3 Cara Meditasi ini Bisa Mengatasi Stres pada Ibu Hamil - Ibu hamil memang mengalami perubahan hormon yang begitu drastis. Tak heran, bila ibu hamil juga rentan dengan stres. Banyak cara yang bisa ibu hamil lakukan, yaitu dengan meditasi. Walau terlihat sederhana tapi meditasi ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi stres yang kerap datang.

Sebelumnya, meditasi merupakan pemusatan perhatian yang menekankan pada napas dan pikiran. Karena tidak membutuhkan banyak peralatan yang berarti, maka meditasi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak saja menenangkan, meditasi juga akan membuat tubuh lebih tahan terhadap berbagai serangan penyakit alias tidak mudah sakit, jantung yang sehat, dan juga tekanan darah yang stabil.

Manfaat Meditasi Bagi Ibu Hamil

Ternyata, meditasi akan membantu ibu hamil menjadi lebih tenang dan pintar mengelola emosi. Selain itu, juga tidak mudah cemas, dan menghindari depresi.

Salah satu bentuk meditasi adalah Yoga yang diungkapkan banyak para ahli dapat membantu meredam stres, dan mendorong ibu hamil untuk lebih tenang saat proses persalinan di depan mata.

Efek buat tubuh juga akan banyak membantu ibu hamil lebih ringan, minim sakit punggung, sakit pinggang, ataupun kesemutan yang sering terjadi pada tangan atau kaki. Selain itu, ibu hamil juga akan memiliki kualitas tidur yang baik sehingga meminimalisir terserangnya morning sickness.

Jika ibu hamil mempertahankan pola meditasi dan istirahat yang cukup, kemungkinan besar juga akan berdampak baik pada pasca kehamilannya. Baby blues yang dikenal sebagai gejala stres seorang ibu baru akan bisa terlewati dengan baik.

Manfaat meditasi selain dirasakan oleh sang ibu, ternyata juga dirasakan oleh janin. Hal ini dapat membantu risiko kelahiran secara prematur menjadi berkurang, begitu juga dengan risiko berat badan lahir rendah.

Berikut beberapa cara meditasi yang bisa dilakukan ibu hamil dengan aman untuk mengatasi stres:

1. Olah Napas


Latihan pernapasan berupa tarikan dan hembusan napas adalah cara paling sederhana. Lakukan dengan posisi duduk tegak di atas matras atau tempat tidur sambil bernapas menggunakan hidung dan tutup mulut rapat-rapat. Untuk beberapa detik, tahanlah napas. Kemudian keluarkan lewat hidung perlahan-lahan. Lakukan gerakan ini berulang-ulang dan usahakan cari posisi yang menurut Anda nyaman dan tenang.

2. Peregangan Otot


Latihan meregangkan otot ini bertujuan untuk relaksasi otot dan melenturkan kembali  otot yang kaku. Sama seperti berlatih napas, ibu hamil bisa duduk diatas matras atau tempat tidur dengan nyaman.

Peregangan bisa dilakukan dengan gerakan ke arah atas dan bawah berkali-kali yang dibarengi dengan pernapasan yang teratur. Cukup 5-10 detik saja untuk tiap gerakan yang Anda lakukan. Ulangi gerakan peregangan sampai bagian tubuh yang kaku terasa rileks.

3. Berlatih Memvisualisasi Objek


Saat mata Anda sedang terpejam di sela-sela meditasi, berlatihlah memvisualisasi objek yang merangsang rasa nyaman dan bahagia. Misalkan, bisa membayangkan sedang berada di taman yang dipenuhi bunga-bunga indah, atau berada di pinggir kolam renang atau udara pegunungan dan sebagainya. Cobalah untuk memvisualisasikan dengan sedetil-detilnya. Cara ini juga bisa dilakukan ibu hamil dengan senyaman mungkin sambil duduk bersila di matras atau tempat tidur.

Kontrol Emosi dengan Baik

Ibu yang sehat tentu akan melahirkan anak yang sehat pula. Karena apa yang calon bayi rasakan dan alami sejak dalam kandungan, sangat bergantung pada kondisi yang dialami ibunya. Untuk itu, sangat penting menjaga kestabilan emosi jangan sampai berujung stres. Ingatlah selalu bahwa ibu hamil harus selalu dipenuhi rasa bahagia dan jauh dari stres agar tumbuh kembang janin juga dapat maksimal. Disini juga diperlukan peran ayah sebagai pendamping dan peredam emosi ibu hamil yang sedang labil.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: