Jasa Kirim Mobil :  Bali (bahasa Bali: ᬩᬮᬶ) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang ibu kota provinsinya bernama Denpasar. Bali juga merupakan salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.[10][11]

Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan.

Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu.[5] Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.



Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara geografis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Jayapura
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Papua
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Manokwari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Papua Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Ambon
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Maluku
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sofifi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Maluku Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Kendari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sulawesi Tenggara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Makassar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sulawesi Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Palu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sulawesi Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Mamuju
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sulawesi Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Manado
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sulawesi Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Gorontalo
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Samarinda
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Kalimantan Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Banjarmasin
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Kalimantan Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Palangkaraya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Kalimantan Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Pontianak
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Kalimantan Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Tanjungselor
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Kalimantan Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Kupang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Nusa Tenggara Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Mataram
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Nusa Tenggara Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Denpasar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Surabaya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Jawa Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Jogja
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Yogyakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Semarang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Jawa Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Jakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Bandung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Jawa Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Serang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Banten
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Lampung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Pangkalpinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Bangka Belitung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Palembang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sumatera Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Bengkulu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Jambi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Tanjung Pinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Kepulauan Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Pekanbaru
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Padang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sumatera Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Medan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Sumatera Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Bali Ke Aceh

Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan atau Bedugul, Buyan, Tamblingan, dan Batur. Alam Bali yang indah menjadikan pulau Bali terkenal sebagai daerah wisata.

Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat kesenian dan peristirahatan, terletak di Kabupaten Gianyar. Nusa Lembongan adalah sebagai salah satu tempat menyelam (diving), terletak di Kabupaten Klungkung. Sedangkan Kuta, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan utama pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan, spa, dan lain-lain, terletak di Kabupaten Badung.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali Tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946, Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah provinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi pada tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, Bali dan banyak daerah lainnya, terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian pada masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.[12]

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.

Demografi

Lahan sawah di Bali
Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4.236.983 jiwa (2019) dengan mayoritas 86,91% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Islam (10,05%), Kristen Protestan (1,56%), Katolik (0,79%), Buddha (0,68%), Konghucu (0,01%), dan Kepercayaan (kurang dari 0,01%).[5]

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan, yang paling dikenal dunia dari pertanian di Bali ialah sistem Subak. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah bahasa Indonesia, Bali dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.

Bahasa Bali dan bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: soroh, gotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang. Di beberapa tempat di Bali ditemukan sejumlah pemakai bahasa Jawa.

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, sering kali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai. Bahasa Jepang juga menjadi prioritas pendidikan di Bali.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: