Jangan Sampai Menyesal, Siapkan ini Sebelum Kena PHK! - Sebagai pekerja, tidak akan pernah tahu kapan musibah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) itu menimpa. Jangan sampai menyesal nantinya hanya karena tak menyiapkan hal-hal yang harus dipersiapkan dalam hidup.

Seperti yang belakangan ini terjadi kabar mengenai adanya PHK ratusan karyawan salah satu startup unicorn di Indonesia, yakni Bukalapak. Bukan hanya itu saja, startup lain asal luar negeri seperti WeWork, SpaceX, Shopclues, Uber, dan Zomato, juga pernah melakukan PHK massal.

Dikutip dari CNBC Indonesia, perusahaan-perusahaan tersebut memberhentikan karyawan sebanyak berikut ini:

PHK di Bukalapak sebanyak 100 karyawan
PHK di WeWork sebanyak 300 karyawan
PHK di SpaceX sebanyak 60 karyawan
PHK di Shopclues sebanyak 150-200 karyawan
PHK di Uber sebanyak 435 karyawan
PHK di Zomato sebanyak 540 pegawai



  • Penyebab Terjadinya PHK
  • Bisnis Bangkrut
  • Ilustrasi bisnis bangkrut


Ada banyak penyebab PHK itu terjadi, di antaranya:


  • Kinerja perusahaan yang berat sehingga harus mengurangi karyawan
  • Perusahaan memaksimalkan teknologi ketimbang tenaga manusia
  • Perusahaan mau meningkatkan laba
  • Perusahaan bangkrut
  • Performa karyawan itu sendiri yang tidak bagus
  • Dan masih banyak lagi penyebab PHK lainnya
  • Tapi, apapun itu penyebab adanya PHK, mempersiapkan diri menghadapi berbagai hal kemungkinan ancaman PHK wajib dilakukan. Kalau tidak, bisa-bisa hidup jadi berantakan.


Apa enaknya jadi pengangguran tanpa pemasukan dan tabungan di tangan? Sedangkan kebutuhan hidup terus berjalan, seperti makan, tempat tinggal, uang transportasi, internet, dan lainnya tetap dibutuhkan.

Sebab bukan hanya berbisnis, untuk mencari pekerjaan baru pun tetap butuh modal, bukan? Jika tak membekali diri dengan keuangan yang mencukupi, katakanlah paket data internet untuk mengirim CV, gimana mau cepat dapatkan kerja lagi?

Wajib Menyiapkan ini dalam Hidup Sebelum Menghadapi PHK


Saat kena PHK, tentu gelar yang disandang adalah pengangguran. Tapi sejatinya ketika harus menghadapinya, menganggur itu bukanlah akhir segalanya.

Belum. Kiamat belum tiba. Masih banyak peluang di luar sana yang tidak menutup kemungkinan jauh lebih baik dan tempat menggapai kesuksesan.

Tapi bukan tanpa syarat. Harus ada bekal untuk membawa diri menatap masa depan cerah dan bebas terpuruk saat menghadapi PHK.

Jadi, sebelum menyesal dan meratapi nasib, sebaiknya persiapkan hal ini terlebih dahulu dalam hidup. Apa sajakah itu? Simak ulasan Cermati.com berikut:

1. Mencatat Semua Kebutuhan


Mau tak mau, mencatat semua kebutuhan dalam sebulan itu penting dan harus dilakukan. Kalau tidak, siap-siap saja gaji numpang lewat setiap bulannya.

Berapa uang makan dalam sebulan? Berapa biaya transportasi dalam sebulan? Berapa uang untuk ditabung? Dan masih banyak lagi biaya-biaya lain yang harus diketahui dan dicatat sejak awal sebelum membelanjakan uang gaji.

Catat semua kebutuhan itu di kertas. Jangan hanya dicatat dan disimpan di kepala saja, sebab itu tidak akan efektif karena hanya meraba-raba saja tak ada angka persis dan pasti berapa kebutuhan yang sesungguhnya.

Bahkan, jika hanya dicatat di kepala, tentunya sangat rentan terabaikan karena lupa. Terlebih lagi bila punya sifat impulsif, yang enggak tahan lihat godaan promo dan diskon belanja.

2. Menentukan Jatah Belanja Sehari-hari


Coba hitung berapa kebutuhan sehari-hari dalam satu bulan? Katakanlah untuk jatah uang makan dalam seminggu itu Rp500.000, karena masak sendiri dan mendapatkan bahan-bahan yang lebih murah, maka uang yang dikeluarkan tak sebesar itu.

Ternyata, uang makan yang dibelanjakan dalam seminggu itu hanya habis Rp400.000. Maka, masih ada sisa uang jatah makan Rp100.000. Dan kalau bisa, belanjakan uang itu di bawah dari yang dianggarkan.

3. Menyimpan Uang Sisa Belanja dalam Celengan

Melanjutkan poin kedua, uang sisa belanja itu jangan pernah dihabiskan untuk hal lainnya. Karena pos-pos lain tentunya sudah ada anggarannya sejak awal, bukan?

Atau jangan pula uang sisa belanja kebutuhan makan itu dihabiskan untuk sekadar jajan. Masukkan saja uang sisa belanja itu ke celengan.

Jika sisa uang makan saja bisa disisihkan dan dimasukkan ke celengan setiap minggunya Rp100.000, tentu dalam setahun sudah terkumpul Rp4.800.000. Ini jumlah yang banyak untuk sekadar mengumpulkan sisa uang makan, bukan?

Toh, uang yang ada di celengan itu juga enggak akan teriak-teriak minta dikeluarkan, bukan? Jadi, isi saja terus celengan ‘Ayam’ dari sisa uang belanja hingga penuh, dan panen saat waktunya tiba.

4. Wajib Menabung Setiap Bulan

Ingat, menabung itu wajib. Entah uangnya nanti digunakan untuk apa, yang penting menabung saja dulu! Tidak pernah ada ruginya ‘kok menabungkan uang setiap bulannya sesaat terima gaji.

Setidaknya langsung alokasikan sekira 20% uang gaji untuk ditabung. Tanpa terasa, uang yang Anda tabung pun nantinya akan luar biasa besarnya dan membuat masa depan terasa aman dan nyaman karena mapan keuangan.

5. Menyisihkan Uang untuk Dana Darurat


Jangan pernah abaikan menyisihkan uang untuk dana darurat. Bagaimana pun juga, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup suatu saat nanti.

Oleh karena itu, menyiapkan dana darurat itu tak bisa ditawar lagi. Sisihkan uang untuk dana darurat setidaknya 5% dari gaji setiap bulan yang diterima.

6. Harus Punya Investasi dan Asuransi


Investasi dan asuransi juga tak boleh dikesampingkan. Dengan asuransi, maka kebutuhan untuk pengobatan dan perawatan kesehatan bisa terpenuhi. Tahu sendiri biaya rumah sakit itu tak murah, bukan?

Begitu juga dengan investasi maka masa depan atau masa tua nanti akan terjamin secara finansial. Jangan pernah bayangkan investasi itu buat diambil dalam setahun atau dua tahun ke depan dalam jangka pendek.

Tapi, investasi itu lebih kepada persiapan masa pensiun nanti. Karena sejatinya hasil dari investasi itu akan sangat menguntungkan saat dinikmati masa tua nanti.

7. Terus Tingkatkan 'Skill' dengan Mengikuti Kursus


Jangan pernah berpuas diri dengan yang ada. Bukannya tidak bersyukur, tapi hidup itu dinamis. Segalanya bisa berubah, bahkan dunia kerja pun banyak mengalami pergeseran karena kecanggihan teknologi.

Tenaga kerja bukan lagi bersaing dengan sesama pekerja lainnya, tapi juga harus berhadapan dengan teknologi. Jika tak mampu mengikuti perkembangan yang ada, siap-siap saja harus tersingkir dengan sendirinya.

Oleh karena itu, jangan malas meningkatkan kemampuan (skill) diri dengan ilmu-ilmu atau sesuatu yang baru. Sehingga kualitas diri pun juga meningkat dan punya daya saing.

Ada banyak macam ilmu peningkatan kualitas diri, seperti menguasai bahasa asing. Bukan hanya Bahasa Inggris, tapi juga bahasa-bahasa lain yang sekarang ini sudah cukup banyak peluang sukses yang ditawarkan dengan menguasai bahasa asing tertentu.

Bukan hanya bahasa asing, keterampilan bidang lain, mulai dari digital marketing, web devoloper, dan masih banyak lagi, bisa dilakukan untuk meniti kesuksesan dalam berkarier. Tinggal pilih dan ikuti kelas kursusnya, keterampilan pun bertambah.

Atau bahkan bisa juga mengikuti kursus entrepreneurship! Dengan memiliki skill di bidang ini, tidak harus menunggu tawaran kerja datang, tapi bisa langsung terjun berbisnis dan menjadi pengusaha sukses.

Ingat-ingat Pepatah ‘Sedia Payung Sebelum Hujan’


Pepatah ini tentunya sudah tak asing lagi di telinga, bukan? Intinya, daripada kerepotan ketika mengalami suatu kejadian, lebih baik mempersiapkan segala sesuatunya agar hidup juga tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kebutuhan terpenuhi walau misalnya pendapatan tak lagi diterima setiap bulannya, dan tak harus berlama-lama menganggur karena bisa dengan mudah cepat mendapatkan peluang. Atur kebutuhan sendiri dan tingkatkan kualitas diri demi hidup yang lebih baik.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: