Dokter Hewan Kucing Malang adalah sebuah kota yang terletak di provinsi Jawa Timur, Indonesia,[5] kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dan kota terbesar ke-12 di Indonesia. Kota ini didirikan pada masa Pemerintahan Belanda pada tanggal 1 April 1914, yang dimana E.K Broeveldt sebagai walikota pertama,Kota ini terletak di dataran tinggi seluas 145,28 km²[7] yang merupakan enklave Kabupaten Malang.[8] Bersama dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang, Kota Malang merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya.

Kota Malang dikenal baik sebagai kota pendidikan. Kota ini memiliki berbagai perguruan tinggi terbaik seperti Universitas Brawijaya,[9] Universitas Negeri Malang,[9] UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Politeknik Negeri Malang. Selain itu, kota ini merupakan kota pariwisata karena alamnya yang menawan yang dikelilingi oleh pegunungan[10] serta udaranya yang sejuk.[11] Malang pun terkenal sebagai kota bunga karena banyaknya bunga yang menghiasi kota.[12] Kota Malang juga merupakan kota seni[13] karena banyaknya kesenian khas dari kota ini, mulai dari tarian hingga pertunjukan.

Dokter Hewan Kucing Malang
Dokter Hewan Kucing Malang

Kota Malang memiliki berbagai macam orang dari berbagai macam suku bangsa dan budaya. Penduduk kota Malang mencapai 895.387 jiwa[14] dengan suku mayoritas Jawa,[15] diikuti dengan Madura. Wilayah Metropolitan Malang (Malang Raya) merupakan kawasan metropolitan terbesar kedua di Jawa Timur setelah Gerbangkertosusila. Jika dilihat dari sisi budaya, Kota Malang termasuk ke dalam Kawasan Kebudayaan Arek.[16]

Kota Malang menyimpan berbagai macam peninggalan bersejarah.[17] Kota ini menyimpan peninggalan masa Kerajaan Kanjuruhan hingga Belanda.[18] Peninggalan Belanda pada umumnya berupa bangunan-bangunan kuno seperti Gereja Kayutangan yang berarsitektur gotik.[19] Malang pun mengadakan berbagai acara untuk melestarikan cagar budayanya, salah satunya seperti Festival Malang Tempo Doeloe.[20] Malang pun memiliki banyak peninggalan sejarah yang menjadi markah tanah seperti Tugu Malang (Alun-Alun Bundar).[21]

Kota Malang terletak di tengah-tengah Kabupaten Malang dan sisi selatan Pulau Jawa. Kota ini memiliki luas sebesar 145,28 Km².[7] Kota ini dibatasi oleh Kecamatan Singosari dan Kecamatan Karangploso di sisi utara; Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang di sisi timur; Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji di sisi selatan; dan Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau di sisi barat[8] yang semuanya merupakan kecamatan di Kabupaten Malang.

Bagian-bagian Kota Malang memiliki kekhasan sendiri sehingga memiliki kecocokan tersendiri dalam berbagai aktivitas. Bagian selatan Kota Malang merupakan dataran tinggi yang cukup luas sehingga cocok untuk industri; bagian utara merupakan dataran tinggi yang subur sehingga cocok untuk pertanian; bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang subur; dan bagian barat merupakan dataran tinggi yang amat luas dan kini menjadi daerah pendidikan.[8]Dokter Hewan Kucing Malang

Kota Malang dilalui oleh salah satu sungai terpanjang di Indonesia serta terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo, yaitu Sungai Brantas yang mata airnya terletak di lereng Gunung Arjuno di sebelah barat laut kota. Sungai kedua terpanjang di Malang adalah Sungai Metro yang melalui Kota Malang di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun.

Kota Malang terletak di dataran tinggi. Kota ini terletak pada ketinggian antara 440—667 meter di atas permukaan air laut. Titik tertinggi kota ini berada di CitraGarden City Malang, sebuah kota mandiri,[34] sedangkan wilayah terendah Kota Malang berada di Kawasan Dieng.[35]

Kota Malang dikelilingi oleh beberapa gunung serta pegunungan. Kota ini dikelilingi oleh Gunung Arjuno di sebelah utara; Gunung Semeru di sebelah timur; Gunung Kawi dan Gunung Panderman di sebelah barat; Gunung Kelud di sebelah selatan.[8]

Kota Malang terdiri dari 5 kecamatan dan 57 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 834.545 jiwa dengan luas wilayah 145,28 km² dan sebaran penduduk 5.744 jiwa/km².[51][52]Dokter Hewan Kucing Malang

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Malang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
35.73.01Blimbing11ArjosariBalearjosariBlimbingBunulrejoJodipanKesatrianPandanwangiPolehanPolowijenPurwantoroPurwodadi
35.73.03Kedungkandang12ArjowinangunBumiayuBuringCemorokandangKedungkandangKotalamaLesanpuroMadyopuroMergosonoSawojajarTlogowaruWonokoyo
35.73.02Klojen11BarengGadingasriKasinKaumanKiduldalemKlojenOro-Oro DowoPenanggunganRampal CelaketSamaanSukoharjo
35.73.05Lowokwaru12DinoyoJatimulyoKetawanggedeLowokwaruMerjosariMojolanguSumbersariTasikmaduTlogomasTulusrejoTunggulwulungTunjungsekar
35.73.04Sukun11BakalankrajanBandulanBandungrejosariCiptomulyoGadangKarangbesukiKebonsariMulyorejoPisangcandiSukunTanjungrejo
TOTAL57

Jumlah penduduk Kota Malang adalah 895.387 jiwa pada tahun 2017.[14] Dengan luas Kota Malang yang mencapai 145,28 km²,[7] kepadatan penduduk Kota Malang mencapai 6.200 jiwa/km². Malang merupakan kota ke-21 terbesar di Indonesia[63] dan merupakan kota ke-18 terpadat se-Indonesia.

Berikut ini adalah daftar rumah sakit di Kota MalangJawa Timur yang sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:[1]

No.KodeNama Rumah SakitJenisTipeAlamat
1.3573258RSUD Kota MalangRSUDDJl. Rajasa No.27, BumiayuKec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65116
2.3573011RSUD Dr. Saiful AnwarRSUDAJl. Jaksa Agung Suprapto No.2, KlojenKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111
3.3507113RS Brimedika MalangRSDJl. Mayjend Panjaitan No.176, PenanggunganKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65113
4.3573022RS Dr. SoepraoenRSBJl. S. Supriadi No.22, SukunKec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65112
5.3573246RS Hermina TangkubanprahuRSCJl. Tangkuban Perahu No.31, KaumanKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
6.3573215RS Islam Aisyiyah MalangRSCJl. Sulawesi No.16, KasinKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65117
7.3573226RS Islam MalangRSCJl. Mayjen Haryono No.139, DinoyoKec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
8.3573066RS Lavalette MalangRSBJl. W.R. Supratman No.10, Rampal CelaketKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111
9.3573044RS Panti NirmalaRSBJl. Kebalen Wetan No.2, KotalamaKec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65134
10.3573055RS Panti Waluya SawahanRSBJl. Nusakambangan No.56, KasinKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65117
11.3573249RS Permata BundaRSDJl. Soekarno-Hatta No.75, MojolanguKec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142
12.3573257RS Persada MalangRSBJl. Raden Panji Suroso No.4, PurwodadiKec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
13.3573262RS Universitas BrawijayaRSCJl. Soekarno-Hatta No.22, LowokwaruKec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141
14.3573254RSIA Galeri CandraRSIACJl. Andong No.3, JatimulyoKec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141
15.3573243RSIA Mardi WaloejaRSIACJl. Kauman No.23, KaumanKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
16.3573251RSIA Mardi Waloeja RampalRSIACJl. W.R. Supratman No.1, Rampal CelaketKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111
17.3573253RSIA Melati HusadaRSIACJl. Kawi No.32, GadingasriKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65115
18.3573135RSIA Muhammadiyah MalangRSIACJl. Kyai H. Wahid Hasyim No.30, KaumanKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
19.3573252RSIA Mutiara Bunda MalangRSIACJl. Ciujung No.19, PurwantoroKec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
20.3573247RSIA Permata HatiRSIACJl. Danau Toba No.17, LesanpuroKec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65138
21.3573250RSIA Puri BundaRSIACJl. Simpang Sulfat Utara No.60, PandanwangiKec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
22.3573244RSIA Puri MalangRSIACJl. Taman Slamet No.20, GadingasriKec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65115
23.3573260RSIA Refa HusadaRSIACJl. Mayjen Sungkono No.9, TlogowaruKec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65132
24.3573261RSIA Rumkitbab MalangRSIACJl. Panglima Sudirman No.20, KesatrianKec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65111

Pelayanan kesehatan di kota cukup memadai. Hal ini didukung oleh pemfokusan APBD yang dilakukan oleh pemkot.[124] Di Kota Malang, terdapat ratusan rumah sakit, klinik, puskesmas, posyandu, dan pelayanan kesehatan lainnya. Pemerintah provinsi dan kota memiliki rumah sakit di kota ini. Pemerintah provinsi memiliki sebuah rumah sakit bertipe A, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar,[125] sedangkan pemerintah kota memiliki sebuah rumah sakit yang lebih kecil, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Kota Malang.[126]Dokter Hewan Kucing Malang

RSUD Dr. Saiful Anwar merupakan rumah sakit terbesar di kota. Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit rujukan Jawa Timur bagian selatan.[127] Rumah sakit umum lainnya adalah RSUD Kota Malang, RS Panti Nirmala, RS Lavalette, RS Hermina Tangkubanprahu, RSI Malang, dan Persada Hospital.[128]

Malang memiliki banyak rumah sakit pendidikan. RSUD Dr. Saiful Anwar dan RS Universitas Brawijaya menampung mahasiswa Universitas Brawijaya.[129][130][131] RS Universitas Muhammadiyah Malang yang menampung mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang pun merupakan salah satunya.[132]

Dokter Hewan Kucing Samarinda Dokter Hewan Kucing Denpasar Dokter Hewan Kucing Tasikmalaya Dokter Hewan Kucing Serang

Dokter hewan (disebut juga medik veteriner) adalah dokter yang menangani hewan dan penyakit-penyakitnya. Selain bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan serta berperan dalam kesehatan masyarakat veteriner.

Bidang pekerjaan Dokter Hewan Kucing Malang

Bidang pekerjaan Dokter Hewan

Dokter hewan dapat membuka layanan medis dan bekerja sebagai praktisi. Dokter hewan praktisi biasanya lebih memfokuskan diri pada satu kelompok hewan tertentu, seperti hewan kesayangan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, misalnya anjing, kucing, dan kelinci. Mereka dapat berkarier di klinik dan rumah sakit hewan atau di tempat penampungan hewan. Sementara itu, dokter hewan lain memilih untuk berkarier pada manajemen kesehatan hewan ternak, baik hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, dan babi, maupun dunia perunggasan. Ada pula dokter hewan konservasi yang menangani satwa liar.

Ditinjau dari lingkup sektor ekonomi, dokter hewan dapat bekerja pada sektor privat dengan membuka layanan praktik mandiri, bekerja sama dengan rekan sejawat, atau pada perusahaan swasta, baik melalui pelayanan jasa medis ataupun konsultasi. Sebagian dokter hewan lain bekerja pada sektor publik atau pemerintahan pada layanan veteriner, lembaga penelitian, konservasi, pembibitan, produksi dan reproduksi hewan, serta lembaga sertifikasi seperti karantina hewan. Selain itu, organisasi nirlaba, yang biasanya merupakan lembaga konservasi, juga merekrut dokter hewan.

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing Malang

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan berisiko mengalami luka fisik yang disebabkan oleh hewan yang ditanganinya. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1988 menyebutkan bahwa 64,6% dari dokter hewan pernah mengalami luka berat akibat hewan; tangan, lengan, dan kepala menjadi area yang paling umum terluka, sementara sapi, anjing, dan kuda menjadi hewan yang paling umum menyebabkan luka

Kompetensi

Setelah lulus pendidikan dan dilantik menjadi dokter hewan, seseorang wajib memiliki sejumlah kompetensi. Secara garis besar, kompetensi minimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu:[3]

  • Epidemiologi — menerapkan epidemiologi deskriptif untuk mengendalikan penyakit dan berpartisipasi dalam penyelidikan epidemiologi jika terjadi kasus penyakit yang wajib dilaporkan;
  • Penyakit hewan lintas batas — mengidentifikasi penyakit hewan lintas batas dan patogen yang diasosiasikan dengannya, memahami distribusinya secara global, pengambilan dan penanganan sampelnya, penggunaan alat diagnostik dan terapeutik yang tepat, implikasi peraturan dan pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Zoonosis (termasuk penyakit bawaan makanan) — mengidentifikasi zoonosis dan penyakit bawaan makanan serta patogen yang diasosiasikan dengannya; memahami penggunaan alat diagnostik dan terapeutik, implikasinya terhadap kesehatan manusia, pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Penyakit infeksi baru dan muncul kembali — memahami penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi yang muncul kembali, mendeteksi tanda klinis dan melaporkannya ke otoritas veteriner, memahami hipotesis kemunculannya, dan tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Program pencegahan dan pengendalian penyakit — memahami program baku yang telah ditetapkan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, zoonosis, atau penyakit infeksi baru dan muncul kembali; cara mengidentifikasi hewan untuk ketertelusuran dan pengawasan oleh otoritas veteriner; memahami dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana darurat untuk mengendalikan penyakit lintas batas, termasuk membunuh hewan secara manusiawi; berpartisipasi dalam kampanye vaksinasi reguler dan darurat, serta program uji-dan-potong/terapi, sistem deteksi dini, penyakit hewan yang wajib dilaporkan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Higiene makanan — memahami praktik keamanan pangan di peternakan, inspeksi pemotongan hewan, termasuk pemeriksaan pra- dan pascamati, serta penyembelihan yang manusiawi; integrasi antara pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, termasuk peran dokter hewan dengan dokter, praktisi kesehatan masyarakat, dan analis risiko;
  • Produk-produk veteriner — memahami penggunaan produk-produk veteriner dengan tepat, termasuk pencatatannya; konsep waktu henti obat untuk mencegah residu pada produk hewan yang akan dikonsumsi manusia; mekanisme perkembangan resistansi obat; hubungan penggunaan antibiotik pada hewan pangan dan berkembangnya resistansi antibiotik pada manusia; penggunaan obat-obatan dan bahan-bahan biologis dengan tepat untuk memastikan keamanan rantai pangan dan lingkungan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Kesejahteraan hewan — memahami kesejahteraan hewan dan tanggung jawab pemilik, dokter hewan, dan orang lain yang menangani hewan; mengidentifikasi masalah kesejahteraan hewan dan berpartisipasi dalam tindakan perbaikannya; memahami informasi terbaru tentang pengaturan kesejahteraan hewan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional, termasuk dalam produksi hewan, transportasi hewan, dan pemotongan hewan untuk konsumsi dan eliminasi untuk mengendalikan penyakit;
  • Legislasi dan etika veteriner — memahami peraturan tentang veteriner dan profesi kedokteran hewan di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan regional, serta tempat untuk mencari informasi terbaru; menerapkan standar tinggi dalam etika profesi dokter hewan dalam keseharian; serta kepemimpinan dalam masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan dan perawatan hewan;
  • Prosedur sertifikasi umum — memeriksa dan memantau individu hewan atau kelompok hewan untuk menerbitkan sertifikat bebas dari penyakit atau kondisi tertentu berdasarkan prosedur baku; serta mengisi dan menandatangani sertifikat kesehatan sesuai dengan aturan nasional;
  • Kemampuan komunikasi — mengomunikasikan informasi teknis dengan cara membuat yang dapat dipahami masyarakat umum; dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan tenaga kesehatan profesional untuk saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, serta pengalaman praktis.

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing Malang

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan disebut juga dengan medik veteriner. Dokter hewan bertugas mencegah, memeriksa, mengobati, dan melakukan perawatan pada hewan dari penyakit. Jenis kucing hewan yang ditangani bisa hewan besar (sapi, kuda, kambing, kerbau, babi), hewan kecil (anjing, kucing), unggas (ayam, itik, angsa, puyuh), hewan eksotik (ular, hamster, kura-kura, iguana), satwa liar (reptil, primata), satwa harapan (rusa, kelinci), satwa akuatik (ikan), ataupun hewan laboratorium (rodensia). Kalau ada hewan yang terluka, mengalami patah tulang, maka dokter hewan akan melakukan operasi.

Dokter hewan juga berperan penting dalam pencegahan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia (zoonotik), seperti rabies, antraks, leptospirosis, juga flu burung. Secara aktif, seorang dokter hewan akan memberikan vaksin. Selain itu, dokter hewan memainkan peranan dalam proses pengembangbiakan hewan. Misalnya, dalam inseminasi buatan pada kuda, dokter hewan akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan sperma kuda jantan ke rahim kuda betina. Dokter hewan juga akan memantau proses kehamilan pada kuda tersebut.

Sehari-hari, dokter hewan bisa bekerja di rumah sakit hewan, kebun binatang bahkan NGO internasional. Selain bekerja dalam bidang pemeriksaan dan pengobatan, ada juga lho dokter hewan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan berdinas di pusat karantina, pusat pemeriksaan sanitasi daging hewan, dan pusat kesehatan hewan. Pilihan lain untuk profesi dokter hewan adalah praktik mandiri dengan membuka klinik kesehatan hewan. mrizky

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing Malang

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
  • Mencegah hewan agar tidak terinfeksi penyakit.
  • Memeriksa penyakit dan memberikan pengobatan pada hewan.
  • Melakukan diagnosis (klinik, patologik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium imunologi, laboratorium parasitologi, dan lain-lain).
  • Menyusun nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik pada hewan.
  • Melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan kebidanan, dan penanganan gangguan reproduksi pada hewan.
  • Melindungi kehidupan/kesehatan hewan dan risiko yang ditimbulkan.
  • Menanggulangi penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik melalui terapi, eradikasi, dan lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan pangan.
  • Melindungi kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additive), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
  • Menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.
  • Melakukan pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: