Dokter Hewan Kucing Pekanbaru adalah ibu kota dan kota terbesar di provinsi Riau, Indonesia. Kota ini merupakan salah satu sentra ekonomi terbesar di pulau Sumatra dan termasuk kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi, dan urbanisasi yang tinggi.

Pekanbaru terletak di tepian Sungai Siak dan pada awalnya merupakan sebuah kota kecil yang memiliki pasar (pekan) yang bernama Payung Sekaki atau Senapelan. Pada abad ke-18, wilayah yang kini menjadi Pekanbaru berada pada lingkar pengaruh Kesultanan Siak, dan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Pekan) secara luas dianggap sebagai pendiri kota Pekanbaru modern; hari jadi kota ini ditetapkan pada tanggal 23 Juni 1784. Pekanbaru menjadi sebuah "kota kecil" pada tahun 1948 dan kotapraja pada tahun 1956, sebelum ditetapkan menjadi ibu kota provinsi Riau sebagai pengganti dari Tanjung Pinang pada tahun 1959.

Dokter Hewan Kucing Pekanbaru
Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Perekonomian Pekanbaru didukung oleh perdagangan dan pertambangan minyak bumi. Kota ini memiliki sebuah bandar udara internasional, terminal bus antar kota dan antar provinsi, serta dua pelabuhan. Populasi Pekanbaru bersifat kosmopolitan, dipengaruhi oleh letak strategisnya di tengah-tengah Lintas Timur Jalan Raya Lintas Sumatra. Beberapa etnis yang memiliki populasi signifikan di kota ini antara lain adalah suku Minangkabau, Orang Ocu, Melayu, Jawa, Batak, dan Tionghoa.[7]

Secara geografis kota Pekanbaru memiliki posisi strategis berada pada jalur Lintas Timur Sumatra, terhubung dengan beberapa kota seperti Medan, Padang dan Jambi, dengan wilayah administratif, diapit oleh Kabupaten Siak pada bagian utara dan timur, sementara bagian barat dan selatan oleh Kabupaten Kampar.

Kota ini dibelah oleh Sungai Siak yang mengalir dari barat ke timur dan berada pada ketinggian berkisar antara 5 - 50 meter di atas permukaan laut. Kota ini termasuk beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34,1 °C hingga 35,6 °C, dan suhu minimum antara 20,2 °C hingga 23,0 °C.[16]Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Sebelum tahun 1960 Pekanbaru hanyalah kota dengan luas 16 km² yang kemudian bertambah menjadi 62,96 km² dengan 2 kecamatan yaitu kecamatan Senapelan dan kecamatan Limapuluh. Selanjutnya pada tahun 1965 menjadi 6 kecamatan, dan tahun 1987 menjadi 8 kecamatan dengan luas wilayah 446,50 km², setelah Pemerintah daerah Kampar menyetujui untuk menyerahkan sebagian dari wilayahnya untuk keperluan perluasan wilayah Kota Pekanbaru, yang kemudian ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1987.[17] Kemudian pada tahun 2003 jumlah kecamatan pada kota ini dimekarkan menjadi 12 kecamatan.[16]

Kota Pekanbaru memiliki 15 kecamatan dan 83 kelurahan[38] (dari total 169 kecamatan dan 268 kelurahan di seluruh Riau). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 886.226 jiwa dengan luas wilayahnya 632,27 km² dan sebaran penduduk 1.401 jiwa/km².[39][40]Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Pekanbaru, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
StatusDaftar
Kelurahan
14.71.08Binawidya5KelurahanBinawidyaDelimaSimpang BaruTobek GodangSungai Sibam
14.71.07Bukit Raya5KelurahanAir DinginSimpang TigaTangkerang LabuaiTangkerang SelatanTangkerang Utara
Kulim5KelurahanKulimMentangorSialangrampaiPebatuanPematangkapau[38]
14.71.04Lima Puluh4KelurahanPesisirRintisTanjung RhuSekip
14.71.09Marpoyan Damai6KelurahanMaharatuPerhentian MarpoyanSidomulyo TimurTangkerang BaratTangkerang TengahWonorejo
14.71.11Payung Sekaki6KelurahanAir HitamBandar RayaLabuh Baru BaratLabuh Baru TimurTampanTirta Siak
14.71.02Pekanbaru Kota6KelurahanSimpang EmpatSumahilangTanah DatarKota BaruSukaramaiKota Tinggi
14.71.06Rumbai Barat6KelurahanAgrowisataMaharaniMuara Fajar BaratMuara Fajar TimurRantau PanjangRumbai Bukit
Rumbai Timur5KelurahanTebing Tinggi OkuraSungaiukaiSungaiambangLembah SariLimbungan[38]
14.71.12Rumbai6KelurahanSri MerantiUmban SariPalasLembah DamaiLimbungan BaruMeranti Pandak
14.71.03Sail3KelurahanCinta RajaSukamajuSukamulya
14.71.05Senapelan6KelurahanKampung BandarKampung BaruKampung DalamPadang BulanPadang TerubukSago
14.71.01Sukajadi7KelurahanHarjosariJadirejoKampung MelayuKampung TengahKedung SariPulau KaramSukajadi
14.71.10Tenayan Raya8KelurahanBambu KuningBencah LesungIndustri TenayanMelebungRejosariSialang SaktiTangkerang TimurTuah Negeri
Tuahmadani5KelurahanSidomulyo BaratSialangmungguTuahkaryaTuahmadaniAirputih[38]
TOTAL83

Pada tanggal 30 Desember 2020 berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 2 Tahun 2020, Pemerintah Kota Pekanbaru secara resmi melakukan pemekaran dan penyesuaian serta penghapusan kecamatan dan kelurahan di Kota Pekanbaru. Sehingga total saat ini Kota Pekanbaru memiliki 15 kecamatan dengan 83 kelurahan.Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Adapun wilayah pemekaran dimaksud yakni:

Penghapusan nama Kecamatan Tampan dan sekaligus melakukan pemekaran menjadi dua wilayah yakni Kecamatan Bina Widya dan Kecamatan Tuah Madani, dengan Kecamatan Bina Widya terdiri dari 5 kelurahan antara lain Simpangbaru, Bina Widya, Tobek Godang, Delima dan Sungaisibam (pemindahan kelurahan dari Kecamatan Payung Sekaki); sementara Kecamatan Tuah Madani terdiri dari Kelurahan Tuah Madani, Air Putih, Tuah Karya, Sialang Munggu dan Sidomulyo Barat.
Pemindahan nama Kecamatan Rumbai menggantikan Kecamatan Rumbai Pesisir; wilayah ini kemudian dimekarkan menjadi Kecamatan Rumbai dan Rumbai Timur, sedangkan Kecamatan Rumbai lama berganti nama dengan Rumbai Barat. Adapun Kecamatan Rumbai memiliki kelurahan masing-masing Sri Meranti, Umban Sari, Palas, Limbungan Baru, Lembah Damai, dan Meranti Pandak. Sementara Rumbai Timur terdiri dari 5 kelurahan yakni Tebing Tinggi Okura, Sungai Ukai, Sungai Ambang, Lembah Sari dan Limbungan; sedangkan Rumbai Barat terdiri dari 6 kelurahan antara lain Rumbai Bukit, Muara Fajar Barat, Muara Fajar Timur, Rantau Panjang, Maharani dan Agrowisata.
Pemekaran Kecamatan Tenayan Raya dengan penambahan kecamatan Kulim. Wilayah ini dibagi masing-masing Kecamatan Tenayan Raya terdiri dari 8 kelurahan yakni Sialang Sakti, Bambu Kuning, Industri Tenayan, Melebung, Tuah Negeri, Rejosari, Bencah Lesung, dan Tangkerang Timur. Sedangkan 5 kelurahan lain masuk ke Kecamatan Kulim yakni Kelurahan Kulim, Pebatuan, Mentangor, Pematang Kapau dan Sialang Rampai.

Berikut ini adalah daftar rumah sakit di Kota PekanbaruRiau yang sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:[1]

No.KodeNama Rumah SakitJenisTipeAlamat
1.1471011RSUD Arifin AchmadRSUDBJl. Diponegoro No.2, SumahilangKec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
2.1471398RSUD MadaniRSUDCJl. Garuda Sakti No.18, Simpang BaruKec. Binawidya, Kota Pekanbaru, Riau 28291
3.1471091RSUD Petala BumiRSUDCJl. Dr. Soetomo No.65, SekipKec. Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Riau 28155
4.1471384RS Awal Bros Ahmad YaniRSDJl. Jend. Ahmad Yani No.73, Tanah DatarKec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
5.1471390RS Awal Bros PanamRSCJl. HR. Soebrantas Panam No.88, Sialang MungguKec. Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau 28293
6.1471226RS Awal Bros SudirmanRSBJl. Jend. Sudirman No.34, Tengkerang SelatanKec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau 28128
7.1471396RS Aulia PekanbaruRSCJl. HR. Soebrantas Panam No.63, Sidomulyo BaratKec. Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau 28291
8.1471033RS Bhayangkara PekanbaruRSCJl. R.A Kartini No.14, Simpang EmpatKec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
9.1471161RS Bina KasihRSCJl. KH Samanhudi No.3, SagoKec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau 28155
10.1471067RS Eka PekanbaruRSBJl. Mangga Sukajadi No.5, Tengkerang BaratKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28292
11.1471069RS Hermina PekanbaruRSBJl. Tuanku Tambusai No.2, DelimaKec. Binawidya, Kota Pekanbaru, Riau 28292
12.1471135RS Islam Ibnu SinaRSBJl. Melati No.60, HarjosariKec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau 28122
13.1471146RS Jiwa TampanRS JiwaAJl. HR. Soebrantas Panam No.12, Simpang BaruKec. Binawidya, Kota Pekanbaru, Riau 28291
14.1471389RS JMB PekanbaruRSDJl. Sekolah No.53, Limbungan BaruKec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau 28266
15.1471371RS Lancang KuningRSCJl. Ronggowarsito Ujung No.5A, SukamajuKec. Sail, Kota Pekanbaru, Riau 28127
16.1471391RS Pekanbaru Eye CenterRS MataCJl. Soekarno-Hatta No.236, Sidomulyo TimurKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28282
17.1471382RS Pekanbaru Medical CenterRSCJl. Lembaga Pemasyarakatan No.25, SukamajuKec. Sail, Kota Pekanbaru, Riau 28127
18.1471397RS Prima PekanbaruRSCJl. Bima No.1, DelimaKec. Binawidya, Kota Pekanbaru, Riau 28292
19.1471150RS Prof. Dr. TabraniRSCJl. Jend. Sudirman No.410, WonorejoKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 27511
20.1471215RS Roesmin NurjadinRSCJl. Adi Sucipto No.123, MaharatuKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28283
21.1471383RS SansaniRSCJl. Soekarno-Hatta No.501, Air HitamKec. Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28291
22.1471055RS Santa Maria PekanbaruRSBJl. Jend. Ahmad Yani No.68, Pulau KaramKec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau 28127
23.1471394RS SMEC PekanbaruRS MataCJl. Arifin Ahmad No.92, Sidomulyo TimurKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28125
24.1471079RS Syafira PekanbaruRSCJl. Jend. Sudirman No.134, Tengkerang TengahKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28282
25.1471022RS Tentara PekanbaruRSDJl. Kesehatan No.2, Kampung BandarKec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau 28155
26.1471392RS Universitas RiauRSDJl. HR. Soebrantas Panam No.12, Simpang BaruKec. Binawidya, Kota Pekanbaru, Riau 28293
27.1471259RSIA AndiniRSIACJl. Tuanku Tambusai No.55, Tengkerang BaratKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28124
28.1471386RSIA Annisa PekanbaruRSIACJl. Garuda No.66, Tengkerang TengahKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28128
29.1471395RSIA Budhi MuliaRSIACJl. Soekarno-Hatta No.226, Sidomulyo TimurKec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28289
30.1471237RSIA Eria BundaRSIACJl. KH. Ahmad Dahlan No.163, Kampung TengahKec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau 28122
31.1471385RSIA Labuh BaruRSIACJl. Durian No.45, Labuh Baru TimurKec. Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28291
32.1471387RSIA ZainabRSIACJl. Ronggo Warsito No.1, SukamajuKec. Sail, Kota Pekanbaru, Riau 28127

Kota Pekanbaru memiliki beberapa rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pemerintah Pekanbaru mencoba melengkapi sarana dan prasarana yang ada saat ini diantaranya akan membangun gedung baru untuk Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad yang saat ini baru memiliki 264 kamar untuk rawat inap. Dengan selesainya bangunan tersebut, kapasitas rawat inap RSUD Arifin Achmad, akan bertambah menjadi 400 kamar.[51] Sementara kehadiran rumah sakit yang dikelola oleh pihak swasta di kota ini cukup signifikan antara lain Rumah Sakit Santa Maria yang sebelumnya bernama Balai Pengobatan Santa Maria,[52] Aulia Hospital, RS Syafira, Rumah Sakit Prima, Rumah Sakit Zainab, Rumah Sakit AURI, Rumah Sakit Petala Bumi, Rumah Sakit Polisi, Rumah Sakit Ibnu Sina yang didirikan oleh YARSI Riau kemudian dikelola oleh PT. Syifa Utama,[53] Rumah Sakit Awal Bros,[54] Rumah Sakit Awal Bros Panam, Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani, Rumah Sakit Bina Kasih, Pekanbaru Medical Centre (PMC) dan Eka Hospital.Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Sampai tahun 2006 penyebaran dan pelayanan puskesmas di kota Pekanbaru masih belum merata terhadap masyarakatnya yaitu dengan ratio 1,99. Sementara persentase kunjungan penduduk memanfaatkan puskesmas baru sekitar 19%. Hal ini dimungkinkan karena telah banyaknya rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan yang lebih baik.[55]

Dokter Hewan Kucing Padang Dokter Hewan Kucing Malang Dokter Hewan Kucing Samarinda Dokter Hewan Kucing Denpasar

Dokter hewan (disebut juga medik veteriner) adalah dokter yang menangani hewan dan penyakit-penyakitnya. Selain bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan serta berperan dalam kesehatan masyarakat veteriner.

Bidang pekerjaan Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Bidang pekerjaan Dokter Hewan

Dokter hewan dapat membuka layanan medis dan bekerja sebagai praktisi. Dokter hewan praktisi biasanya lebih memfokuskan diri pada satu kelompok hewan tertentu, seperti hewan kesayangan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, misalnya anjing, kucing, dan kelinci. Mereka dapat berkarier di klinik dan rumah sakit hewan atau di tempat penampungan hewan. Sementara itu, dokter hewan lain memilih untuk berkarier pada manajemen kesehatan hewan ternak, baik hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, dan babi, maupun dunia perunggasan. Ada pula dokter hewan konservasi yang menangani satwa liar.

Ditinjau dari lingkup sektor ekonomi, dokter hewan dapat bekerja pada sektor privat dengan membuka layanan praktik mandiri, bekerja sama dengan rekan sejawat, atau pada perusahaan swasta, baik melalui pelayanan jasa medis ataupun konsultasi. Sebagian dokter hewan lain bekerja pada sektor publik atau pemerintahan pada layanan veteriner, lembaga penelitian, konservasi, pembibitan, produksi dan reproduksi hewan, serta lembaga sertifikasi seperti karantina hewan. Selain itu, organisasi nirlaba, yang biasanya merupakan lembaga konservasi, juga merekrut dokter hewan.

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan berisiko mengalami luka fisik yang disebabkan oleh hewan yang ditanganinya. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1988 menyebutkan bahwa 64,6% dari dokter hewan pernah mengalami luka berat akibat hewan; tangan, lengan, dan kepala menjadi area yang paling umum terluka, sementara sapi, anjing, dan kuda menjadi hewan yang paling umum menyebabkan luka

Kompetensi

Setelah lulus pendidikan dan dilantik menjadi dokter hewan, seseorang wajib memiliki sejumlah kompetensi. Secara garis besar, kompetensi minimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu:[3]

  • Epidemiologi — menerapkan epidemiologi deskriptif untuk mengendalikan penyakit dan berpartisipasi dalam penyelidikan epidemiologi jika terjadi kasus penyakit yang wajib dilaporkan;
  • Penyakit hewan lintas batas — mengidentifikasi penyakit hewan lintas batas dan patogen yang diasosiasikan dengannya, memahami distribusinya secara global, pengambilan dan penanganan sampelnya, penggunaan alat diagnostik dan terapeutik yang tepat, implikasi peraturan dan pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Zoonosis (termasuk penyakit bawaan makanan) — mengidentifikasi zoonosis dan penyakit bawaan makanan serta patogen yang diasosiasikan dengannya; memahami penggunaan alat diagnostik dan terapeutik, implikasinya terhadap kesehatan manusia, pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Penyakit infeksi baru dan muncul kembali — memahami penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi yang muncul kembali, mendeteksi tanda klinis dan melaporkannya ke otoritas veteriner, memahami hipotesis kemunculannya, dan tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Program pencegahan dan pengendalian penyakit — memahami program baku yang telah ditetapkan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, zoonosis, atau penyakit infeksi baru dan muncul kembali; cara mengidentifikasi hewan untuk ketertelusuran dan pengawasan oleh otoritas veteriner; memahami dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana darurat untuk mengendalikan penyakit lintas batas, termasuk membunuh hewan secara manusiawi; berpartisipasi dalam kampanye vaksinasi reguler dan darurat, serta program uji-dan-potong/terapi, sistem deteksi dini, penyakit hewan yang wajib dilaporkan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Higiene makanan — memahami praktik keamanan pangan di peternakan, inspeksi pemotongan hewan, termasuk pemeriksaan pra- dan pascamati, serta penyembelihan yang manusiawi; integrasi antara pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, termasuk peran dokter hewan dengan dokter, praktisi kesehatan masyarakat, dan analis risiko;
  • Produk-produk veteriner — memahami penggunaan produk-produk veteriner dengan tepat, termasuk pencatatannya; konsep waktu henti obat untuk mencegah residu pada produk hewan yang akan dikonsumsi manusia; mekanisme perkembangan resistansi obat; hubungan penggunaan antibiotik pada hewan pangan dan berkembangnya resistansi antibiotik pada manusia; penggunaan obat-obatan dan bahan-bahan biologis dengan tepat untuk memastikan keamanan rantai pangan dan lingkungan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Kesejahteraan hewan — memahami kesejahteraan hewan dan tanggung jawab pemilik, dokter hewan, dan orang lain yang menangani hewan; mengidentifikasi masalah kesejahteraan hewan dan berpartisipasi dalam tindakan perbaikannya; memahami informasi terbaru tentang pengaturan kesejahteraan hewan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional, termasuk dalam produksi hewan, transportasi hewan, dan pemotongan hewan untuk konsumsi dan eliminasi untuk mengendalikan penyakit;
  • Legislasi dan etika veteriner — memahami peraturan tentang veteriner dan profesi kedokteran hewan di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan regional, serta tempat untuk mencari informasi terbaru; menerapkan standar tinggi dalam etika profesi dokter hewan dalam keseharian; serta kepemimpinan dalam masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan dan perawatan hewan;
  • Prosedur sertifikasi umum — memeriksa dan memantau individu hewan atau kelompok hewan untuk menerbitkan sertifikat bebas dari penyakit atau kondisi tertentu berdasarkan prosedur baku; serta mengisi dan menandatangani sertifikat kesehatan sesuai dengan aturan nasional;
  • Kemampuan komunikasi — mengomunikasikan informasi teknis dengan cara membuat yang dapat dipahami masyarakat umum; dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan tenaga kesehatan profesional untuk saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, serta pengalaman praktis.

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan disebut juga dengan medik veteriner. Dokter hewan bertugas mencegah, memeriksa, mengobati, dan melakukan perawatan pada hewan dari penyakit. Jenis kucing hewan yang ditangani bisa hewan besar (sapi, kuda, kambing, kerbau, babi), hewan kecil (anjing, kucing), unggas (ayam, itik, angsa, puyuh), hewan eksotik (ular, hamster, kura-kura, iguana), satwa liar (reptil, primata), satwa harapan (rusa, kelinci), satwa akuatik (ikan), ataupun hewan laboratorium (rodensia). Kalau ada hewan yang terluka, mengalami patah tulang, maka dokter hewan akan melakukan operasi.

Dokter hewan juga berperan penting dalam pencegahan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia (zoonotik), seperti rabies, antraks, leptospirosis, juga flu burung. Secara aktif, seorang dokter hewan akan memberikan vaksin. Selain itu, dokter hewan memainkan peranan dalam proses pengembangbiakan hewan. Misalnya, dalam inseminasi buatan pada kuda, dokter hewan akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan sperma kuda jantan ke rahim kuda betina. Dokter hewan juga akan memantau proses kehamilan pada kuda tersebut.

Sehari-hari, dokter hewan bisa bekerja di rumah sakit hewan, kebun binatang bahkan NGO internasional. Selain bekerja dalam bidang pemeriksaan dan pengobatan, ada juga lho dokter hewan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan berdinas di pusat karantina, pusat pemeriksaan sanitasi daging hewan, dan pusat kesehatan hewan. Pilihan lain untuk profesi dokter hewan adalah praktik mandiri dengan membuka klinik kesehatan hewan. mrizky

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing Pekanbaru

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
  • Mencegah hewan agar tidak terinfeksi penyakit.
  • Memeriksa penyakit dan memberikan pengobatan pada hewan.
  • Melakukan diagnosis (klinik, patologik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium imunologi, laboratorium parasitologi, dan lain-lain).
  • Menyusun nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik pada hewan.
  • Melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan kebidanan, dan penanganan gangguan reproduksi pada hewan.
  • Melindungi kehidupan/kesehatan hewan dan risiko yang ditimbulkan.
  • Menanggulangi penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik melalui terapi, eradikasi, dan lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan pangan.
  • Melindungi kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additive), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
  • Menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.
  • Melakukan pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: