Jasa Derek Mobil Gondangdia - Gondangdia adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia. Kelurahan ini memiliki kode pos 10350. Stasiun Gondangdia terletak di kecamatan ini. Stasiun Gondangdia (GDD) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Meskipun diberi nama Gondangdia, stasiun ini sebenarnya tidak terletak di Kelurahan Gondangdia, tetapi terletak agak sedikit ke utara dari Kelurahan Gondangdia itu sendiri. Stasiun yang terletak pada ketinggian +15 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan hanya melayani rute KRL Commuter Line. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api.

Jasa Derek Mobil - Perusahaan Jasa Derek Mobil Terdekat, Khusus melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Untuk wilayah lain silakan hubungi kami. Jasa derek mobil diperlukan kala kendaraan hadapi kehancuran di tengah jalur, baik jalur universal ataupun jalur tol di dalam serta luar kota. Apabila kendaraan mogok di jalur tol, umumnya derek mobil dicoba Jasamarga.

Stasiun Gondangdia yang aktif sekarang merupakan stasiun layang di jalur segmen Manggarai-Jakarta Kota. Pada tanggal 5 Juni 1992, Presiden Soeharto beserta Ibu Tien dan jajaran di pemerintahan meresmikan jalur layang tersebut dengan naik KRL dari Gambir menuju Stasiun Jakarta Kota.[3] Bangunan Stasiun Gondangdia ini modern dengan sentuhan panel berwarna kuning cerah yang sampai hari ini masih dipertahankan dan tidak pernah diubah catnya. Diketahui, proyek tersebut yang telah dimulai pada Februari 1988 menghabiskan dana sebesar Rp432,5 miliar rupiah dan pada saat diresmikan belum sepenuhnya selesai hingga akhirnya bisa beroperasi penuh setahun kemudian.[4][5]

Di lantai bawah kompleks stasiun ini dahulu terdapat kios-kios yang ditempati oleh pedagang yang membayar sewa ke PT Kereta Api, tetapi saat ini ruang-ruang komersial tersebut sudah dibongkar.[6][7] Kantor pusat PT Kereta Api Logistik (Kalog) kini juga berada di stasiun ini.

Saat sebelum memutuskan mengenakan jasa derek mobil, tahu dahulu berapa bayaran buat tarif jasa derek mobil. Kalian wajib menguasai tarifnya, supaya tidak ditipu oknum petugas. Walaupun begitu, pastinya jangan hingga mengenakan jasa derek mobil, ya! Buat menjauhi perihal tersebut, jangan kurang ingat senantiasa berkendara dengan baik serta yakinkan kendaraanmu telah terlindungi asuransi mobil terbaik.

Sejarah
Asal usul nama kampung Gondangdia ternyata ada beberapa versi, diantaranya adalah:

Jasa Derek Mobil Gondangdia - Nama Gondangdia berasal dari nama pohon Gondang (sejenis pohon beringin) yang tumbuh pada tanah basah atau berair. Kemungkinan pada masa lalu ada pohon Gondang yang tumbuh di daerah ini.
Nama Gondangdia berasal dari nama binatang air sejenis keong Gondang. Yang artinya keong besar. Kemungkinan pada masa lalu didaerah ini banyak terdapat keong besar, sehingga masyarakat menyebut tempat ini dengan menyebut nama keong.
Nama Gondangdia berasal dari nama seorang kakek yang terkenal dan disegani oleh masyarakat sekitar kampung. Kakek ini mempunyai nama kondang dan sering juga dipanggil Kyai kondang Karena terkenal dikalangan masyarakat kampung, nama kakek kondang sering disebut – sebut dan masyarakat sering mengaitkan nama tempat itu dengan nama kakek, maka disebut dengan gondangdia (kakek dia yang tersohor).

Belanda datang ke Indonesia beberapa ratus tahun lalu. Jejaknya dapat dilihat di semua kota di Indonesia, tidak terkecuali Jakarta. Di Jakarta, salah satu kawasan yang sarat dengan bangunan peninggalan Belanda adalah Kota Tua Gondangdia, Jakarta Pusat.

Asal usul nama Gondangdia ada beberapa versi. Gondangdia berasal dari nama pohon Gondang yang tumbuh pada tanah basah. Versi lain menyebut Gondangdia adalah nama binatang air sejenis keong berukuran besar.

Apabila menyusuri Jalan Cut Meutia, bangunan di sisi kiri dan kanan kebanyakan masih berarsitektur Belanda. Sebut saja Masjid Cut Meutia. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, masjid ini adalah kantor pengembang perumahan De Boewploeg. Di tangan pengembang asal Belanda itulah Gondangdia menjadi perumahan elit yang kini bangunan-bangunannya telah banyak berubah fungsi.

Tidak jauh dari Masjid Cut Meutia terdapat Rumah Menteng 37. Rumah itu dahulu milik CF Starkey, direktur NV Java Neon Company. Sebelum berubah fungsi menjadi kantor seperti sekarang, Rumah Menteng 37 pernah diubah menjadi tempat penampungan perempuan dengan keterbatasan ekonomi yang dimotori Christian Women Union.

Bangunan peninggalan Kolonial lainnya adalah Gedung Joang 45. Gedung yang sekarang menjadi museum, awalnya hotel. Dibangun oleh Schomper, hotel tersebut diberi nama yang sesuai dengan nama pendirinya.

Kala itu, Schomper mendiirikan hotel sebagai tempat singgah pejabat Belanda dan pribumi serta pengusaha asing yang berkunjung ke Batavia. Schomper dan keluarganya juga tinggal di sana. Akan tetapi, mereka tersingkir sejak Jepang berkuasa di Indonesia.

Tentara Jepang menyita aset Schomper dan mengubah hotel menjadi asrama dan tempat pendidikan bagi pemuda Indonesia. Tujuannya untuk menciptakan pemuda-pemuda Indonesia yang mendukung aksi Jepang di Tanah Air.

Akan tetapi, para pemuda justru menjadikan asrama tersebut sebagai tempat pendidikan nasionalisme. Ada peran Sukarno, Mohammad Hatta, Adam Malik, Chaerul Saleh, dan tokoh pemuda pejuang kemerdekaan lain dalam menanamkan nasionalisme di asrama.

Nama Schomper juga sempat diubah menjadi Gedung Menteng 31. Mengusung nama baru, Gedung Menteng 31 sempat beberapa kali mengalami perubahan fungsi menjadi kantor Kementerian Pengerah Tenaga Rakyat dan Kantor Dewan Harian Angkatan 45.

Memiliki peran besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, Gedung Menteng 31 pun diubah menjadi museum sejak 1974.

Bangunan bersejarah lain di kawasan Gondangdia adalah Tugu Kunstkring Palaes dan Pasar Gondangdia. Dibuka pada 17 April 1914, Kunstkring menjadi pusat eksibisi seni dan restoran mewah. Lukisan karya pelukis ternama Pablo Picasso dan Vincent van Gogh pernah dipamerkan di gedung tersebut.

Sementara Pasar Gondangdia merupakan tempat jual beli. Pasar tradisional Gondangdia menjadi cikal bakal lahirnya gado-gado Boplo yang terkenal hingga saat ini. Nama Boplo diambil dari kata De Boewploeg.

Gondangdia saat ini adalah kawasan elit yang tertata rapi. Kehadiran Stasiun Gondangdia memudahkan warga Jakarta, Depok, Bogor dan Tangerang mendatangi kawasan tersebut untuk bekerja, pelesir atau sekadar transit.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: