Jasa Derek Mobil Kemayoran - Kecamatan Kemayoran terletak di Jakarta Pusat. Di kecamatan ini dulunya merupakan Bandara Kemayoran yang sejak tahun 1985 ditutup dan dijadikan sebuah pemukiman sebagian wilayahnya yaitu seluas 44 hektar. Sejak 1992, menjadi tempat penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta yang diselenggarakan setiap tahun dalam rangka hari jadi Kota Jakarta.

Kecamatan ini berada di bagian ujung utara Jakarta Pusat berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Priok (Jakarta Utara) di sebelah utara, Kecamatan Sawah Besar di sebelah barat, Kecamatan Kelapa Gading di sebelah timur, dan Kecamatan Cempaka Putih dan Johar Baru di sebelah selatan.

Daftar Kelurahan

  1. Gunung Sahari Selatan, Kemayoran dengan kode pos 10610
  2. Kemayoran, Kemayoran dengan kode pos 10620
  3. Kebon Kosong, Kemayoran dengan kode pos 10630
  4. Harapan Mulya, Kemayoran dengan kode pos 10640
  5. Cempaka Baru, Kemayoran dengan kode pos 10640
  6. Utan Panjang, Kemayoran dengan kode pos 10650
  7. Sumur Batu, Kemayoran dengan kode pos 10640
  8. Serdang, Kemayoran dengan kode pos 10650

Asal-Usul Kemayoran

Boleh jadi, sekarang ini orang-orang hanya mengenal kawasan Kemayoran hanya sebatas kawasan yang meliputi tiga kelurahan, yakni Kelurahan Kemayoran, Kebon Kosong, dan Serdang di Jakarta Pusat.

Padahal, dulunya kemayoran merupakan kampung yang kesohor karena orang-orang hebat pernah tinggal di sana. Beberapa di antaranya ada nama Murtado seorang jagoan Betawi berjuluk Macan Kemayoran, hingga legenda seni peran Betawi, Benyamin Sueb.

Ketenaran mereka pula yang mengangkat nama Kemayoran sebagai salah satu kampung penting dalam peradaban Jakarta. Namun boleh percaya atau tidak, selain orang-orang Betawi sendiri, kawasan Kemayoran justru sempat dimiliki seorang tuan tanah kaya raya di Batavia, bernama lengkap Isaac de l’Ostale de Saint Martin.

Sebagaimana yang diungkap Rachmat Ruchiat dalam buku Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta (2018), nama Kemayoran erat kaitannya dengan seorang mayor yang memiliki banyak tanah di Batavia.

“Tanahnya tersebar di beberapa tempat, antara lain di pinggir sebelah timur Sungai Bekasi, di Cinere (dulu disebut Ci Kanyere) sebelah timur Sungai Krukut di Tegal Angus dan di kawasan Ancol. Luas seluruhnya berjumlah ribuan hectare,” ucapnya, seperti dikutip VOI.

Menurut literasi yang ada, sang mayor lahir pada 1629 di Oleron, Bearn, Prancis. Namun, tak diketahui alasannya secara pasti mengapa dirinya memilih untuk meninggalkan tanah airnya dan membaktikan diri kepada kongsi dagang Belanda VOC di Batavia. Oleh karena kerja kerasnya selama mengabdi kepada Kompeni, pada 1662 dirinya telah berpangkat letnan dan ikut serta dalam peperangan di Cochin.

“Pangkat mayor Jamak diberikan oleh pemerintah Belanda kepada orang-orang kaya Belanda, Eropa maupun China. Sebab, mereka bekerja memungut pajak dari rakyat. Ukuran kekayaan pada masa itu (terletak) jumlah pengusaan tanah,” Tertulis pada tulisan di Majalah Tempo berjudul Ondel-Ondel di Dinding teras (2006).

“Makanya mereka biasa disebut tuan tanah. Seorang mayor bisa memonopoli perdagangan dan tinggal di rumah besar dengan perkarangan berhektar-hektar yang dalam bahasa belanda kerap disebut landhuis,” sambungnya.

Jasa Derek Mobil Kemayoran - Dalam rangka menjaga kepentingannya, sang mayor sering kali menggunakan jasa seorang centeng, tukung pukul ataupun jago –jawara—untuk melanggengkan eksistensinya menarik pajak. Bukan cuma itu, empunya pangkat pun memiliki puluhan budak dengan tugas melayaninya di landhuis bernama Gedung Tinggi. sayangnya, kediaman tersebut kini sudah tak bersisa.

Setelah itu, dirinya pun banyak menghabiskan waktu berada di rumahnya di Jalan Garuda, persis dekat tikungan Kemayoran Gempol. Lantas, karena kekayaan dan besarnya rumah sang mayor, orang-orang yang berkunjung ke kawasan tersebut sering kali menyebut kawasan tersebut Mayoran seperti yang tertera dalam dokumen Plakaatboek (Van der Chijs XIV; 532). Singkat cerita, Mayoran perlahan-lahan secara paripurna dilafalkan sebagai Kemayoran.

Penggusuran
Dahulu, kampung Kemayoran yang memiliki luas 500 hektar, merupakan rumah dari orang Betawi asli yang berprofesi sebagai petani. Untuk itu, umumnya di Kemayoran terdapat banyak ladang dan sawah tempat menghasilkan bahan pangan. Pun tempat tersebut dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain sehari-hari.

Jasa Derek Mobil Kemayoran - Tak cuma warga Betawi, mereka yang numpang hidup di Kemayoran juga diisi oleh orang-orang keturunan Belanda yang lazimnya disebut ‘sinyo’. Sayangnya, kondisi tersebut tak bertahan lama. Pada 1938 perubahan terjadi. Kawasan yang dulunya ramai rumah penduduk, sawah maupun ladang, disulap menjadi lapangan terbang oleh Kompeni.

Kejadian inilah yang membuat warga Betawi di Kemayoran banyak yang berdiaspora ke mana-mana. Sebab, rumah dan tempat mereka mengais rejeki telah digusur oleh pemerintah kolonial. Uniknya, tak ada keributan seperti yang biasanya terjadi belakangan ini dalam setiap masalah pembebasan lahan.

Usut punya usut penyebab tak terjadinya keributan, antara lain dikarenakan sebagian besar dari 450 hektar lahan dimiliki oleh tuan tanah bernama Rekeendal. Sisanya, tanah milik warga yang dibebaskan pun diganti dengan tanah dilokasi lain oleh pemerintah kolonial.

Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments: