Kota Semarang (bahasa Jawa: ꦏꦸꦛ​ꦱꦼꦩꦫꦁ, translit. Kutha Semarang) adalah ibu kota Provinsi Jawa Jasa Kirim Mobil : Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung.[5][6] Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk lebih dari 1,7 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2 juta jiwa. Kawasan mega-urban Semarang yang tergabung dalam wilayah metropolitan Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kota Semarang dan Purwodadi, Kabupaten Grobogan) berpenduduk mencapai 7,3 juta jiwa, sekaligus sebagai wilayah metropolitan terpadat keempat, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo (Surabaya), dan Bandung Raya. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang yang signifikan ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit yang tersebar di penjuru kota. Perkembangan regional ini menunjukan peran strategis Kota Semarang terhadap roda perekonomian nasional.


Kota Semarang dipimpin oleh wali kota Hendrar Prihadi, S.E, M.M dan wakil wali kota Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu. Kota ini terletak sekitar 558 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 621 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara).[7] Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Kabupaten Demak di sebelah timur, Kabupaten Semarang di sebelah selatan, dan Kabupaten Kendal disebelah barat. Kota Semarang memiliki luas wilayah administratif sebesar 373,70 km persegi, sekaligus merupakan administrasi kotamadya terluas di Pulau Jawa.


Secara etimologis, nama "Semarang" berasal dari kata "sem", yang berarti "asam/pohon asam", dan kata "arang", yang berarti "jarang", yang digabungkan menjadi "asam yang jarang - jarang". Penamaan "Semarang" ini bermula ketika Ki Ageng Pandanaran I datang ke sebuah pulau bernama Pulau Tirang (dekat pelabuhan Bergota) dan melihat pohon asam yang jarang - jarang tumbuh berdekatan. Penamaan Kota Semarang ini sempat berubah saat zaman kolonialisme Hindia Belanda menjadi "Samarang". Kota Semarang merupakan satu dari tiga pusat pelabuhan (Jakarta dan Surabaya) penting bagi Hindia Belanda sebagai pemasok hasil bumi dari wilayah pedalaman Jawa.


Seperti kota - kota besar lainya, seperti Jakarta dan Surabaya. Kota Semarang mengenal sistem pembagian wilayah kota yang terdiri atas: Semarang Tengah/Semarang Pusat, Semarang Timur, Semarang Selatan, Semarang Barat, dan Semarang Utara. Pembagian wilayah kota ini bermula dari pembagian wilayah sub-residen oleh Pemerintah Hindia Belanda yang setingkat dengan kecamatan. Namun saat ini, pembagian wilayah kota ini berbeda dengan pembagian administratif wilayah kecamatan. Meskipun pembagian kota ini jarang dipergunakan dalam lingkungan Pemerintahan Kota Semarang, namun pembagian kota ini digunakan untuk mempermudah dalam menerangkan suatu lokasi menurut letaknya terhadap pusat kota Semarang. Pembagian kota ini juga digunakan oleh beberapa instansi di lingkungan Kota Semarang untuk mempermudah jangkauan pelayanan, seperti PLN dan PDAM.




Kota Semarang adalah salah satu kota penting yang terletak di pesisir utara Jawa dan sebagai hub utama penghubung Jakarta - Surabaya dan kota - kota di pedalaman selatan Jawa (Surakarta dan Yogyakarta). Kota Semarang memiliki ketinggian dari 2 meter bawah permukaan laut hingga 340 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan lereng 0% - 45%. Kota Semarang merupakan kota yang memiliki kondisi topografi yang unik berupa wilayah dataran rendah yang sempit dan wilayah perbukitan yang memanjang dari sisi barat hingga sisi timur Kota Semarang. Wilayah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit.

 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Jayapura
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Papua
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Manokwari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Papua Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Ambon
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Maluku
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sofifi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Maluku Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Kendari
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sulawesi Tenggara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Makassar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sulawesi Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Palu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sulawesi Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Mamuju
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sulawesi Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Manado
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sulawesi Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Gorontalo
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Samarinda
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Kalimantan Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Banjarmasin
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Kalimantan Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Palangkaraya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Kalimantan Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Pontianak
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Kalimantan Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Tanjungselor
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Kalimantan Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Kupang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Nusa Tenggara Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Mataram
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Nusa Tenggara Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Denpasar
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Bali
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Surabaya
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Jawa Timur
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Jogja
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Yogyakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Jawa Tengah
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Jakarta
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Bandung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Jawa Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Serang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Banten
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Lampung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Pangkalpinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Bangka Belitung
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Palembang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sumatera Selatan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Bengkulu
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Jambi
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Tanjung Pinang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Kepulauan Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Pekanbaru
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Riau
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Padang
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sumatera Barat
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Medan
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Sumatera Utara
 Ekspedisi Kirim Mobil Dari Semarang Ke  Aceh

Wilayah dataran rendah pada wilayah barat Kota Semarang hanya memiliki lebar 4 kilometer dari garis pantai, sedangkan pada wilayah timur Kota Semarang wilayah dataran rendah semakin melebar hingga 11 kilometer dari garis pantai. Wilayah dataran rendah ini merupakan dataran banjir dari sungai - sungai besar yang mengalir di Kota Semarang, seperti Kali Garang (Banjir Kanal Barat), Kali Pengkol, dan Kali Bringin. Wilayah dataran rendah ini membentang di sisi utara Kota Semarang dan hampir mencakup 40% total wilayah Kota Semarang. Wilayah dataran rendah ini dikenal sebagai kota bawah (Semarang Ngisor), sekaligus sebagai pusat aktivitas perekonomian kota. Dengan kondisi demikian, wilayah kota bawah sering kali dilanda banjir tahunan dan puncaknya ketika musim penghujan. Sejumlah wilayah khususnya Semarang Utara, banjir ini kadang juga disebabkan luapan air pasang laut (banjir rob). Wilayah perbukitan di Kota Semarang ini membentang di sisi selatan. Perbukitan ini merupakan bagian dari rangkaian formasi pegunungan utara Jawa yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur. Wilayah perbukitan di Kota Semarang dikenal sebagai kota atas (Semarang Dhuwur). Wilayah perbukitan ini juga merupakan kawasan hulu dari sungai - sungai besar yang mengalir di Kota Semarang. Wilayah kota atas juga bagian dari bentang kaki gunung api Ungaran, yang terletak pada sisi selatan Kota Semarang.

Kota bawah ini meliputi Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Semarang Timur, Gayamsari, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Utara. Kota bawah ini merupakan kawasan pusat kota dan jantung perekonomian Semarang. Kota bawah juga berperan sebagai downtown, antara lain untuk pusat hiburan, perdagangan, pelayanan publik, dan pemerintahan. Kondisi topografi kota bawah yang mendukung, mendorong pertumbuhan ekonomi sangat cepat dan timbul perluasan wilayah perkotaan. Kota atas ini meliputi Kecamatan Gajahmungkur, Candisari, Banyumanik, Tembalang, Gunung Pati, Ngaliyan dan Mijen. Kini, wilayah kota atas merupakan pusat pertumbuhan baru di Kota Semarang. Salah satu sektor wilayah yang memiliki pertumbuhan yang spesifik terhadap differensiasi pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk adalah sektor Banyumanik - Tembalang. Sarana prasara yang mendukung, sangat mendorong pertumbuhan dan minat investasi pada wilayah tersebut. Pertumbuhan pada wilayah ini ditandai dengan berkembangnya permukiman, munculnya pusat perekenomian baru, dan eksistensi gedung pencakar langit. Salah satu alasan wilayah ini berkembang juga merupakan hasil kebijakan Pemerintah Kota Semarang memindahkan UNDIP dari Pleburan ke Tembalang, sebagai upaya pemerataan penduduk di Kota Semarang. Strategi ini juga dilakukan pada pemindahan kampus UNNES dari Kelud Raya ke Gunung Pati.

Kota Semarang dialiri oleh beberapa sungai/kali, meliputi Sungai Garang (Kanal Barat), Sungai Semarang, Sungai Kanal Timur, Sungai Sringin, Sungai Plumbon, Sungai Karanganyar, Sungai Bringin, Sungai Cilandak, dan Sungai Siangker. Beberapa sungai ini difungsikan sebagai sistem drainase untuk pengendali banjir di Kota Semarang, meliputi Sungai Garang, Sungai Semarang, Sungai Kanal Timur, Sungai Plumbon, dan Sungai Bringin. Sistem hidro-drainase di Kota Semarang sudah mengenali sistem kanalisasi seperti kota - kota di Belanda. Sistem kanalisasi ini dilatarbelakangi oleh Pemerintah Hindia Belanda yang melakukan kanalisasi di Sungai Semarang dengan menyudet Sungai Semarang dengan Sungai Garang, untuk keperluan drainase banjir kota dan jalur lalu lintas kapal dagang. Sungai Semarang ini merupakan sungai yang mengalir ke wilayah pusat kota. Sungai Semarang mengalir dari kaki Bukit Bergota sisi barat - selatan Lawang Sewu - Jalur inspeksi Batan Miroto - Pecinan - Kota Lama - Muara Baru. Tahun 1885, Kanalisasi telah rampung dibangung oleh Pemerintah Hindia Belanda pada Sungai Garang (sisi barat kota). Sungai Garang ini merupakan Banjir Kanal Barat yang letaknya tepat di tengah wilayah Kota Semarang dan membagi Kota Semarang menjadi dua sisi, yaitu sisi barat dan sisi timur. Tahun 1895, Kanalisasi baru telah diselesaikan oleh Pemerintah Belanda sebagai upaya pencegahan banjir yang semakin parah di Kota Semarang kala itu, yaitu dengan membangun Banjir Kanal Timur. Pembangunan Banjir Kanal Timur ini dilakukan dengan menyudet Sungai Plumbon yang mengalir di wilayah timur Kota Semarang. Pembangunan kanalisasi di Kota Semarang merupakan pembangunan kanalisasi pertama di Indonesia. Keberhasilan kanalisasi Kota Semarang ini mendorong pembangunan kanalisasi di kota - kota lain, seperti Jakarta, Surabaya, dan Padang. Hingga kini, ketiga sungai kanal tersebut masih menjadi sorotan Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan normalisasi dan pengerukan, agar drainase perkotaan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Kota Semarang memiliki kemiripan karakteristik kondisi fisik dengan kota - kota di Belanda. Kemiripan ini berupa cekungan bawah laut, karena adanya depresi daratan sehingga membentuk ledokan yang tidak begitu luas. Depresi daratan ini disebabkan karena penurunan muka tanah dan land subsidence akibat eksploitasi airtanah berlebih. Jenis tanah aluvial juga berpengaruh dalam penurunan muka tanah di wilayah Kota Semarang. Adanya cekungan ini juga efek yang ditimbulkan karena aktivitas reklamasi pada pantai - pantai di Kota Semarang yang membentuk tanggul - tanggul laut. Beberapa wilayah di Kota Semarang, khususnya Semarang Utara memiliki ketinggian dibawah permukaan laut. Kondisi seperti ini memungkinkan timbulnya banjir cukup parah pada wilayah cekungan tersebut.

Kota Semarang memiliki garis pantai sepanjang 20 kilometer dengan tipologi pantai yang tidak beraturan. Pengaruh aktivitas manusia berperan dalam perubahan tipologi pantai, seperti aktivitas reklamasi dan sedimentasi oleh sungai. Salah satu kawasan reklamasi yang cukup dikenali oleh masyarakat Kota Semarang adalah Pantai Marina. Pertumbuhan Kota Semarang tidak lepas dari kondisi geografis Semarang yang merupakan wilayah pesisir dengan adanya pelabuhan. Pelabuhan menjadi cikal bakal pertumbuhan Kota Semarang hingga menjadi wilayah perkotaan saat ini. Bermula dari aktivitas perdagangan di pelabuhan menjadikan Kota Semarang merupakan wilayah strategis dalam pengembangan perekonomian dan kontribusi distribusi barang jasa sejak zaman pra-kolonialisme. Sungai - sungai yang mengalir di pusat kota dahulu merupakan kawasan pelabuhan. Salah satu sungai tersibuk sebagai jalur lalu lintas kapal dan perahu adalah sungai Semarang. Akibat sedimentasi sungai, sungai Semarang sudah tidak memungkinkan untuk jalur lalu lintas, kemudian pelabuhan direlokasi ke Muara Baru.
Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: