Dokter Hewan Kucing Padang adalah kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatra dan ibu kota provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Kota ini merupakan pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia.[7] Secara geografi, Padang dikelilingi perbukitan yang mencapai ketinggian 1.853 mdpl dengan luas wilayah 693,66 km², lebih dari separuhnya berupa hutan lindung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021, kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 909.040 jiwa.[3] Padang merupakan kota inti dari pengembangan wilayah metropolitan Palapa.

Sejarah Kota Padang tidak terlepas dari peranannya sebagai kawasan rantau Minangkabau, yang berawal dari perkampungan nelayan di muara Batang Arau lalu berkembang menjadi bandar pelabuhan yang ramai setelah masuknya Belanda di bawah bendera Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Hari jadi kota ditetapkan pada 7 Agustus 1669, yang merupakan hari penyerangan loji Belanda di Muara Padang oleh masyarakat Pauh dan Koto Tangah. Semasa penjajahan Belanda, kota ini menjadi pusat perdagangan emas, teh, kopi, dan rempah-rempah. Memasuki abad ke-20, ekspor batu bara dan semen mulai dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Saat ini, infrastruktur Kota Padang telah dilengkapi oleh Bandar Udara Internasional Minangkabau serta jalur kereta api yang terhubung dengan kota-kota lain di Sumatra Barat.

Dokter Hewan Kucing Padang
Dokter Hewan Kucing Padang

Sentra perniagaan kota berada di Pasar Raya Padang, dan didukung oleh sejumlah pusat perbelanjaan modern dan 16 pasar tradisional. Padang merupakan salah satu pusat pendidikan terkemuka di luar Pulau Jawa, ditopang dengan keberadaan puluhan perguruan tinggi, termasuk tiga universitas negeri. Sebagai kota seni dan budaya, Padang dikenal dengan legenda Malin Kundang dan novel Sitti Nurbaya. Setiap tahunnya, berbagai festival diselenggarakan untuk menunjang sektor pariwisata. Di kalangan masyarakat Indonesia, nama kota ini umumnya diasosiasikan dengan etnis Minangkabau serta masakan khasnya dikenal sebagai masakan Padang.[8]

Sejarah
Artikel utama: Sejarah Kota Padang

Muara Padang pada tahun 1883-1889 (litografi berdasarkan cat air oleh Josias Cornelis Rappard)
Tidak ada data yang pasti siapa yang memberi nama kota ini Padang. Diperkirakan kota ini pada awalnya berupa sebuah lapangan, dataran atau gurun[9] yang luas sehingga dinamakan Padang. Dalam bahasa Minang, kata padang juga dapat bermaksud pedang.[10]Dokter Hewan Kucing Padang

Menurut tambo setempat, kawasan kota ini dahulunya merupakan bagian dari kawasan rantau yang didirikan oleh para perantau Minangkabau dari Dataran Tinggi Minangkabau (darek). Tempat permukiman pertama mereka adalah perkampungan di pinggiran selatan Batang Arau di tempat yang sekarang bernama Seberang Padang.[11] Kampung-kampang baru kemudian dibuka ke arah utara permukiman awal tersebut, yang semuanya termasuk Kenagarian Padang dalam adat Nan Dalapan Suku; yaitu suku-suku Sumagek (Chaniago Sumagek), Mandaliko (Chaniago Mandaliko), Panyalai (Chaniago Panyalai), dan Jambak dari Kelarasan Bodhi-Chaniago, serta Sikumbang (Tanjung Sikumbang), Balai Mansiang (Tanjung Balai-Mansiang), Koto (Tanjung Piliang), dan Malayu dari Kelarasan Koto-Piliang.[12] Terdapat pula pendatang dari rantau pesisir lainnya, yaitu dari Painan, Pasaman, dan Tarusan.[12] Seperti kawasan rantau Minangkabau lainnya, pada awalnya kawasan sepanjang pesisir barat Sumatra berada di bawah pengaruh Kerajaan Pagaruyung.[13] Namun, pada awal abad ke-17 kawasan ini telah menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh.[14][15]

Kota Padang terletak di pantai barat pulau Sumatra, dengan luas keseluruhan 694,96 km² atau setara dengan 1,65% dari luas provinsi Sumatra Barat.[35] Lebih dari 60% dari luas Kota Padang berupa perbukitan yang ditutupi oleh hutan lindung. Hanya sekitar 205,007 km² wilayah yang merupakan daerah efektif perkotaan.[36] Daerah perbukitan membentang di bagian timur dan selatan kota. Bukit-bukit yang terkenal di Kota Padang di antaranya adalah Bukit Lampu, Gunung Padang, Bukit Gado-Gado, dan Bukit Pegambiran. Kota Padang memiliki garis pantai sepanjang 68,126 km di daratan Sumatra. Selain itu, terdapat pula 19 buah pulau kecil, di antaranya yaitu Pulau Sikuai dengan luas 4,4 ha di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Pulau Toran seluas 25 ha dan Pulau Pisang Gadang di Kecamatan Padang Selatan.[37][38]

Pada tahun 1833, Residen James du Puy melaporkan terjadi gempa bumi yang diperkirakan berkekuatan 8.6–8.9 skala Richter di Padang yang menimbulkan tsunami.[39] Sebelumnya pada tahun 1797, juga diperkirakan oleh para ahli pernah terjadi gempa bumi berkekuatan 8.5–8.7 skala Richter, yang juga menimbulkan tsunami di pesisir Kota Padang dan menyebabkan kerusakan pada kawasan Pantai Air Manis.[39] Pada 30 September 2009, kota ini kembali dilanda gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter,[40] dengan titik pusat gempa di laut pada 0.84° LS dan 99.65° BT dengan kedalaman 71 km, yang menyebabkan kehancuran 25% infrastruktur yang ada di kota ini.[41]

Ketinggian di wilayah daratan Kota Padang sangat bervariasi, yaitu antara 0 m sampai 1.853 m di atas permukaan laut dengan daerah tertinggi adalah Kecamatan Lubuk Kilangan. Suhu udaranya cukup tinggi, yaitu antara 23 °C–32 °C pada siang hari dan 22 °C–28 °C pada malam hari, dengan kelembabannya berkisar antara 78%–81%.[42] Kota Padang memiliki banyak sungai, yaitu 5 sungai besar dan 16 sungai kecil, dengan sungai terpanjang yaitu Batang Kandis sepanjang 20 km. Tingkat curah hujan Kota Padang mencapai rata-rata 405,58 mm per bulan dengan rata-rata hari hujan 17 hari per bulan. Tingginya curah hujan membuat kota ini cukup rawan terhadap banjir. Pada tahun 1980 2/3 kawasan kota ini pernah terendam banjir karena saluran drainase kota yang bermuara terutama ke Batang Arau tidak mampu lagi menampung limpahan air tersebut.[43]Dokter Hewan Kucing Padang

Kota Padang memiliki 11 kecamatan dan 104 kelurahan. Luas wilayahnya mencapai 693,66 km² dan penduduk 883.767 jiwa (2017) dengan sebaran 1.274 jiwa/km².[125][126]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Padang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah KelurahanDaftar
Kelurahan
13.71.05Bungus Teluk Kabung6Bungus BaratBungus SelatanBungus TimurTeluk Kabung SelatanTeluk Kabung TengahTeluk Kabung Utara
13.71.11Koto Tangah13Air PacahBalai GadangBatang Kabung GantingBatipuh PanjangBungo PasangDadok Tunggul HitamKoto Panjang Ikua KotoKoto PulaiLubuk BuayaLubuk MinturunPadang SaraiParupuk TabingPasir Nan Tigo
13.71.09Kuranji9AmpangAnduringGunung SarikKalumbukKorong GadangKuranjiLubuk LintahPasar AmbacangSungai Sapih
13.71.06Lubuk Begalung15Banuaran Nan XXBatung Taba Nan XXCengkeh Nan XXGates Nan XXGurun Laweh Nan XXKampung Baru Nan XXKampung Jua Nan XXKoto Baru Nan XXLubuk Begalung Nan XXPagambiran Ampalu Nan XXPampangan Nan XXParak Laweh Pulau Air Nan XXPitameh Tanjung Saba Nan XXTanah Sirah Piai Nan XXTanjung Aur Nan XX
13.71.07Lubuk Kilangan7Bandar BuatBatu GadangBeringinIndarungKoto LalangPadang BesiTarantang
13.71.10Nanggalo6Gurun LawehKampung LapaiKampung OloKurao PagangSurau GadangTabing Banda Gadang
13.71.03Padang Barat10Belakang TangsiBerok NipahFlamboyan BaruKampung JaoKampung PondokOloPadang PasirPurusRimbo KaluangUjung Gurun
13.71.01Padang Selatan12Air ManisAlang LawehBatang ArauBelakang PondokBukit Gado-GadoMato AiePasa GadangRanah Parak RumbioRawangSeberang PadangSeberang PalinggamTeluk Bayur
13.71.02Padang Timur10AndalasGanting Parak GadangJatiJati BaruKubu Dalam Parak KarakahKubu MarapalamParak Gadang TimurSawahanSawahan TimurSimpang Haru
13.71.04Padang Utara7Air Tawar BaratAir Tawar TimurAlai Parak KopiGunung PangilunLolong BelantiUlak Karang SelatanUlak Karang Utara
13.71.08Pauh9Binuang Kampuang DalamCupak TangahKapalo KotoKoto LuarLambung BukitLimau ManisLimau Manis SelatanPiai TangahPisang
TOTAL104
No.KodeNama Rumah SakitJenisTipeAlamat
1.1371444RSUD Dr. RasidinRSUDCJl. Air Paku No.1, Sungai SapihKec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25586
2.1371112RS Aisyiyah PadangRSCJl. H. Agus Salim No.6, SawahanKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25171
3.1371447RS Asri PadangRSCJl. M. Hatta No.59, AnduringKec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25176
4.1371454RS BaiturrahmahRS Gigi & MulutBJl. By Pass No.14, Sungai SapihKec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25159
5.1371123RS Bhayangkara PadangRSDJl. Jati No.1, Jati BaruKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25129
6.1371446RS Bunda Medical CenterRSCJl. Proklamasi No.31, Ganting Parak GadangKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25132
7.1371021RS Dr. ReksodiwiryoRSCJl. Dr. Wahidin No.1, Ganting Parak GadangKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25132
8.1371251RS Dr. YauninRS JiwaCJl. Sawahan No.36, SawahanKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25171
9.1371091RS Islam Ibnu SinaRSCJl. Gajah Mada No.6, Gunung PangilunKec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25173
10.1371456RS Islam Siti RahmahRSCJl. By Pass No.15, Air PacahKec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586
11.1371375RS Jantung Sumatera BaratRS JantungAJl. Khatib Sulaiman No.71, Ulak Karang SelatanKec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25173
12.1371463RS Kartika DoctaRS BedahCJl. Gajah Mada No.14, Alai Parak KopiKec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25173
13.1371462RS Naili DBSRSCJl. Ratulangi No.24, Kampung JaoKec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
14.1371457RS Padang Eye CenterRS MataCJl. Ujung Belakang Olo No.3, OloKec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25117
15.1371316RS Prof. Dr. Hasan BasriRS JiwaAJl. Raya Ulu Gadut No.18, Koto LuaKec. Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat 25164
16.1371459RS Regina Eye CenterRS MataCJl. H. Agus Salim No.11, SawahanKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25171
17.1371422RS RopanasuriRS BedahCJl. Aur No.8, Ujung GurunKec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25142
18.1371284RS SelaguriRSDJl. Jend. Ahmad Yani No.26, Padang PasirKec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
19.1371305RS Semen PadangRSCJl. By Pass No.7, PisangKec. Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat 25161
20.1371411RS Sitawa PadangRS MataAJl. Kartini No.17, Padang PasirKec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
21.1371464RS Universitas AndalasRSCJl. Universitas Andalas No.1, Limau ManisKec. Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat 25176
22.1371032RS Yos SudarsoRSCJl. Situjuh I No.1, Jati BaruKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25129
23.1371450RSIA Ananda PadangRSIACJl. Bandar Purus No.55, Padang PasirKec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
24.1371452RSIA BKM PadangRSIACJl. H. Agus Salim No.173, Simpang HaruKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25171
25.1371451RSIA Cicik PadangRSIACJl. Dr. Sutomo No.94, Kubu MarapalamKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25143
26.1371400RSIA LenggogeniRSIACJl. Purus II No.1, PurusKec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25115
27.1371449RSIA Mitra Medika PadangRSIACJl. By Pass No.8, Pasar AmbacangKec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25175
28.1371460RSIA Mutiara Bunda PadangRSIACJl. S. Parman No.142, Ulak Karang SelatanKec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25136
29.1371465RSIA Restu IbuRSIACJl. Terandam No.5, SawahanKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25133
30.1371182RSIA Sari PadangRSIACJl. Dobi No.66, Kampung PondokKec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25116
31.1371455RSIA Siti HawaRSIACJl. Parak Gadang No.35, Simpang HaruKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25171
32.1371453RSIA Tiara AnggrekRSIABJl. Adinegoro No.27, Batang Kabung GantingKec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586
33.1371010RSUP Dr. M. DjamilRSUAJl. Perintis Kemerdekaan No.14, Sawahan TimurKec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25171

Sebagai salah satu pusat kesehatan di Pulau Sumatra, Kota Padang telah memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap. Selain memiliki beberapa rumah sakit yang bertaraf nasional dan internasional, rumah sakit tersebut juga telah didukung oleh beberapa perguruan tinggi yang berkaitan dengan kesehatan. Rumah Sakit Umum Dr. M. Djamil yang didirikan oleh pemerintah pusat pada tahun 1953 merupakan rumah sakit rujukan untuk wilayah Sumatra bagian tengah.[140] Rumah sakit ini telah berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Politeknik Kesehatan Padang. Setelah gempa 30 September 2009, kondisi bangunan dan peralatan rumah sakit ini memprihatinkan.[141] Rumah Sakit M. Djamil saat ini tengah berusaha memperbaiki program Hospital Disaster untuk mengantisipasi kejadian serupa nantinya.[142]Dokter Hewan Kucing Padang

Pemerintahan Kota Padang sendiri juga telah memiliki rumah sakit yang bernama Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Rasidin.[143] Untuk memberikan pelayanan yang maksimal, pemerintahan Kota Padang juga telah mendirikan sebanyak 20 buah puskesmas dan 58 buah puskesmas pembantu pada wilayah kecamatan di kota ini. Untuk tahun 2007, satu puskesmas di Kota Padang rata-rata melayani 41.000 orang. Angka ini lebih tinggi dari konsep ideal wilayah puskesmas yang hanya untuk melayani 30.000 orang saja, sehingga jika ditinjau dari penyebaran, sarana kesehatan sudah memadai. Namun jika ditinjau dari aspek mutu pelayanan kesehatan masih jauh dari yang diharapkan.[139]

Selain itu, di kota ini juga terdapat sejumlah rumah sakit yang dikelola oleh BUMN, Kepolisian, TNI AD dan pihak swasta. Pada tahun 2013, PT Semen Padang meresmikan Semen Padang Hospital yang merupakan rumah sakit bertaraf internasional pertama di Sumatra Barat.[144] Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo yang dikelola oleh TNI AD terletak pada kawasan cagar budaya Ganting. Rumah sakit ini berdiri pada komplek bangunan peninggalan zaman Belanda dan sebelumnya merupakan tempat peristirahatan para tentara kolonial.[85] Rumah Sakit Selasih merupakan rumah sakit swasta yang dikelola secara bersama dengan pihak Kumpulan Perubatan Johor (KPJ) Sdn Bhd dari Malaysia,[145] namun akibat gempa bumi 30 September 2009 rumah sakit ini mengalami kerusakan bera

Dokter Hewan Kucing Malang Dokter Hewan Kucing Samarinda Dokter Hewan Kucing Denpasar Dokter Hewan Kucing Tasikmalaya

Dokter hewan (disebut juga medik veteriner) adalah dokter yang menangani hewan dan penyakit-penyakitnya. Selain bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan serta berperan dalam kesehatan masyarakat veteriner.

Bidang pekerjaan Dokter Hewan Kucing Padang

Bidang pekerjaan Dokter Hewan

Dokter hewan dapat membuka layanan medis dan bekerja sebagai praktisi. Dokter hewan praktisi biasanya lebih memfokuskan diri pada satu kelompok hewan tertentu, seperti hewan kesayangan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, misalnya anjing, kucing, dan kelinci. Mereka dapat berkarier di klinik dan rumah sakit hewan atau di tempat penampungan hewan. Sementara itu, dokter hewan lain memilih untuk berkarier pada manajemen kesehatan hewan ternak, baik hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, dan babi, maupun dunia perunggasan. Ada pula dokter hewan konservasi yang menangani satwa liar.

Ditinjau dari lingkup sektor ekonomi, dokter hewan dapat bekerja pada sektor privat dengan membuka layanan praktik mandiri, bekerja sama dengan rekan sejawat, atau pada perusahaan swasta, baik melalui pelayanan jasa medis ataupun konsultasi. Sebagian dokter hewan lain bekerja pada sektor publik atau pemerintahan pada layanan veteriner, lembaga penelitian, konservasi, pembibitan, produksi dan reproduksi hewan, serta lembaga sertifikasi seperti karantina hewan. Selain itu, organisasi nirlaba, yang biasanya merupakan lembaga konservasi, juga merekrut dokter hewan.

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing Padang

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan berisiko mengalami luka fisik yang disebabkan oleh hewan yang ditanganinya. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1988 menyebutkan bahwa 64,6% dari dokter hewan pernah mengalami luka berat akibat hewan; tangan, lengan, dan kepala menjadi area yang paling umum terluka, sementara sapi, anjing, dan kuda menjadi hewan yang paling umum menyebabkan luka

Kompetensi

Setelah lulus pendidikan dan dilantik menjadi dokter hewan, seseorang wajib memiliki sejumlah kompetensi. Secara garis besar, kompetensi minimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu:[3]

  • Epidemiologi — menerapkan epidemiologi deskriptif untuk mengendalikan penyakit dan berpartisipasi dalam penyelidikan epidemiologi jika terjadi kasus penyakit yang wajib dilaporkan;
  • Penyakit hewan lintas batas — mengidentifikasi penyakit hewan lintas batas dan patogen yang diasosiasikan dengannya, memahami distribusinya secara global, pengambilan dan penanganan sampelnya, penggunaan alat diagnostik dan terapeutik yang tepat, implikasi peraturan dan pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Zoonosis (termasuk penyakit bawaan makanan) — mengidentifikasi zoonosis dan penyakit bawaan makanan serta patogen yang diasosiasikan dengannya; memahami penggunaan alat diagnostik dan terapeutik, implikasinya terhadap kesehatan manusia, pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Penyakit infeksi baru dan muncul kembali — memahami penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi yang muncul kembali, mendeteksi tanda klinis dan melaporkannya ke otoritas veteriner, memahami hipotesis kemunculannya, dan tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Program pencegahan dan pengendalian penyakit — memahami program baku yang telah ditetapkan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, zoonosis, atau penyakit infeksi baru dan muncul kembali; cara mengidentifikasi hewan untuk ketertelusuran dan pengawasan oleh otoritas veteriner; memahami dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana darurat untuk mengendalikan penyakit lintas batas, termasuk membunuh hewan secara manusiawi; berpartisipasi dalam kampanye vaksinasi reguler dan darurat, serta program uji-dan-potong/terapi, sistem deteksi dini, penyakit hewan yang wajib dilaporkan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Higiene makanan — memahami praktik keamanan pangan di peternakan, inspeksi pemotongan hewan, termasuk pemeriksaan pra- dan pascamati, serta penyembelihan yang manusiawi; integrasi antara pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, termasuk peran dokter hewan dengan dokter, praktisi kesehatan masyarakat, dan analis risiko;
  • Produk-produk veteriner — memahami penggunaan produk-produk veteriner dengan tepat, termasuk pencatatannya; konsep waktu henti obat untuk mencegah residu pada produk hewan yang akan dikonsumsi manusia; mekanisme perkembangan resistansi obat; hubungan penggunaan antibiotik pada hewan pangan dan berkembangnya resistansi antibiotik pada manusia; penggunaan obat-obatan dan bahan-bahan biologis dengan tepat untuk memastikan keamanan rantai pangan dan lingkungan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Kesejahteraan hewan — memahami kesejahteraan hewan dan tanggung jawab pemilik, dokter hewan, dan orang lain yang menangani hewan; mengidentifikasi masalah kesejahteraan hewan dan berpartisipasi dalam tindakan perbaikannya; memahami informasi terbaru tentang pengaturan kesejahteraan hewan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional, termasuk dalam produksi hewan, transportasi hewan, dan pemotongan hewan untuk konsumsi dan eliminasi untuk mengendalikan penyakit;
  • Legislasi dan etika veteriner — memahami peraturan tentang veteriner dan profesi kedokteran hewan di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan regional, serta tempat untuk mencari informasi terbaru; menerapkan standar tinggi dalam etika profesi dokter hewan dalam keseharian; serta kepemimpinan dalam masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan dan perawatan hewan;
  • Prosedur sertifikasi umum — memeriksa dan memantau individu hewan atau kelompok hewan untuk menerbitkan sertifikat bebas dari penyakit atau kondisi tertentu berdasarkan prosedur baku; serta mengisi dan menandatangani sertifikat kesehatan sesuai dengan aturan nasional;
  • Kemampuan komunikasi — mengomunikasikan informasi teknis dengan cara membuat yang dapat dipahami masyarakat umum; dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan tenaga kesehatan profesional untuk saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, serta pengalaman praktis.

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing Padang

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan disebut juga dengan medik veteriner. Dokter hewan bertugas mencegah, memeriksa, mengobati, dan melakukan perawatan pada hewan dari penyakit. Jenis kucing hewan yang ditangani bisa hewan besar (sapi, kuda, kambing, kerbau, babi), hewan kecil (anjing, kucing), unggas (ayam, itik, angsa, puyuh), hewan eksotik (ular, hamster, kura-kura, iguana), satwa liar (reptil, primata), satwa harapan (rusa, kelinci), satwa akuatik (ikan), ataupun hewan laboratorium (rodensia). Kalau ada hewan yang terluka, mengalami patah tulang, maka dokter hewan akan melakukan operasi.

Dokter hewan juga berperan penting dalam pencegahan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia (zoonotik), seperti rabies, antraks, leptospirosis, juga flu burung. Secara aktif, seorang dokter hewan akan memberikan vaksin. Selain itu, dokter hewan memainkan peranan dalam proses pengembangbiakan hewan. Misalnya, dalam inseminasi buatan pada kuda, dokter hewan akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan sperma kuda jantan ke rahim kuda betina. Dokter hewan juga akan memantau proses kehamilan pada kuda tersebut.

Sehari-hari, dokter hewan bisa bekerja di rumah sakit hewan, kebun binatang bahkan NGO internasional. Selain bekerja dalam bidang pemeriksaan dan pengobatan, ada juga lho dokter hewan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan berdinas di pusat karantina, pusat pemeriksaan sanitasi daging hewan, dan pusat kesehatan hewan. Pilihan lain untuk profesi dokter hewan adalah praktik mandiri dengan membuka klinik kesehatan hewan. mrizky

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing Padang

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
  • Mencegah hewan agar tidak terinfeksi penyakit.
  • Memeriksa penyakit dan memberikan pengobatan pada hewan.
  • Melakukan diagnosis (klinik, patologik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium imunologi, laboratorium parasitologi, dan lain-lain).
  • Menyusun nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik pada hewan.
  • Melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan kebidanan, dan penanganan gangguan reproduksi pada hewan.
  • Melindungi kehidupan/kesehatan hewan dan risiko yang ditimbulkan.
  • Menanggulangi penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik melalui terapi, eradikasi, dan lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan pangan.
  • Melindungi kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additive), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
  • Menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.
  • Melakukan pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: