Ekspedisi Kirim Mobil Medan Jogja - Jasa Kirim Mobil Medan Jogja, Biaya Kirim Mobil Medan Jogja, Cargo Kirim Mobil Medan Jogja, Harga Kirim Mobil Medan Jogja

Ekspedisi Kirim Mobil Dari Medan Ke  Bandung
Ekspedisi Kirim Mobil Dari Medan Ke  Yogyakarta
Ekspedisi Kirim Mobil Dari Medan Ke  Jawa Barat
Ekspedisi Kirim Mobil Dari Medan Ke  Semarang

Jogja

Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya atau Ayodhya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang, a "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik". Ayodhya merupakan kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya

Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM dari Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada jalur persimpangan Bandung – Semarang – Surabaya – Pacitan. Kota ini memiliki ketinggian sekitar 112 m dpl.

Meski terletak di lembah, kota ini jarang mengalami banjir karena sistem drainase yang tertata rapi yang dibangun oleh pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan saluran air yang dikerjakan oleh Pemkot Yogyakarta.

Kota Yogyakarta telah terintegrasi dengan sejumlah kawasan di sekitarnya, sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu menonjol. Untuk menjaga keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga (Depok, Mlati, Gamping, Kasihan, Sewon, dan Banguntapan).

Adapun batas-batas administratif Yogyakarta adalah:

UtaraKabupaten Sleman
TimurKabupaten Sleman
SelatanKabupaten Bantul
BaratKabupaten Sleman

Jumlah penduduk kota Yogyakarta, berdasar Sensus Penduduk 2010[11]., berjumlah 388.088 jiwa, dengan proporsi laki-laki dan perempuan yang hampir setara. Sementara tahun 2017 jumlah penduduk kota ini bertambah menjadi 422.732 jiwa dengan kepadatan 13.007,13 jiwa/km².[1]

Islam merupakan agama mayoritas yang dianut masyarakat kota Yogyakarta 82,32%, dengan jumlah penganut Katolik dan Kristen Protestan yang relatif signifikan (Katolik 10,66% dan Protestan 6,54%). Sebagian kecil lagi adalah pemeluk agama Buddha 0,34%, Hindu 0,13% dan Konghucu 0,01%.[2] Seperti kebanyakan dari Islam kebanyakan di kota-kota pedalaman Jawa, mayoritas masih mempertahankan tradisi Kejawen yang cukup kuat.

Yogyakarta juga menjadi tempat lahirnya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta. Hingga saat ini, Pengurus Pusat Muhammadiyah masih tetap berkantor pusat di Yogyakarta.

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki oleh pemerintah adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

Kota Yogyakarta sangat strategis, karena terletak di jalur-jalur utama, yaitu Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Yogyakarta, Bandung, Surakarta, Surabaya, dan kota-kota di selatan Jawa, serta jalur Yogyakarta – Semarang, yang menghubungkan Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan kota-kota di lintas tengah Pulau Jawa. Karena itu, angkutan di Yogyakarta cukup memadai untuk memudahkan mobilitas antara kota-kota tersebut. Kota ini mudah dicapai oleh transportasi darat dan udara, sedangkan karena lokasinya yang cukup jauh dari laut (27 – 30 KM) menyebabkan tiadanya transportasi air di kota ini.

Transportasi Darat
Bus kota
Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang tidak mengenal istilah angkutan kota (angkot dengan armada minibus). Transportasi darat di dalam Yogyakarta dilayani oleh sejumlah bus kota. Kota Yogyakarta punya sejumlah jalur bus yang dioperasikan oleh koperasi masing-masing (antara lain Aspada, Kobutri, Kopata, Koperasi Pemuda Sleman, dan Puskopkar) yang melayani rute-rute tertentu:[14]

Trans Jogja
Sejak Maret 2008, sistem transportasi bus yang baru, bernama Trans Jogja hadir melayani sebagai transportasi massal yang cepat, aman dan nyaman. Trans Jogja merupakan bus 3/4 yang melayani berbagai kawasan di Kota, Sleman dan sebagian Bantul. Hingga saat ini (Tahun 2017), telah ada 17 (tujuh belas) trayek yang melayani berbagai sarana vital di Yogyakarta, yaitu[15]:

Trayek 1A dan Trayek 1B, melayani ruas protokol dan kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan, seperti Stasiun Yogyakarta, Malioboro, Istana Kepresidenan Yogyakarta.
Trayek 2A dan Trayek 2B, melayani kawasan perkantoran Kotabaru dan Sukonandi.
Trayek 3A dan Trayek 3B, melayani kawasan selatan, termasuk juga kawasan sejarah Kotagede.
Trayek 4A dan Trayek 4B, melayani kawasan pendidikan, seperti UII, APMD, UIN Sunan Kalijaga, dan Stasiun Lempuyangan.
Trayek 5A dan Trayek 5B, melayani kawasan Jalan Magelang dan kawasan Seturan
Trayek 6A dan Trayek 6B, melayani kawasan barat daya, seperti kampus UMY dan Jalan Parangtritis.
Trayek 7, melayani kawasan timur seperti Jalan Wonosari dan Babarsari
Trayek 8, melayani kawasan barat seperti Gamping dan Ringroad Barat
Trayek 9, melayani kawasan sejarah bagian barat seperti Ngabean pasthy dan Pojok Beteng
Trayek 10, melayani kawasan Gamping dan Stasiun Lempuyangan
Trayek 11, melayani kawasan Condong Catur dan Pasar telo
Trans Jogja sangat diminati selain karena aman dan nyaman, tarif yang saat ini diterapkan juga terjangkau, yaitu Rp 3.500,- untuk sekali jalan, dengan dua sistem tiket: sekali jalan dan berlangganan. Bagi tiket berlangganan, dikenakan potongan sebesar 50% untuk pelajar dan 15% untuk umum.

Taksi
Taksi mudah dijumpai di berbagai ruas jalan di Yogyakarta, terutama di ruas protokol dan kawasan pusat ekonomi dan wisata. Ada berbagai perusahaan taksi yang melayani angkutan ini, dari yang berupa sedan hingga minibus.

Kereta Api
Transportasi ke Yogyakarta dapat menggunakan kereta api, dengan berbagai tujuan seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Kebumen, Semarang, Solo, Blitar, Surabaya, Malang, Jember, dan Banyuwangi. Terdapat sebanyak kurang lebih 33 kereta api yang melintasi Kota Yogyakarta (dengan total sebanyak 121-139 total jadwal perjalanan perharinya).

Terdapat 2 stasiun besar di Kota Yogyakarta, yaitu Stasiun Yogyakarta (dikenal sebagai Stasiun Tugu) dan Stasiun Lempuyangan. Tersedia kereta api komuter yang menghubungkan Kutoarjo dengan Surakarta melewati Kota Yogyakarta, kereta tersebut bernama Prameks. Selain itu juga tersedia KA Bandara (Bandara YIA) yang merupakan tujuan Stasiun Wojo atau Stasiun Kebumen

Bus
Bus AKAP tersedia dari dan ke semua kota di Pulau Jawa, datang dan berangkat dari Terminal Penumpang Yogyakarta, yang berada di Jalan Imogiri Timur, Giwangan, berada di tepi Jalan Lingkar Luar Selatan Yogyakarta, di batas wilayah antara Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Bantul.

Transportasi Udara
Transportasi udara dari dan ke Yogyakarta dilayani oleh Bandara Internasional Adisutjipto yang terletak di tepi Jalan Adisucipto KM 9, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Bandara ini melayani penerbang domestik ke kota-kota besar di Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Surabaya), Sumatra (Batam), Bali, Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin, dan Balikpapan), dan Sulawesi (Makassar).

Selain itu, bandara ini juga melayani penerbangan harian ke Singapura dan Kuala Lumpur dengan AirAsia dan SilkAir.

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau disebut Zelfbestuurlandschappen/Daerah Swapraja, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, sedangkan Kadipaten Pakualaman didirikan oleh Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengku Buwono II) yang bergelar Adipati Paku Alam I pada tahun 1813. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan, dan Pakualaman sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangganya sendiri yang dinyatakan dalam kontrak politik. Kontrak politik yang terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblaad 1942 Nomor 47, sedangkan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomor 577. Eksistensi kedua kerajaan tersebut telah mendapat pengakuan dari dunia internasional, baik pada masa penjajahan Belanda, Inggris, maupun Jepang. Ketika Jepang meninggalkan Indonesia, kedua kerajaan tersebut telah siap menjadi sebuah negara sendiri yang merdeka, lengkap dengan sistem pemerintahannya (susunan asli), wilayah, dan penduduknya.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan kepada Presiden RI, bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta, dan Daerah Pakualaman menjadi wilayah Negara RI, bergabung menjadi satu kesatuan yang dinyatakan sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah, dan Wakil Kepala Daerah bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Hal tersebut dinyatakan dalam:

Piagam kedudukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 19 Agustus 1945 dari Presiden RI.
Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 5 September 1945 (dibuat secara terpisah).
Amanat Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 30 Oktober 1945 (dibuat dalam satu naskah).
Dalam perjalanan sejarah selanjutnya kedudukan DIY sebagai Daerah Otonom setingkat Provinsi sesuai dengan maksud pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 (sebelum perubahan) diatur dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Undang-undang Pokok Pemerintahan Daerah. Sebagai tindak lanjutnya kemudian Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 sebagaimana telah diubah, dan ditambah terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1955 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1819) yang sampai saat ini masih berlaku. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan DIY meliputi Daerah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Daerah Kadipaten Pakualaman. Pada setiap undang-undang yang mengatur Pemerintahan Daerah, dinyatakan keistimewaan DIY tetap diakui, sebagaimana dinyatakan terakhir dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004.

Dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), DIY mempunyai peranan yang penting. Terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949[11] pernah dijadikan sebagai Ibu kota Negara Republik Indonesia. Tanggal 4 Januari inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari Yogyakarta Kota Republik pada tahun 2010. Pada saat ini Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Kadipaten Pakualaman dipimpin oleh Sri Paku Alam X yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur, dan Wakil Gubernur DIY. Keduanya memainkan peran yang menentukan dalam memelihara nilai-nilai budaya, dan adat istiadat Jawa dan merupakan pemersatu masyarakat Yogyakarta.

Kabupaten dan Kota yang berada di wilayah DIY sekarang ini dibentuk pada kurun waktu 1950-1951[37][38] dan 1957-1958[39]. Tidak ada perbedaan antara pemerintahan kabupaten, dan kota yang berada di wilayah DIY dengan di Indonesia pada umumnya. Adapun daftar kabupaten, dan kota di wilayah DIY sebagai berikut:Artikel utama: Daftar kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta

No.Kabupaten/kotaPusat pemerintahanBupati/wali kotaLuas wilayah (km²)[40]Jumlah penduduk (2017)[40]Kapanewon/kemantrenKelurahan/kalurahanLogoCiutkanPeta lokasi
1Kabupaten BantulBantulSuharsono506,86911.50317-/75
2Kabupaten GunungkidulWonosariBadingah1.485,36748.11918-/144
3Kabupaten Kulon ProgoWatesSutedjo586,27470.520121/87
4Kabupaten SlemanSlemanSri Purnomo574,821.093.11017-/86
5Kota Yogyakarta-Haryadi Suyuti32,50636.6601445/-

Kapanewon/kemantren dan kalurahan/kelurahan[sunting | sunting sumber]

Artikel utama: Daftar kapanewon, kemantren, kalurahan dan kelurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 4 kabupaten, 1 kota, 78 kapanewon/kemantren, 46 kelurahan dan 392 kalurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 3.606.111 jiwa dengan total luas wilayah 3.133,15 km².[41][42]

Pada tahun 2020, terjadi perubahan nomenklatur pembagian administratif di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertama, kecamatan yang berada di Kabupaten, menjadi Kapanewon. Kedua, kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta, menjadi Kemantren. Ketiga, Camat yang berada di Kabupaten memiliki panggilan baru Panewu dan Sekretaris Camatnya menjadi Panewu Anom. Keempat, Camat yang berada di Kota Yogyakarta memiliki panggilan Mantri Pamong Praja dan Sekretaris Camatnya menjadi Mantri Anom. Kelima, nama Desa menjadi Kalurahan. Keenam, kepala Desa menjadi alurah. Ketujuh, Sekretaris Desa menjadi Carik. Kedelapan, kelurahan yang berada di Kota Yogyakarta tidak berganti nama.[43]

No.Kode
Kemendagri
Kabupaten/KotaLuas Wilayah
(km²)
Penduduk
(jiwa)
2017
Kapanewon/KemantrenKelurahanKalurahan
134.02Kab. Bantul508,13931.35617-75
234.03Kab. Gunung Kidul1.431,42755.97718-144
334.01Kab. Kulon Progo586,28445.65512187
434.04Kab. Sleman574,821.062.86117-86
534.71Kota Yogyakarta32,5410.2621445-
TOTAL3133,153.606.1117846392

Menurut UU Nomor 3 tahun 1950 yang dikeluarkan oleh negara bagian Republik Indonesia yang beribu kota di Yogyakarta pada maret 1950, keistimewan DIY mengacu pada keistimewaan yang diberikan oleh UU Nomor 22 Tahun 1948 yaitu Kepala Daerah Istimewa diangkat oleh Presiden dari keturunan keluarga yang berkuasa di daerah itu pada zaman sebelum Republik Indonesia, dan yang masih menguasai daerahnya, dengan syarat-syarat kecakapan, kejujuran, dan kesetiaan, dan dengan mengingat adat istiadat di daerah itu[33]. Selain itu, untuk Daerah Istimewa yang berasal dari gabungan daerah kerajaan dapat diangkat seorang Wakil Kepala Daerah Istimewa dengan mengingat syarat-syarat sama seperti kepala daerah istimewa. Sebab pada saat itu daerah biasa tidak dapat memiliki wakil kepala daerah. Adapun alasan keistimewaan Yogyakarta diakui oleh pemerintahan RI menurut UU Nomor 22 Tahun 1948 (yang juga menjadi landasan UU Nomor 3 Tahun 1950 mengenai pembentukan DIY), adalah Yogyakarta mempunyai hak-hak asal usul, dan pada zaman sebelum Republik Indonesia sudah mempunyai pemerintahan sendiri yang bersifat Istimewa (zelfbestuure landschappen).

Saat ini Keistimewaan DIY diatur dengan UU Nomor 13 tahun 2012 yang meliputi[34]:

tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur, dan Wakil Gubernur;
kelembagaan Pemerintah Daerah DIY;
kebudayaan;
pertanahan; dan
tata ruang.
Kewenangan istimewa ini terletak di tingkatan Provinsi

Dalam tata cara pengisian jabatan gubernur, dan wakil gubernur salah satu syarat yang harus dipenuhi calon gubernur, dan wakil gubernur adalah bertakhta sebagai Sultan Hamengku Buwono untuk calon Gubernur, dan bertakhta sebagai Adipati Paku Alam untuk calon Wakil Gubernur[35].

Kewenangan kelembagaan Pemerintah Daerah DIY diselenggarakan untuk mencapai efektivitas, dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan masyarakat berdasarkan prinsip responsibilitas, akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi dengan memperhatikan bentuk, dan susunan pemerintahan asli yang selanjutnya diatur dalam Perdais.

Kewenangan kebudayaan diselenggarakan untuk memelihara, dan mengembangkan hasil cipta, rasa, karsa, dan karya yang berupa nilai-nilai, pengetahuan, norma, adat istiadat, benda, seni, dan tradisi luhur yang mengakar dalam masyarakat DIY yang selanjutnya diatur dalam Perdais.

Dalam penyelenggaraan kewenangan pertanahan Kasultanan Yogyakarta, dan Kadipaten Pakualamanan dinyatakan sebagai badan hukum. Kasultanan, dan Kadipaten berwenang mengelola, dan memanfaatkan tanah Kasultanan, dan tanah Kadipaten ditujukan untuk sebesar-besarnya pengembangan kebudayaan, kepentingan sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Kewenangan Kasultanan, dan Kadipaten dalam tata ruang terbatas pada pengelolaan, dan pemanfaatan tanah Kasultanan, dan tanah Kadipaten yang selanjutnya diatur dalam Perdais. Perdais adalah peraturan daerah istimewa yang dibentuk oleh DPRD DIY dan Gubernur untuk mengatur penyelenggaraan Kewenangan Istimewa. Selain itu, pemerintah menyediakan pendanaan dalam rangka penyelenggaraan urusan Keistimewaan DIY dalam Anggaran Pendapatan, dan Belanja Negara sesuai dengan kebutuhan DIY dan kemampuan keuangan negara.

Medan

Medan berasal dari kata bahasa Tamil Maidhan atau Maidhanam, yang berarti tanah lapang atau tempat yang luas, yang kemudian teradopsi ke Bahasa Melayu.

Hari jadi Kota Medan diperingati tiap tahun sejak tahun 1970 yang pada mulanya ditetapkan pada tanggal 1 April 1909. Tanggal ini kemudian mendapat bantahan yang cukup keras dari kalangan pers dan beberapa ahli sejarah. Karena itu, Wali kota membentuk panitia sejarah hari jadi Kota Medan untuk melakukan penelitian dan penyelidikan. Surat Keputusan Wali kotamadya Kepala Daerah Kotamadya Medan No. 342 tanggal 25 Mei 1971 yang waktu itu dijabat oleh Drs. Sjoerkani membentuk Panitia Peneliti Hari Jadi Kota Medan. Duduk sebagai Ketua adalah Prof. Mahadi, SH, Sekretaris Syahruddin Siwan, MA, Anggotanya antara lain Ny. Mariam Darus, SH dan T.Luckman, SH. Untuk lebih mengintensifkan kegiatan kepanitiaan ini dikeluarkan lagi Surat Keputusan Wali kotamadya Kepala Daerah Kotamadya Medan No.618 tanggal 28 Oktober 1971 tentang Pembentukan Panitia Penyusun Sejarah Kota Medan dengan Ketuanya Prof.Mahadi, SH, Sekretaris Syahruddin Siwan, MA dan Anggotanya H. Mohammad Said, Dada Meuraxa, Letkol. Nas Sebayang, Nasir Tim Sutannaga, M.Solly Lubis, SH, Drs.Payung Bangun, MA dan R. Muslim Akbar. DPRD Medan sepenuhnya mendukung kegiatan kepanitiaan ini sehingga merekapun membentuk Pansus dengan ketua M.A. Harahap, beranggotakan antara lain Drs. M.Hasan Ginting, Ny. Djanius Djamin SH., Badar Kamil, BA dan Mas Sutarjo.

Dalam buku The History of Medan tulisan Tengku Luckman Sinar (1991), dituliskan bahwa menurut "Hikayat Aceh", Medan sebagai pelabuhan telah ada pada tahun 1590, dan sempat dihancurkan selama serangan Sultan Aceh Alauddin Saidi Mukammil kepada Raja Haru yang berkuasa di situ. Serangan serupa dilakukan Sultan Iskandar Muda tahun 1613, terhadap Kesultanan Deli. Sejak akhir abad ke-16, nama Haru berubah menjadi Ghuri, dan akhirnya pada awal abad ke-17 menjadi Deli. Pertempuran terus-menerus antara Haru dengan Aceh mengakibatkan penduduk Haru jauh berkurang. Sebagai daerah taklukan, banyak warganya yang dipindahkan ke Aceh untuk dijadikan pekerja kasar.

Selain dengan Aceh, Kerajaan Haru yang makmur ini juga tercatat sering terlibat pertempuran dengan Kerajaan Melayu di Semenanjung Malaka dan juga dengan kerajaan dari Jawa. Serangan dari Pulau Jawa ini antara lain tercatat dalam kitab Pararaton yang dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu. Dalam Negarakertagama, Mpu Prapanca juga menuliskan bahwa selain Pane (Panai), Majapahit juga menaklukkan Kampe (Kampai) dan Harw (Haru). Berkurangnya penduduk daerah pantai timur Sumatra akibat berbagai perang ini, lalu diikuti dengan mulai mengalirnya suku-suku dari dataran tinggi pedalaman turun ke pesisir pantai timur Sumatra. Suku Karo bermigrasi ke daerah pantai Langkat, Serdang, dan Deli. Suku Simalungun ke daerah pantai Batubara dan Asahan, serta suku Mandailing ke daerah pantai Kualuh, Kota Pinang, Panai, dan Bilah.[10]

Dalam Riwayat Hamparan Perak yang dokumen aslinya ditulis dalam huruf Karo pada rangkaian bilah bambu, tercatat Guru Patimpus, tokoh masyarakat Karo, sebagai orang yang pertama kali membuka "desa" yang diberi nama Medan. Namun, naskah asli Riwayat Hamparan Perak yang tersimpan di rumah Datuk Hamparan Perak terakhir telah hangus terbakar ketika terjadi "kerusuhan sosial", tepatnya tanggal 4 Maret 1946. Patimpus adalah anak Tuan Si Raja Hita, pemimpin Karo yang tinggal di Kampung Pekan (Pakan). Ia menolak menggantikan ayahnya dan lebih tertarik pada ilmu pengetahuan dan mistik, sehingga akhirnya dikenal sebagai Guru Patimpus. Antara tahun 1614-1630 Masehi, ia belajar agama Islam dan diislamkan oleh Datuk Kota Bangun, setelah kalah dalam adu kesaktian. Selanjutnya Guru Patimpus menikah dengan adik Tarigan, pemimpin daerah yang sekarang bernama Pulau Brayan dan membuka Desa Medan yang terletak di antara Sungai Babura dan Sungai Deli. Dia pun lalu memimpin desa tersebut.[10]

Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590 kemudian dipandang sebagai pembuka sebuah kampung yang bernama Medan Puteri walaupun sangat minim data tentang Guru Patimpus sebagai pendiri Kota Medan. Karenanya hari jadi ditetapkan berdasarkan perkiraan tanggal 1 Juli 1590 dan diusulkan kepada Wali kota Medan untuk dijadikan sebagai hari jadi Medan dalam bentuk perkampungan, yang kemudian dibawa ke Sidang DPRD Tk.II Medan untuk disahkan. Berdasarkan Sidang DPRD tanggal 10 Januari 1973 ditetapkan bahwa usul tersebut dapat disempurnakan. Sesuai dengan sidang DPRD, Wali kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Medan mengeluarkan Surat Keputusan No.74 tanggal 14 Februari 1973 agar Panitia Penyusun Sejarah Kota Medan melanjutkan kegiatannya untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Berdasarkan perumusan yang dilakukan oleh Pansus Hari Jadi Kota Medan yang diketuai oleh M.A.Harahap bulan Maret 1975 bahwa tanggal 1 Juli 1590. Secara resmi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tk.II Medan menetapkan tanggal 1 Juli 1590 sebagai Hari Jadi Kota Medan dan mencabut Hari Ulang Tahun Kota Medan yang diperingati tanggal 1 April setiap tahunnya pada waktu sebelumnya.

Di Kota Medan juga menjadi pusat Kesultanan Melayu Deli, yang sebelumnya adalah Kerajaan Aru. Kesultanan Deli adalah sebuah kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1632 oleh Tuanku Panglima Gocah Pahlawan di wilayah bernama Tanah Deli (kini Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Indonesia).

John Anderson, orang Eropa asal Inggris yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan seorang pemimpin bernama Raja Pulau Berayan sudah sejak beberapa tahun bermukim disana untuk menarik pajak dari sampan-sampan pengangkut lada yang menuruni sungai. Pada tahun 1886, Medan secara resmi memperoleh status sebagai kota, dan tahun berikutnya menjadi ibu kota Karesidenan Sumatra Timur sekaligus ibu kota Kesultanan Deli. Tahun 1909, Medan menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran. Dewan kota yang pertama terdiri dari 12 anggota orang Eropa, dua orang bumiputra Melayu, dan seorang Tionghoa.

Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terdapat dua gelombang migrasi besar ke Medan. Gelombang pertama berupa kedatangan orang Tionghoa dan Jawa sebagai kuli kontrak perkebunan. Tetapi setelah tahun 1880 perusahaan perkebunan berhenti mendatangkan orang Tionghoa, karena sebagian besar dari mereka lari meninggalkan kebun dan sering melakukan kerusuhan. Perusahaan kemudian sepenuhnya mendatangkan orang Jawa sebagai kuli perkebunan. Orang-orang Tionghoa bekas buruh perkebunan kemudian didorong untuk mengembangkan sektor perdagangan. Gelombang kedua ialah kedatangan orang Minangkabau, Mandailing dan Aceh. Mereka datang ke Medan bukan untuk bekerja sebagai buruh perkebunan, tetapi untuk berdagang, menjadi guru dan ulama.

Sejak tahun 1950, Medan telah beberapa kali melakukan perluasan areal, dari 1.853 ha menjadi 26.510 ha pada tahun 1974. Dengan demikian dalam tempo 25 tahun setelah penyerahan kedaulatan, kota Medan telah bertambah luas hampir delapan belas kali lipat.

Kota Medan terdiri dari 21 kecamatan dan 151 kelurahan dengan luas wilayah mencapai 265,00 km² dan jumlah penduduk sekitar 2.478.145 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 9.352 jiwa/km².[22][23]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Medan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
12.71.09Medan Amplas7AmplasBangun MuliaHarjosari IHarjosari IISitirejo IISitirejo IIITimbang Deli
12.71.10Medan Area12Kotamatsum IKotamatsum IIKotamatsum IVTegal Sari ITegal Sari IITegal Sari IIIPandau Hulu IISei Rengas IISei Rengas PermataPasar Merah TimurSukaramai ISukaramai II
12.71.05Medan Barat6Glugur KotaKarang BerombakKesawanPulo Brayan KotaSei AgulSilalas
12.71.17Medan Baru6BaburaDaratMerdekaPadang BulanPetisah HuluTiti Rantai
12.71.08Medan Belawan6Bagan DeliBelawan BahagiaBelawan BahariBelawan SicanangBelawan IBelawan II
12.71.06Medan Deli6Kota BangunMabarMabar HilirTanjung MuliaTanjung Mulia HilirTiti Papan
12.71.04Medan Denai6BinjaiDenaiMedan TenggaraTegalsari Mandala ITegalsari Mandala IITegalsari Mandala III
12.71.03Medan Helvetia7Cinta DamaiDwikoraHelvetiaHelvetia TengahHelvetia TimurSei Sikambing C IITanjung Gusta
12.71.11Medan Johor6Gedung JohorKedai DurianKwala BekalaPangkalan MansyurSukamajuTiti Kuning
12.71.01Medan Kota12Kotamatsum IIIMesjidPandau Hulu IPasar BaruPasar Merah BaratPusat PasarSei Rengas ISitirejo ISudirejo ISudirejo IITeladan BaratTeladan Timur
12.71.13Medan Labuhan6BesarMartubungNelayan IndahPekan LabuhanSei MatiTangkahan
12.71.15Medan Maimun6AurHamdanJatiKampung BaruSei MatiSukaraja
12.71.12Medan Marelan5Labuhan DeliPaya PasirRengas PulauTanah Enam RatusTerjun
12.71.18Medan Perjuangan9Tegal RejoSidorame Barat ISidorame Barat IISidorame TimurSei Kera Hilir ISei Kera Hilir IISei Kera HuluPahlawanPandau Hilir
12.71.19Medan Petisah7Petisah TengahSei Putih BaratSei Putih TengahSei Putih Timur ISei Putih Timur IISei Sikambing DSekip
12.71.16Medan Polonia5AnggrungMadras HuluPoloniaSari RejoSuka Damai
12.71.02Medan Sunggal6Babura SunggalLalangSei Sikambing BSimpang TanjungSunggalTanjung Rejo
12.71.21Medan Selayang6Asam KumbangBeringinPadang Bulan Selayang IPadang Bulan Selayang IISempakataTanjung Sari
12.71.14Medan Tembung7Bandar SelamatBantanBantan TimurIndra KasihSidorejoSidorejo HilirTembung
12.71.07Medan Tuntungan9Baru Ladang BambuKemenangan TaniLau CihManggaNamo GajahSidomulyoSimalingkar BSimpang SelayangTanjung Selamat
12.71.20Medan Timur11DurianGaharuGang BuntuGlugur Darat IGlugur Darat IIPerintisPulo Brayan BengkelPulo Brayan Bengkel BaruPulo Brayan Darat IPulo Brayan Darat IISidodadi

Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, serta kota terbesar di luar Pulau Jawa.[5][6][7] Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dengan keberadaan Pelabuhan Belawan dan Bandar Udara Internasional Kuala Namu yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia. Akses dari pusat kota menuju pelabuhan dan bandara dilengkapi oleh jalan tol dan kereta api. Medan adalah kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api. Berbatasan dengan Selat Malaka, Medan menjadi kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia.

Sejarah Medan berawal dari sebuah kampung yang didirikan oleh Guru Patimpus di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Hari jadi Kota Medan ditetapkan pada 1 Juli 1590. Selanjutnya pada tahun 1632, Medan dijadikan pusat pemerintahan Kesultanan Deli, sebuah kerajaan Melayu. Bangsa Eropa mulai menemukan Medan sejak kedatangan John Anderson dari Inggris pada tahun 1823. Peradaban di Medan terus berkembang hingga Pemerintah Hindia Belanda memberikan status kota pada 1 April 1909 dan menjadikannya pusat pemerintahan Karesidenan Sumatra Timur. Memasuki abad ke-20, Medan menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran.

Ekspedisi Kirim Mobil - SEARA adalah perusahaan ekspedisi pengiriman mobil ke seluruh pulau di Indonesia yang terpercaya dan amanah. Sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun menggeluti usaha di bidang Jasa Kirim Mobil. Sehingga perusahaan kami dipercaya oleh ratusan perusahaan untuk mengirimkan mobil ke mana saja.

Keyword Terkait :

ekspedisi kirim mobil
jasa pengiriman mobil terpercaya
jasa pengiriman mobil antar pulau
ekspedisi pengiriman mobil
ekspedisi mobil
jasa pengiriman mobil tiki
jasa pengiriman mobil via laut
harga jasa pengiriman mobil
jasa pengiriman mobil murah
jasa kirim kendaraan
ekspedisi kirim mobil antar pulau
jasa ekspedisi mobil antar pulau
biaya ekspedisi mobil

Memahami Arti Kata Ekspedisi dan Cara Kerjanya

Ekspedisi Kirim Mobil Arti Kata Ekspedisi
Arti Kata Ekspedisi

Sempatkah Kamu mendengar sebutan kata ekspedisi ? Serta Apakah Kamu sempat mengenali metode kerja ekspedisi?

Aku percaya Kamu seluruh sempat mendengar kata ekspedisi, bisa jadi serta apalagi banyak dari kita memakai layanan ekspedisi. Tetapi Kamu ketahui“ menguasai kata ekspedisi serta metode kerjanya”

Terdapat banyak penafsiran buat kata ekspedisi, namun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia( KBBI) arti ekspedisi merupakan Pengiriman Benda, Pengiriman Pesan serta/ ataupun Industri Angkutan Benda.

Jadi, kala kita kerap mendengar kata“ bisnis pengiriman benda” di dunia ekspedisi, berartinya layanan ekspedisi yang ialah unit bisnis ataupun industri yang melaksanakan bisnis kiriman benda melalui darat,

Bagaimana ekspedisi bekerja dikala pengiriman benda?

Ekspedisi Kirim Mobil

Ekspedisi Kirim Mobil - Tiap industri yang mengoperasikan bisnis ekspedisi wajib mempunyai SOP( Prosedur Operasional Standar) ataupun peraturan yang lain. Terdapat sebagian perihal yang mempermudah pengiriman benda, namun sebagian pula mempraktikkan peraturan yang sangat ketat.

Tetapi, ketentuan ketat biasanya membenarkan pengiriman benda yang nyaman dibanding dengan ketentuan simpel. Tetapi, syarat ini tidak menjamin layanan yang andal serta memuaskan.

Jasa Derek - Sebab itu, bila Kamu membaca postingan ini serta mencari layanan ekspedisi, Kamu wajib lebih berjaga- jaga. Kamu wajib mencari industri yang sudah teruji andal, mempunyai pengalaman dalam pengiriman benda bagus, serta tidak sempat mempunyai permasalahan. Ini dibuktikan dengan banyaknya pelanggan yang memakai jasa industri mereka.

Berikut ini merupakan operasional metode kerja di industri pelayaran

Benda/ produk yang hendak dikirim

Ini merupakan langkah awal dalam pengoperasian industri pelayaran, sebab industri pelayaran tanpa benda yang hendak dikirim tidak bisa berjalan. Tetapi pasti saja, benda yang hendak dikirim wajib mematuhi peraturan industri serta tidak boleh dimasukkan dalam benda apa juga yang melanggar hukum.

Pengemasan ataupun pengemasan ulang barang

Buat membenarkan keamanan benda yang tidak rusak, metode benda dikemas mempunyai pengaruh besar pada benda yang hendak dikirim. Tetapi, terdapat sebagian poin berarti tertentu, ialah tipe benda rusak belah, cairan ataupun bahan santapan yang gampang rusak, sebab dalam sebagian permasalahan terdapat sebagian industri yang tidak mau menerima benda, bila tidak demikian halnya. Kasing dikemas dalam keadaan baik.

Pengelolaan dokumen

Dokumen yang disebutkan di mari merupakan administrasi dokumen administrasi Kepabeanan ataupun pihak terpaut yang lain. Bagaikan ketentuan, industri ekspedisi mengurus seluruh aspek administrasi dari dokumen yang dibutuhkan.

Bila dulu orang cuma memahami Pos Indonesia bagaikan salah satunya jasa pengiriman benda di Indonesia. Saat ini warga lebih dimudahkan dengan banyaknya jasa layanan pengiriman benda yang bisa digunakan buat memudahkan serta memesatkan proses pengiriman.

Bila dilihat dari macam- macam jasa pengiriman benda di Indonesia sesungguhnya dipecah bersumber pada pengelola serta tipe layanan pengiriman yang disediakan.

Macam-Macam Jasa Pengiriman Barang

Ekspedisi Kirim Mobil - Bila dilihat dari pengelolanya, jasa pengiriman benda di Indonesia dipecah jadi 2 ialah industri jasa pengiriman benda kepunyaan negeri ialah PT. pos Indonesia serta industri jasa kepunyaan swasta semacam JNE, TIKI, Wahana, Pandu Logistic, serta masih banyak lagi. Sebaliknya dari tipe layanan pengiriman bisa dibedakan bersumber pada jalan transportasi dan layanan sarana yang disediakan oleh jasa tersebut yang meliputi transportasi jalan darat, laut, serta hawa.

Buat lebih memahami berbagai berbagai jasa pengiriman benda yang terdapat di Indonesia, berikut sebagian industri yang sediakan layanan jasa pengiriman benda yang bisa kamu tahu secara lebih lengkap:

Bersumber pada Pengelola Jasa

Industri Jasa Pengiriman Benda Kepunyaan Negara

  • Pos Indonesia

Bagaikan salah satunya jasa pengiriman benda kepunyaan negeri, Pos Indonesia pula tercatat bagaikan salah satu industri ekspedisi awal di Indonesia. Keberadaannya begitu sangat memudahkan warga Indonesia dalam kegiatan pengiriman benda baik dalam maupun luar negara. Tidak hanya melayani pengiriman benda, Pos Indonesia pula melayani pengiriman dokumen, pesan, duit, dll.

Industri Jasa Pengiriman Benda Kepunyaan Swasta

Buat industri jasa pengiriman benda yang dikelola oleh swasta saat ini mempunyai jumlah yang begitu banyak. Apalagi industri jasa ini hendak terus tumbuh dengan terus menjadi banyaknya masyarakt yang memakai jasa- jasa tersebut. Berikut sebagian nama industri jasa pengiriman benda kepunyaan swasta ataupun perseorangan:

Bersumber pada Rute Pengiriman

Jasa Pengiriman Antar Kota

Buat jasa pengiriman benda antar kota meliputi: Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Cirebon, Purwodadi, Probolinggo, Pasuruan, Trenggalek, Kediri, Malang, serta segala kota- kota di Indonesia.

Jasa Pengiriman Antar Pulau

Buat jasa pengiriman benda antar pulau meliputi: Jakarta– Sumatera, Jakarta– Kalimantan, Jakarta– Bali, Jakarta, Sulawesi, Jakarta Papua, Jakarta NTB serta NTT, Jawa– Sumatera, Jawa– Sulawesi, Jawa– Kalimantan, serta segala pulau di Indonesia yang lain.

Jasa Pengiriman Antar Negara

Buat jasa pengiriman benda antar negeri umumnya dicoba buat negara- negara di segala dunia. Umumnya tarif buat jasa ini lebih mahal dibanding jasa- jasa yang lain.

Bersumber pada Jalan Transportasi

Transportasi Jalan Darat

Buat transportasi jalan darat umumnya kerap dicoba dengan memakai kendaraan- kendaraana darat semacam truk, tronton, elf, colt, sepeda motor, serta lain sebagainya.

Transportasi Jalan Laut

Buat transportasi jalan laut umumnya kerap dicoba dengan memakai kapal laut yang meliputi kapal feri, kapal muatan, kapal- kapal yang lain.

Transportasi Jalan Udara

Buat transportasi jalan hawa umumnya kerap dicoba dengan memakai pesawat spesial pengakutan benda. Umumnya industri jasa hendak berkolaborasi dengan biro maskapai penerbangan dalam proses pengiriman benda tersebut.

Bila dilihat dari macam- macam jasa pengiriman benda yang terdapat di Indonesia, pasti mempunyai jumlah yang sangat banyak.

Terlebih dikala ini proses pengiriman benda telah jadi satu kerutinan teratur yang dicoba tiap industri, bisnis perorangan, ataupun warga yang lain. Dengan terus menjadi banyaknya berbagai jasa pengiriman benda di Indonesia. Hingga warga juga hendak terus menjadi dimudahakan dalam melaksanakan kegiatan pengiriman barang- marang dari satu daerah ke daerah lain, dari pulau satu ke pulau lain, apalagi pengiriman benda ke segala negeri.

Jadi kesimpulan dari Ekspedisi Kirim Mobil adalah hampir sama dengan tulisan di atas, atau tinggal di ganti kata barang menjadi mobil. Yang membedakan tingkat keamanannya lebih ketat, Karna mobil sangat rentan terhadap kerusakan dan kehilangan, mungkin karna harganya lebih mahal

CARA UNTUK PROSES PENGIRIMAN DOKUMEN ATAU DATA ?

Jasa Pengiriman Mobil
  • Pengiriman data via Fax, caranya adalah silahkan anda foto copy stnk kemudian anda tuliskan di sebelah foto copy tersebut alamat pengambilan, alamat penerima dan nama pembayar biaya kirim serta contact person , lalu kirim ke alamat email : customer-support@seara.co.id
  • Pengiriman data secara Online, caranya adalah, silahkan klik disini kemudian silahkan anda isi form yang telah kami sediakan.
  • Pengiriman data via SMS, jika keadaan terpaksa misalnya anda berada diluar rumah atau kantor anda, anda dapat mengirimkan data tersebut via SMS, caranya adalah silahkan ketik : No Mobil, No Mesin, No rangka, Warna mobil, Tahun pembuatan, Harga mobil, Alamat pengambilan, Alamat tujuan, dan Nama pembayar ongkos,contact person masing-masing alamat lalu kirim ke no :+62 812-8976-7388

DOKUMEN ?

Data Tersebut Kami Perlukan Untuk Pengurusan Kirim Mobil Yaitu :

  • Asuransi,
  • Pembuatan DO (Surat Berita Acara Serah Terima Mobil,kendaraan) "surat jalan"
  • Pembuatan Memo SPK (Surat Perintah Kerja) Petugas dari kami untuk penjemputan mobil.
  • Dan Pembuatan Kwitansi Pembayaran Biaya Kirim.
  • Foto Copy STNK Mobil.
  • Atas Nama Pembayar Biaya Kirim Mobil.

PROSES SERAH TERIMA KENDARAAN MOBIL ?

PROSES SERAH TERIMA KENDARAAN MOBIL ?
  1. Klien memberikan data kendaraan berupa tipe dan Nomor polisi kendaraan atau foto copy STNK melalui email ataupun WhatsApp kepada SEARA.
  2. SEARA akan mengirimkan staff nya untuk pengambilan unit dengan membawa Surat Perintah Kerja (SPK) resmi dari SEARA dengan data unit yang sudah diberikan oleh klien.
  3. Klien wajib memeriksa dokumen pelengkap yang dibawa oleh staff SEARA sebelum unit diperiksa oleh staff SEARA.
  4. Staff SEARA diwajibkan memeriksa kelengkapan dan kondisi unit dengan cermat, teliti serta didampingi oleh klien. Selanjutnya staff SEARA akan mengisi form checklist Surat Terima Kendaraan yang sudah di stempel oleh SEARA.
  5. Klien wajib menandatangani form Checklist Serah Terima Kendaraan yang telah diisi sesuai dengan kelengkapan dan kondisi unit yang telah diperiksa secara seksama.
  6. Klien wajib di berikan satu lembar form Checklist Serah Terima Kendaraan sebagai bukti bahwa unit yang sudah diserahterimakan kepada SEARA sudah sesuai dengan pengecekan awal.
  7. Unit yang telah diserahterimakan selanjutnya akan dibawa oleh staff SEARA ke gudang penyimpanan sementara di pelabuhan atau langsung ke kapal berdasarkan situasi dan kondisi yang ada di saat pengambilan dan dipelabuhan.
  8. Saat kendaraan tiba di kota tujuan maka staff SEARA akan segera menghantarkan kendaraan klien ke alamat yang dituju
  9. Klien atau penerima kendaraan di tempat tujuan wajib memeriksa kembali kelengkapan dan kondisi unit sebelum serah Terima dengan staff SEARA.
  10. Klien atau penerima kendaraan wajib menandatangani form Checklist Serah Terima apabila kondisi unit sudah sesuai dengan yang tertera di form tersebut.

Ekspedisi Kirim Mobil yang kami support untuk seluruh Pulau atau Kabupaten di Indonesia Adalah

Ekspedisi Kirim Mobil Indonesia
Ekspedisi Kirim Mobil Indonesia

Blangpidie. Meulaboh. Kota Jantho. Calang. Tapak Tuan. Singkil. Karang Baru. Takengon. Kutacane. Idi Rayeuk. Lhoksukon. Lubuk Basung. Kalabahi. Kisaran. Agats. Mengwi. Paringin. Ngamprah. Soreang. Luwuk. Salakan. Banggai. Toboali. Mentok. Koba. Sungai Liat. Bangkalan. Bangli. Martapura. Banjarnegara. Bantaeng. Bantul. Pangkalan Balai. Purwokerto. Banyuwangi. Marabahan. Buntok. Tamiang. Muara Teweh. Barru. Batang. Muara Bulian. Limapuluh. Cikarang. Manggar. Tanjung Pandan. Atambua. Simpang Tiga Redelong. Bengkalis. Bengkayang. Kota Manna. Karang Tinggi. Arga Makmur. Tanjungredep. Biak. Raba. Bandar Seri Bentan. Bireuen. Kanigoro. Blora. Tilamuta. Cibinong. Bojonegoro. Kotamobagu. Bolaang Uki. Tutuyan. Boroko. Rumbia. Bondowoso. Suwawa. Watampone. Tanah Merah. Boyolali. Brebes, Bumiayu. Singaraja. Bulukumba. Tanjungselor. Muara Bungo. Buol. Namrole. Namlea. Pasarwajo. Batauga. Labungkari. Buranga. Ciamis. Cianjur. Cilacap. Sumber. Sidikalang. Tigi. Lubuk Pakam. Demak. Pulau Punjung. Kigamani. Dompu. Donggala. Tebing Tinggi. Ende. Enrekang. Fakfak. Larantuka. Garut. Blang Kejeren. Gianyar. Kwandang. Gorontalo. Sungguminasa. Gresik. Purwodadi. Wonosari. Kuala Kurun. Jailolo. Labuha. Weda. Maba. Tobelo. Kandangan. Barabai. Amuntai. Dolok Sanggul. Tembilahan. Rengat. Indramayu. Sugapa. Sentani. Wamena. Jember. Negara. Jeneponto. Jepara. Jombang. Kaimana. Bangkinang. Putussibau. Kuala Kapuas. Karanganyar. Karangasem. Karawang. Tanjung Balai Karimun. Kabanjahe. Kasongan. Bintuhan. Sukadana. Kebumen. Kediri. Waris. Kendal. Kepahiang. Terempa. Dobo. Tuapejat. Selatpanjang. Tahuna. Benteng. Pulau Pramuka. Ondong Siau. Sanana. Melonguane. Serui. Sungaipenuh. Ketapang. Klaten. Klungkung. Kolaka. Tirawuta. Lasusua. Langara. Andolo. Wanggudu. Unaaha. Kotabaru. Pangkalan Bun. Sampit. Taluk Kuantan. Sungai Raya. Kudus. Wates. Kuningan. Kupang. Sendawar. Tenggarong. Sangatta. Kota Pinang. Aek Kanopan. Rantau Prapat. Lahat. Nanga Bulik. Lamongan. Kota Liwa. Kalianda . Gunung Sugih. Sukadana. Kotabumi. Ngabang. Stabat. Tiom. Rangkasbitung. Muara Aman. Lewoleba. Sarilamak. Daik, Lingga. Mataram. Praya. Selong. Tanjung. Lumajang. Belopa. Malili. Masamba. Madiun. Kota Mungkid. Magetan. Batu Bulan. Majalengka. Majene. Betun. Kepanjen. Malinau. Wonreli (de facto). Masohi. Saumlaki. Langgur. Mamasa. Burmeso. Kobakma. Mamuju. Tobadak. Pasangkayu. Panyabungan. Labuan Bajo. Borong. Ruteng. Manokwari. Ransiki. Kepi. Turikale. Kumurkek. Nanga Pinoh. Bangko. Merauke. Mesuji. Timika. Tondano. Amurang. Ratahan. Airmadidi. Mojokerto. Bungku. Kolonodale. Muara Enim. Sengeti. Mukomuko. Raha. Laworo. Purukcahu. Sekayu. Muara Beliti Baru. Rupit. Nabire. Suka Makmue. Mbay. Ranai, Bunguran Timur. Kenyam. Bajawa. Nganjuk. Ngawi. Lahomi. Teluk Dalam. Lotu. Gunung Sitoli. Nunukan. Indralaya. Kota Kayu Agung. Muaradua. Martapura. Baturaja. Pacitan. Gunung Tua. Sibuhuan. Parit Malintang. Salak. Pamekasan. Pandeglang. Parigi. Pangkajene. Enarotali. Parigi. Simpang Ampek. Lubuk Sikaping. Tanah Grogot. Pasuruan. Pati. Anggi. Oksibil. Kajen. Pangkalan Kerinci. Pemalang. Penajam. Talang Ubi. Gedong Tataan. Pasar Krui. Painan. Meureudu. Sigli. Pinrang. Marisa. Polewali. Ponorogo. Mempawah. Poso. Pringsewu. Kraksaan. Pulang Pisau. Morotai Selatan. Bobong. Kotamulia. Ilaga. Purbalingga. Purwakarta. Purworejo. Waisai. Curup. Rembang. Bagan Siapi-api. Pasir Pengaraian. Baa. Seba. Sambas. Pangururan. Sampang. Sanggau. Sarmi. Sarolangun. Sekadau. Tais. Ungaran. Piru . Bula . Ciruas. Sei Rampah. Kuala Pembuang. Siak Sri Indrapura. Pangkajene Sidenreng. Sidoarjo. Sigi Biromaru. Muaro Sijunjung. Maumere. Raya. Sinabang. Sinjai. Sintang. Situbondo. Kecamatan Sleman. Padang Aro. Arosuka. Watan Soppeng. Sorong. Teminabuan. Sragen. Subang. Pelabuanratu. Sukamara. Sukoharjo. Tambolaka. Waikabubak. Waibakul. Waingapu. Taliwang. Sumbawa Besar. Sumedang. Sumenep. Sorendiweri. Tanjung. Tabanan. Pattalassang. Fef. Tideng Pale. Makale. Batulicin. Batusangkar. Pelaihari. Tigaraksa. Kota Agung. Kuala Tungkal. Muara Sabak. Sipirok . Pandan . Tarutung. Rantau. Singaparna. Muara Tebo. Slawi. Bintuni. Rasiei. Temanggung. Soe. Kefamenanu. Balige. Ampana. Toli-Toli. Karubaga. Rantepao. Trenggalek. Tuban. Tulang Bawang Tengah. Menggala. Tulungagung. Sengkang. Wangi-Wangi. Botawa. Blambangan Umpu. Wonogiri. Wonosobo. Sumohai. Elelim. 

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: