Jasa Kirim Mobil :  Kota Surabaya (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦯꦸꦫꦧꦪ Pegon: سورابايه, Madura: Kottah Sorbhâjâh) adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia, sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya juga merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini terletak 800 km sebelah timur Jakarta, atau 435 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di pantai utara Pulau Jawa bagian timur dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Surabaya memiliki luas sekitar ±326,81 km², dan 3.158.943 jiwa penduduk pada tahun 2019.[2] Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dan wilayah Gerbangkertosusila dilayani oleh sebuah bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Juanda yang berada 20 km di sebelah selatan kota, serta dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung.


Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara yang sejajar dengan Hong Kong dan Shanghai pada masanya.[5] Menurut Bappenas, Surabaya adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Makassar



 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Jayapura
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Papua
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Manokwari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Papua Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Ambon
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Maluku
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Sofifi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Maluku Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Kendari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Sulawesi Tenggara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Makassar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Sulawesi Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Palu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Sulawesi Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Mamuju
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Sulawesi Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Manado
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Sulawesi Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Gorontalo
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Samarinda
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Kalimantan Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Banjarmasin
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Kalimantan Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Palangkaraya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Kalimantan Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Pontianak
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Kalimantan Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Tanjungselor
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Kalimantan Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Kupang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Nusa Tenggara Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Mataram
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Nusa Tenggara Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Denpasar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Bali
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Jawa Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Jogja
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Yogyakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Semarang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Jawa Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Jakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Bandung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Jawa Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Serang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Banten
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Lampung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Pangkalpinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Bangka Belitung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Palembang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Sumatera Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Bengkulu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Jambi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Tanjung Pinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Kepulauan Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Pekanbaru
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Padang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Sumatera Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Medan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Sumatera Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Surabaya Ke  Aceh

Etimologi
Kata Surabaya (bahasa Jawa Kuno: Śūrabhaya) sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan sura / suro (ikan hiu) dan baya / boyo (buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa terbentuknya nama "Surabaya" muncul setelah terjadinya pertempuran tersebut.

Asal usul Surabaya
Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).

Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan pada tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh.

Versi lain menyebutkan, Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup-mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura.

Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga.

Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.

Era prakolonial

Lambang kota Surabaya pada masa Hindia Belanda (1931).
Wilayah Surabaya dahulu merupakan gerbang utama untuk memasuki ibu kota Kerajaan Majapahit dari arah lautan, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi kota Surabaya ditetapkan yaitu pada tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap serangan pasukan Mongol. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai SURA (ikan hiu / berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BAYA (buaya / bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota Walisongo, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di wilayah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kerajaan Demak.

Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram, diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, dan diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran Sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Suatu tulisan VOC tahun 1620 menggambarkan, Surabaya sebagai wilayah yang kaya dan berkuasa. Panjang lingkarannya sekitar 5 mijlen Belanda (sekitar 37 km), dikelilingi kanal dan diperkuat meriam. Tahun tersebut, untuk melawan Mataram, tentaranya sebesar 30.000 prajurit[8].

Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.

Dalam perjanjian antara Pakubuwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC. Gedung pusat pemerintahan Karesidenan Surabaya berada di mulut sebelah barat Jembatan Merah. Jembatan inilah yang membatasi permukiman orang Eropa (Europeesche Wijk) waktu itu, yang ada di sebelah barat jembatan dengan tempat permukiman orang Tionghoa; Melayu; Arab; dan sebagainya (Vremde Oosterlingen), yang ada di sebelah timur jembatan tersebut. Hingga tahun 1900-an, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja.

Era kolonial

Kondisi geologi Kota Surabaya terdiri dari Daratan Alluvium; Formasi Kabuh; Pucangan; Lidah; Madura; dan Sonde. Sedangkan untuk wilayah perairan, Surabaya tidak berada pada jalur sesar aktif ataupun berhadapan langsung dengan samudera, sehingga relatif aman dari bencana alam. Berdasarkan kondisi geologi dan wilayah perairannya, Surabaya dikategorikan ke dalam kawasan yang relatif aman terhadap bencana gempa bumi maupun tanah amblesan sehingga pembangunan infrastruktur tidak memerlukan rekayasa geoteknik yang dapat menelan biaya besar.

Topografi
Utara Selat Madura
Timur Selat Madura
Selatan Kabupaten Sidoarjo
Barat Kabupaten Gresik
Surabaya terletak di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara dan timur, Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan, serta Kabupaten Gresik di sebelah barat. Sebagian besar wilayah Surabaya merupakan dataran rendah yaitu 80,72% dengan ketinggian antara -0,5 – 5m SHVP atau 3 – 8 m di atas permukaan laut, sedangkan sisanya merupakan daerah perbukitan yang terletak di wilayah Surabaya Barat (12,77%) dan Surabaya Selatan (6,52%). Di wilayah Surabaya Selatan terdapat 2 bukit landai yaitu di daerah Lidah dan Gayungan yang ketinggiannya antara 25 – 50 m di atas permukaan laut dan di wilayah Surabaya Barat memiliki kontur tanah perbukitan yang bergelombang. Struktur tanah di Surabaya terdiri dari tanah aluvial, hasil endapan sungai dan pantai, dan di bagian barat terdapat perbukitan yang mengandung kapur tinggi. Di Surabaya terdapat muara Kali Mas, yakni satu dari dua pecahan Sungai Brantas. Kali Mas adalah salah satu dari tiga sungai utama yang membelah sebagian wilayah Surabaya bersama dengan Kali Surabaya dan Kali Wonokromo. Areal sawah dan tegalan terdapat di kawasan barat dan selatan kota, sedangkan areal tambak berada di kawasan pesisir timur dan utara.

Iklim
Surabaya memiliki iklim tropis seperti kota besar di Indonesia pada umumnya di mana hanya ada dua musim dalam setahun yaitu musim hujan dan kemarau. Curah hujan di Surabaya rata-rata 165,3 mm. Curah hujan tertinggi di atas 200 mm terjadi pada kurun Januari hingga Maret dan November hingga Desember. Suhu udara rata-rata di Surabaya berkisar antara 23,6 °C hingga 33,8 °C.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: