Dokter Hewan Kucing Ambon Kota Ambon atau Ambong dalam bahasa setempat[5] (diucapkan sebagai ['ʔamboːŋ]) adalah ibu kota dan kota terbesar dari Provinsi Maluku. Kota yang berdiri di selatan Pulau Ambon ini[6] berawal dari pendirian sebuah benteng yang senantiasa menjadi pusat pertumbuhan kota.[7] Kota ini didirikan oleh bangsa Portugis yang menamainya dengan istilah Nossa Senhora da Anunciada.[c 1] Sejak zaman VOC dan Belanda, kota ini berkembang cepat sebagai pusat pembudidayaan dan perdagangan rempah[8][9] dan salah satu kota penting di Nusantara hingga sekarang berkedudukan sebagai ibu kota provinsi.[10] Kini, kota ini berkedudukan sebagai kota yang dikepalai oleh wali kota[11] dengan dewan perwakilan rakyat setempat sebagai penyelenggara bersamanya.[12]

Ambon memiliki beragam peninggalan sejarah, mulai dari masa megalitik hingga Jepang di delapan desanya yang masih terpelihara dengan baik.[13] Peninggalan-peninggalan tersebut beragam, mulai dari pangkalan militer peniggalan Jepang,[14] masjid jami kota,[15] hingga bom peninggalan Perang Dunia II.[16] Kota ini pun memiliki banyak peninggalan Belanda dan Portugis karena Ambon kaya akan pala dan cengkih yang didambakan orang Eropa pada masa lalu.[17] Pada umumnya, peninggalan bangsa Eropa di Pulau Ambon berupa benteng.[18]

Dokter Hewan Kucing Ambon
Dokter Hewan Kucing Ambon

Asal-usul dari istilah Ambon tidak mudah ditentukan. Menurut keterangan yang diberikan penduduk setempat, istilah tersebut berasal dari kata ombong yang merupakan bentukan lokal dari kata embun.[19] Puncak-puncak gunung di Pulau Ambon memang sering tertutupi oleh embun yang tebal.[19] Istilah Laha pun pernah dipakai untuk menamai Benteng Nossa Senhora da Anunciada yang menjadi cikal bakal kota.[20] Dalam bahasa setempat, laha diartikan sebagai pelabuhan.[21]

Meskipun kini istilah Ambon mengacu pada Kota Ambon, Pulau Ambon, maupun suku Ambon, dalam perkembangan sejarah (terutama pada abad ke-20), istilah Ambon mengacu kepada penduduk Maluku Tengah.[19] Frasa orang Ambon (Ambonezen) sendiri pun mengacu kepada para penduduk di Maluku Tengah, meskipun pada awalnya hanya digunakan untuk penduduk Kota Ambon yang memiliki budaya mestizo.[19]

Kota Ambon terletak di sebelah selatan dari Pulau Ambon[6] dengan luas keseluruhan sebesar 377 km2 atau dua perlima dari luas Pulau Ambon.[53] Luas ini terdiri dari luas daratan sebesar 359,45 km2 dan perairan sebesar 17,55 km2 dengan garis pantai sepanjang 98 km.[53] Kota ini dibelah oleh Teluk Ambon sehingga berada dalam lengkungan yang berbentuk huruf U.[54] Sisi timur kota berbatasan dengan Sala Hutu, Maluku Tengah; selatan dengan Laut Banda; dan barat dan utara dengan Leihitu, Maluku Tengah.[55]Dokter Hewan Kucing Ambon

Kota ini mencakup 46,38% dari seluruh tanah Pulau Ambon.[c 4] Menurut teleponnya, Kota Ambon mencakup wilayah kode telepon +62 911,[56] sedangkan Kota Ambon mencakup wilayah kode pos 97129–97237.

Berikut adalah Daftar kecamatan dan kelurahan/desa di Kota AmbonProvinsi MalukuIndonesia, beserta informasi kependudukan, luas wilayah, Kodepos, dan kode BPS-nya. Kota Ambon adalah kota terbesar ke-38 di Indonesia dengan penduduk sebanyak 427.934 jiwa pada 2016[1] dan kota dengan luas wilayah terbesar ke-21 dengan luas wilayah daratan 359,45 km².[2] Karena kota merupakan bagian dari Provinsi Maluku, sebagian desa disebut dengan istilah negeri.

Kota Ambon terdiri dari 5 kecamatan, 20 kelurahan, 20 negeri (setingkat desa), dan 10 desa. Pada tahun 2021, jumlah penduduknya mencapai 347.664 jiwa dengan luas wilayah 298,61 km² dan sebaran penduduk 1.164 jiwa/km². Kode Wilayah Kota Ambon adalah 81.71.[3][4][5][6]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Ambon, adalah sebagai berikut:

Kode WilayahNama KecamatanIbu kotaJumlahStatusDaftar Kelurahan, Negeri, dan Desa
KelurahanNegeriDesa
81.71.01NusaniweAmahusu85-NegerisembunyilbsKecamatan NusaniweKota AmbonMalukuKelurahanBentengKudamatiMangga DuaKelurahan NusaniweSilaleKelurahan UrimessingWaihaongWainituNegeriAmahusuLatuhalatNegeri NusaniweSeilaleNegeri Urimessing
Kelurahan
81.71.02SirimauKarang Panjang1031NegerisembunyilbsKecamatan SirimauKota AmbonMalukuKelurahanAhusenAmanteluBatu GajahBatu MejaHonipopuKarang PanjangPandan KasturiRijaliUritetuWaihokaDesaGalalaNegeriBatu MerahHative KecilSoya
Kelurahan
81.71.03BagualaPasso124NegerisembunyilbsKecamatan Teluk Ambon BagualaKota AmbonMalukuKelurahanLateriDesaLattaNaniaNegeri LamaWaiheruNegeriHalongPasso
Kelurahan
81.71.04Teluk AmbonWayame125NegerisembunyilbsKecamatan Teluk AmbonKota AmbonMalukuKelurahanTihuDesaHunuth/Durian PatahPokaWayameNegeriHative BesarLahaRumah TigaTawiri
Kelurahan
81.71.05Leitimur SelatanLeahari-8-NegerisembunyilbsKecamatan Leitimur SelatanKota AmbonMalukuNegeriEmaHatalaiHukurilaHutumuriKilangLeahariNakuRutong
Kelurahan
Total202010

Menurut jumlah penduduknya, Kecamatan Sirimaulah yang menjadi kecamatan terbesar,[7] sedangkan menurut luas wiilayahnya, Kecamatan Teluk Ambonlah yang menjadi kecamatan terbesar. Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Sirimau, sedangkan yang terendah ialah Leitimur Selatan. Pertumbuhan penduduk tertinggi pun terjadi di Kecamatan Teluk Ambon Baguala; terendah Nusaniwe.Dokter Hewan Kucing Ambon

Kota Ambon merupakan kota yang majemuk karena memiliki penduduk yang berasal dari berbagai suku bangsa, agama, dan ras.[94] Sebagian besar masyarakat Ambon berasal dari suku Ambon dan suku setempat. Meskipun demikian, persatuan keberagaman ini pernah diguncang oleh beberapa pertikaian politik yang menimbulkan kerusuhan besar dengan mengikusertakan agama seperti pada 1999.[95][96][c 6] Pada tahun 2016, jumlah penduduk Kota Ambon diperkirakan mencapai 427.934 jiwa[81] yang menjadikan Kota Ambon sebagai kota terbesar di provinsi dengan sumbangan penduduk sebesar 24,9%. Menurut Sensus Penduduk tahun 2010, sebesar 92,4% masyarakat bertempat tinggal di kawasan perkotaan, sedangkan sisanya di kawasan perdesaan.[97]

Suku mayoritas di kota ini adalah suku Ambon, suku yang mendiami Pulau Ambon dan pulau sekitarnya yang merupakan keturunan suku Alifuru.[98] Kota ini pun memiliki penduduk dari berbagai macam suku bangsa karena kota ini telah dinominasikan menjadi kota terbuka bersama dengan 29 kota lainnya di Indonesia.[99] Selain itu, keberagaman suku bangsa kota disebabkan oleh Maluku yang menjadi daerah tujuan transmigrasi.[100] Untuk menjaga kebhinekaan suku bangsa yang mendiami kota agar tetap harmonis dan menegaskan bahwa Kota Ambon ini kota paling toleran serta terbuka, pemerintah kota membangun perkampungan multietnis.[99] Selain suku Ambon, kota ini juga dihuni oleh etnis lainnya, seperti Arab, Buton, dan Tionghoa[101] yang pada mulanya datang untuk berdagang. Di samping itu, terdapat pula suku Minahasa, Jawa, dan Minang yang telah lama datang ke Ambon.

Berikut ini adalah daftar rumah sakit di Kota AmbonMaluku yang sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:[1]Dokter Hewan Kucing Ambon

No.KodeNama Rumah SakitJenisTipeAlamat
1.8171015RSUD Dr. M. HaulussyRSUDBJl. DR. Kayadoe No.16, BentengKec. Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku 97116
2.8171063RSUD Provinsi MalukuRSUDBJl. Leo Wattimena No.1, Negeri LamaKec. Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, Maluku 97232
3.8171030RS Al-AmbonRSDJl. Layar No.1, HalongKec. Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, Maluku 97231
4.8171110RS Al-FatahRSCJl. Sultan Babullah No.2, WainituKec. Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku 97126
5.8171096RS Bakti RahayuRSDJl. Ahmad Yani No.54, Batu GajahKec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku 97114
6.8171121RS Bhayangkara AmbonRSBJl. Sultan Hasanudin No.23, Pandan KasturiKec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku 97128
7.8171085RS GPM AmbonRSCJl. Anthonie Rhebok No.11, HonipopuKec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku 97126
8.8171074RS HativeRSDJl. Leo Wattimena No.45, PassoKec. Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, Maluku 97111
9.8171026RS Prof. Dr. LatumetenRSBJl. Dr. Tamaela No.2, SilaleKec. Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku 97111
10.8171027RS Siloam AmbonRSBJl. Sultan Hasanudin No.10, Hative KecilKec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku 97128

Kota Ambon memiliki fasilitas kesehatan yang cukup memadai. Angka harapan hidup kota yang besarnya hanya 69,74 tahun pada 2016[138] memang tidaklah tinggi, namun kota ini memiliki beberapa rumah sakit yang terakreditasi bagus. Rumah sakit terbesar di kota adalah RSUD Haulussy Ambon yang dimiliki pemerintah provinsi. Meskipun merupakan rumah sakit terbesar, rumah sakit sering mendapatkan banyak keluhan atas pelayanannya yang buruk,[149][150] bahkan pernah terancam ditutup pada 2020.[151] Selain rumah sakit tersebut, terdapat beberapa rumah sakit militer seperti RS Tentara Ambon dan RSAL Ambon, rumah sakit lembaga keagamaan seperti RS GPM Ambon, dan beberapa rumah sakit swasta lainnya. Pada 2013, pemerintah provinsi mengusahakan pembangunan rumah sakit pendidikan untuk Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura,[152] namun hal ini sudah tidak terdengar lagi.

Dokter Hewan Kucing Sukabumi Dokter Hewan Kucing Kendari Dokter Hewan Kucing Cirebon Dokter Hewan Kucing Dumai

Dokter hewan (disebut juga medik veteriner) adalah dokter yang menangani hewan dan penyakit-penyakitnya. Selain bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan serta berperan dalam kesehatan masyarakat veteriner.

Bidang pekerjaan Dokter Hewan Kucing Ambon

Bidang pekerjaan Dokter Hewan

Dokter hewan dapat membuka layanan medis dan bekerja sebagai praktisi. Dokter hewan praktisi biasanya lebih memfokuskan diri pada satu kelompok hewan tertentu, seperti hewan kesayangan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, misalnya anjing, kucing, dan kelinci. Mereka dapat berkarier di klinik dan rumah sakit hewan atau di tempat penampungan hewan. Sementara itu, dokter hewan lain memilih untuk berkarier pada manajemen kesehatan hewan ternak, baik hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, dan babi, maupun dunia perunggasan. Ada pula dokter hewan konservasi yang menangani satwa liar.

Ditinjau dari lingkup sektor ekonomi, dokter hewan dapat bekerja pada sektor privat dengan membuka layanan praktik mandiri, bekerja sama dengan rekan sejawat, atau pada perusahaan swasta, baik melalui pelayanan jasa medis ataupun konsultasi. Sebagian dokter hewan lain bekerja pada sektor publik atau pemerintahan pada layanan veteriner, lembaga penelitian, konservasi, pembibitan, produksi dan reproduksi hewan, serta lembaga sertifikasi seperti karantina hewan. Selain itu, organisasi nirlaba, yang biasanya merupakan lembaga konservasi, juga merekrut dokter hewan.

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing Ambon

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan berisiko mengalami luka fisik yang disebabkan oleh hewan yang ditanganinya. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1988 menyebutkan bahwa 64,6% dari dokter hewan pernah mengalami luka berat akibat hewan; tangan, lengan, dan kepala menjadi area yang paling umum terluka, sementara sapi, anjing, dan kuda menjadi hewan yang paling umum menyebabkan luka

Kompetensi

Setelah lulus pendidikan dan dilantik menjadi dokter hewan, seseorang wajib memiliki sejumlah kompetensi. Secara garis besar, kompetensi minimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu:[3]

  • Epidemiologi — menerapkan epidemiologi deskriptif untuk mengendalikan penyakit dan berpartisipasi dalam penyelidikan epidemiologi jika terjadi kasus penyakit yang wajib dilaporkan;
  • Penyakit hewan lintas batas — mengidentifikasi penyakit hewan lintas batas dan patogen yang diasosiasikan dengannya, memahami distribusinya secara global, pengambilan dan penanganan sampelnya, penggunaan alat diagnostik dan terapeutik yang tepat, implikasi peraturan dan pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Zoonosis (termasuk penyakit bawaan makanan) — mengidentifikasi zoonosis dan penyakit bawaan makanan serta patogen yang diasosiasikan dengannya; memahami penggunaan alat diagnostik dan terapeutik, implikasinya terhadap kesehatan manusia, pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Penyakit infeksi baru dan muncul kembali — memahami penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi yang muncul kembali, mendeteksi tanda klinis dan melaporkannya ke otoritas veteriner, memahami hipotesis kemunculannya, dan tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Program pencegahan dan pengendalian penyakit — memahami program baku yang telah ditetapkan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, zoonosis, atau penyakit infeksi baru dan muncul kembali; cara mengidentifikasi hewan untuk ketertelusuran dan pengawasan oleh otoritas veteriner; memahami dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana darurat untuk mengendalikan penyakit lintas batas, termasuk membunuh hewan secara manusiawi; berpartisipasi dalam kampanye vaksinasi reguler dan darurat, serta program uji-dan-potong/terapi, sistem deteksi dini, penyakit hewan yang wajib dilaporkan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Higiene makanan — memahami praktik keamanan pangan di peternakan, inspeksi pemotongan hewan, termasuk pemeriksaan pra- dan pascamati, serta penyembelihan yang manusiawi; integrasi antara pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, termasuk peran dokter hewan dengan dokter, praktisi kesehatan masyarakat, dan analis risiko;
  • Produk-produk veteriner — memahami penggunaan produk-produk veteriner dengan tepat, termasuk pencatatannya; konsep waktu henti obat untuk mencegah residu pada produk hewan yang akan dikonsumsi manusia; mekanisme perkembangan resistansi obat; hubungan penggunaan antibiotik pada hewan pangan dan berkembangnya resistansi antibiotik pada manusia; penggunaan obat-obatan dan bahan-bahan biologis dengan tepat untuk memastikan keamanan rantai pangan dan lingkungan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Kesejahteraan hewan — memahami kesejahteraan hewan dan tanggung jawab pemilik, dokter hewan, dan orang lain yang menangani hewan; mengidentifikasi masalah kesejahteraan hewan dan berpartisipasi dalam tindakan perbaikannya; memahami informasi terbaru tentang pengaturan kesejahteraan hewan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional, termasuk dalam produksi hewan, transportasi hewan, dan pemotongan hewan untuk konsumsi dan eliminasi untuk mengendalikan penyakit;
  • Legislasi dan etika veteriner — memahami peraturan tentang veteriner dan profesi kedokteran hewan di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan regional, serta tempat untuk mencari informasi terbaru; menerapkan standar tinggi dalam etika profesi dokter hewan dalam keseharian; serta kepemimpinan dalam masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan dan perawatan hewan;
  • Prosedur sertifikasi umum — memeriksa dan memantau individu hewan atau kelompok hewan untuk menerbitkan sertifikat bebas dari penyakit atau kondisi tertentu berdasarkan prosedur baku; serta mengisi dan menandatangani sertifikat kesehatan sesuai dengan aturan nasional;
  • Kemampuan komunikasi — mengomunikasikan informasi teknis dengan cara membuat yang dapat dipahami masyarakat umum; dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan tenaga kesehatan profesional untuk saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, serta pengalaman praktis.

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing Ambon

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan disebut juga dengan medik veteriner. Dokter hewan bertugas mencegah, memeriksa, mengobati, dan melakukan perawatan pada hewan dari penyakit. Jenis kucing hewan yang ditangani bisa hewan besar (sapi, kuda, kambing, kerbau, babi), hewan kecil (anjing, kucing), unggas (ayam, itik, angsa, puyuh), hewan eksotik (ular, hamster, kura-kura, iguana), satwa liar (reptil, primata), satwa harapan (rusa, kelinci), satwa akuatik (ikan), ataupun hewan laboratorium (rodensia). Kalau ada hewan yang terluka, mengalami patah tulang, maka dokter hewan akan melakukan operasi.

Dokter hewan juga berperan penting dalam pencegahan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia (zoonotik), seperti rabies, antraks, leptospirosis, juga flu burung. Secara aktif, seorang dokter hewan akan memberikan vaksin. Selain itu, dokter hewan memainkan peranan dalam proses pengembangbiakan hewan. Misalnya, dalam inseminasi buatan pada kuda, dokter hewan akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan sperma kuda jantan ke rahim kuda betina. Dokter hewan juga akan memantau proses kehamilan pada kuda tersebut.

Sehari-hari, dokter hewan bisa bekerja di rumah sakit hewan, kebun binatang bahkan NGO internasional. Selain bekerja dalam bidang pemeriksaan dan pengobatan, ada juga lho dokter hewan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan berdinas di pusat karantina, pusat pemeriksaan sanitasi daging hewan, dan pusat kesehatan hewan. Pilihan lain untuk profesi dokter hewan adalah praktik mandiri dengan membuka klinik kesehatan hewan. mrizky

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
  • Mencegah hewan agar tidak terinfeksi penyakit.
  • Memeriksa penyakit dan memberikan pengobatan pada hewan.
  • Melakukan diagnosis (klinik, patologik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium imunologi, laboratorium parasitologi, dan lain-lain).
  • Menyusun nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik pada hewan.
  • Melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan kebidanan, dan penanganan gangguan reproduksi pada hewan.
  • Melindungi kehidupan/kesehatan hewan dan risiko yang ditimbulkan.
  • Menanggulangi penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik melalui terapi, eradikasi, dan lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan pangan.
  • Melindungi kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additive), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
  • Menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.
  • Melakukan pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: