Dokter Hewan Kucing Pasuruan adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan berlokasi di Bangil. Pasuruan merupakan Kabupaten dengan atraksi pariwisata terlengkap yang meliputi Pegunungan, Dataran, dan laut, sekaligus Kota Tertua kedua di Jawa Timur.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Probolinggo di Timur, Kabupaten Malang di selatan, Kota Batu di barat daya, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Kabupaten ini dikenal sebagai daerah perindustrian, pertanian, dan tujuan wisata. Kompleks pegunungan Tengger dengan Gunung Bromo merupakan atraksi wisata utama di Kabupaten Pasuruan. Wilayah timur Kabupaten Pasuruan termasuk ke dalam wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Wilayah yang terluas di Kabupaten Pasuruan adalah Kecamatan Lumbang.

Dokter Hewan Kucing Pasuruan
Dokter Hewan Kucing Pasuruan

Bagian utara wilayah Kabupaten Pasuruan merupakan dataran rendah. Bagian barat daya merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Bagian tenggara adalah bagian dari Pegunungan Tengger, dengan puncaknya Gunung Bromo. Kabupaten Pasuruan memiliki wilayah perairan laut dan kawasan pantai yang membentang sepanjang ±48 km mulai dari Kecamatan Nguling hingga Kecamatan Bangil dengan wilayah eksploitasi laut mencapai 112,5 mil laut persegi dan potensi laut lestari/maximum suistainable yield (MSY) sebesar ±27.000 ton per tahun. Kawasan perairan laut di Kabupaten Pasuruan memiliki garis pantai memanjang dari Barat ke Timur menghadap ke Selat Madura dengan luas kawasan pesisir secara administratif (jarak arbiter 2 km dari garis pantai) sekitar 4.917 ha.[2]

Wilayah Kabupaten Pasuruan berbatasan dengan wilayah:

UtaraKota PasuruanKabupaten Sidoarjo, dan Selat Madura
TimurKabupaten Probolinggo
SelatanKabupaten Malang dan Kota Batu
BaratKabupaten Mojokerto

Sejarah Kabupaten Pasuruan bermula dari Peradaban Kerajaan Kalingga / "Ho Ling" yang diperintah oleh seorang Ratu bernama Shima, pada tahun 742-755 M. Saat itu, Ibukota kerajaan Kalingga dipindahkan ke Timur oleh raja Kien, Yaitu ke daerah "Wolu Kia Sien" atau jika ditafsirkan yaitu "Pulokerto" yang sekarang merupakan salah satu desa di Kec. Kraton Kabupaten Pasuruan.Dokter Hewan Kucing Pasuruan

Lorong jalan dibawah rel kereta di Viaduk, Gempol, foto diambil tahun 1900.
Setelah masa kejayaan Kalingga berakhir, muncullah Kerajaan Mataram Kuno (Medang) dibawah kekuasaan Dinasti Sanjaya, pada tahun 856 M yang dipimpin oleh Raja Rakai Pikatan. Diantara keturunan Dinasti Sanjaya, yang telah banyak meninggalkan beberapa Prasasti; baik di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah adalah Raja Pritung. Kemudian pada tahun 929 M, Seorang raja bernama Mpu Sindok, telah menggeser pusat pemerintahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Selama memerintah, Mpu Sindok telah mengeluarkan lebih dari 20 Prasasti yang salah satu diantaranya adalah Prasasti Cunggrang yang terletak di Dusun Sukci Desa Bulusari Kec. Gempol Kabupaten Pasuruan. Yang menyebutkan bahwa Mpu Sindok berterima kasih kepada rakyat Cunggrang karena telah menjaga diantara banyaknya Prasasti / Candi yang ada di Gunung Pawitra (sekarang Penanggungan) yang terletak sekitar 2 Km dari Cunggrang (sekarang Bulusari) kemudian memerintahkan agar rakyat Cunggrang yang termasuk rakyat bawang (bawah) untuk menjadi "Sima" atau "Tanah Merdeka".

Kabupaten Pasuruan terdiri dari 24 kecamatan, 24 kelurahan, dan 341 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.573.202 jiwa dengan luas wilayah 1.474,02 km² dan sebaran penduduk 1.067 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
35.14.14Bangil114DesaManaruwiMasanganRaciTambakan
KelurahanBendo MungalDermoGempengKalianyarKalirejoKaumanKersikanKidul DalemKolursariLatekPogar
35.14.13Beji212DesaBaujengBejiCangkringmalangGajahbendoGununggangsirGunungsariKedungbotoKedungringinKenepNgembeSidowayahWonokoyo
KelurahanGlanggangPagak
35.14.12Gempol15DesaBulusariCaratGempolJerukpurutKarangrejoKejapananKepulunganLegokNgerongRandupituSumbersukoWatukosekWinongWonosariWonosonyo
35.14.18Gondang Wetan119DesaBajanganBayemanBrambangGayamGondangrejoGrogolKalirejoKarangsentulKeboncandiKersikanLajukPateguhanPekangkunganRanggehSekarputihTebasTenggilisrejoWonojatiWonosari
KelurahanGondang Wetan
35.14.20Grati114DesaCukurgondangKalipangKambinganrejoKarangkliwonKarangloKebonrejoKedawung KulonKedawung WetanPlososariRanuklindunganRebalasSumberagungSumberdawesariTrewung
KelurahanGratitunon
35.14.06Kejayan124DesaBenerwojoCubanjoyoKedemunganKedungpengaronKepuhKetangirejoKlangrongKlinterKurungLinggoLorokanLuwukOmbal AmbilOro-Oro PulehPacarkelingPatebonRandugongSladiSumberbantengSumbersukoTanggulanginTondosuruWangkalwetanWrati
KelurahanKejayan
35.14.16Kraton25DesaAsem KandangBendunganCurahdukuhDhompoGambirkuningGeronganJerukKalirejoKaranganyarKebotohanKlampisrejoKratonMulyorejoNgabarNgempitPlinggisanPukulPulokertoRejosariSelotambakSemareSidogiriSlambritTambakrejoTambaksari
35.14.22Lekok11DesaAlastlogoBalunganyarBranangGejugjatiJatirejoPasinanRowogempolSemedusariTambaklekokTampungWates
35.14.04Lumbang12DesaBanjarimboBulukandangCukurgulingKarang AsemKarang JatiKrontoLumbangPancurPanditanWatu LumbungWelulangWonorejo
35.14.21Nguling15DesaDadanggendisKapasanKedawangMlatenNgulingPenunggulRanduatiSebalongSedarumSenganomSudimulyoSumberanyarWatestaniWatuprapatWotgalih
35.14.11Pandaan414DesaBanjarsariBanjar KejenDurensewuKarang JatiKebon WarisKemiri SewuNogosariPlintahanSebaniSumber GedangSumber RejoTawang RejoTunggul WulungWedoro
KelurahanBanjarsariKutorejoPandaanPetungasri
35.14.05Pasrepan17DesaAmpelsariCengkrongGalihJogorepuhKlakahLemahbangMangguanNgantunganPasrepanPetungPohgadingPohgedangRejosalamSapulanteSibonTambakrejoTempuran
35.14.10Prigen311DesaBulukandangCandi WatesDayurejoGambiranJatiarjoKetanirengLumbangrejoSekarjohoSukoliloSukorenoWatuagung
KelurahanLedugPecalukanPrigen
35.14.17Pohjentrek9DesaLogowokParasrejoPleretSukorejoSungi KulonSungi WetanSusukanrejoTiduWarungdowo
35.14.01Purwodadi13DesaCapangCowekDawuhan SengonGajahrejoGerboJati SariLebak RejoParerejoPucang SariPurwodadiSemutSentulTambak Sari
35.14.08Purwosari114DesaBakalanCendonoKarangrejoKayomanKertosariMartopuroPagerPucang SariSekarmojoSengonagungSukodermoSumberrejoSumbersukoTejowangi
KelurahanPurwosari
35.14.03Puspo7DesaJangjangwulungJimbaranKedawungKemiriPalang SariPuspoPusung Malang
35.14.23Rejoso16DesaArjosariJaranganKarangpandanKawisrejoKedungbakoKemantrenrejoKeteganManikrejoPandanrejoPatuguranRejoso KidulRejoso LorSadengrejoSambirejoSegoropuroToyaning
35.14.15Rembang17DesaGenengwaruKalisatKanigoroKedungbantengKrengihMojoparonOro-Oro BuluOro-Oro Ombo KulonOro-Oro Ombo WetanPajaranPandeanPejangkunganPekorenRembangSiyarSumberglagahTampung
35.14.09Sukorejo19DesaCandibinangunCurahrejoDukuhsariGlagahsariGuntingKalirejoKarangsonoKenduruanLecariLemahbangMojotengahNgadimulyoPakukertoSebandungSukorameSukorejoSuwayuwoTanjungarumWonokerto
35.14.24Tosari8DesaBaledonoKandanganMororejoNgadiwonoPodokoyoSedaengTosariWonokitri
35.14.02Tutur12DesaAndono SariBlarangGendroKali PucangKayu KebekNgadirejoNgembalPunggingSumberpituTlogosariTuturWonosari
35.14.19Winongan18DesaBandaranGadingJeladriKandungKarang TengahKedung RejoLebakMendalanMenyarikMinggirPenataanProdoSidepanSruwiSumber RejoUmbulanWinongan KidulWinongan Lor
35.14.07Wonorejo15DesaCobanblimbingJatiguntingKarangasemKarangjatianyarKarangmenggahKarangsonoKendangdukuhKluwetLebaksariPakijanganRebonoSambisirahTamansariWonorejoWonosari
TOTAL24341

Kabupaten Pasuruan memiliki keanekaragaman penduduk yang sebagian besar adalah suku Jawa dan Suku Madura, selain itu bisa juga ditemui suku-suku lain seperti masyarakat keturunan Tionghoa, Arab dan India. Suku Jawa di Pasuruan terutama adalah dari mereka yang berbahasa Jawa dialek Wetanan. Selain Suku Jawa dan Madura, juga terdapat suku Tengger yang hidup di kawasan Pegunungan Tengger terutama di kecamatan Tosari).

Persentase dari Agama masyarakat Kabupaten Pasuruan yang dikumpulkan dari data Sensus adalah: (Islam 96,96%. Hindu 1,74%. Kristen 1,10%. Protestan 0,66%. Katolik 0,44%. Buddha 0,17%. Lainnya 0,03%)Dokter Hewan Kucing Pasuruan

Dokter Hewan Kucing Ternate Dokter Hewan Kucing Banjar Dokter Hewan Kucing Gorontalo Dokter Hewan Kucing Madiun

Dokter hewan (disebut juga medik veteriner) adalah dokter yang menangani hewan dan penyakit-penyakitnya. Selain bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan serta berperan dalam kesehatan masyarakat veteriner.

Bidang pekerjaan Dokter Hewan Kucing Pasuruan

Bidang pekerjaan Dokter Hewan

Dokter hewan dapat membuka layanan medis dan bekerja sebagai praktisi. Dokter hewan praktisi biasanya lebih memfokuskan diri pada satu kelompok hewan tertentu, seperti hewan kesayangan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, misalnya anjing, kucing, dan kelinci. Mereka dapat berkarier di klinik dan rumah sakit hewan atau di tempat penampungan hewan. Sementara itu, dokter hewan lain memilih untuk berkarier pada manajemen kesehatan hewan ternak, baik hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, dan babi, maupun dunia perunggasan. Ada pula dokter hewan konservasi yang menangani satwa liar.

Ditinjau dari lingkup sektor ekonomi, dokter hewan dapat bekerja pada sektor privat dengan membuka layanan praktik mandiri, bekerja sama dengan rekan sejawat, atau pada perusahaan swasta, baik melalui pelayanan jasa medis ataupun konsultasi. Sebagian dokter hewan lain bekerja pada sektor publik atau pemerintahan pada layanan veteriner, lembaga penelitian, konservasi, pembibitan, produksi dan reproduksi hewan, serta lembaga sertifikasi seperti karantina hewan. Selain itu, organisasi nirlaba, yang biasanya merupakan lembaga konservasi, juga merekrut dokter hewan.

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing Pasuruan

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan berisiko mengalami luka fisik yang disebabkan oleh hewan yang ditanganinya. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1988 menyebutkan bahwa 64,6% dari dokter hewan pernah mengalami luka berat akibat hewan; tangan, lengan, dan kepala menjadi area yang paling umum terluka, sementara sapi, anjing, dan kuda menjadi hewan yang paling umum menyebabkan luka

Kompetensi

Setelah lulus pendidikan dan dilantik menjadi dokter hewan, seseorang wajib memiliki sejumlah kompetensi. Secara garis besar, kompetensi minimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu:[3]

  • Epidemiologi — menerapkan epidemiologi deskriptif untuk mengendalikan penyakit dan berpartisipasi dalam penyelidikan epidemiologi jika terjadi kasus penyakit yang wajib dilaporkan;
  • Penyakit hewan lintas batas — mengidentifikasi penyakit hewan lintas batas dan patogen yang diasosiasikan dengannya, memahami distribusinya secara global, pengambilan dan penanganan sampelnya, penggunaan alat diagnostik dan terapeutik yang tepat, implikasi peraturan dan pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Zoonosis (termasuk penyakit bawaan makanan) — mengidentifikasi zoonosis dan penyakit bawaan makanan serta patogen yang diasosiasikan dengannya; memahami penggunaan alat diagnostik dan terapeutik, implikasinya terhadap kesehatan manusia, pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Penyakit infeksi baru dan muncul kembali — memahami penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi yang muncul kembali, mendeteksi tanda klinis dan melaporkannya ke otoritas veteriner, memahami hipotesis kemunculannya, dan tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Program pencegahan dan pengendalian penyakit — memahami program baku yang telah ditetapkan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, zoonosis, atau penyakit infeksi baru dan muncul kembali; cara mengidentifikasi hewan untuk ketertelusuran dan pengawasan oleh otoritas veteriner; memahami dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana darurat untuk mengendalikan penyakit lintas batas, termasuk membunuh hewan secara manusiawi; berpartisipasi dalam kampanye vaksinasi reguler dan darurat, serta program uji-dan-potong/terapi, sistem deteksi dini, penyakit hewan yang wajib dilaporkan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Higiene makanan — memahami praktik keamanan pangan di peternakan, inspeksi pemotongan hewan, termasuk pemeriksaan pra- dan pascamati, serta penyembelihan yang manusiawi; integrasi antara pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, termasuk peran dokter hewan dengan dokter, praktisi kesehatan masyarakat, dan analis risiko;
  • Produk-produk veteriner — memahami penggunaan produk-produk veteriner dengan tepat, termasuk pencatatannya; konsep waktu henti obat untuk mencegah residu pada produk hewan yang akan dikonsumsi manusia; mekanisme perkembangan resistansi obat; hubungan penggunaan antibiotik pada hewan pangan dan berkembangnya resistansi antibiotik pada manusia; penggunaan obat-obatan dan bahan-bahan biologis dengan tepat untuk memastikan keamanan rantai pangan dan lingkungan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Kesejahteraan hewan — memahami kesejahteraan hewan dan tanggung jawab pemilik, dokter hewan, dan orang lain yang menangani hewan; mengidentifikasi masalah kesejahteraan hewan dan berpartisipasi dalam tindakan perbaikannya; memahami informasi terbaru tentang pengaturan kesejahteraan hewan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional, termasuk dalam produksi hewan, transportasi hewan, dan pemotongan hewan untuk konsumsi dan eliminasi untuk mengendalikan penyakit;
  • Legislasi dan etika veteriner — memahami peraturan tentang veteriner dan profesi kedokteran hewan di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan regional, serta tempat untuk mencari informasi terbaru; menerapkan standar tinggi dalam etika profesi dokter hewan dalam keseharian; serta kepemimpinan dalam masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan dan perawatan hewan;
  • Prosedur sertifikasi umum — memeriksa dan memantau individu hewan atau kelompok hewan untuk menerbitkan sertifikat bebas dari penyakit atau kondisi tertentu berdasarkan prosedur baku; serta mengisi dan menandatangani sertifikat kesehatan sesuai dengan aturan nasional;
  • Kemampuan komunikasi — mengomunikasikan informasi teknis dengan cara membuat yang dapat dipahami masyarakat umum; dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan tenaga kesehatan profesional untuk saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, serta pengalaman praktis.

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing Pasuruan

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan disebut juga dengan medik veteriner. Dokter hewan bertugas mencegah, memeriksa, mengobati, dan melakukan perawatan pada hewan dari penyakit. Jenis kucing hewan yang ditangani bisa hewan besar (sapi, kuda, kambing, kerbau, babi), hewan kecil (anjing, kucing), unggas (ayam, itik, angsa, puyuh), hewan eksotik (ular, hamster, kura-kura, iguana), satwa liar (reptil, primata), satwa harapan (rusa, kelinci), satwa akuatik (ikan), ataupun hewan laboratorium (rodensia). Kalau ada hewan yang terluka, mengalami patah tulang, maka dokter hewan akan melakukan operasi.

Dokter hewan juga berperan penting dalam pencegahan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia (zoonotik), seperti rabies, antraks, leptospirosis, juga flu burung. Secara aktif, seorang dokter hewan akan memberikan vaksin. Selain itu, dokter hewan memainkan peranan dalam proses pengembangbiakan hewan. Misalnya, dalam inseminasi buatan pada kuda, dokter hewan akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan sperma kuda jantan ke rahim kuda betina. Dokter hewan juga akan memantau proses kehamilan pada kuda tersebut.

Sehari-hari, dokter hewan bisa bekerja di rumah sakit hewan, kebun binatang bahkan NGO internasional. Selain bekerja dalam bidang pemeriksaan dan pengobatan, ada juga lho dokter hewan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan berdinas di pusat karantina, pusat pemeriksaan sanitasi daging hewan, dan pusat kesehatan hewan. Pilihan lain untuk profesi dokter hewan adalah praktik mandiri dengan membuka klinik kesehatan hewan. mrizky

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing Pasuruan

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
  • Mencegah hewan agar tidak terinfeksi penyakit.
  • Memeriksa penyakit dan memberikan pengobatan pada hewan.
  • Melakukan diagnosis (klinik, patologik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium imunologi, laboratorium parasitologi, dan lain-lain).
  • Menyusun nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik pada hewan.
  • Melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan kebidanan, dan penanganan gangguan reproduksi pada hewan.
  • Melindungi kehidupan/kesehatan hewan dan risiko yang ditimbulkan.
  • Menanggulangi penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik melalui terapi, eradikasi, dan lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan pangan.
  • Melindungi kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additive), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
  • Menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.
  • Melakukan pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: