gengsi, pamer atau ingin dibilang up to date. Padahal sih ponsel lama masih berfungsi.

Pantas saja gaji kaum millenial habis bukan untuk mencicil rumah atau investasi untuk masa depan, tapi karena gaya hidup yang konsumtif. Salah satunya ya gonta ganti ponsel pintar, selain untuk travelling.

Ponsel Pintar yang Paling Banyak Digenggam Millenial


Kebanyakan millenial menginginkan tiga fitur utama dalam ponsel pintarnya. Apalagi kalau bukan bukan buat narsis. Tiga fitur itu, antara lain kamera oke, memori lebih besar, dan baterai tahan lama. Maklum lah tuntutan anak muda masa kini, upload foto, video, tapi juga bisa main game sehingga membutuhkan fitur-fitur tersebut.

Apalagi intensitas generasi millenial main ponsel sangat sering, 24 jam nonstop kali yah. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi tidak pernah lepas dari yang namanya ponsel. Mereka mungkin lebih rela ketinggalan dompet, daripada sampai tidak bawa ponsel. Bisa mati gaya deh.

Asal tahu saja, millenial lebih suka menggunakan iPhone ketimbang ponsel dengan sistem operasi Android. Padahal dari segi harga, iPhone jauh lebih mahal dibanding ponsel pintar robot hijau. Tapi ya lagi-lagi karena menggenggam ponsel besutan Apple yang digagas Steve Jobs, bisa menaikkan gengsi si pemilik.

Namanya juga produk mahal, kamera yang ditanamkan pada perangkat teknologi ini sangat apik karena menggunakan sensor fotodioda (piksel) yang bisa menghasilkan foto sangat jernih. Keunggulan lainnya, fitur keamanan yang tinggi dan cara penggunaan yang mudah.

Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Ganti Ponsel


Buat kamu generasi millenial yang tergoda ganti ponsel model paling gress, mending pikirkan dulu hal-hal berikut ini:

Ukur Kemampuan Penghasilan atau Gaji

Sebelum gonta ganti ponsel pintar, kamu sebaiknya melihat kondisi keuangan dulu. Kalau kamu anak konglomerat, mau beli ponsel berlapis emas juga enggak masalah. Tapi kalau penghasilan pas-pasan hanya cukup buat makan dan bayar kos-kosan, hang out pun sesekali, maka pertimbangkan lagi deh niatan gonta ganti ponsel pintar.

Ponsel pintar seri terbaru biasanya mematok harga tinggi sampai belasan juta rupiah untuk merek tertentu. Sementara gaji bulanan generasi millenial kebanyakan masih berada di level satu digit. Kalau dipaksakan membeli, bisa besar pasak daripada tiang kan.

Ingat Cicilan

Jangan terburu nafsu untuk ganti ponsel keluaran terbaru selama kamu masih punya banyak cicilan. Entah itu cicilan kartu kredit, cicilan properti, maupun cicilan kredit alat elektronik lain. Percuma kan kamu bisa beli ponsel, tapi ada tunggakan utang.

Jika tagihan tak terbayar, kamu harus bersiap menghadapi penagih utang atau debt collector dan akhirnya harus rela kehilangan harta benda. Upayakan selalu agar rasio total utang dan cicilan tidak melebihi 30%–40% dari penghasilan bersih yang diterima.

Ponsel Pintar Bukan Investasi

Membeli ponsel hanya untuk gaya-gayaan, sama sekali tidak memberi manfaat. Uang cepat ludes karena gonta ganti ponsel demi mengikuti tren yang tidak akan pernah ada habisnya. Bayangkan saja harga iPhone X dibanderol sekitar Rp 17 juta, sementara Samsung Galaxy Note 9 yang akan meluncur Agustus mendatang bakal dijual mulai dari harga USD 1.158 atau sekitar Rp 16,79 juta (kurs Rp 14.500 per USD).

Walaupun harganya sudah setara dengan harga satu unit motor, ponsel pintar bukan merupakan produk investasi yang menguntungkan mengingat harganya yang cenderung terus turun setiap tahun seiring model terbaru yang rilis ke pasar. Mirisnya lagi kalau benar-benar lagi jeblok, harga ponsel pintar seken bisa merosot signifikan jika dijual kembali.

Alangkah baiknya bila gaji kamu disisihkan untuk investasi emas, valuta asing, saham, reksa dana, atau produk lainnya yang menawarkan imbal hasil cukup tinggi. Kalau perlu mulai memikirkan membuka tabungan dana pensiun demi kesejahteraan di hari tua.

Kapan Waktunya Ganti Ponsel?


Meski bukan hal yang salah, namun sebaiknya millenial mengganti ponsel saat keadaan sudah mendesak sehingga mengakibatkan perangkat lama tidak lagi bisa digunakan.

Rusak parah karena jatuh dan terlindas kendaraan, sehingga remuk redam dan mati total
Jatuh ke dasar laut, sehingga tidak bisa terselamatkan lagi
Hilang dicuri maling dan tak kembali
Tuntutan profesi pekerjaan, semisal ponsel sebagai alat kerja sehingga membutuhkan ponsel dengan kapasitas RAM yang lebih besar.
Jika ponsel lama kamu masih dapat berfungsi dengan baik untuk mendukung kegiatan kamu sehari-hari, tidak perlu menggantinya dengan ponsel pintar baru. Lagipula fiturnya kan cuma berbeda sedikit, misalnya hanya ada peningkatan pada fitur kamera di ponsel terbaru. 

Bijak Dalam Mengambil Keputusan

Wahai kaum millenial, mengganti ponsel pun membutuhkan pertimbangan matang. Jika salah melangkah dan membiarkan diri terbawa arus tren teknologi untuk kesenangan sesaat, maka kamu malah bisa mati gaya di hari tua. Jangankan sampai hari tua, bisa jadi gali lubang terus untuk menutupi biaya hidup sehari-hari. Jadilah generasi muda yang bijak dalam mengambil keputusan.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: