Jangan Asal Rintis Bisnis dengan Modal Utang, Pakai Cara Ini untuk Menghitungnya - Berniat terjun ke dunia bisnis? Tentu Anda sudah mulai memiliki gambaran mengenai tentang usaha yang akan digeluti. Mulai dari perencanaan hingga eksekusinya di lapangan. Semua itu dipikirkan dengan satu tujuan, mendapat keuntungan sebesar-besarnya.

Bisnis menjadi pilihan banyak orang yang ingin memperoleh pendapatan besar besar. Bila dibandingkan dengan bekerja kantoran yang rata-rata hanya memberikan penghasilan standar saja. Kenaikan gaji setiap tahun pun tak signifikan.

Dalam sebuah perencanaan bisnis yang matang, hal penting yang disediakan pengusaha adalah modal. Bagaimanapun juga aktivitas bisnis perlu dana, seperti untuk menciptakan dan memproduksi barang atau jasa yang akan dijual, membayar gaji pegawai, sampai menjalankan strategi pemasaran. Semua butuh modal.

Kalau Anda sudah punya modal awal yang cukup untuk membangun bisnis, Anda pasti sudah tidak khawatir lagi. Tapi bagaimana buat Anda yang belum memilikinya atau tabungan belum mencukupi? Solusinya adalah dengan mengajukan pinjaman sebagai modal usaha. Pinjaman tersebut bisa berupa Kredit Tanpa Agunan (KTA) maupun Kredit Multiguna (KMG) dengan menyerahkan agunan.

Bila kebutuhan modal tidak terlalu besar dan cepat , Anda dapat mengajukan pinjaman online (pinjol) dari fintech peer to peer lending yang berizin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar tidak kena tipu-tipu.

Tapi perlu diingat, dengan meminjam, berarti Anda berutang. Anda memiliki kewajiban untuk mencicil hingga lunas sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama, antara Anda dan pemilik modal. Inilah alasan utama mengapa sangat penting untuk merencanakan dan menghitung pinjaman modal usaha Anda dengan baik sejak awal.

Tujuannya agar kelak Anda bisa melunasinya sesuai dengan kemampuan. Tidak terseok-seok yang akhirnya akan membuat Anda terjerat tumpukan utang. Pastikan Anda menghitung dengan tepat, sehingga pinjaman modal usaha ini bisa memberikan manfaat maksimal untuk bisnis yang akan Anda jalankan.

Berikut ini adalah beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk menghitung jumlah pinjaman modal usaha yang dibutuhkan dengan tepat

1. Tentukan tujuan bisnis Anda 

Rencana keuangan harus diawali dengan tujuan yang jelas. Hal ini wajib Anda terapkan dalam rencana bisnis Anda. Bisnis apa yang akan Anda jalankan? Bagaimana Anda menjalankannya? dan apa saja yang akan Anda perlukan untuk membangun bisnis tersebut? Berbagai pertanyaan ini harus dijawab dengan jelas, sehingga Anda mengerti dengan baik ke mana dan bagaimana kelak arah bisnis yang Anda bangun.

Jika sudah menetapkan tujuan bisnis, maka Anda juga sudah bisa paham apa saja kebutuhan bisnis Anda. Jadi, Anda akan lebih fokus pada berbagai kepentingan bisnis, termasuk memenuhi berbagai barang yang harus dibeli untuk menjalankan bisnis tersebut. Dalam tahap ini, setidaknya Anda sudah harus memiliki perhitungan kasar modal awal yang dibutuhkan.

2. Tentukan waktunya dengan tepat


Kapan saja pinjaman modal usaha ini dibutuhkan, dan ke mana saja Anda akan menggunakannya? Anda perlu merencanakaan hal tersebut dengan baik, sehingga kelak penggunaan pinjaman ini memang sesuai dengan tujuan dan waktu yang tepat.

Rencana keuangan memang harus memiliki waktu yang jelas, sebab hal ini akan mempengaruhi kelancaran bisnis secara keseluruhan. Jika bisa merencanakan segala sesuatunya dengan baik, maka berbagai urusan bisnis juga bisa terlaksana dengan lancar.

Bukan hanya itu saja, rencana keuangan yang tepat juga akan membantu Anda untuk lebih mudah mengelola dan melunasi pinjaman modal usaha tersebut di masa yang akan datang. Pada masa-masa awal menjalankan bisnis, Anda mungkin akan membutuhkan modal cukup besar.

Lalu beberapa waktu kemudian, bisa saja Anda membutuhkan sejumlah modal usaha lainnya untuk mendukung bisnis tersebut. Hal-hal seperti ini perlu Anda perhitungkan dan rencanakan dengan baik, sehingga Anda bisa menentukan jumlah pinjaman yang paling tepat untuk membangun bisnis tersebut hingga benar-benar berjalan lancar.

3. Lakukan perhitungan dengan cermat


Jika sudah melakukan kedua langkah di atas, maka Anda sudah bisa menghitung dengan jelas berapa jumlah kebutuhan finansial dengan lebih akurat. Mulailah mencatat semua kebutuhan bisnis Anda secara detail. Anda bisa melakukan ini dengan memisahkannya berdasarkan 3 kategori utama, yakni:


  • Modal tetap (peralatan produksi yang berumur panjang)
  • Modal kerja (bahan baku, bahan bakar, berbagai pengeluaran untuk aktivitas produksi)
  • Modal tenaga atau Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu biaya yang dibutuhkan untuk para pegawai, seperti gaji, asuransi, bonus.


Hitung semua modal yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis Anda, hingga akhirnya bisnis tersebut benar-benar bisa menghasilkan. Jangan lupa untuk menempatkan sejumlah dana darurat di dalam anggaran Anda, sebab Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda menemui kondisi sulit ketika menjalankan bisnis.

Lakukan perhitungan ini secara detail dan hati-hati, agar Anda bisa mendapatkan jumlah pinjaman modal usaha yang benar-benar tepat untuk membangun bisnis tersebut. Tak ketinggalan untuk melakukan penyesuaikan, jika sewaktu-waktu anggaran bisnis kurang tepat dan sesuai kebutuhan.

Hitung dengan Cermat untuk Dapatkan Jumlah Pinjaman Tepat

Jika berniat mengajukan pinjaman modal usaha, Anda perlu melakukan perhitungan dan pertimbangan yang matang terkait dengan rencana ini. Lakukan perhitungan dengan tepat dan detail, sehingga Anda bisa mendapatkan angka yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Ajukan pinjaman modal Anda dengan jumlah yang paling tepat, sehingga pinjaman tersebut bisa memberikan dampak maksimal bagi perkembangan bisnis Anda di masa mendatang.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: