Dokter Hewan Kucing Palembang adalah ibu kota dan kota terbesar di Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Kota dengan luas wilayah 400,61 km²[4] ini dihuni oleh lebih dari 1,6 juta penduduk pada 2020.[5] Kota Palembang juga kota terpadat dan terbesar kedua di Sumatra setelah Medan, kota terpadat kelima di Indonesia setelah Jakarta Raya, Surabaya, Medan, Bandung dan kota terbesar kesembilan belas di Asia Tenggara. Kota Palembang dan beberapa kabupaten tetangganya (Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir) dikembangkan oleh pemerintah pusat sebagai wilayah metropolitan di Indonesia dengan kawasan yang disebut Patungraya Agung atau Palembang Raya.[6][7]

Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 683 Masehi menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East ("Venesia dari Timur").

Dokter Hewan Kucing Palembang
Dokter Hewan Kucing Palembang

Asal usul nama Palembang mempunyai beberapa versi. Salah satu versi adalah pada saat penguasa Sriwijaya mendirikan sebuah Wanua (kota) yang sekarang dikenal dengan Kota Palembang; Topografi kota Palembang dikelilingi oleh air bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber dari anak sungai maupun rawa bahkan menurut data statistik 1990, Palembang masih terdapat 50% tanah yang tergenang oleh air (rawa).

Berkemungkinan karena kondisi topografi inilah nenek moyang orang Palembang menamakan kota ini sebagai Pa-lembang yang bermakna Pa atau Pe sebagai suatu tempat atau keadaan dan Lembang atau Lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa Melayu Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.[8]

Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 400,61 km², dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatra yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatra. Palembang sendiri dapat dicapai melalui penerbangan dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bandar Lampung, Bengkulu, Pangkal Pinang, Tanjung Pandan (via Pangkal Pinang), Jambi, Lubuk Linggau, Padang, Pekanbaru, Batam, Medan, dan Denpasar-Bali. Serta dari luar negeri yaitu Singapura, Kuala Lumpur, serta Jeddah (musim haji) Selain itu di Palembang juga terdapat Sungai Musi yang dilintasi Jembatan Ampera dan berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah.Dokter Hewan Kucing Palembang

Kota Palembang memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

UtaraKabupaten Banyuasin
TimurKabupaten Banyuasin
SelatanKabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muara Enim
BaratKabupaten Banyuasin

Kota Palembang memiliki 18 kecamatan dan 107 kelurahan (dari total 236 kecamatan, 386 kelurahan dan 2.853 desa di seluruh Sumatra Selatan). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 1.569.297 jiwa dengan luas wilayahnya 369,22 km² dan sebaran penduduk 4.250 jiwa/km².[28][29]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Palembang, adalah sebagai berikut:Dokter Hewan Kucing Palembang

KemendagriKecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
16.71.15Alang-alang Lebar4Alang-Alang LebarKarya BaruSrijayaTalang Kelapa
16.71.11Bukit Kecil619 Ilir22 Ilir23 Ilir24 Ilir26 IlirTalang Semut
16.71.12Gandus536 IlirGandusKarang AnyarKarang JayaPulo Kerto
16.71.04Ilir Barat I626 Ilir D-IBukit BaruBukit LamaDemang Lebar DaunLorok PakjoSiring Agung
16.71.01Ilir Barat II727 Ilir28 Ilir29 Ilir30 Ilir32 Ilir35 IlirKemang Manis
16.71.05Ilir Timur I1113 Ilir14 Ilir15 Ilir16 Ilir17 Ilir18 Ilir20 Ilir D-I20 Ilir D-III20 Ilir D-IVKepandean BaruSungai Pangeran
16.71.06Ilir Timur II61 Ilir2 Ilir3 Ilir5 IlirLawang KidulSungai Buah
16.71.18Ilir Timur III68 Ilir9 Ilir10 Ilir11 IlirDukuKuto Batu
16.71.17Jakabaring58 Ulu9/10 Ulu15 UluSilaberantiTuan Kentang
16.71.10Kalidoni5Bukit SangkalKalidoniSei LaisSei SelayurSei Selincah
16.71.09Kemuning620 Ilir D-IIArio KemuningPahlawanPipa RejaSekip JayaTalang Aman
16.71.13Kertapati6Karya JayaKemang AgungKemas RindoKeramasanKertapatiOgan Baru
16.71.14Plaju7Bagus KuningKompertaPlaju DaratPlaju IlirPlaju UluTalang BubukTalang Putri
16.71.08Sako4SakoSako BaruSialangSukamaju
16.71.02Seberang Ulu I51 Ulu2 Ulu3-4 Ulu5 Ulu7 Ulu
16.71.03Seberang Ulu II711 Ulu12 Ulu13 Ulu14 Ulu16 UluSentosaTangga Takat
16.71.16Sematang Borang4Karya MulyaLebung GajahSri MulyaSukamulya
16.71.07Sukarami7Kebun BungaSukabangunSukajayaSukaramiSukodadiTalang BetutuTalang Jambe
TOTAL107

Penduduk asli Kota Palembang adalah Orang Melayu Palembang juga disebut sebagai Wong Palembang dalam Bahasa Palembang. Namun warga dari luar Kota Palembang juga menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari, seperti bahasa Komering, Lampung, Musi, Pasemah, Lintang, Ogan, Lematang dan Semende. Pendatang dari luar Sumatra Selatan atau bahkan luar pulau Sumatera kadang-kadang juga menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari dalam keluarga atau komunitas kedaerahan. Namun untuk berkomunikasi dengan warga Palembang lain, penduduk umumnya menggunakan bahasa Melayu Palembang sebagai bahasa pengantar sehari-hari.

.KodeNama Rumah SakitJenisTipeAlamat
1.1671265RSUD PalembangRSUDBJl. Panca Usaha No.1, 5 UluKec. Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30254
2.1671347RSUD Sumatera SelatanRSUDBJl. Kol. H. Burlian No.6, SukabangunKec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
3.1671343RS Ar-RasyidRSCJl. HM. Saleh No.2, SukaramiKec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
4.1671331RS Bhayangkara PalembangRSCJl. Jend. Sudirman No.4, Ario KemuningKec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan
5.1671243RS Bunda PalembangRSCJl. Demang Lebar Daun No.70, Demang Lebar DaunKec. Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
6.1671035RS Dr. AK. GaniRSCJl. Dr. Ak. Gani No.1, 16 IlirKec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30113
7.1671061RS Ernaldi BaharRS JiwaAJl. Tembus Terminal No.2, Talang KelapaKec. Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
8.1671336RS Graha MandiriRSDJl. Kapten Anwar Arsyad No.12, Siring AgungKec. Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
9.1671325RS Hermina PalembangRSCJl. Jend. Basuki Rachmat No.897, PahlawanKec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30127
10.1671083RS Islam Siti KhadijahRSBJl. Demang Lebar Daun No.175, Lorok PakjoKec. Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30137
11.1671327RS Karya Asih CharitasRSDJl. Betawi Raya No.134, Lebong GajahKec. Sematang Borang, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30163
12.1671323RS Masyarakat Sumatera SelatanRS MataBJl. Kol. H. Burlian No.14, SukabangunKec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
13.1671301RS Muhammadiyah PalembangRSCJl. Silaberanti No.13, 13 UluKec. Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30263
14.1671342RS Musi Medika CendikiaRSCJl. Demang Lebar Daun No.107, Demang Lebar DaunKec. Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
15.1671276RS Myria PalembangRSCJl. Kol. H. Burlian No.228, SukaramiKec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
16.1671312RS Paru PalembangRS ParuBJl. Merdeka No.10, Talang SemutKec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30126
17.1671333RS Pelabuhan PalembangRSCJl. Mayor Memet Sastrawirya No.1, Lawang KidulKec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
18.1671024RS Pertamina PlajuRSCJl. Pengantingan No.1, KompertaKec. Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30967
19.1671046RS Pusri PalembangRSCJl. May Zen No.26, Sei SelayurKec. Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30118
20.1671050RS RK CharitasRSBJl. Jend. Sudirman No.105, Sungai PangeranKec. Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30114
21.1671335RS Siloam SriwijayaRSCJl. Pom IX No.122, Lorok PakjoKec. Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30137
22.1671094RS Sriwijaya PalembangRSCJl. Jend. Sudirman No.502, 20 Ilir D-IVKec. Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30138
23.1671340RSIA Az-Zahra PalembangRSIACJl. Jend. Hasan Khasim No.1, Bukit SangkalKec. Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30114
24.1671339RSIA Bunda NoniRSIACJl. Srijaya Negara No.34, Bukit LamaKec. Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121
25.1671346RSIA Kader BangsaRSIACJl. Lintas Sumatra No.594, KertapatiKec. Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30258
26.1671348RSIA Mama PalembangRSIABJl. Lembing Kampus No.15, Lorok PakjoKec. Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121
27.1671341RSIA Marissa PalembangRSIACJl. Kapten Abdullah No.1212, Plaju IlirKec. Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30119
28.1671324RSIA Rika AmeliaRSIACJl. Sultan Badaruddin II No.18, SukodadiKec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
29.1671254RSIA Tiara FatrinRSIACJl. Rajawali No.495, 9 IlirKec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30114
30.1671337RSIA Trinanda PalembangRSIACJl. R. E. Martadinata No.6, Sei BuahKec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30118
31.1671329RSIA Widiyanti PalembangRSIACJl. Sirna Raga No.163, 8 IlirKec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
32.1671332RSIA YK MadiraRSIACJl. Jend. Sudirman No.1051, 20 Ilir D-IKec. Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30114
33.1671013RSUP Dr. Mohammad HoesinRSUAJl. Jend. Sudirman No.3, Sekip JayaKec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30126

Dokter Hewan Kucing Semarang Dokter Hewan Kucing Makassar Dokter Hewan Kucing Tangerang Selatan Dokter Hewan Kucing Batam

Dokter hewan (disebut juga medik veteriner) adalah dokter yang menangani hewan dan penyakit-penyakitnya. Selain bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan serta berperan dalam kesehatan masyarakat veteriner.Dokter Hewan Kucing Palembang

Bidang pekerjaan Dokter Hewan Kucing Palembang

Bidang pekerjaan Dokter Hewan

Dokter hewan dapat membuka layanan medis dan bekerja sebagai praktisi. Dokter hewan praktisi biasanya lebih memfokuskan diri pada satu kelompok hewan tertentu, seperti hewan kesayangan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, misalnya anjing, kucing, dan kelinci. Mereka dapat berkarier di klinik dan rumah sakit hewan atau di tempat penampungan hewan. Sementara itu, dokter hewan lain memilih untuk berkarier pada manajemen kesehatan hewan ternak, baik hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, dan babi, maupun dunia perunggasan. Ada pula dokter hewan konservasi yang menangani satwa liar.Dokter Hewan Kucing Palembang

Ditinjau dari lingkup sektor ekonomi, dokter hewan dapat bekerja pada sektor privat dengan membuka layanan praktik mandiri, bekerja sama dengan rekan sejawat, atau pada perusahaan swasta, baik melalui pelayanan jasa medis ataupun konsultasi. Sebagian dokter hewan lain bekerja pada sektor publik atau pemerintahan pada layanan veteriner, lembaga penelitian, konservasi, pembibitan, produksi dan reproduksi hewan, serta lembaga sertifikasi seperti karantina hewan. Selain itu, organisasi nirlaba, yang biasanya merupakan lembaga konservasi, juga merekrut dokter hewan.

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing Palembang

Dokter Hewan Kucing Palembang
Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan berisiko mengalami luka fisik yang disebabkan oleh hewan yang ditanganinya. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1988 menyebutkan bahwa 64,6% dari dokter hewan pernah mengalami luka berat akibat hewan; tangan, lengan, dan kepala menjadi area yang paling umum terluka, sementara sapi, anjing, dan kuda menjadi hewan yang paling umum menyebabkan luka

Kompetensi

Setelah lulus pendidikan dan dilantik menjadi dokter hewan, seseorang wajib memiliki sejumlah kompetensi. Secara garis besar, kompetensi minimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu:[3]

  • Epidemiologi — menerapkan epidemiologi deskriptif untuk mengendalikan penyakit dan berpartisipasi dalam penyelidikan epidemiologi jika terjadi kasus penyakit yang wajib dilaporkan;
  • Penyakit hewan lintas batas — mengidentifikasi penyakit hewan lintas batas dan patogen yang diasosiasikan dengannya, memahami distribusinya secara global, pengambilan dan penanganan sampelnya, penggunaan alat diagnostik dan terapeutik yang tepat, implikasi peraturan dan pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Zoonosis (termasuk penyakit bawaan makanan) — mengidentifikasi zoonosis dan penyakit bawaan makanan serta patogen yang diasosiasikan dengannya; memahami penggunaan alat diagnostik dan terapeutik, implikasinya terhadap kesehatan manusia, pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Penyakit infeksi baru dan muncul kembali — memahami penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi yang muncul kembali, mendeteksi tanda klinis dan melaporkannya ke otoritas veteriner, memahami hipotesis kemunculannya, dan tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Program pencegahan dan pengendalian penyakit — memahami program baku yang telah ditetapkan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, zoonosis, atau penyakit infeksi baru dan muncul kembali; cara mengidentifikasi hewan untuk ketertelusuran dan pengawasan oleh otoritas veteriner; memahami dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana darurat untuk mengendalikan penyakit lintas batas, termasuk membunuh hewan secara manusiawi; berpartisipasi dalam kampanye vaksinasi reguler dan darurat, serta program uji-dan-potong/terapi, sistem deteksi dini, penyakit hewan yang wajib dilaporkan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Higiene makanan — memahami praktik keamanan pangan di peternakan, inspeksi pemotongan hewan, termasuk pemeriksaan pra- dan pascamati, serta penyembelihan yang manusiawi; integrasi antara pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, termasuk peran dokter hewan dengan dokter, praktisi kesehatan masyarakat, dan analis risiko;
  • Produk-produk veteriner — memahami penggunaan produk-produk veteriner dengan tepat, termasuk pencatatannya; konsep waktu henti obat untuk mencegah residu pada produk hewan yang akan dikonsumsi manusia; mekanisme perkembangan resistansi obat; hubungan penggunaan antibiotik pada hewan pangan dan berkembangnya resistansi antibiotik pada manusia; penggunaan obat-obatan dan bahan-bahan biologis dengan tepat untuk memastikan keamanan rantai pangan dan lingkungan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Kesejahteraan hewan — memahami kesejahteraan hewan dan tanggung jawab pemilik, dokter hewan, dan orang lain yang menangani hewan; mengidentifikasi masalah kesejahteraan hewan dan berpartisipasi dalam tindakan perbaikannya; memahami informasi terbaru tentang pengaturan kesejahteraan hewan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional, termasuk dalam produksi hewan, transportasi hewan, dan pemotongan hewan untuk konsumsi dan eliminasi untuk mengendalikan penyakit;
  • Legislasi dan etika veteriner — memahami peraturan tentang veteriner dan profesi kedokteran hewan di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan regional, serta tempat untuk mencari informasi terbaru; menerapkan standar tinggi dalam etika profesi dokter hewan dalam keseharian; serta kepemimpinan dalam masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan dan perawatan hewan;
  • Prosedur sertifikasi umum — memeriksa dan memantau individu hewan atau kelompok hewan untuk menerbitkan sertifikat bebas dari penyakit atau kondisi tertentu berdasarkan prosedur baku; serta mengisi dan menandatangani sertifikat kesehatan sesuai dengan aturan nasional;
  • Kemampuan komunikasi — mengomunikasikan informasi teknis dengan cara membuat yang dapat dipahami masyarakat umum; dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan tenaga kesehatan profesional untuk saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, serta pengalaman praktis.

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing Palembang

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan disebut juga dengan medik veteriner. Dokter hewan bertugas mencegah, memeriksa, mengobati, dan melakukan perawatan pada hewan dari penyakit. Jenis kucing hewan yang ditangani bisa hewan besar (sapi, kuda, kambing, kerbau, babi), hewan kecil (anjing, kucing), unggas (ayam, itik, angsa, puyuh), hewan eksotik (ular, hamster, kura-kura, iguana), satwa liar (reptil, primata), satwa harapan (rusa, kelinci), satwa akuatik (ikan), ataupun hewan laboratorium (rodensia). Kalau ada hewan yang terluka, mengalami patah tulang, maka dokter hewan akan melakukan operasi.

Dokter hewan juga berperan penting dalam pencegahan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia (zoonotik), seperti rabies, antraks, leptospirosis, juga flu burung. Secara aktif, seorang dokter hewan akan memberikan vaksin. Selain itu, dokter hewan memainkan peranan dalam proses pengembangbiakan hewan. Misalnya, dalam inseminasi buatan pada kuda, dokter hewan akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan sperma kuda jantan ke rahim kuda betina. Dokter hewan juga akan memantau proses kehamilan pada kuda tersebut.

Sehari-hari, dokter hewan bisa bekerja di rumah sakit hewan, kebun binatang bahkan NGO internasional. Selain bekerja dalam bidang pemeriksaan dan pengobatan, ada juga lho dokter hewan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan berdinas di pusat karantina, pusat pemeriksaan sanitasi daging hewan, dan pusat kesehatan hewan. Pilihan lain untuk profesi dokter hewan adalah praktik mandiri dengan membuka klinik kesehatan hewan. mrizky

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing Palembang

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
  • Mencegah hewan agar tidak terinfeksi penyakit.
  • Memeriksa penyakit dan memberikan pengobatan pada hewan.
  • Melakukan diagnosis (klinik, patologik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium imunologi, laboratorium parasitologi, dan lain-lain).
  • Menyusun nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik pada hewan.
  • Melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan kebidanan, dan penanganan gangguan reproduksi pada hewan.
  • Melindungi kehidupan/kesehatan hewan dan risiko yang ditimbulkan.
  • Menanggulangi penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik melalui terapi, eradikasi, dan lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan pangan.
  • Melindungi kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additive), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
  • Menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.
  • Melakukan pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: