Meraup Untung dari Bisnis Baju untuk Wanita Bertubuh Gemuk - Nina, karyawan dari salah satu perusahaan swasta yang berkantor di Jakarta Pusat, akhir-akhir ini sedang merasa tidak percaya diri alias minder dengan ukuran tubuhnya yang gemuk. Perasaan itu timbul ketika lulusan perguruan tinggi negeri terkemuka di Bandung tersebut menemukan baju impiannya di toko online.

Namun sayang, ukuran paling besar dari baju tersebut tetap tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya. Akhirnya Nina pun urung membeli baju idamannya. Padahal, dia sudah membayangkan betapa anggunnya jika mengenakan baju tersebut.

Itu cerita Nina. Pasti di luar sana banyak Nina lain yang mengalami hal serupa. Bertubuh gemuk membuat seseorang kurang percaya diri, terutama wanita. Apalagi saat tampil di depan orang banyak. Dalam urusan fesyen atau berbusana pun, orang dengan tubuh gempal sulit menemukan ukuran busana yang sesuai. Kalaupun ada, harganya pasti mahal dan modelnya terkesan monoton atau jauh dari apa yang diinginkan.

Kebutuhan fesyen bagi wanita bertubuh gemuk ditangkap Poppy Hanadhy sebagai peluang bisnis. Pengusaha ini menciptakan sebuah merek fesyen khusus bagi wanita berbadan gemuk atau plus size, yakni Povelefe. Ini fakta-fakta dari bisnis fesyen plus size besutan Poppy:

1. Jarang Ada Produk Lokal Plus Size di Indonesia

Povelefe, begitulah nama dari brand baju plus size tersebut. Dalam proses menciptakan Povelefe, Poppy tidak sendirian. Dia merintis usaha ini bersama dengan tiga orang rekannya, yaitu Fe Utomo, Helen Bellina, dan Holy Veronica.

“Sebetulnya kenapa kita memilih plus size karena aku berdua sama teman aku sebagai owner membutuhkan busana itu. Agak sulit akhirnya kita bikin saja dan kebanyakan di Indonesia itu produk lokalnya jarang,” ungkap Poppy sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

2. Membuat Wanita Gemuk Tetap Modis

Kehadiran Povelefe ini nyatanya sangat membantu para wanita berbadan gemuk agar mereka bisa tetap tampil modis. Hal ini sesuai dengan misi Poppy dengan Povelefe-nya untuk membuat wanita gemuk agar lebih percaya diri. Tak ayal, pilihan model busana yang ditawarkan dari merek tersebut terlihat stylish mulai dari gaya versatile, klasik, kasual, hingga feminim.

“Kita ingin mengangkat percaya diri untuk wanita gemuk dengan koleksi kami agar mereka tetap percaya diri dan terlihat manis,” ujar Poppy.

3. Targetnya Ibu Muda dan Milenial


Masih melansir dari sumber yang sama, rata-rata pelanggan Povelefe adalah ibu-ibu muda dan generasi milenial usia 20 tahun ke atas. Menariknya, Poppy mengaku jika para pelanggannya bisa menghabiskan sekitar Rp1-1,5 Juta untuk sekali belanja busana.

“Biasanya yang beli ibu-ibu muda dengan spend money dari Rp1 Juta hingga Rp1,5 Juta,” Poppy mengatakan.

4. Bisnis Menjanjikan

Povelefe yang sudah berjalan sejak 2015 ini terbilang sukses. Brand ini berhasil meraih keuntungan sekitar 30 persen dalam kurun waktu 3 tahun. Pencapaian ini membuat Poppy optimistis bahwa ini bisnis yang menjanjikan karena pangsa pasarnya besar, meskipun persaingan bisnis di pasar fesyen plus size cukup ketat.

“Kita percaya diri dengan bisnis baju plus size dengan lini kita karena melihat pangsa pasar yang semakin luas,” tutur Poppy.

5. Terus Berinovasi

Lantaran pangsa pasar yang begitu besar, Poppy akan mempertahankan bisnis ini dengan terus berinovasi dalam menghadirkan produk-produk fesyen untuk wanita berbadan gemuk. Untuk itu, Povelefe selalu memperbaharui koleksi busana setiap 3 bulan sekali. Dengan begitu, konsumen bisa mendapatkan busana yang kekinian.

Jeli Melihat Kebutuhan Pasar

Peluang usaha bisa didapat dari mana saja, termasuk jeli melihat kebutuhan pasar. Ketika sudah mantap akan merintis bisnis, maka hal pertama adalah mewujudkannya. Kedua, tekun dan pantang menyerah dalam menjalankan bisnis. Ketiga, terus berinovasi untuk pengembangan bisnis sehingga sebuah bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: