Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Pada abad ke-16, muncul Kerajaan Banjar Masih dengan raja pertama Raden Samudera, seorang pelarian yang terancam keselamatannya oleh pamannya Pangeran Tumenggung yang menjadi raja Kerajaan Negara Daha sebuah kerajaan Hindu di pedalaman (Hulu Sungai). Kebencian Pangeran Tumenggung terjadi ketika Maharaja Sukarama masih hidup berwasiat agar cucunya Raden Samudera yang kelak menggantikannya sebagai raja. Raden Samudera sendiri adalah putra dari pasangan Puteri Galuh Intan Sari (anak perempuan Maharaja Sukarama) dan Raden Bangawan (keponakan Maharaja Sukarama). Atas bantuan Arya Taranggana, mangkubumi negara Daha, Raden Samudera melarikan diri ke arah hilir sungai Barito yang kala itu terdapat beberapa kampung di antaranya kampung Banjar (disebut juga Banjar Masih).


Minyak Kutus Kutus berawal dari sebuah desa Bona, sebuah desa kecil yang terletak di kabupaten Gianyar Bali. Dengan niat untuk berbagi kesembuhan kepada siapapun di muka bumi ini dan dengan keyakinan dalam menyajikan sebuah ramuan yang menjadi warisan Nusantara yang telah terbukti menyembuhkan dan menyehatkan dari sejak jaman Majapahit, lahirlah produk TAMBA WARAS bernama Minyak Kutus-Kutus, Minyak Tanamu Tanami , Sabun Kalila KalilaSabun Tanamu Tanami, Body Wash dan Hand Sanitizer Tamba Waras . Warisan yg dulu terpendam, kini bersinar kembali untuk menjadi bagian dalam keseharian kita untuk memperoleh kesembuahan dan kesehatan.

MENERUSKAN WARISAN NUSANTARA

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Jamu merupakan ramuan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alam yang diracik tanpa menggunakan bahan kimia sebagai aditif (bahan tambahan). Jamu sering disebut sebagai ramuan tradisional karena jamu memang sudah dikenal sejak jaman nenek moyang sebelum ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan obat-obatan modern masuk ke Indonesia.

Jamu adalah ramuan unik untuk pengobatan herbal di Indonesia, and dan digunakan untuk mengobati apapun sesuai dengan efektifitas tanaman yang dikenal secara empiris turun-temurun. Pengetahuan tentang Jamu telah digunakan selama berabad-abad di Indonesia , dan masih digunakan hingga hari ini.

Merupakan sebuah niat tulus dari kami untuk dapat berbagi dan membantu penyembuhan kepada sebanyak-banyaknya teman ataupun kerabat dari hasil penemuan kami dengan mengombinasikan berbagai macam tanaman herbal yang selama ini telah terbukti dapat membantu dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Produk Tamba Waras melipuit

MINYAK KUTUS KUTUS

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin  -
MINYAK KUTUS KUTUS

Minyak KUTUS KUTUS adalah minyak herbal yang terbuat dari campuran beragam tanaman jamu yang diolah secara khusus dengan cara tradisional. Sehingga menghasilkan Minyak jamu Herbal yang membantu proses penyembuhan serta aman dan nyaman untuk dipakai sehari-hari. Cara Pemakaiannya cukup sederhana hanya dengan membalurkan Minyak Kutus Kutus di anggota tubuh tertentu sesuai dengan sakit yang diderita.

MINYAK KUTUS Kutus dipercaya mampu mengaktifkan Energi tubuh yang sering disebut “Chi” sehingga secara otomatis menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh. Energi Chi adalah energi Inti kehidupan, yang mengalir pada jalur jalur meridian pada tubuh kita. Energi yang membuat manusia hidup dan semua organ berfungsi dengan baik. Apabila ada gangguan pada Chi maka akan ada gangguan pada organ tubuh.

APA ITU MINYAK KUTUS KUTUS

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Minyak kutus kutus ini dibuat dengan tanaman herbal yang di ekstrak dengan minyak kelapa lalu di blend dengan minyak essential hingga terjadi paduan serasi antara jamu & aromaterapi yang biasanya dua cara pengobatan ini dilakukan dengan cara berbeda. Unsur jamu digunakan untuk mengobati dan unsur aromaterapi digunakan untuk menentramkan tubuh, sehingga tingkat penyembuhan akan berlangsung dan menyenangkan. Ditambah minyak kutus kutus ini mudah meresap kedalam semua sirkulasi tubuh melalui pori-pori kulit karena ukuran dari minyak ini molekulnya sangat kecil sehingga penyerapannya juga sangat cepat.

BAHAN MINYAK KUTUS KUTUS

Terbuat dari 100% bahan-bahan alami. Tidak ada bahan kimia dalam komposisi minyak ini. Selain itu juga tidak menggunakan minyak dari hewan. Landasan formula yang dipakai ini mulai dari unsur akar, batang, daun, bunga, buah, minyak kelapa murni serta minyak essential yang merupakan satu unsur perpaduan. Terbuat dari beragam jenis tanaman herbal yang sudah terbukti khasiatnya mampu membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sehingga minyak herbal kutus-kutus memiliki berbagai khasiat untuk membantu penyembuhan berbagai macam penyakit.

MANFAAT MINYAK KUTUS KUTUS

MINYAK KUTUS KUTUS membantu anda mendapatkan kesehatan secara khusus membangkitkan energi penyembuhan dari alam dengan bahan tradisonal dari masuk angin, perut kembung dan gatal gatal akibat di gigit serangga serta sebagai minyak urut untuk membantu meredakan pegal linu, encok dan nyrei pada persendian masih banyak lagi manfaatnya

CARA PEMAKAIAN MINYAK KUTUS KUTUS

CARA PEMAKAIAN MINYAK KUTUS-KUTUS cukup mudah yaitu dengan cara membalurkan pada bagian telapak dan jari jari kaki, tulang punggung dari atas samapai tulang ekor dan pada bagian tubuh yang bermasalah dengan dosis sesuai anjuran yang tertera pada label kemasan. Karena terbuat dari bahan alami maka minyak ini tergolong aman dan nyaman di gunakan sehari hari, sifatnya yang alami membuat minyak ini memilik khasiat ganda, yaitu untuk menyembuhkan penyakit dan dapat menenangkan jiwa sehingga proses penyembuhan akan memberikan efek yang menyenangkan serta membahagiakan. Kegunaan Minyak kutus kutus antara lain untuk mengobati asam urat, nyeri sendi, rematik, pegal linu, kesemutan, keseleo, sakit pinggang, kram otot, nyeri otot, otot bengkak, otot kejang, leher tegang, saraf kejepit, lebam dan lain sebagainya.

MINYAK TANAMU TANAMI

MINYAK TANAMU TANAMI

Komposisi MINYAK TANAMU TANAMI ini terbuat dari 95% dari Minyak Nyamplung, yang ditambah dengan sedikit kandungan dari Minyak Zaitun dan Minyak Kelapa. Minyak Nyamplung sendiri saat ini sangat sulit di cari, terutama yang belum terproses menjadi oli. Betul, Minyak biji Nyamplung memang digunakan sebagai bahan pembuatan oli.

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Namun, selain berfungsi sebagai bahan dasar dalam pembuatan oli, Minyak Nyamplung ternyata juga telah di teliti dan dipelajari kandungannya memiliki fungsi yang bagus untuk menjaga serta mengatasi masalah yang ada pada kulit. Hal ini terjadi karena di dalam kandungan Minyak Nyamplung terdapat kandungan seperti calophyllolide (anti-inflamasi) dan delta-tocotrienol (vitamin E), serta sejumlah antioksidan super yang sering juga disebut xanthone.

MERAWAT SERTA MEMPERBAIKI STRUKTUR KULIT

Minyak Tanamu Tanami sangat sosok juga untuk meremajakan sel kulit dan memperbaiki sel kulit kulit mati. Dengan adanya Minyak Tanamu Tanami maka tidak perlu lagi serum kecantikan. Disamping itu juga minyak ini mudah diserap kulit sehingga mampu meremajakan sel-sel kulit dan membuat kulit menjadi lembab. Minyak Tanamu Tanami juga dapat melindungi kita dai sinar UV dan perlindungan SPF 20. Mampu mencegah kerutan di wajah juga.

Penelitian selama lebih dari satu abad teelah meenemukan bahwa Tanamu Oil (Minyak Biji Nyamplung) dapat sangat bermanfaat untuk anti penuaan dini. Berbagai Negara di dunia sudah memanfaatkan keajaiban dari khasiat minyak ini dalam halal kecantikan. Minyak Tanamu juga sangat mudah meresap kedalam pori-pori kulit anda. Cara kerjanya masuk ke jarigan ikat dan membantu pertumbuhan sel-sel baru di dalam kulit dan juga melindungi jaringan sel kulit baru ini dari serangan dari luar kulit kita.

MANFAAT MINYAK TANAMU TANAMI

MINYAK TANAMU TANAMI Cukup ampuh karena kemampuannya untuk menghasilkan jaringan kulit baru, anti inflamasi, anti neuralgic, antibiotic dan antioksidan. Orang Polinesia Kuno menggunakan Tanamu oil untuk mengobati dan menyembuhkan luka. Di era modern sekarang ini Tanamu Oil banyak di gunakan untuk mengobati bekas luka, bekas jerawat, Bintik Hitam, Stretch Mark, Kulit kering, dan pecah pecah. Kegunaan lainnya yaitu dapat di jadikan pertolongan pertama dalam mengobati Memar, Rematik, Luka Bakar, dan lain lsebagainya. Minyak Tanamu Tanami tidak berminyakdan mudah diserap kulit, karena memiliki sifat anti mikroba dan anti inflamasi. Minyak Tanamu Tanami sering di guunakan untuk penyakit kurap, bisul, Konjungtivitis dan infeksi lainnya. Manfaat lain dari minyak tanamu tanami di antaranya mengobati Wasir, Sakit Tenggorokan, Jerawat, Digigit serangga, Kulit bersisik, Ruam Popok, Luka pasca operasi, Eksim dan lain sebagainya

CARA PEMAKAIAN MINYAK TANAMU TANAMI

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – CARA PEMAKAIAN MINYAK TANAMU TANAMI (TANAMU OIL) Ini sebenarnya cukup mudah di lakukan oleh orang biasa, cukup di balurkan saja sampai merata pada permukaan kulit maka secara langsung Minyak Tanamu Tanami akan bekerja dengan sendirinya , Untuk Mendapatkan Hasil yang lebih maksimal sebaiknya kulit anda di bersihkan terlebih dahulu dari segala macam kotoran agar minyak Tanamu Tanami mudah meresap lebih baik, karena kulit yang kotor menyimpan banyak bakteri serta sampah yang akan menyumbat pori pori kulit sehingga proses penyerapan tidak maksimal

SABUN KALILA KALILA

SABUN KALILA KALILA

Sabun Kalila kalila yang berasal dari sisa ekstraksi MINYAK KUTUS-kutus yang terdiri dari 49 jenis tanaman herbal ditambah minyak kelapa murni dan minyak zaitun. Meskipun hanya tergolong limbah dari minyak kutus-kutus namun sabun ini juga memiliki khasiat yang luar biasa, antara lain untuk mengatasi berbagai penyakit kulit seperti panu, gatal-gatal, kutu air, dan biang keringat. Sabun akan mampu menyegarkan kulit dan membilas semua kotoran yang menempel, aroma wangi yang melekat akan mengusir bau keringat berganti dengan ekstrak wangi yang menyegarkan.

KOMPOSISI SABUN KALILA KALILA

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Sabun Kalila kalila yang berasal dari sisa ekstraksi minyak kutus-kutus yang terdiri dari 49 jenis tanaman herbal ditambah minyak kelapa murni dan minyak zaitun. Meskipun hanya tergolong limbah dari minyak kutus-kutus namun sabun ini juga memiliki khasiat yang luar biasa, antara lain untuk mengatasi berbagai penyakit kulit seperti panu, gatal-gatal, kutu air, dan biang keringat. Sabun akan mampu menyegarkan kulit dan membilas semua kotoran yang menempel, aroma wangi yang melekat akan mengusir bau keringat berganti dengan ekstrak wangi yang menyegarkan.

MENYEGARKAN DAN MENENTRAMKAN

Aroma rempah-rempah akan berpadu dengan wangi dari bahan lain seperti bunga kenanga yang tidak kalah sedap sehingga akan menimbulkan aromaterapi yang menentramkan ketika Anda menggunakan sabun ini.Selain mengandung berbagai rasa wangi yang khas, sabun ini juga memiliki sensasi hangat yang ditimbulkan dari cengkeh yang ada dalam salah satu kandungan sabun kalilakalila. Aroma cengkeh akan menyegarkan sekaligus mengusir rasa lelah yang melanda tubuh saat melakukan aktivitas seharian di luar ruangan.

MANFAAT SABUN KALILA KALILA

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Selain berfungsi untuk mengobati berbagai keluhan penyakit kulit yang ringan, sabun kalilakalila juga dapat digunakan sebagai sabun pencegah atau perawatan atas kulit yang sudah sehat agar terhindar dari penyakit kulit yang mengganggu, sehingga untuk anda yang memiliki kulit yang halus dan bersih bisa menggunakan sabun kalilakalila dengan rutin agar selalu terjaga kesehatannya.

Salah satu yang dapat dirasakan pengguna sabun kalilakalila adalah adanya aroma berbeda yang ditimbulkan dari sabun ini ketika di pakai. Saat sabun biasa saat di pakai tidak terlalu memancarkan wangi yang khas maka sabun kalilakalila memiliki wangi yang has rempah-rempah yang memang menjadi bahan dalam pembuatannya.

CARA PEMAKAIAN SABUN KALILA KALILA

Anda tentu sangat terganggu dengan jerawat atau penyakit kulit yang biasa hinggap tanpa memandang situasi, penyakit kulit ini biasanya ada karena lingkungan yang tidak bersih, efek penularan dari orang satu lingkungan serta penggunaan sabun yang kurang tepat.

Jadi jika menginginkan kulit yang sehat pastikan bahwa anda selalu menggunakan air dan kamar mandi yang bersih, tidak menukar peralatan mandi seperti handuk dan sabun dan yang tidak kalah penting adalah menggunakan sabun yang pas yang berguna untuk kesehatan kulit seperti sabun kalilakalila, penggunaan sabun ini secara teratur akan menghasilkan kulit yang sehat, lembab, halus, dan bersih.

SABUN TANAMU TANAMI

SABUN TANAMU TANAMI

Sabun Tanamu Tanami adalah sebuah produk sabun berkuwalitas premium dengan banyak keunggulan Sabun Tanamu Tanami menggunakan rempah-rempah hasil ekstraksi. MINYAK TANAMU TANAMI yang memiliki kandungan 50% Minyak Nyamplung (Tanamu Oil). Berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan kulit yang membandel seperti gatal-gatal akibat alergi luka jerawat, panu bekas luka dan bekas jerawat serta gangguan-gangguan kulit lainnya.

KOMPOSISI SABUN TANAMU TANAMI

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Minyak kelapa murni memiliki berbagai khasiat baik untuk kecantiikan, dengan kandungan protein yang tinggi minyak kelapa mampu merangsang pertumbuhan rambut, selain itu minyak kelapa juga bisa dimanfaatkan sebagai pelembab alami kulit, serta untuk lotion karena sifatnya tersebut. Minyak zaitun ialah salah satu jenis minyak yang paling baik saat ini karena kandungan lemak jenunya yang sedikit. Minyak Zaitun juga memiliki kandungan vitamin E yang tinggi, yang berfungsi sebagai antioksidan sebagai pencegah kanker, terutama kanker kulit.

Rempah rempah berkualitas, kandungan rempah yang sangat tinggi menjadikan Sabun Tanamu Tanami ini sangat nyaman ketika digunakan. Rasa hangat yang timbul ketika sabun ini diusapkan merata di seluruh tubuh memberikan sensasi yang beda ketimbang sensasi mandi yang pernah anda rasakan sebelumnya. Tanamu Oil atau minyak nyamplung ialah sebuah bahan yang sebenarnya tidak asing bagi sebagian orang di Indonesia. Tumbuhan yang tumbuh subur di hampir seluruh daratan Indonesia ini sering kita jumpai, namun masih jarang yang tahu mengenai manfaatnya untuk membantu mengatasi maslah kulit. Penelitian terhadap nyamplung pun masih sedikit, namun manfaat nyamplung tak usah di ragukan lagi.

APA BAHAYANYA PRODUK BERBAHAN KIMIA UNTUK KULIT?

Berikut ini merupakan bahan kimia yang sering dijumpai pada kosmetik :

Triclosan banyak sekali digunakan pada produk sabun, deodorant, pasta gigi, dll, sifatnya yang mudah diserap oleh kulit dan dan diketahui beracun atau karsinogenik di alam. Penelitian menunjukkan bahwa antibakteri dapat mengganggu fungsi testosterone pada sel dan dapat merusak beberapa bakteri yang baik sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi tertentu.

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Diethanolamine (DEA) ialah racun digunakan dengan DEA coccamide dan DEA lauramide sebagai pengemulasi dan pembuat busa dalam banyak produk perawatan pribadi seperti sampo krim cukur lotion pelembab kulit dan sabun bayi. Hal ini bersifat carcinogenic dalam alam dan bertindak sebagai penghancur hormone dan vitamin di dalam tubuh.

Formaldehida adalah salah satu bahan kimia berbahaya lain yang umum digunakan dalam sabun mandi bayi, poles kuku, perekat dan pewarna rambut bulu mata. Jika terus digunakan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti keracunan system kekebalan tubuh, iritasi pernafasan dan bahkan kanker.

Merkuri banyak ditemukan pada produk kecantikan fungsinya untuk memutihkan kuli. Banyak juga ditemukan pada produk seperti mascara. Penggunaan bahan ini dapat menyebabkan iritasi kulit, kerusakan saraf dll.

MANFAAT SABUN TANAMU TANAMI

Manfaat sabun tanamu tanami sungguh luar biasa, antara lain untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti panu, kadas, kurap, gatal-gatal akibat alergi, dan sebagainya. Tamanu oil juga mujarab untuk mengatasi masalah jerawat dan komedo, kulit bersisik, serta kulit pecah-pecah. Selain itu juga bisa menyembuhkan luka lecet, luka bakar, dan kulit lebam akibat benturan. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Minyak kelapa murni sangat bermanfaat untuk menjaga kecantikan kulit, antara lain melembabkan kulit, menghaluskan kulit, dan menyuburkan rambut. Karena khasiatnya tersebut maka minyak kelapa sering digunakan sebagai campuran pada berbagai produk kecantikan, seperti halnya pada sabun tanamu tanami.

CARA PEMAKAIAN SABUN TANAMU TANAMI

Memberikan sensasi hangat yang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah. Oleh karena itu rempah-rempah juga sering dijadikan campuran pada berbagai produk kecantikan kulit seperti lulur atau mangir, atau sabun yang mengandung lulur. Sabun tanamu tanami mengandung tamanu oil, minyak kelapa, minyak zaitun, dan rempah-rempah. Perpaduan tersebut menghasilkan sebuah sabun kesehatan yang berkualitas tinggi dan mampu mengatasi berbagai permasalahan kulit. Penggunaan sabun tanamu tanami setiap mandi akan menghasilkan kulit yang sehat dan cantik. Selain itu sensasi hangat yang ditimbulkan serta aromanya yang khas akan membuat acara mandi anda menjadi berbeda dan spesial, sangat berbeda dibandingkan ketika anda menggunakan sabun mandi sebelumnya.

Demikianlah sekelumit produk dari Tamba Waras yang kami ambil dari sumber pembutanya, semoga bermanfaat, Untuk melanjutkan artikel menurut Judul di atas akan kami bahas di bawah ini

Kami Mohon Maaf artikel yang kami sajikan belum sempurna. Kami mohon support dan dukungan agar artikel sesuai judul dapat kami sempurnakan kembali. Silakan kunjungi kami kembali di web Minyak Kutus Kutus ini.. Terima KAsih atas kunjungan anda. Kunjungan anda sangat berarti bagi kelangsungan website ini. SALAM SEHAT TAMBA WARAS !

minyak kutus kutus banjarbaru
minyak kutus kutus kalimantan selatan
minyak kutus kutus singkawang
minyak kutus kutus pontianak

Banjarmasin

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Banjarmasin sebelum tahun 1526 adalah nama kampung yang terletak di bagian utara muara Sungai Kuin, yaitu kawasan Kelurahan Kuin Utara dan Alalak Selatan saat ini. Kampung Bandar Masih terbentuk oleh lima aliran sungai kecil, yaitu Sungai Sipandai, Sungai Sigaling, Sungai Keramat, Sungai Jagabaya dan Sungai Pangeran yang semuanya bertemu membentuk sebuah danau. Kata Banjar berasal dari Bahasa Melayu yang berarti kampung atau juga berarti berderet-deret sebagai letak perumahan kampung berderet sepanjang tepian sungai.[10]

Sekitar tahun 1520, Patih Masih (kepala Kampung Banjar) dan para patih (kepala kampung) sekitarnya sepakat menjemput Raden Samudera yang bersembunyi di kampung Belandean dan setelah berhasil merebut Bandar Muara Bahan di daerah Bakumpai, yaitu bandar perdagangan negara Daha dan memindahkan pusat perdagangan ke pelabuhan Bandar (dekat muara sungai Kelayan) beserta para penduduk dan pedagang, kemudian menobatkan Raden Samudera menjadi raja dengan gelar Pangeran Samudera. Hal ini menyebabkan peperangan dan terjadi penarikan garis demarkasi dan blokade ekonomi dari pantai terhadap pedalaman. Pangeran Samudera mencari bantuan militer ke berbagai wilayah pesisir Kalimantan, yaitu Kintap, Satui, Swarangan, Asam Asam, Laut Pulo, Pamukan, Pasir, Kutai, Berau, Karasikan, Biaju, Sebangau, Mendawai, Sampit, Pembuang, Kota Waringin, Sukadana, Lawai dan Sambas. Hal ini untuk menghadapi Kerajaan Negara Daha yang secara militer lebih kuat dan penduduknya kala itu lebih padat. Bantuan yang lebih penting adalah bantuan militer dari Kesultanan Demak yang hanya diberikan kalau raja dan penduduk memeluk Islam. Kesultanan Demak dan majelis ulama Walisanga kala itu sedang mempersiapkan aliansi strategis untuk menghadapi kekuatan kolonial Portugis yang memasuki kepulauan Nusantara dan sudah menguasai Kesultanan Malaka.

Sultan Trenggono mengirim seribu pasukan dan seorang penghulu Islam, yaitu Khatib Dayan yang akan mengislamkan raja Banjar Masih dan rakyatnya. Pasukan Pangeran Samudera berhasil menembus pertahanan musuh. Mangkubumi Arya Taranggana menyarankan rajanya daripada rakyat kedua belah pihak banyak yang menjadi korban, lebih baik kemenangan dipercepat dengan perang tanding antara kedua raja. Tetapi pada akhirnya Pangeran Tumenggung akhirnya bersedia menyerahkan kekuasaan kepada Pangeran Samudera.

Dengan kemenangan Pangeran Samudera dan diangkutnya rakyat negara Daha (orang Hulu Sungai) dan penduduk Bandar Muara Bahan (orang Bakumpai) maka muncullah kota baru, yaitu Banjar Masih yang sebelumnya hanya sebuah desa yang berpenduduk sedikit. Pada 24 September 1526 bertepatan tanggal 6 Zulhijjah 932 H, Pangeran Samudera memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah (1526-1550). Rumah Patih Masih dijadikan keraton, juga dibangun paseban, pagungan, sitilohor (sitihinggil), benteng, pasar dan masjid (Masjid Sultan Suriansyah). Muara sungai Kuin ditutupi cerucuk (trucuk) dari pohon ilayung untuk melindungi keraton dari serangan musuh. Di dekat muara sungai Kuin terdapat rumah syahbandar, yaitu Goja Babouw Ratna Diraja seorang Gujarat.[11]

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Kerajaan Banjar Masih berkembang pesat, Sultan Suriansyah digantikan anaknya Sultan Rahmatullah 1550-1570, selanjutnya Sultan Hidayatullah 1570-1620 dan Sultan Musta’in Billah 1520-1620. Kota-kota yang terkenal di pulau Kalimantan pada awal abad ke-18 adalah Borneo (Brunei City), Ноrmata (Karimata), Marudo, Bendamarfin (Banjarmasin), dan Lava (Lawai). Untuk memperkuat pertahanan terhadap musuh, Sultan Mustainbillah mengundang Sorang, yaitu panglima perang suku Dayak Ngaju beserta sepuluh orang lainnya untuk tinggal di keraton. Seorang masuk Islam dan menikah dengan adik sultan, kemungkinan dia adik dari isteri Sultan, yaitu Nyai Siti Diang Lawai yang berasal dari kalangan suku Biaju (Dayak Ngaju). Tahun 1596, Belanda merampas 2 jung lada dari Banjarmasin yang berdagang di Kesultanan Banten. Hal ini dibalas ketika ekspedisi Belanda yang dipimpin Koopman Gillis Michaelszoon tiba di Banjarmasin tanggal 7 Juli 1607.

Pada tahun 1612, armada Belanda tiba di Banjar Masih (Banjar Lama) untuk membalas atas ekspedisi tahun 1607. Armada ini menyerang Banjar Masih dari arah pulau Kembang dan menembaki keraton di sungai Kuin pusat pemerintahan Kesultanan Banjar sehingga kota Banjar (kini Banjar Lama) atau kampung Keraton dan sekitarnya hancur, sehingga ibu kota kerajaan dipindahkan dari Banjar Masih ke Martapura. Walaupun ibu kota kerajaan telah dipindahkan tetapi aktivitas perdagangan di pelabuhan Banjarmasin (kota Tatas) tetap ramai. Menurut berita dinasti Ming tahun 1618 menyebutkan bahwa terdapat rumah-rumah di atas air yang dikenal sebagai rumah Lanting (rumah rakit) hampir sama dengan apa yang dikatakan Valentijn. Di Banjarmasin (kota Tatas) banyak sekali rumah dan sebagian besar mempunyai dinding terbuat dari bambu (bahasa Banjar: pelupuh) dan sebagian dari kayu. Rumah-rumah itu besar sekali, dapat memuat 100 orang, yang terbagi atas kamar-kamar. Rumah besar ini dihuni oleh satu keluarga dan berdiri di atas tiang yang tinggi. Menurut Willy, kota Tatas (kini Banjarmasin Tengah di sungai Martapura) terdiri dari 300 buah rumah. Bentuk rumah hampir bersamaan dan antara rumah satu dengan lainnya yang dihubungkan dengan titian. Alat angkutan utama pada masa itu adalah jukung atau perahu.

Selain rumah-rumah panjang di pinggir sungai terdapat lagi rumah-rumah rakit yang diikat dengan tali rotan pada pohon besar di sepanjang tepi sungai. Kota Tatas (kini Banjarmasin) merupakan sebuah wilayah yang dikelilingi sungai Barito, sungai Kuin dan Sungai Martapura seolah-olah membentuk sebuah pulau sehingga dinamakan Pulau Tatas. Di utara Pulau Tatas adalah Banjar Lama (Kuin) bekas ibu kota pertama Kesultanan Banjar, wilayah ini tetap menjadi wilayah Kesultanan Banjar hingga digabung ke dalam Hindia Belanda tahun 1860. Sedangkan pulau Tatas dengan Benteng Tatas (Fort Tatas) menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda yang sekarang menjadi pusat kota Banjarmasin saat ini. Nama Banjarmasih, oleh Belanda lama kelamaan diubah menjadi Banjarmasin, namun nama Banjarmasin biasanya mengaju kepada kota Tatas di sungai Martapura, sedangkan nama Banjar Masih mengacu kepada Banjar Lama di sungai Kuin. Kota Banjarmasin modern merupakan aglomerasi pulau Tatas (Kota Tatas), Kuin (Banjar Lama) dan daerah sekitarnya.

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – ota Banjarmasin memiliki 5 kecamatan dan 52 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 647.003 jiwa dengan luas wilayah 72,00 km² dan sebaran penduduk 8.986 jiwa/km².

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Banjarmasin, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
63.71.03Banjarmasin Barat9BasirihBelitung SelatanBelitung UtaraKuin CerucukKuin SelatanBasirihTelaga BiruTelawangTeluk Tiram
63.71.01Banjarmasin Selatan12Basirih SelatanKelayan BaratKelayan DalamKelayan TengahKelayan TimurKelayan SelatanMantuilMurung RayaPekaumanPemurus BaruPemurus DalamTanjung Pagar
63.71.05Banjarmasin Tengah12Antasan BesarGadangKertak Baru IlirKertak Baru UluKelayan LuarMawarMelayuPasar LamaPekapuran LautSeberang MesjidSungai BaruTeluk Dalam
63.71.02Banjarmasin Timur9Benua AnyarKarang MekarKebun BungaKuripanPekapuran RayaPemurus LuarPengambanganSungai BiluSungai Lulut
63.71.04Banjarmasin Utara10Alalak UtaraAlalak TengahAlalak SelatanAntasan Kecil TimurKuin UtaraPangeranSungai AndaiSungai JingahSungai MiaiSungai Mufti
TOTAL52

Suku bangsa

Kehidupan masyarakat Banjar di Sungai Martapura tempo dulu.

Minyak Kutus Kutus Banjarmasin – Mayoritas penduduk kota Banjarmasin berasal dari etnis Banjar (79,26%). Penduduk asli yang mendiami Banjarmasin adalah orang Banjar Kuala yang memiliki budaya sungai dengan interaksi masyarakat yang sangat kuat terhadap sungai baik dalam kegiatan sosial maupun ekonomi. Hal ini dapat diihat dari adanya Pasar Terapung yang menjadi salah satu objek wisata andalan Kota Banjarmasin. Orang Banjar Kuala mendiami sepanjang daerah aliran sungai di Banjarmasin yang dijuluki kota 1000 sungai karena di seluruh wilayah Banjarmasin terdapat aliran sungai baik sungai besar maupun kecil. Di Banjarmasin juga banyak orang Banjar dari daerah-daerah lain di Kalimantan Selatan, baik dari sesama kawasan Banjar Kuala maupun orang Banjar Hulu dan Banjar Batang Banyu dari Banua Anam.

Etnis minoritas terbesar yang cukup mudah ditemui di Banjarmasin yaitu etnis Jawa (10,27%), Madura (3,17%) dan keturunan Tionghoa (1,56%). Orang Jawa di Banjarmasin dapat ditemui di hampir semua kawasan dan umumnya telah membaur dengan orang Banjar, sedangkan orang Madura lebih mengelompok dengan mendiami beberapa kantong permukiman seperti di Kampung Gadang, Pekapuran, Kelayan dan Pemurus Baru. Kawasan pecinan di Banjarmasin berada di Jalan Veteran dan Jalan Pierre Tendean yang dihuni masyarakat keturunan Tionghoa. Di Banjarmasin juga terdapat pemukinan keturunan Arab di kawasan Jalan Antasan Kecil Barat yang biasa disebut Kampung Arab. Etnis-etnis lainnya yang terdapat di Banjarmasin yaitu etnis Dayak, Bugis, Sunda, Batak, Melayu, Bima dan lain-lain. Umumnya etnis-etnis lain yang sudah lama menetap di Banjarmasin akan mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Banjar karena sudah mengikuti adat istiadat, budaya dan bahasa Banjar, atau melakukan perkawinan dengan orang Banjar.


Axact

MRIZKY

Hanya Seorang Penuntut Ilmu, yang ingin mengetahui ilmu tentang SOSMED, Internet Marketing, SEO, STARTUP dan Teknologi terkini, Kami membaca dari berbagai sumber, kemudian kami tulis ulang di blog ini. Kami mohon maaf jika ada yang tidak dicantumkan sumber aslinya, mungkin hanya kelalaian penulis semata, Semoga penulis pertama akan mendapatkan pahala..aamiin

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top