Jasa Kirim Mobil :  Kota Kupang adalah sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kotamadya ini adalah kota yang terbesar di Pulau Timor yang terletak di pesisir Teluk Kupang, bagian barat laut pulau Timor.


Sebagai kota terbesar di provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang dipenuhi oleh berbagai suku bangsa. Suku yang signifikan jumlahnya di "Kota Kupang" adalah suku Timor, Rote, Sabu, Tionghoa, Flores dan sebagian kecil pendatang dari Bugis dan Jawa.


Luas wilayah Kota Kupang adalah 180,27 km² dengan jumlah penduduk sekitar 423.800 jiwa (2015). Daerah ini terbagi menjadi 6 kecamatan dan 51 kelurahan.

Nama Kupang[6] sebenarnya berasal dari nama seorang raja, yaitu Nai Kopan atau Lai Kopan, yang memerintah Kota Kupang sebelum bangsa Portugis datang ke Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 1436, pulau Timor mempunyai 12 kota bandar namun tidak disebutkan namanya. Dugaan ini berdasarkan bahwa kota bandar tersebut terletak di pesisir pantai, dan salah satunya yang strategis menghadap ke Teluk Kupang. Daerah ini merupakan wilayah kekuasaan Raja Helong dan yang menjadi raja pada saat itu adalah Raja Koen Lai Bissi.



 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Jayapura
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Papua
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Manokwari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Papua Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Ambon
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Maluku
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sofifi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Maluku Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Kendari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sulawesi Tenggara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Makassar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sulawesi Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Palu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sulawesi Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Mamuju
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sulawesi Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Manado
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sulawesi Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Gorontalo
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Samarinda
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Kalimantan Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Banjarmasin
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Kalimantan Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Palangkaraya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Kalimantan Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Pontianak
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Kalimantan Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Tanjungselor
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Kalimantan Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Nusa Tenggara Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Mataram
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Nusa Tenggara Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Denpasar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Bali
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Surabaya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Jawa Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Jogja
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Yogyakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Semarang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Jawa Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Jakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Bandung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Jawa Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Serang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Banten
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Lampung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Pangkalpinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Bangka Belitung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Palembang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sumatera Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Bengkulu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Jambi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Tanjung Pinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Kepulauan Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Pekanbaru
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Padang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sumatera Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Medan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Sumatera Utara

 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Kupang Ke Aceh

Pada tahun 1613, VOC yang berkedudukan di Batavia (Jakarta), mulai melakukan kegiatan perdagangannya di Nusa Tenggara Timur dengan mengirim 3 kapal yang dipimpin oleh Apolonius Scotte, menuju pulau Timor dan berlabuh di Teluk Kupang. Kedatangan rombongan VOC ini diterima oleh Raja Helong, yang sekaligus menawarkan sebidang tanah untuk keperluan markas VOC. Pada saat itu VOC belum memiliki kekuatan yang tetap di tanah Timor.

Pada tanggal 29 Desember 1645, seorang padri Portugis yang bernama Antonio de Sao Jacinto tiba di Kupang. Dia mendapat tawaran yang sama dengan yang diterima VOC dari Raja Helong. Tawaran tersebut disambut baik oleh Antonio de Sao Jacinto dengan mendirikan sebuah benteng, namun kemudian benteng tersebut ditinggalkan karena terjadi perselisihan di antara mereka. VOC semakin menyadari pentingnya Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu kepentingan perdagangannya, sehingga pada tahun 1625 sampai dengan 1663, VOC melakukan perlawanan ke daerah kedudukan Portugis di pulau Solor dan dengan bantuan orang-orang Islam di Solor, Benteng Fort Henricus berhasil direbut oleh VOC.

Pada tahun 1653, VOC mendarat di Kupang dan berhasil merebut bekas benteng Portugis Fort Concordia, yang terletak di muara sungai Teluk Kupang di bawah pimpinan Kapten Johan Burger. Kedudukan VOC di Kupang langsung dipimpin oleh Openhofd J. van Der Heiden. Selama menguasai Kupang sejak tahun 1653 sampai dengan tahun 1810, VOC telah menempatkan sebanyak 38 Openhofd dan yang terakhir adalah Stoopkert, yang berkuasa sejak tahun 1808 sampai dengan tahun 1810.

Nama Lai Kopan kemudian disebut oleh Belanda sebagai Koepan dan dalam bahasa sehari-hari menjadi Kupang. Untuk pengamanan Kota Kupang, Belanda membentuk daerah penyangga di daerah sekitar Teluk Kupang dengan mendatangkan penduduk dari pulau Rote, Sabu dan Solor. Untuk meningkatkan pengamanan kota, maka pada tahun 23 April 1886, Residen Creeve menetapkan batas-batas kota yang diterbitkan pada Staatblad Nomor 171 tahun 1886. Oleh karena itu, tanggal 23 April 1886[7] ditetapkan sebagai tanggal lahir Kota Kupang.

Setelah Indonesia merdeka, melalui Surat Keputusan Gubernemen tanggal 6 Februari 1946, Kota Kupang diserahkan kepada Swapraja Kupang, yang kemudian dialihkan lagi statusnya pada tanggal 21 Oktober 1946 dengan bentuk Timor Elland Federatie atau Dewan Raja-Raja Timor dengan ketua H. A. A. Koroh, yang juga adalah Raja Amarasi[8].

Berdasarkan Surat Keputusan Swapraja Kupang Nomor 3 tahun 1946 tanggal 31 Mei 1946 dibentuk Raad Sementara Kupang dengan 30 anggota. Selanjutnya pada tahun 1949, Kota Kupang memperoleh status Haminte dengan wali kota pertamanya Th. J. Messakh. Pada tahun 1955 ketika menjelang Pemilu, dengan Surat Keputusan Mendagri Nomor PUD.5/16/46 tertanggal 22 Oktober 1955, Kota Kupang disamakan statusnya dengan wilayah kecamatan.

Pada tahun 1958 dengan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958, Provinsi Sunda Kecil dihapus dan dibentuk 3 daerah Swantara, yaitu Daerah Swantara Tk I Bali, Daerah Swantara Tk I Nusa Tenggara Barat dan Daerah Swantara Tk I Nusa Tengara Timur. Kemudian Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II (Kabupaten) yang antara lain Kabupaten Kupang. Dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 17 Tahun 1969 tanggal 12 Mei 1969 dibentuk wilayah kecamatan yakni Kecamatan Kota Kupang.

Kecamatan Kota Kupang mengalami perkembangan pesat dari tahu ke tahun. Kemudian pada tahun 1978 Kecamatan Kota Kupang ditingkatkan statusnya menjadi Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1978[9], yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 September 1978. Pada waktu itu Drs. Mesakh Amalo dilantik menjadi Wali Kota Administratif yang pertama dan kemudian diganti oleh Letkol Inf. Semuel Kristian Lerik pada tanggal 26 Mei 1986 sampai dengan perubahan status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang. Perkembangan Kota Administratif Kupang sangat pesat selama 18 tahun.

Usulan rakyat dan Pemerintah Kota Admnistratif Kupang untuk mengubah status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang disetujui oleh DPR RI dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1996 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang menjadi Undang-Undang pada tanggal 20 Maret 1996[10] dan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia dan tertuang pada Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3632 Tahun 1996. Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang diresmikan oleh Mendagri Mohammad Yogi S. M. pada tanggal 25 April 1996.

Kemudian dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, maka Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang berubah menjadi Kota Kupang.

Geografi
Terletak pada 10°36’14”-10°39’58” LS dan 123°32’23”–123°37’01”BT; Luas wilayah 180,27 Km2, dengan peruntukan Kawasan Industri 735,57 Ha, permukiman 10.127,40 Ha, Jalur Hijau 5.090,05 Ha, perdagangan 219,70 Ha, pergudangan 112,50 Ha, pertambangan 480 Ha, pelabuhan laut/udara 670,1 Ha, pendidikan 275,67 Ha, pemerintahan/perkantoran 209,47 Ha, lain-lain 106,54 Ha;

Suhu rata-rata di Kota Kupang berkisar antara 23,8 °C sampai dengan 31,6 °C. Tempat-tempat yang letaknya dekat dengan pantai memiliki suhu udara yang rata-rata relatif lebih tinggi. Kelembaban udara rata-rata berkisar antara 73 persen sampai dengan 99 persen[11].

Curah hujan selama tahun 2010 tercatat 1.720,4 mm dan hari hujan sebanyak 152 hari. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari, yaitu tercatat 598,3 mm, sedangkan hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember dengan 28 hari hujan[11].

Batas Wilayah Utara berbatasan dengan Teluk Kupang, Timur berbatasan dengan Kabupaten Kupang, Barat berbatasan dengan Selat Semau dan Kabupaten Kupang, sedangkan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kupang[11].
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: