Jasa Kirim Mobil :  Kota Samarinda merupakan ibu kota provinsi Kalimantan TimurIndonesia serta kota dengan penduduk terbesar di seluruh Pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk 812,597 jiwa.[5] Samarinda memiliki wilayah seluas 718 km² dengan kondisi geografi daerah berbukit dengan ketinggian bervariasi dari 10 sampai 200 meter dari permukaan laut.[6] Kota Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara. Dengan luas wilayah yang hanya sebesar 0,56 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda merupakan wilayah terkecil ketiga setelah Kota Bontang dan Kota Balikpapan[7]. Ditinjau berdasarkan batas wilayahnya, Kota Samarinda seluruhnya dikelilingi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara.


  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Jayapura
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Papua
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Manokwari
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Papua Barat
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Ambon
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Maluku
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sofifi
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Maluku Utara
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Kendari
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sulawesi Tenggara
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Makassar
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sulawesi Selatan
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Palu
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sulawesi Tengah
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Mamuju
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sulawesi Barat
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Manado
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sulawesi Utara
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Gorontalo
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Kalimantan Timur
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Banjarmasin
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Kalimantan Selatan
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Palangkaraya
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Kalimantan Tengah
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Pontianak
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Kalimantan Barat
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Tanjungselor
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Kalimantan Utara
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Kupang
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Nusa Tenggara Timur
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Mataram
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Nusa Tenggara Barat
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Denpasar
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Bali
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Surabaya
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Jawa Timur
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Jogja
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Yogyakarta
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Semarang
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Jawa Tengah
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Jakarta
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke DKI Jakarta
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Bandung
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Jawa Barat
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Serang
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Banten
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Lampung
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Pangkalpinang
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Bangka Belitung
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Palembang
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sumatera Selatan
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Bengkulu
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Jambi
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Tanjung Pinang
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Kepulauan Riau
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Pekanbaru
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Riau
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Padang
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sumatera Barat
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Medan
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Sumatera Utara
  Ekspedisi Kirim Mobil Dari Samarinda Ke Aceh

Samarinda yang dikenal sebagai kota seperti saat ini dulunya adalah salah satu wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Pada abad ke-13 Masehi (tahun 1201–1300), sebelum dikenalnya nama Samarinda, sudah ada perkampungan penduduk di enam lokasi yaitu Pulau Atas, Karangasan (Karang Asam), Karamumus (Karang Mumus), Luah Bakung (Loa Bakung), Sembuyutan (Sambutan) dan Mangkupelas (Mangkupalas). Penyebutan enam kampung di atas tercantum dalam manuskrip surat Salasilah Raja Kutai Kartanegara yang ditulis oleh Khatib Muhammad Tahir pada 30 Rabiul Awal 1265 H (24 Februari 1849 M).[8]

Pada tahun 1565, terjadi migrasi suku Banjar dari Batang Banyu ke daratan Kalimantan bagian timur. Ketika itu rombongan Banjar dari Amuntai di bawah pimpinan Aria Manau dari Kerajaan Kuripan (Hindu) merintis berdirinya Kerajaan Sadurangas (Pasir Balengkong) di daerah Paser. Selanjutnya suku Banjar juga menyebar di wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara, yang di dalamnya meliputi kawasan di daerah yang sekarang disebut Samarinda.

Sejarah bermukimnya suku Banjar di Kalimantan bagian timur pada masa otoritas Kerajaan Banjar juga dinyatakan oleh tim peneliti dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (1976): “Bermukimnya suku Banjar di daerah ini untuk pertama kali ialah pada waktu kerajaan Kutai Kertanegara tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Banjar.”[9][10] Inilah yang melatarbelakangi terbentuknya bahasa Banjar sebagai bahasa dominan mayoritas masyarakat Samarinda di kemudian hari, walaupun telah ada beragam suku yang datang, seperti Bugis dan Jawa.[11]

Pada tahun 1730, rombongan Bugis Wajo yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona merantau ke Samarinda. Semula mereka diizinkan Raja Kutai bermukim di muara Karang Mumus, tetapi dengan pertimbangan subjektif bahwa kondisi alamnya kurang baik, mereka memilih lokasi di Samarinda Seberang.[12] Dalam kaitan ini, lokasi di bagian Samarinda Kota sebelum kedatangan Bugis Wajo, sudah terbentuk permukiman penduduk dengan sebagian areal perladangan dan persawahan yang pada umumnya dipusatkan di sepanjang tepi Sungai Karang Mumus dan Karang Asam.[13]

Mengenai nama La Mohang Daeng Mangkona yang diklaim sebagai pendiri Samarinda Seberang, hal ini kontroversi. Namanya tidak ditemukan dalam sumber arsip dan literatur kolonial. Namanya juga tidak tercatat dalam surat perjanjian antara Bugis dan Raja Kutai. Yang tercatat dalam perjanjian beraksara Arab-Melayu dan penelitian S.W. Tromp (1881) sebagai pemimpin Bugis adalah Anakhoda Latuji.[14]

Mengenai asal mula nama Samarinda, tradisi lisan penduduk Samarinda menyebutkan, asal-usul nama Samarendah dilatarbelakangi oleh posisi sama rendahnya permukaan Sungai Mahakam dengan pesisir daratan kota yang membentenginya. Tempo dulu, setiap kali air sungai pasang, kawasan tepian kota selalu tenggelam. Selanjutnya, tepian Mahakam mengalami pengurukan/penimbunan berkali-kali hingga kini bertambah 2 meter dari ketinggian semula.

Oemar Dachlan mengungkapkan, asal kata “sama randah” dari bahasa Banjar karena permukaan tanah yang tetap rendah, tidak bergerak, bukan permukaan sungai yang airnya naik-turun. Ini disebabkan jika patokannya sungai, maka istilahnya adalah “sama tinggi”, bukan “sama rendah”. Sebutan “sama-randah” inilah yang mula-mula disematkan sebagai nama lokasi yang terletak di pinggir sungai Mahakam. Lama-kelamaan nama tersebut berkembang menjadi sebuah lafal yang melodius: “Samarinda”.[15]

Secara yuridis Kota Samarinda terbentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1959. Dasar untuk menetapkan hari jadi kota Samarinda adalah kesimpulan tim penyusun sejarah yang dibentuk Pemerintah Daerah Kotamadya Samarinda berdasarkan asumsi dan prediksi atau estimasi 64 hari masa pelayaran dari Wajo menuju Samarinda, sejak penandatangan Perjanjian Bongaya 18 November 1667. Akhirnya, diperoleh hasil tanggal 21 Januari 1668, yang bertepatan pula dengan hari jadi Pemerintah Daerah Samarinda, 21 Januari 1960.[20]

Telah ditetapkan pada peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda Nomor: 1 tahun 1988 tanggal 21 Januari 1988, pasal 1 berbunyi, "Hari Jadi Kota Samarinda ditetapkan pada tanggal 21 Januari 1668 M, bertepatan dengan tanggal 5 Sya'ban 1078 Hijriyah". Penetapan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi kota Samarinda ke-320 pada tanggal 21 Januari 1988.

Tanggal 21 Januari 1668 adalah hari yang diperkirakan dari satu versi sebagai awal kedatangan orang-orang suku Bugis Wajo yang kemudian mendirikan pemukiman di Samarinda Seberang. Meskipun demikian, sebelum rombongan Bugis Wajo datang ke Samarinda, sudah ada peradaban komunitas Kutai Kuno dan Banjar di wilayah Samarinda.[21]


Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: